Sunday, 7 October 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 265 Bahasa Indonesia


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu


Arc 26: Apa yang Bisa Dilakukan Untuk Esok Hari

Chapter 265: Kota yang Terbakar, dan Skeleton Kristal



Aku menemukan trio kunoichi pada area gurun yang jauh dari Astal, kota kedua Sandora.

Untuk sekarang, aku akan menggunakan [Recovery] pada mereka semua lalu mengirimkan mereka ke ruang karantina kantor medis di istana Brunhild --- aku telah menyuruh Tica dan Flora untuk memeriksa mereka.

Karena jika itu adalah sejenis virus, maka situasi akan menjadi gawat. Yah, meskipun kurasa mereka akan baik-baik saja.

Saat aku berpapasan dengan Moroha-neesan dan Karina-neesan, aku meminta mereka untuk ikut bersamaku karena kelihatannya mereka lagi tidak ada kerjaan. Virus tak akan berpengaruh pada mereka yang bisa menggunakan kekuatan surgawi, termasuk diriku.

Karena hari sudah hampir malam, aku pun terbang ke Astal bersama mereka berdua dengan menggunakan karpet sihir.

Dalam perjalanan ke sana, kami melewati beberapa kereta kuda dan kendaraan lainnya yang terlihat seperti sedang melarikan diri dari kota.

Kami menggunakan sihir untuk bersembunyi, jadi mereka tak akan bisa melihat kami. Mereka terlihat seperti pedagang yang sedang berkelana. Berdasarkan pencarian di peta, tak ada yang selamat di kota, jadi mereka mungkin melarikan diri setelah melihat bencana yang terjadi saat mereka sedang berkunjung ke Astal.

Tak lama kemudian, sebuah kota benteng yang berdiri sendiri di gurun yang mulai gelap mulai terlihat. Jadi ini adalah Astal, kota kedua Sandora, yah?

Dinding pelindungnya, yang terbuat dari batu bata merah kecoklatan, seharusnya melindungi kota dan mencegah penyusup memasuki kota, namun gerbang yang berfungsi sebagai pintu masuk ke kota telah dibiarkan terbuka dan mencegah dinding tersebut untuk memenuhi tugasnya.

Ada beberapa mayat yang tergeletak di depan gerbang. Melihat baju zirah yang mereka pakai, sepertinya mereka adalah penjaga gerbang.

Ini...(Touya)

Wajah mereka semua terlihat menderita. Itu membuat mereka seperti mumi yang telah mengering. Aku bisa melihat kristal prisma enam sisi, yang terlihat seperti batu kristal kecil, keluar dari seluruh tubuh mereka, seperti menusuk mereka dari dalam.

Aku mencoba mencongkel kristal itu dengan ujung Brynhildr, dan merekapun jatuh beserta akar mereka yang tertanam di tubuh mayat tersebut.

Saat aku mengambil kristal yang jatuh tadi untuk memeriksanya, aku berpendapat bahwa kristal itu terlalu rapuh untuk dijadikan bahan kristal yang menyusun tubuh Fraze. Saat aku memakai sedikit kekuatan, kristal itu hancur seperti permen.

Apa-apaan ini? Apa yang terjadi dengan kota ini?(Touya)

Saat aku mengatakannya, dua orang yang berada di sampingku, Moroha-nee-san dan Karina-nee-san menunjukkan ekspresi gelisah saat melihat mayat tersebut.

Sudah kuduga, ini...(Moroha)

Tidak salah lagi.(Karina)

Mereka saling pandang lalu mengagguk. Ada apa sih?

Apa kalian menyadari sesuatu yang aneh?(Touya)

Begitulah. Aku tak tahu apa yang menyebabkannya, tapi jiwa orang-orang yang tergeletak di sekitar kita telah dimakan.(Moroha)

Jiwa mereka telah dimakan?(Touya)

Apa maksudnya ini? Aku pernah mendengar fenomena dimana jiwa seseorang keluar dari tubuhnya saat ia dalam keadaan pingsan, tapi tidak seperti ini.

Sederhananya, jika seseorang mati, maka jiwanya akan meninggalkan tubuhnya dan pergi menuju surga yang berada di bawah alam tempat kami (para Dewa) tinggal. Di sana, jiwa akan dibersihkan, lalu akan dikirim ke tubuh baru dan terlahir kembali. Itulah yang kita sebut dengan reinkarnasi (Karina)

Yah, jiwa yang telah melakukan terlalu banyak tindak kriminal perlu disucikan dengan sangat kuat, jadi jiwa-jiwa tersebut akan memudar dan itu akan mencegah mereka untuk bereinkarnasi selain menjadi hewan buas. Tapi meski begitu, mereka tetap akan masuk ke siklus reinkarnasi.(Moroha)

Jiwa-jiwa orang di sini tidak akan pergi ke surga. Touya, coba fokuskan penglihatan surgawimu… maksudku, gunakan kekuatan surgawi pada kedua matamu dan cobalah lihat ke tubuh mereka.(Karina)


Kemudian aku mengikuti saran Karina-nee-san dan memfokuskan penglihatanku pada mayat-mayat tersebut setelah menggunakan kekuatan surgawi pada kedua mataku.

Saat aku melakukannya, aku bisa melihat sesuatu yang mirip bola sinar rapuh di dalam tubuh mereka. Apa itu adalah jiwa?

Namun aku sadar bahwa jiwa tersebut telah sumbing di beberapa bagian seperti telah dimakan oleh cacing dan cahayanya mulai melemah sedikit demi sedikit.

Apa kau sudah lihat? Itu adalah [Jiwa yang telah dimakan]. Dalam keadaan itu, jiwa tersebut hanya akan menghilang dan terlepas dari siklus reinkarnasi, tak mungkin terlahir kembali. Mereka lenyap dalam artian yang sebenarnya.

Musnah. Dia telah menghilang dari dunia ini dan semua dunia lainnya. Tubuhku jadi gemetar setelah memikirkannya.


Cara untuk menyelamatkan jiwa-jiwa tersebut...(Touya)

Ada sih, tapi itu termasuk sebuah mukjizat. Kami tak bisa seenaknya menggunakannya selama di dunia. Kau juga begitu. Jangan coba-coba melakukannya, oke? Bebannya akan terasa sangat berat bagi seorang pemula.(Karina)

Karina-nee-san menghancurkan harapanku.


Baiklah, kita harus membakar tubuh mereka hingga menjadi debu. Jika jiwa mereka tidak naik ke surga, mereka akan mendiami mayatnya. Jika begitu, mereka akan berubah menjadi undead; Mereka akan berkeliaran sebagai zombie dan mencari makhluk hidup lainnya.(Moroha)

Menurut Moroha-nee-san, undead adalah sebuah kondisi dimana jiwa masih berdiam di tubuh yang telah mati tak peduli apakah jiwa tersebut masih utuh atau tidak. Bagi undead, ada yang tujuannya berasal dari keterikatan pada kehidupannya, atau dendam terhadap seseorang atau sesuatu. Tapi bagi undead yang jiwanya tidak sempurna, mereka tidak memiliki tujuan.

Biasanya, jiwa undead akan terlepas dari tubuhnya lalu pergi ke surga setelah disucikan. Namin jiwa yang telah hancur tak akan bisa pergi ke surga. Jiwa tersebut hanya akan musnah bersama tubuhnya.

Jadi mereka benar-benar akan terlepas dari siklus samsara, ya?


Saat aku memasuki kota dan melihat ke sekitar, aku menemukan bahwa bukan hanya manusia yang memiliki kristal di tubuhnya setelah mati. Tapi juga ada kuda, anjing, dan juga burung kecil yang jiwanya telah dimakan. Jangan-jangan ini memang ulah Fraze…

Setelah memikirkan banyak hal, kurasa lebih baik membakar seluruh kota ini. Mungkin masih ada barang dan juga uang di dalam perumahan dan pertokoan, tapi pikiran seperti “Sayang sekali” atau “Apa aku harus mengambilnya” membuatku tidak enak. Aku tak mau bersikap seperti penjarah.

Di lain pihak, benda-benda itu pasti akan menjadi milik pencuri atau orang tak berperasaan jika aku membiarkannya begitu saja. Kurasa lebih baik menghancurkannya bersama para pemiliknya.

Aku kepikiran untuk memberikannya pada Sandora, tapi masih ada kemungkinan bahwa kejadian ini disebabkan oleh virus. Dan juga, pasti akan merepotkan jika uang ini dipakai untuk memproduksi masal [Kalung Budak].

Setelah memastikan bahwa tidak ada makhluk hidup lagi menggunakan sihir pencarian, akupun membakar kota itu dengan temperatur yang bisa melelehkan metal seperti emas dan perak.
Aku juga membakar jiwa-jiwa yang telah terputus dari siklus samsara.

Oh api, berkobarlah, Api Neraka Suci, Prominence(Touya)

Seluruh kota diselubungi oleh api sihir yang kubuat. Api neraka yang membara, bersinar seperti sedang menghanguskan langit, membakar setiap benda dalam kegelapan yang telah menyelimuti dunia.

Dinding rumah hancur, atap runtuh, dan semuanya meleleh saat dilahap api tersebut.

Aku melihat pemandangan di depanku, dan merasa tidak berdaya.


Apa kejadian dimana jiwa telah dimakan sering terjadi?(Touya)

Biasanya terjadi dalam kasus yang melibatkan makhluk halus seperti wrath, phantom, atau specter. Monster yang tergolong pada kategori [Pemakan Jiwa] sering tertarik pada pemikiran negatif manusia. Jiwa yang mengandung emosi gelap adalah makanan paling lezat bagi mereka.(Moroha)

Target yang paling mudah bagi mereka adalah [Ketakutan]. Jiwa-jiwa yang galau, panik, atau putus asa adalah makanan favorit mereka. Itulah sebabnya mereka jarang menampakkan wujudnya dan menyudutkan korban mereka dengan serangan mental. Lagipula, [Ketakutan pada ketidaktahuan] yang merupakan rasa takut seseorang pada sesuatu yang tidak dia mengerti atau tidak bisa dijelaskan, adalah hal yang sudah pasti ada pada setiap orang.(Karina)


Oh iya, aku pernah dengar sesuatu tentang rasa takut akan kegelapan merupakan rasa takut yang memang ada pada setiap orang. Mereka biasanya berpikir bahwa ada “sesuatu” di kegelapan, kemudian menimbulkan rasa takut. Bisa dibilang [Ketakutan pada Ketidaktahuan] juga disebabkan oleh kekuatan imajinasi.

Yah, aku mengerti bahwa ada makhluk halus yang memakan jiwa. Meski begitu, aku tidak bisa berpendapat bahwa semua ini adalah ulah mereka.

Sama halnya dengan kristal-kristal itu. Tak mungkin makhluk itu memangsa korban sebanyak ini. Yah, Bisa saja ini dilakukan oleh beberapa ribu Wraith.

Sesuatu…. Pasti ada sesuatu yang tidak diketahui sedang beraksi.

Tapi ada satu hal yang kuingat.(Moroha)

Moroha-nee-san berkata sambil memandang kota yang terbakar.


Sesuatu yang memakan jiwa dan sedang tumbuh…. Mungkin dewa jahat akan segera lahir.(Moroha)

Aah~ Begitu… Bisa jadi. Tak ada benda suci selain [Smartphone] milik Touya, jadi.. Apa ini perbuatan dewa bawahan itu?(Karina)


Mereka bilang ini semua karena “Dewa Jahat”, tapi apa memang benar begitu? Dewa gagal yang terlahir setelah mengumpulkan niat jahat dari benda suci yang memiliki kekuatan dewa. Mereka bilang bahwa dia lebih rendah dari dewa bawahan, berarti ini bukan masalah besar bagi para dewa. Tapi ini akan menjadi masalah serius bagi umat manusia.

Dewa jahat bukanlah dewa yang sesungguhnya meskipun disebut dewa. Dan sepertinya para dewa tak akan ikut campur karena dewa jahat terlahir di dunia. Tapi masalahnya, dewa jahat lahir karena kekuatan para dewa. Kurasa mereka tak akan membiarkannya dan kemudian akan memberikan pedang suci atau pedang surgawi pada seorang pahlawan.



Apa dewa bawahan itu berencana untuk membuat benda suci dan melahirkan dewa jahat?



Yah, dunia ini memiliki Touya, jadi tidak perlu khawatir meskipun dewa jahat lahir.(Karina)

Pokoknya, dia bukanlah dewa meskipun memiliki kekuatan dewa. Tapi tiruan yang dibuat oleh dewa bawahan, dewa yang berada pada posisi terbawah ini, akan melawan dependan dari dewa tertinggi. Ini tidak bisa disebut pertarungan lagi.(Moroha)

... Kalau begitu, tak ada yang perlu dikhawatirkan.(Karina)



Aku ingin mereka tidak melibatkanku dalam pertarungan melawan dewa jahat. Yah, tapi jika kekuatannya lebih rendah dari Dewa Neet itu, kurasa aku bisa melakukan sesuatu.

Kesampingkan hal itu dulu, aku lebih khawatir tentang gejala kristal itu. Jangan-jangan… apa dewa bawahan itu telah bekerja sama dengan fraze?

Bodohnya…. Setidaknya aku ingin berpikir begitu, tapi keraguan ini tidak mau hilang.

Aku merasa bahwa kelahiran dewa jahat ada hubungannya dengan fraze. Ini hanya intuisiku saja sih, tapi…




Hmm? Ada yang aneh. Sesuatu… bergerak?(Moroha)

Aku mengangkat wajahku dan melihat ke arah Moroha-nee-san, yang sedang melihat kobaran api...

A-Apa?

Ada bayangan yang bergerak di dalam api. Tak mungkin. Itu adalah api yang bahkan bisa melelehkan besi, loh!

Aku pun terkejut melihat sebuah kerangka kristal yang melompat keluar dari api.


Uwaaah!(Touya)

Karina-nee-san menembak sebuah panah yang terbuat dari bahan kristal ke kepala kerangka yang berniat menyerang tadi.

Kerangka itupun lalu jatuh setelah kepalanya hancur. Namun kepala yang tadinya hancur itu kemudian kembali tumbuh dalam sekejap. Kemampuan ini sangat mirip dengan fraze!

Setelah meregenerasi bagian yang hancur, kerangka kristal itu lalu berdiri lagi. Sebuah bola merah bersinar sebesar bola gold terlihat di area dada, di tempat dimana seharusnya jantung berada.

Tidak!(Touya)

Aku pun menekan pelatuk setelah menarik Brynhildr dan membidiknya. Saat peluruku menembusnya, seluruh tubuh kerangka itu pun hancur berkeping-keping.

Jadi dia punya kekuatan regenerasi, ya? Gerakannya terhenti setelah aku menghancurkan core-nya. Ini kekuatan yang sama dengan fraze. Berarti sihir tidak akan berpengaruh padanya. Kalau berpengaruh, dia tak akan bisa melewati api itu.

Ini… apakah ini karena kristal yang tumbuh dari tubuh mereka?


Sepertinya mereka datang lagi. Mayat-mayat di kota sepertinya telah berubah menjadi fraze...(Moroha)

Akan sulit melawan mereka di sini, ayo mundur ke daerah gurun!(Touya)

Mereka berdua pun mundur sesuai perintahku. Satu per satu kerangka kristal merangkak keluar dari gerbang kota yang telah terbakar. Saat melihat mereka, aku dan Karina-nee-san menembak mereka dengan peluru dan anak panah sambil menjauh dari kota dan menuju ke gurun.

Ada juga kerangka kecil diantara mereka, sepertinya itu adalah anak-anak. Akupun menembak mereka sambil menahan perasaan tidak enak ini.

Jiwa mereka tidak bisa diselamatkan lagi. Mereka tak akan bisa mati dengan tenang jika mereka tak bisa pergi ke surga, jadi tak ada pilihan lain selain memusnahkan mereka.

Moroha-nee-san maju dan memotong core kerangka fraze. Kerangka-kerangka itu tidak terlalu kuat, tapi yang jadi masalah adalah jumlah mereka.

Mereka masih dalam level yang bisa dikalahkan hanya dengan pedang biasa. Kalau begitu--

Oh Kegelapan, datanglah, aku menginginkan prajurit tulang, Skeleton Warrior!(Touya)


Kerangka putih satu persatu keluar dari formasi sihir yang kubuat di tanah. Skeleton Warrior memegang pedang di tangan kanan dan tameng di tangan kiri mereka.

Mata dibalas mata, gigi dibalas gigi. Kerangka dibalas kerangka!

Kalahkan kerangka kristal yang keluar dari gerbang itu! Tusuk core yang berada di dada mereka!(Touya)

Berbeda dari fraze, core mereka tidak terlindungi, dan itu membuatnya dengan mudah dihancurkan melalui tulang rusuk mereka. Bisa juga dihancurkan beserta kerangka mereka dengan menggunakan kekuatan. Mereka bukan ancaman besar.

Akupun memanggil ribuan Skeleton Warrior. Aku bisa melakukannya karena jumlah energi sihirku yang besar.

Ini adalah pertarungan antara pasukan Skeleton Warrior dengan kristal yang merangkak keluar dari kobaran api. Sepertinya kerangka kristal itu menyerang manusia hanya menggunakan insting mereka, seperti halnya fraze lainnya. Mereka akan tetap keluar meskipun terdapat gerbang lain di kota Astal.

Sambil menahan pasukan kristal itu, para Skeleton warrior dengan acuh menghancurkan mereka… bagaimana ya… itu sudah menjadi tugas bagi mereka.

Masih menjadi misteri kenapa tidak ada makhluk selain manusia seperti kuda ataupun anjing yang berubah menjadi fraze. Mungkin ada syarat tertentu.


Pertempuran antar pasukan kerangka. Rasanya seperti melihat gambaran neraka.(Touya)

Terlebih lagi, ada kota yang sedang terbakar yang menjadi latar belakang. Sepertinya tak ada bedanya.

Setelah dua jam berlalu, seluruh kerangka kristal telah berhasil dikalahkan, dan api yang membakar kota juga sudah mulai padam. Bahkan setelah melakukan sihir pencarian pada kerangka kristal, tak satupun dari mereka yang masih bergerak.

Dengan begitu, Astal, kota kedua Kerajaan Sandora, telah lenyap.





Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

15 comments: