Sunday, 7 October 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 264 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Atla
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 26: Apa yang Bisa Dilakukan Untuk Esok Hari

Chapter 264: Kerajaan Budak, dan Keanehan Dari Padang Pasir



Ooo iya, Touya-dono. Belakangan ini kamu mulai menginvestigasi kerajaan Sandora, bukan?(Trystwin)

Aah! Saya juga ingin menanyakannya.(Zephir)

Telinga kalian cukup tajam yah?!(Touya)

Aku pun berteriak tanpa berpikir begitu mendengar ucapan Raja Belfast dan Kaisar Regulus.

Perwakilan Negara Aliansi Timur-Barat ingin bersenang-senang setelah rapat bulanan, oleh karena itu aku membiarkan mereka bersenang-senang di ruangan permainan sampai malam.

Raja Belfast Belfast, Kaisar Regulus, Raja Makhluk-Buas Misumido dan aku sedang bermain mahjong, sementara Raja Ksatria Restia dan Raja Rynie yang merupakan sesama Raja muda sedang bermain bola sodok.

Di dalam area tahan suara yang ada di pojok ruangan game, permainan piano Kousuke-nii-san dan masakan Clair-san mempesonakan Gubernur Utama Rodomea dan Monarki Referees. Sementara itu, di sudut lainnya, Karen-nee-san, Moroha-nee-san, Sousuke-oji-san dan Karina-nee-san sedang memberi pencerahan pada Paus Suci Ramisshu mengenai Dewa. Omong-omong Suika terlentang di lantai, dengan botol sake di tangannya.

Yah, yang menginvestigasi Sandora bukan Touya-dono saja. O~to, Raja Makhluk-Buas, ini Pon.(Trystwin)

Ada banyak hal yang membuat kami khawatir… ~t-to.(Zephir)

Contohnya?(Touya)

Aku mengambil ubin dari tumpukan yang ada di depanku sambil mendengarkan diskusi mereka. Aku tidak butuh ini, jadi kubuang saja.

Saya mendengar bahwasanya jumlah pedagang budak membludak setelah Yuuron menghilang, selain itu saya juga mendapat beberapa laporan mengenai penculikan warga Regulus.(Zephir)

Kami pun juga sama. Ada kasus di mana kelompok bandit menyerang desa dan menculik pemuda, wanita, dan bahkan anak kecil. Tidak salah lagi, pedagang budaklah pelaku dari semua ini karena Makhluk-Buas dianggap sebagai budak petarung yang mahal, dan Negara yang memiliki hubungan baik dengan mereka adalah Sandora.(Jamca)

Misumido sendiri adalah Negara yang mudah diinvasi karena berbatasan dengan Hutan Besar. Dan juga, semua makhluk buas punya kemampuan spesial tergantung rasnya, dan kemampuan ini lah yang menarik perhatian pedagang budak.

Kami akan senang jika anda cepat-cepat menghancurkan Negara seperti itu, Touya-dono. (Trystwin)

Ha-ha-ha, ide yang bagus. Touya-dono pasti bisa menghancurkannya dengan sekali serangan. Jika kamu mau, kami akan ikut membantumu, iya kan semuanya?(Jamca)

Kalau kita mengirim beberapa FrameGear, menguasai Ibukotanya kurang dalam 1 hari adalah sebuah kemungkinan.(Zephir)

… Kalian mengucapkannya seolah-olah ini gurauan, tapi setengah serius, iya kan? (Touya)

「「「……………………」」

Mereka bertiga pun membuang wajah masing-masing.
Hey, kalian bertiga! Lihat aku!

Hal mengenai menghancurkan Sandora memang gurauan, tapi kami memang akan senang jika kamu melakukan sesuatu terhadap bisnis perdagangan budak itu.(Trystwin)

Dari kata-kata itu saja, aku merasa kalau perdagangan budak yang memperbudak orang dari negara lain lebih berbahaya dari Kerajaan Sandora itu sendiri. Walau sepertinya perdagangan budak itu tidak punya pilihan lain selain mengikuti perintah dari negara itu.

Sandora sendiri tidak punya hubungan diplomasi dengan negara-negara kecuali Yuuron. Tidak ada negara yang akan kesusahan kalau kita menghancurkannya, tapi… Tidak, kurasa mereka akan kesusahan saat pengungsi datang, mereka mungkin akan pergi ke Kerajaan Lail karena paling dekat.

Sudah kuduga. Masalahnya ada di “Kalung Budak”…(Touya)

Sebentar, bagaimana caranya “Kalung Budak” itu diproduksi secara masal? Apa ada orang yang bisa menggunakan sihir “memperkuat” seperti aku?
Akan tetapi, sihir non-atribut itu tidak diturunkan melalui keturunan. Kalau aku berasumsi sihir itu ada di satu generasi, bagaimana caranya “Kalung Budak” itu bisa tersebar di Kerajaan Sandora dalam waktu yang sangat lama?

Tentu saja, kalau kalung itu masih ada saat budaknya mati, pemiliknya tetap akan bisa menggunakannya.

Poin terpentingnya adalah, siapa yang mengumpulkan pedagang budak? Apa Sang Raja? Atau mungkin…

O~to, Touya-dono, ini Ron. Chinitsu. Haneman, 12000.(Jamca)

~aaa!(Touya)

Raja Makhlu-buas pun memperlihatkan tangan dengan bundaran berwarna sama. Sial! Aku lengah! Tidak masuk akal rasanya bisa lengah dengan rencana yang sudah jelas…

Aku membayar denda sticknya, dan kami pun bemain lagi. Ubin-ubinku yang kali ini juga mengkhawatirkan…

…kalau tidak salah, bukankah Kerajaan Sandora ini dulunya dibuat seseorang bernama “Raja Budak”, yah? (Touya)

Begitulah. Sepertinya saat itu, ada banyak suku yang berperang di sana. Lalu, telah dikatakan bahwa seorang lelaki, bersama dengan orang-orang suku Frau, muncul secara tiba-tiba dan menghentikan perang semua suku dalam sekejap mata, dan akhirnya membuat Kerajaan Sandora.

Sejarah menambahkan bahwa kaki lelaki itu dibelenggu, dan ia dulunya adalah budak dari negara tertentu yang juga merupakan gladiator.

Jadi ia dipanggil “Raja Budak” karena itu, yah? Apa gladiator itu meninggalkan negaranya dan pergi ke tempat yang nantinya akan menjadi Sandora? Bagaimana, yah? Kurasa di zaman itu juga ada budak.

Akan tetapi, cerita itu hanya salah satu teori. Ada juga cerita di mana ia memperbudak ketua suku yang mengikutinya.(Jamca)

Benar, ada juga cerita yang menyatakan kalau orang yang membuat “Kalung Budak” pertama adalah “Raja Budak” itu sendiri walaupun yang memproduksi masalnya setelah negara itu terbentuk adalah penyihir tertentu.(Zephir)

Aku pun memiringkan kepala begitu mendengar ucapan Raja Makhluk-buas dan Kaisar. Mu-mu-u. Apa ia memang mengumpulkan semua suku secara paksa dengan bantuan kalung itu, bangkit, lalu membuat sebuah negara? Bisakah seorang gladiator melakukan itu? Sepertinya ada rahasia di balik semua ini.

Membebaskan budak Sandora memang mudah, tapi apa yang akan mereka perbuat setelah itu? Apa mereka akan memberontak?… Atau malah melarikan diri?

Mereka mungkin tidak akan mengampuni para bangsawan.

Walaupun para bangsawan itu tidak salah, tapi mereka yang tidak melihat para budak sebagai manusia, mau bagaimana lagi, kalau melihat dari segi lingkungan sekitar. Tapi, mustahil bagi para budak untuk mengetahuinya.

Mu-mu-mu… haruskah aku pergi dan mengatakan “bebaskan budak yang dibawa dari negara lain secara illegal” pada Raja itu?

Akan tetapi, akankah mereka mau melakukannya saat kami mengatakannya? Kurasa mereka tidak punya alasan untuk melakukannya. Sanksi ekonomi tetap akan berlaku, tapi tetap saja, negara itu kan tidak punya hubungan diplomasi dengan negara lain sama sekali.

Dalam segi makanan, para budak tidak dibolehkan memakan apapun yang mengenakkan, karena ⅔ wilayah negara itu padang pasir dan sisanya tanah subur.

Mereka tidak saling bertukar dengan negara lain sama sekali. Kecuali pedagang yang sering datang dan pergi, Sandora bisa dianggap sebagai negara yang mengisolasi diri.

Haruskah aku membuat kapal hitam dan mengarahkan meriam ke arahnya?

Muu. Menyusahkan saja...

Dari pada menghancurkan negara, menghancurkan operasi pedagang budak itu terasa lebih…

O~to, Touya-dono, Ron lagi. Chinitsu. Haneman, 12000~(Jamca)

Lagiiii!?(Touya)

Ini buruk! Aku tidak boleh terlalu memikirkannya sekarang! Aku harus bekonsentrasi ke permainan ini atau aku akan kalah telak… Tidak-tidak-tidak, ini berbeda. Berbeda!

Untuk saat ini, mari tunggu laporan dari 3 kunoichi itu.

***

Mulai besok paginya, hujan turun dengan tenang di tanah Brunhild.
Sudah mulai musim hujan, yah?

Sepertinya para ksatria sedang beristirahat dari latihan dan berada di kamar masing-masing untuk belajar, membaca, ataupun memperbaiki senjata masing-masing.

Sedangkan aku sendiri, aku sedang duduk di kursi dan membaca buku di balkon istana, kemudian aku mendengar lantunan musik dari kejauhan.
Sousuke-nii-san lagi, yah?

Lantunan ini… memang melody untuk hujan, tapi tidak akan ada yang menari sambil membawa payung dan bersenang-senang di bawah hujan ini.

Tapi tetap saja, hujan ini agak… bentar, aku penasaran sampai kapan hujan ini turun? Kuharap sungai Brunhild tidak meluap. Akan sangat membantu kalau di dunia ini ada sesuatu seperti alat peramalan cuaca.

Tidak, tunggu sebentar.

Tiba-tiba aku mendapat ide. Aku pun mencoba memperkuat aplikasi ramalan cuaca di Smartphone lalu mengaktifkan [Search].

Laporan cuaca dalam 1 minggu ke depan dengan tanda paying bersama temperatur atmosfir muncul dengan suara “tut” … Berhasil.

Oooo. Sepertinya hujan akan selesai dalam 2 hari mendatang. Sepertinya kami harus bersabar.

Omong-omong, Brunhild akan memasuki musim panas dalam satu bulan. Brunhild memang tidak punya wilayah pantai, tapi ada yang cocok di kepulauan dungeon. Rakyat mungkin akan pergi ke sana kalau aku membebaskannya dari marabahaya dan membuat pantai. Walaupun ada banyak makhluk sihir, mereka akan diam jika aku memanggil Leviathan sebagai penjaga pulau. Walaupun ubur-ubur dan hewan lainnya tetap tinggal sih.

Kedengarannya menarik, dengan adanya pantai, kedai makanan dan lainnya.
Itu semua akan terlihat seperti festival atau… Hmm?

Kalau dipikir-pikir, negara ini tidak punya festival sama sekali. Belum genap setahun sejak terbentuknya negara ini, jadi kami belum membuat festival apapun untuk merayakan terbentuknya. Akan tetapi, tahun baru sudah lewat.

Di sini juga tidak ada kuil Shinto… Yah, tidak masalah bagi kami untuk tidak membuat festival bergaya Jepang. Akan tetapi, kalau membahas kuil Shinto, makanan seorang Dewa sangat dibutuhkan. Walaupun kalau aku disuruh mengatakan “siapa dewa yang kau sembah?”, tidak ada orang selain beliau sih.

Membuatnya menjadi Dewa kuil tanpa sepengetahuannya itu agak~(Touya)

Ia tidak akan marah, tapi kurasa aku tetap harus meminta izinnya kalau memang mau melakukannya.

Kalau Dewa biasa mah, mereka berkeliaran seenak jidat. Bagaimana yah? Mereka cuma bersenang-senang lho ya?! Seperti Dewi Alkohol!

Saat kepalaku pusing mengingat Suika yang tidur pulas sambil memegang botol sake di tangannya, Smartphoneku bergetar karena ada panggilan.

Layarnya menunjukkan “Sarutobi Homura”. Oh, Sarutobi yang perempuan, yah? Apa mereka sudah sampai di Sandora, yah?

Iya, moshi-moshi.(Touya)

Ah~, Ano~, oh, apa ini benar-benar anda, Baginda?! O-orang-orang di kota, me-mereka semua!(Homura)

Tenanglah. Aku tidak paham ucapanmu sama sekali.(Touya)

Apa-apaan ini? Sepertinya ia panik. Apa yang terjadi?

Orang-orang, mereka berkilau, dan mati! Cahaya itu, cahaya itu berasal dari badan mereka … Ah…… Moshi-moshi, Baginda. Ini Shizuku. Saya telah mengambil smartphonenya.(Homura/Shizuku)

Aku pun mendengar suara tenang Shizuku yang mengambil smartphone Homura yang panik. Sip. Aku tidak akan paham sama sekali kalau Homura yang berbicara.

Ada di mana kalian sekarang?(Touya)

Ada di kota bernama Astal, sebelah timur ibukota Sandora, wilayah Kyurei. Kami berdiam di kota ini untuk menginap di hotel sebelum berangkat ke Kyurei, tapi… kami menemui hal aneh.(Shizuku)

Hal aneh?(Touya)

Astal city”, bukannya itu kota terbesar ke-2 di Sandora, yah? Apa yang terjadi di sana?

Warga kota.. mereka semua telah mati.(Shizuku)

Apa!?(Touya)

Aku pun berdiri dari kursi. Semuanya? Astal itu kota besar. Apa ia berkata bahwa semua orang telah terbunuh?

Monster kristal tumbuh dari tubuh mereka dan mereka pun mati. Sepertinya mereka telah mengambil semua cairan tubuh warga, membuat mereka kering …(Shizuku)

Kristal? Aku pun teringat badan Fraze. Tapi, aku tidak pernah mendengar hal seperti ini sebelumnya.

Mungkin itu virus. Kalau memang seperti itu, mereka ber-3 ada dalam bahaya.

Bagaimana keadaan kalian?(Touya)

Kami baik-baik saja. Hanya saja Nagi merasa sedikit tidak enak badan…(Shizuku)

Pergi dari kota itu sekarang juga! Pergilah ke manapun pokoknya jauh dari sana dan diamlah saat kau menemukan tempat yang pas. Aku akan datang dalam satu jam lagi(Touya)

Baik.(Shizuku)

Setelah memutus panggilan, aku pun membuka peta kota Astal, memproyeksikannya dan mencari warga yang masih hidup. Ada 3 titik yang bergerak ke sudut kota. Pasti trio kunoichi itu, tapi…

Tidak ada satu pun warga selain mereka.
Apa mereka semua benar-benar mati? Apa yang sebenarnya terjadi?

Tidak ada gunanya diam seperti ini. Ayo berangkat!(Touya)

Keadaan akan memburuk kalau ini benar-benar penyakit menular, jadi aku harus memanggil Flora dari [Bangunan Alkemi] dan memintanya untuk menyiapkan ruangan karantina dan alat-alat di kantor kesehatan. Haruskah kuminta lolico… bukan! Atlantica dari [Laboratorium] untuk ikut bersamaku?

Setelah menjelaskannya pada atasan mereka, Tsubaki-san, aku pun membuka [Gate]. Aku ingin berpindah ke tempat di mana kami menemukan reruntuhan Babylon di Sandora dan bergerak dari sana.

Setelah melewati [Gate], Seperti biasa, di sini sangat panas…  

Kubuka peta Sandora dan terbang dengan [Fly] ke lokasi mereka ber-3.

Semua orang di kota telah mati. Apa yang sebenarnya terjadi?


Aku pun mempercepat laju terbangku lebih dari biasanya, seolah-olah mencoba menghilangkan rasa tidak mengenakkan ini.





Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

3 comments: