Sunday, 7 October 2018

Iseka wa Smatrphone to Tomo ni Chapter 261 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
BUDI
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 26: Apa yang Bisa Dilakukan Untuk Esok Hari

Chapter 261: Makanan yang Dibuat Oleh Istri Tercinta dan Seorang Gadis di Setiap Sisi



Masih belum datang, yah?(Rue)

Begitulah.(Touya)

Jawabku pada ucapan Rue yang sedang duduk di atas sebongkah batu.

Lokasi yang kami tempati ini disebut dataran Isrem yang terletak di bagian barat-laut dari ibukota Gararia yang merupakan daerah Kekaisaran Regulus.

Dataran hijau yang persis dengan dataran Mongol terbentang luas di pegunungan yang bisa dilihat dari kejauhan. Langit saat ini sangat cerah sampai-sampai tidak ada satu pun awan yang terlihat.

Hari ini sudah hari ke-4 sejak datangnya kami, FrameGear, dan juga pembuatan markas di dataran ini. Beruntung sekali para adventurer guild Regulus telah melihat ramalan akan datangnya Fraze dengan papan persepsi, akan tetapi hal ini menjadi semakin lama karena menurut papan persepsi, mereka akan muncul dalam 1-7 hari lagi.

Bukannya aku mau mereka cepat muncul lho ya. Masalahnya, menunggu seperti ini rasanya sangat... kami tidak tahu kapan pastinya mereka akan muncul, jadi mustahil bagi kami untuk kembali ke Brunhild.

Untuk para gadis, mereka pulang ke istana secara bergantian dengan [Gate] yang kupasang di markas.

Nah, mereka yang datang hari ini adalah Rue, Rin, Sue, dan Lindzey. Yumina dan Sakura sedang menjaga istana sementara Yae, Elzie, dan Hilda pasti sedang tidur di kamar masing-masing setelah menyelesaikan patroli di area sekitar markas.

Kami tidak bisa bersantai karena ada kemungkinan kelas-atas akan muncul di invasi kali ini. Di sisi lain, terus-terusan tegang seperti ini juga…

Touya-sama. Sudah siang lho, bagaimana kalau kita makan bento?(Rue)

Oh. Enak tuh. Kurasa kita juga harus makan, yah.(Touya)

Rue pun mengeluarkan dua bento dan dua botol air, yang besar dan kecil dari tasnya lalu diletakkan di atas batu yang datar. Ia menuangkan sup dari botol besar dan teh dari botol kecil, lalu memberiku satu bento itu. Setelah membuka tutupnya, aku melihat nasi dan banyak lauk yang terlihat enak.

Wuih, kelihatannya enak. Apa kau yang membuatnya, Rue?(Touya)

Iya. Tadi pagi. Walau saya juga meminta Clair-san untuk membantu membuat bento untuk yang lainnya juga, sih.(Rue)

Rue tersenyum seolah-olah merasa malu. Tuan Putri Regulus yang satu ini punya bakat memasak, yang akhirnya terus ia kembangkan saat pindah ke Brunhild. Itu karena ia diajari Clair-san, dan juga belajar beberapa resep dari Bumi, yang katanya ia mau coba saat punya waktu luang.

Itadakimasu.” Aku menyatukan kedua tangan lalu mulai menyantap udang goreng dari dalam bento itu. Mantap.
Rasanya tidak kalah dari
masakan Clair-san.

Enak sekali. Kau sangat pandai memasak ya, Rue.(Touya)

Terima kasih banyak. Saya senang mendengarnya.(Rue)

Telur dan ayam gorengnya juga enak.

Rasanya aku mulai paham makna dari “Cara memenangkan hati seorang lelaki adalah melalui perutnya”. Daging panggangnya juga sangat enak.

Ini sangat enak, Rue! Kurasa aku mau makan bento seperti ini setiap hari.(Touya)

Sa-saya rasa bisa kalau kita sudah menikah nanti.(Rue)

Rue pun mulai memakan bento-nya dengan wajah memerah. Aku sangat bersyukur pada Kami-sama.

Hm, Oh iya...

Frame pribadi yang sekarang dibuat itu milik Sakura. Nah, kamu ingin Frame dengan gaya bertarung seperti apa, Rue? Kurasa kau akan memilih Frame dengan mobilitas tinggi yang bisa menggunakan2 pedang sekaligus, iya kan?(Touya)

Sebentar… Umm, bagus juga sih, tapi saya ingin Frame yang bisa digunakan dalam situasi apapun. Elzie-san, Hilda-san, dan Yae-san adalah tipe penyerang sementara Sue-san, Sakura-san, dan Rin-san adalah tipe pendukung. Kalau begitu, saya ingin Frame tipe komando, sama seperti milik Lindzey-san.(Rue)

Komando?(Touya)

Akan semakin bagus kalau saya bisa mengubah senjatanya sesuai dengan situasi, atau bisa membantu mereka, entah dari jarak jauh atau pun dekat. Pokoknya ingin yang seperti itu.(Rue)

Ummu. Kurasa Frame dengan tipe bertarung seperti itu akan menjadi Frame yang bisa berubah dari mode-mobilitas ke mode-menembak atau pun mode-bertahan, yang menjadikannya sebagai Frame komando. Perubahannya bisa dipercepat dengan sihir [pergerakan], jadi kami mungkin bisa mengurangi waktu perubahannya. Frame transformasi yang bisa digunakan di situasi apapun, yah? Cukup bagus.

Oke lah kalau begitu. Ayo buat Frame itu. Sangat disayangkan mengingat satu-satunya Frame dengan mobilitas tinggi kita saat ini cuma Dragoon, yah.(Touya)

Aku pun melihat Dragoon hijau yang berdiri di dekat markas. Walaupun sama dengan milik End, tetap saja tidak mengubah kenyataan bahwa Dragoon adalah FrameGear model lama.

Para gadis yang lain sudah punya Frame pribadi, jadi mereka memberikan Dragoon pada Rue. Mereka berkata “Kalau yang menggunakannya itu Rue, ia pasti bisa menggunakan mobilitas-nya dengan maksimal”. Yah, Dragoon itu cuma pengganti sampai profesor membuat FrameGear pribadinya.

Terima kasih atas makanannya!(Touya)

Sama-sama~(Rue)

Aku pun menutup kotak bento itu lalu membungkusnya dengan kain. Setelah itu, kami beristirahat sebentar sambil meminum teh yang Rue tuang.

Baginda Raja Penguasa, apakah anda tidak sibuk?(Gaspar)

Ah, selamat datang, Gaspar-san.(Touya)

Saat aku melihat ke arah datangnya suara itu, terlihat sosok Gaspar-san, Komandan Orde Ksatria Kekaisaran Regulus yang sedang berdiri. Penyerbuan Fraze kali ini ada di wilayah Regulus, jadi beberapa ksatria mereka juga ikut bertempur bersama kami.

Saya senang melihat hubungan anda dan Tuan Putri semakin baik. Dengan ini, Regulus dan Brunhild akan semakin dekat.(Gaspar)

Gaspar-san pun tertawa saat mengatakannya.

Sudahlah, memangnya ada apa sampai datang kemari?(Touya)

Yah, tidak ada apa-apa sih, tapi… Baginda, bolehkah saya meminta Frame tambahan untuk ksatria kami? (Gaspar)

…? Lebih dari yang sekarang, yah? Alasannya?(Touya)

Dalam peristiwa ini, aku meminjamkan Frame yang lebih banyak dari biasanya pada Regulus, yakni 27 unit Chevaliers dan 3 unit Night Baron, apa ia merasa kalau jumlah itu belum cukup, yah?

Sebenarnya, Regulus telah melakukan perekrutan ksatria baru, sama seperti Brunhild, kami ingin mereka mendapat pengalaman bertempur di medan perang. Akan tetapi, kami tidak bisa membiarkan para ksatria baru itu menjadi bagian penyerang saat ada kemungkinan munculnya kelas-atas. Jadi saya mohon, bolehkah saya meminta satu unit pasukan dengan pengendalinya adalah para ksatria baru itu yang nantinya akan kita satukan melawan kelas-bawah, sementara ksatria senior memimpin mereka?(Gaspar)

Begitu ya. Brunhild juga menyuruh ksatria baru bergabung agar mereka bisa mendapat pengalaman bertempur melawan Fraze. Tentunya aku tidak berniat membiarkan mereka melawan kelas-atas. Tugas mereka bisa disebut “supaya mendapat pengalaman bertempur” dan “bagaimana cara bertempur menggunakan FrameGear” sesuai instruksi kami.

Mereka pasti sudah berlatih di FrameUnit, iya kan?(Touya)

Tentu saja, mereka sudah menyelesaikan sesi latihan FrameUnit. Saya menyuruh mereka melakukannya karena jika mereka tidak bisa menggerakkannya, maka usulan saya ini akan menjadi tidak masuk akal. Saya rasa mereka bisa mengurus kelas-bawah kalau tidak terkepung.(Gaspar)

Yah, aku bisa memindahkan mereka kalau kalah sih, tapi ya… kurasa tidak masalah juga bagi mereka untuk dibimbing.

Baiklah. Aku akan menambahkan 1 unit Black Knight dan 9 unit
Heavy Knight. Tentunya aku akan meminta ganti rugi kalau sampai unit-unit itu rusak.
(Touya)

Terima kasih banyak.(Gaspar)

Aku pun menghubungi Monica di Babylon dan memintanya untuk mengirim 10 unit ke sini dari [Hanggar].

Walaupun ada kelas-atas, jumlah mereka sepertinya tidak akan mencapai 10.000. Selain itu, kami juga akan menggunakan model baru. Kurasa pertempuran kali ini tidak akan terlalu sulit, tapi aku tidak tahu sampai melihatnya sendiri.

Setelah Gaspar-san pergi, aku meminta Rue untuk menuangkan teh lagi.

Jadi Regulus juga sudah merekrut ksatria baru, yah?(Touya)

Sepertinya begitu. Potensi perang Regulus telah turun gara-gara percobaan kudeta kemarin, jadi ya…(Rue)

Jenderal itu sangat keterlaluan.(Touya)

Jenderal Bazur telah membahayakan nyawa Kaisar menggunakan [Gelang Iblis], [Gelang Pertahanan], yang ia gunakan untuk memanggil iblis, dan membuat kudeta.

Setelah kejadian itu, ia dan orang yang membantunya dieksekusi, dan sebagian pasukan Regulus juga dihukum. Di Regulus, Orde Ksatria dan Orde Pasukan adalah Orde yang berbeda, tapi sepertinya saat ini Orde Pasukan ada di bawah inspeksi Orde Ksatria. Yah, mereka bersalah karena telah mencoreng nama baik masing-masing, jadi mau tidak mau mereka diawasi untuk sementara waktu.

Untungnya, Regulus menyebutkan namaku pada semua negara asing, dan juga pada negara yang berhubungan baik dengannya. Karena hal itu, sepertinya mereka tidak terlalu membutuhkan pertolongan negara lain. Kalau ke Belfast sih sudah biasa, tapi mereka juga bekerjasama dengan Rodomea dan Ramisshu. Walau terkadang mereka menanyakan masalah yang tidak bisa diselesaikan dua negara itu padaku.

Kejadian itu merupakan kejadian menyedihkan bagi Kekaisaran kami, tapi juga merupakan kejadian mengesankan karena saya bisa bertemu dengan Touya-sama. Walau saat itu penampilan saya tidak senonoh sih.(Rue)

Iya. Aku tidak akan bertemu Rue kalau kejadian itu tidak terjadi. Saat aku memikirkannya, aku berterima kasih pada Jenderal itu. Walau cuma sedikit sih.(Touya)

Kami pun menatap satu sama lain lalu tertawa. Dari lubuk hati terdalam, aku percaya bahwa aku senang bertemu dengan gadis ini.

Rue itu orang yang tidak mau kalah, dan selalu beusaha keras. Ia juga sedikit keras kepala sampai-sampai tidak mudah mengubah keputusannya saat ia sudah memutuskannya. Akan tetapi intinya, ia adalah gadis yang mengutamakan orang lain sebelum dirinya.

Saat kami terus menatap satu sama lain, salah satu dari kami mendekatkan kepalanya sedangkan satunya lagi meresponnya. Rue menutup matanya. Tak lama kemudian, aku juga ikut menutup mata, dan...

Walah~.  Tidakkah mereka terlalu berani ya~ja…(Sue)

Shiii~, Sue. Diamlah.(Lindzey)

Dasar, aku sampai iri…(Rin)

… kami langsung membuka mata lalu menoleh ke suara yang barusan didengar.

Sue, Lindzey, Rin, dan Pola sedang mengintip dari balik batu besar.


Ka-ka-ka-kalian, sejak kapan ada di sana!?(Rue)

Rue yang wajahnya memerah berteriak pada ketiga gadis itu.

Sejak berpapasan sama Komandan Gaspar-san, mungkin?(Sue)

Ka-kami ingin makan siang, jadi kami ingin mengajak kalian berdua, tapi… situasinya terlalu bagus, jadi ya…(Linzie)

Aku sudah memberitahu mereka untuk tidak mengganggu, lho ya?(Rin)

Ketiga Gadis itu menjawab pertanyaan Rue, sementara Pola yang ada di dekat kaki Rin, menaruh tangannya di pinggang dan membusungkan dadanya, seolah-olah mengatakan “Gimana kabarnya bro?”. Tidak, ini bukan saat yang tepat untuk bangga.

Rue pun jatuh tersungkur sambil menutupi wajah merahnya dengan kedua tangannya.

Uuu…memalukan…(Rue)
(Ramune: Aku ingin scene ini dianimasikan!)

Kurasa kau tidak perlu malu. Touya itu suami kita ~ja. Apa membuat hubungan semakin baik antar pasangan itu memalukan? (Sue)

Sue pun memiringkan kepala seolah-olah tidak paham situasi ini.

Saya kan masih belum mencapai hubungan level tinggi seperti itu…(Rue)

Rue mengalihkan pandangannya dari tatapan polos Sue. Memang benar sih. Sejujurnya, aku juga belum mencapai hubungan level tinggi seperti itu. Walaupun bisa dikatakan sudah kalau dilihat dari sudut pandang lain sih.

Suami kita jarang melakukannya dengan kita, jadi mustahil bagi kita untuk terbiasa dengan hal seperti ini. Kalau aku sih, aku ingin dia secara fisik lebih mendekatiku.(Rin)

Itu benar! Aku ingin Touya-san menghabiskan waktunya bermesraan dengan kita!(Lindzey)

Eeh?!(Touya)

Bagi penduduk Jepang yang merupakan orang yang rendah hati, hal seperti ini terlalu tinggi… Bermesraan didepan publik akan membuat orang benci tahu? Orang-orang akan mengatakan atau bahkan menulis surat berisi “Riajuu mati saja!” atau “Matilah!” padanya, tahu?

Itu benar ~ja. Aku ingin ia memelukku dengan eraaat!(Suu)

Aku juga. Berjalan-jalan di kota sambil berpegangan tangan, aku ingin melakukan sesuatu seperti “katakan a-aah” di kafe.(Linzie)

Oh, kedengarannya menarik. Bukankah tidak masalah kalau cuma segitu?(Rin)

Sudah kukatakan sebelumnya, hal itu terlalu berat untuk kulakukan di depan semuanya. Aku akan dikatai “Tidakkah kau terlalu bermesraan di sini, bung?” atau “Matilah!”,tahu?
(Budi: Nggak ada yang berani protes, elo itu raja!)
(Mizuki: Riajuu, Shin ne~)

Sudah berapa kali aku punya pikiran yang sama tentang orang yang bermesraan di dalam kereta, yah? Itu lah alasan kenapa aku tahu hal seperti ini. Yakni raungan merana mereka. Jeritan hati dan tetesan air mata yang dikeluarkannya. Aku tidak mau membuat mereka semakin merana, tahu.

Bukankah tidak masalah karena di sini tidak ada orang? Kalau ada banyak orang, aku akan langsung memelukmu dari tadi~ja!

Sue pun berlari dan memelukku dari depan. Hei, tidak ada orang itu bukan berarti tidak memalukan!

Ah, a-aku juga!(Lindzey)

Ara, kalau begitu aku juga.(Rin)

Hei! Oi!?(Touya)

Lindzey, dan Rin juga memelukku dari kiri dan kanan.

Chi~, Ouch~, sakit oi! Milik mereka tidak terlalu besar sih, tapi tetap saja aku bisa merasakan sesuatu yang empuk nan lembut. Seperti yang kuduga…
(Ramune: Milik Lindzey tidak besar? Omong kosong macam apa ini!?)
(Mizuki: Yang dimiliki Rin tidak terlalu besar.)

Bentar, kenapa Pola ikut-ikutan memeluk kakiku!?

Cu-curaaaang!!! Saya juga ikut!!(Rue)

Eeh?!(Touya)

Rue menjerit lalu memelukku dari belakang. Apa-apaan ini?! Situasi macam apa ini? Bukannya dikelilingi musuh dari empat arah, berbeda, tapi beberapa gadis sekaligus!

Bukannya aku tidak senang, tapi aku malu.
Seperti yang kutakutkan! Seseorang! Tolong aku!!!!

Kami telah mengkonfirmasi adanya keretakan di langit! Ada tanda-tanda bahwa Fraze akan muncul sebentara lagi! Semua pasukan, waspadalah! Waspadalah! Bersiap untuk bertempur!

Sebuah alarm berbunyi, dan markas pun menjadi ramai. Lindzey dan lainnya yang mendengarnya pun langsung berlari ke Frame masing-masing.

Aku penasaran, apa aku harus berterima kasih pada Fraze…?
Rumit sekali.

Kau tahu, bukannya aku tidak mau bermesraan dengan mereka.
Mereka
bersembilan itu adalah tunanganku, dan bermesraan dengan cara biasa itu adalah… sesuatu yang sudah telat untuk dikatakan.

Yah. Seperti yang kuduga. Mari tahan nafsu ini dari bermesraan di luar ruangan. Aku tidak ingin mati atau pun meledak. Hal itu saja terjadi di dunia di mana aku bisa saja ditembak dengan “Explosion”.


Aku pun bernafas lega dan mulai berlari ke arah markas berada.





Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

1 comment: