Saturday, 10 November 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 268 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
BUDI
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 26: Apa yang Bisa Dilakukan Untuk Esok Hari

Chapter 268: Keadaan Pulau, dan Sebuah Situasi yang Merepotkan



Jadi, apa kau sudah menemukan informasi mengenai penduduk pulau itu?(Elzie)

Begitulah. Lingkungan mereka tidak terlalu berbeda dari milik kita. Akan tetapi, area yang bisa ditinggali manusia sangat sempit. Bisa dikatakan situasi mereka ini disebabkan oleh keberadaan para behemoth. Oleh karena itu, kota mereka tidak bisa meluas ke luar barir. Walau di sekelilingnya ada beberapa pemukiman kecil sih.(Touya)

Aku menjawab pertanyaan Elzie sambil menyantap ramen yang dibuat Clair-san di ruang makan. Ia berhasil membuatnya setelah aku melihat resepnya dan mengajarkannya dengan menunjukkan bahan-bahan dan fotonya. Kurasa kaldunya kurang kental, tapi rasanya sudah cukup enak. Aku terkejut, ia bahkan bisa membuat narutomaki.

Haruskah aku menantangnya dengan gyoza? Yah, gyoza yang tidak bisa dibuat di toko biasa lho ya.

Orang yang saat ini ada di ruang makan adalah aku, Elzie, Lindzey, dan Yae. Yumina pergi ke tempat adiknya. Hilda mengunjungi kakaknya di Kerajaan Ksatria Restia, dan Sue tidak datang. Rue sedang membantu Clair-san membuat jelly almond untuk makanan penutup. Sakura sedang membantu ibunya, Fiana di sekolah, dan Rin sedang tidur walaupun sekarang sudah siang. Sepertinya ia membaca sesuatu di [Perpustakaan] sampai larut malam.

Barir itu… sepertinya berguna… karena penduduk pulau itu… bisa hidup di sana…

Lindzey juga memakan ramen, setelah meniupnya. Ia tidak bisa menggunakan sumpit, jadi ia memakai garpu.

Sepertinya barir skala besar itu tidak dipasang di seluruh pulau, tapi hanya di 4 kota dan kuil di tengah-tengahnya. Ini cuma tebakanku, tapi kurasa kuil itu adalah warisan “Penyihir Waktu”, atau mungkin bukan.(Touya)

Dengan kata lain, itu adalah artifak. Itu artinya pemasangan barir di masa depan akan menjadi mustahil. Hal ini sangat serius mengingat tempat yang bisa ditinggali sangat terbatas. Yah, para penduduk tidak akan diserang behemoth jika tidak keluar dari barir.

Mengingat besarnya badan behemoth, perut mereka tidak akan penuh walaupun memakan manusia. Mereka mungkin akan menyerang makhluk sihir besar lain, yang terlihat lebih mengenyangkan perut.

Hanya dengan melewati saja, behemoth akan menghancurkan pemukiman yang dibuat penduduk di luar barir. Apa yang bisa mereka lakukan adalah membuat beberapa rumah sehingga mirip dengan pemukiman.

Apa penduduk sana tidak mau membunuh para behemoth itu? Mereka bisa menang kalau sudah memutuskan untuk melawannya dengan risiko timbulnya  beberapa korban, kan?(Elzie)

Yah, sepertinya mereka memang melawan, mengingat mereka punya banyak pelontar raksasa yang bisa dipindah di dalam setiap kota. Mereka membawanya ke perbatasan barir saat behemoth mendekati kota.(Touya)

Logisnya, mereka tidak akan bisa bertahan lebih dari 5000 tahun kecuali bisa mempertahankan diri. Metode mereka sangat lain dari kami di sini… katakan... bukankah mereka membuat metode sendiri dalam menghadapi behemoth? Tapi tetap saja mereka tetap bergantung pada perlindungan barir.

Omong-omong, tentang mereka, apa cuma manusia yang hidup di sana?(Yae)

Berbeda dengan Lindzey, Yae memakan ramen dengan lihai karena bisa menggunakan sumpit dengan baik, Ia bisa melalukannya karena di Ishen ada soba dan juga Udon. Omong-omong, ia sedang memakan ramen ke-3.

Ia tidak gemuk-gemuk walau makan sebanyak itu, yang membuatnya sebagai salah satu misteri terbesar. Yah, mungkin karena aktifitasnya setara dengan jumlah makannya.

Enggak kok. Manusia memang banyak, tapi ada juga ras-iblis dan ras demi-human. Begitu... Tidak seperti di sini, sepertinya para manusia tidak membenci mereka, jadi mereka semua tinggal di satu kota.(Touya)

Aku ingin kami yang ada di sisi ini mengikuti prinsip mereka. Tapi ada kemungkinan kalau manusia tidak membenci mereka karena terpaksa, mengingat betapa sempitnya setiap kota, jadi mereka pun harus bekerja sama untuk terus hidup.

Di sana… manusia sangat sedikit kalau kita menghitung ukuran pulau itu, tapi mungkin itu gara-gara lingkungan sekitar yang membuat pertanian dan perikanan menjadi sangat sulit.(Touya)

Walaupun mereka mendapat lahan luas, tanaman mereka akan hancur sebelum musim panen, jadi mereka mungkin membatasi luas lahan. Penduduk pasti akan merana kalau tanaman yang ditanam sepenuh hati selama setahun penuh hancur sebelum bisa dipanen.

Sepertinya mereka berpikir kalau menempatkan lahan di dalam barir itu lebih baik. Karena kompleks perumahan dibangun menyesuaikan bundaran barir, mereka langsung lari ke lahan saat behemoth menyerang.
(Ramune: Barir dunia ini selalu bundar, gak ada barir kotak atau segitiga.)
(Budi: Di n*ruto S, itu apaan bentuknya?)
(Mizuki: barir titik pusat berbeda dengan barir sudut ruang.)

Rumah mereka mungkin akan hancur, tapi sumber makanan mereka akan bertahan. Kurasa mereka akan bertahan hidup sebagai suatu spesies spesial kalau melakukannya seperti ini, tapi…

Tapi… pulau behemoth, yah?… Aku penasaran kenapa makhluk sihir disana berevolusi secepat itu.(Elzie)


Ada kemungkinan kalau hal ini dikarenakan kepadatan elemen sihir. Yah, setidaknya begitulah menurut profesor.(Touya)

Kepadatan elemen sihir?(Yae)

Elzie dan Yae pun memiringkan kepala saat mendengar kata-kata yang tidak pernah didengar sebelumnya.

Kabar mengatakan kalau ada banyak makhluk sihir yang berevolusi karena menyerap elemen sihir di udara saat masih menjadi binatang biasa. Karena itu lah mereka memiliki kemampuan yang sama seperti sihir, contohnya beruang halilintar yang bisa menembakkan listrik.

Ada teori bahwa behemoth akan muncul dari hewan–hewan itu kalau mereka terus menyerap elemen sihir dengan kepadatan yang tinggi.

Omong-omong tentang elemen sihir itu, biasanya berserakan di udara, jadi biasanya tidak memadat. Akan tetapi, ada beberapa tempat yang dipanggil “Tempat-Elemen Sihir”. Biasanya ada di tempat terbatas seperti gunung suci, palung laut, pedalaman hutan, dan beberapa tempat lainnya yang dilindungi alam.

Oleh karena itulah, satu pernyataan yang muncul karena adanya teori itu adalah “Tempat-Elemen Sihir itulah alasan utama adanya behemoth”.

Saat aku bertanya kenapa Tempat-Elemen-Sihir itu bisa membuat behemoth, profesor menjawab, spesies yang bisa menyerap elemen sihir sangat sedikit, walau spesies yang bisa menyerapnya bukan hanya hewan, tapi juga manusia. Selain itu, mencegah bocornya aliran air di aliran udara tidak akan berefek pada kepadatan elemen sihir.

Oleh karena itu, masalahnya ada di [Pulau Tanpa Kembali] itu sendiri, pasalnya, pulau itu ditutupi barir. Dengan kata lain, mustahil bagi elemen sihir di dalamnya untuk menyebar keluar dari pulau. Penyebaran elemen sihir tidak ada gunanya kalau barir itu mencegah penyebaran elemen sihir di pulau itu. Selain itu, menyebarkan itu berbeda dengan habis.

Hasilnya, pulau itu menjadi tempat yang persis dengan “Tempat-Elemen Sihir”.
Aku penasaran apakah pulau itu bisa menjadi tempat membuat makhluk-makhluk sihir itu.

Tapi… apa [Tempat-Elemen Sihir] ini tidak berefek pada manusia?(Elzie)

Manusia tidak menyerap elemen sihir melebihi kapasitas kekuatan sihirnya, jadi tidak apa-apa, onee-chan. Tapi kurasa mereka akan sakit kalau terus-terusan menyerap elemen sihir tersebut.(Lindzey)

Lindzey menjawab pertanyaan kakaknya. Dalam kasus makhluk sihir, mereka tidak akan langsung menjadi behemoth saat hidup di Tempat-Elemen Sihir. Mereka akan melahirkan behemoth sebagai “Mutant” setelah melahirkan selama bertahun-tahun.

Sementara hal itu bisa dikatakan alami, behemoth akan mati dalam 1 generasi karena tidak bisa mencari pasangan hidup karena mereka adalah makhluk “mutant”. Begitulah nasib behemoth, tapi hidup mereka lebih panjang kalau kita bandingkan dengan hewan normal lain.
(Ramune: Kurasa fan Isesuma bisa membuat spinoff dari teori ini, yakni
Manusia yang menyerap elemen sihir di tempat itu, lalu melahirkan manusia dengan kekuatan “behemoth”...
Kalau dipikir-pikir, nanti malah kayak Skyrim, yah (Dragon*orn)..
(Mizuki: Enggak sekalian jadi Titan?)

Kurasa masalah pulau itu adalah para behemoth ada di mana-mana…

Mereka bisa melahirkan generasi behemoth ke-2 kalau menemukan pasangan hidup dari spesies yang sama. Kalau hal itu terjadi, generasi ke-2 bukan hanya sekedar mutasi biasa, tapi akan menjadi spesies baru.

Sepertinya para behemoth pulau itu saling menyerang satu sama lain, membuat mereka bisa disebut “Monster Pulau”. Aku penasaran apakah “Prajurit perak dari angkasa akan turun”. Sepertinya akan sia-sia karena ia hanya bisa bertarung selama 3 menit.
(Ramune: Ultraman.)

Apa itu artinya saat kita menghilangkan barir, kemungkinan lahirnya behemoth akan menurun karena hilangnya Tempat-Elemen Sihir itu?(Yae)

Yah, hasilnya akan seperti itu. Aku penasaran apakah orang yang menjaga barir pulau itu tahu akan hal ini… rumit sekali.(Touya)

Kalau memang begitu, kita tidak akan bisa menghilangkannya. Saat aku memikirkannya, mungkin penduduk pulau itu terperangkap di dalamnya.

Pokoknya, aku punya rencana untuk berhubungan dengan penduduk sana, tapi aku harus memberitahu semua negara. Sepertinya Elfrau dan Hanock akan ikut pertemuan ini, tapi kita masih belum menerima jawaban dari Paluf. Akan bagus kalau Raja Rynie bisa membujuk mereka, tapi saat ini, aku masih belum bisa menjelaskan keadaan pulau itu secara terbuka…(Touya)

Dalam skenario terburuk, kami akan terus melanjutkan rencana ini tanpa persejutuan Paluf. Kalau kami bisa membuat hubungan berdagang dengan pulau itu, kurasa kami semua bisaa membeli material behemoth dengan harga yang relatif murah. Akan tetapi, pulau itu punya mata uang yang berbeda dengan kami, jadi pasti akan ada barter. Mereka menggunakan emas, perak dan tembaga, jadi kurasa mereka menganggap material besi itu berharga.

Kurasa berkomunikasi dengan mereka akan memakan waktu yang cukup lama… Yah, ini bukan urusan besar sih, tapi seperti yang kuduga…(Touya)

Kabar Buruk!(Lapis)

Pintu ruangan pun terbuka dengan keras, dan ketua pelayan, Lapis-san masuk ke dalam. Uwaa, kagetnya! Lindzey bahkan tersedak, pasti trakeanya kemasukan sesuatu.

Barusan Pam-sama dari Hutan Besar mengirim surat. Isinya adalah suku Hutan Besar diserang pasukan mahluk sihir Sandora!(Lapis)

Nani!?(Touya)

Apa ini artinya Sandora menginvasi Hutan Besar? Untuk apa…? Bukankah mereka punya perjanjian gencatan senjata…?

Pasukan Sandora menculik anggota suku dan mengirim mereka ke Kyurei, ibukota Sandora. Sepertinya mereka melakukannya untuk memperbudak mereka. [Suku Raja Pohon], yakni suku Pam-sama sedang menahan suku-suku yang ingin mengambil mereka kembali, tapi keadaannya sangat rumit… (Lapis)

Jadi mereka melakukannya untuk mendapat budak, yah? Oi-oi, akan lebih baik kalau yang melakukannya adalah pencuri atau semacamnya, tapi yang melakukannya adalah Sandora yang artinya mereka melakukan agresi militer pada Hutan Besar, Sandora dulu yang melakukannya, yah? Walaupun hutan itu tempat hidup berbagai suku, penduduk dunia ini berkata bahwa mereka membentuk suatu perkumpulan yang bisa dianggap sebagai suatu Negara. Hal ini akan menjadi perang saat Sandora melakukannya dengan serius…

 Seperti yang kutakutkan, rumor yang mengatakan Sandora telah berhasil memproduksi [Kalung Budak] secara masal itu benar, bukan?

Be-begitulah…(Lapis)

Aku telah mencoba mengirim 3 gadis itu ke Sandora untuk memastikan kebenarannya.

Kalau jumlah [Kalung Budak] bertambah, mereka bisa menambah kekuatan militer pasukan makhluk sihir secara proporsional. Tak peduli seberapa kuat suku Hutan besar, mereka tidak akan bisa melawan pasukan makhluk sihir.

Jadi intinya apakah mereka ingin menginvasi Hutan besar dengan pasukan ini?

Hal ini mungkin ada hubungannya dengan kejadian Kota Astal sebelumnya…

Pertama-tama, katakan pada mereka bahwa kalau Hutan besar menyerang balik Sandora, keadaan akan semakin buruk, hal itu akan menyebabkan perang.(Touya)

Apa yang akan kau lakukan?(Elzie)

Ucap Elzie sambil mengerutkan jidat.

Untungnya, Brunhild berhubungan baik dengan suku Lauri yang merupakan [Suku Raja Pohon]. Kami akan menengahi masalah ini dan meminta mereka untuk mengembalikan anggota suku yang diculik.(Touya)

Apa mereka mau melakukannya?(Lindzey)

Setelah itu selesai, maksudku setelah mereka ganti rugi berbagai kerusakan yang diperbuat… hubungan mereka akan memburuk. Tapi kita bisa menghindari perang. Ada juga kemungkinan orang-orang Hutan Besar mengamuk.(Touya)

Kurasa tidak akan ada pembantaian masal karena tujuan mereka adalah memperoleh budak. Kalau pihak Sandora membunuh mereka… maka tidak ada harapan untuk mengembalikan hubungan 2 Negara itu.

Di Hutan besar, ada beberapa suku yang memprioritaskan anggota dan rasa bangga. Mereka tidak akan mengampuni Sandora kalau mereka mencoreng dua hal tersebut.

Itu benar… mungkin ini saat yang tepat untuk tahu lebih tentang Sandora. Beritahu Pam dan tolong kirim surat resmi Brunhild pada Sandora. Kita harus membuat mereka memberitahu keinginan Sandora, bukan?(Touya)

Kurasa bisa kalau kita mengirim utusan. Tapi siapa? Mustahil kita mengirim Komandan Orde Ksatria, bukan? Haruskah kita mengirim Nicola-san? Atau mungkin Tsubaki-san? (Lindzey)

Aku tersenyum mendengar ucapan Lindzey.

Aku yang akan pergi!(Touya)

Eh?!(Linzie)

Tidak masalah kalau aku mengubah penampilanku, bukan?Aku akan pergi dengan menyamar sebagai utusan Brunhild yang membawa pesan berisi protes tertulis suku-suku Hutan besar.(Touya)

Mana mungkin aku mau mengirim rakyat berhargaku ke Negara berbahaya seperti Sandora? Itu adalah Negara yang dikelilingi rumor jelek, sampai-sampai dipanggil [Negara Penculikan].

Aku juga bisa mengirim kakak atau saudara sepupuku sih, tapi kurasa mereka tidak cocok untuk bernegoisasi… kecuali Kousuke-oji-san, yah?

Yah, tujuanku adalah mencari tahu maksud Sandora, jadi aku sendiri yang harus pergi.

Aku juga diberitahu kalau [Senjata Rahasia] yang diteliti profesor dan Tika dari [Laboratorium] dan sihir yang kutemukan di [Perputakaan] telah selesai, jadi seharusnya aku bisa mengurus masalah yang mungkin datang.

Sandora tidak akan dipanggil dengan sebutan [Kerajaan Budak] lagi kalau mereka menjawab protes tertulis suku Hutan besar dengan jelek.

Aku sendiri juga kesal dengan Sandora karena mencoba menculik para adventurer baru kami. Saat itu, pedagang budak itu melakukannya secara independen, tapi aku yakin kalau Sandora lah yang akan membelinya.

Terlebih lagi, sepertinya mereka sangat menginginkan informasi Negara ini. Mereka mungkin berpikir kalau bisa mendapat budak tanpa mengotori tangannya sendiri.

Aku juga telah memastikannya dengan para pemimpin negara lain, sepertinya pencuri yang menyerang pemukiman dan menculik manusia dan demi-human untuk memperbudak mereka itu disuruh pedagang budak yang ada di Sandora.

Dengan kata lain, perusahaan budak negara itu dibawahi negara itu sendiri. Mereka semua menculik penduduk negara lain. Kalau aku disuruh menjelaskannya, bukankah Sandora adalah negara kriminal?

Pertanyaan dari semua ini adalah “Apakah Raja Sandora tahu bisnis berdagangan budak yang ada di negaranya dan memang menyuruhnya?”atau “Apakah ia dimanipulasi dan tidak tahu tentang perbudakan di negaranya?”.
entah kenapa, aku merasa tidak enak dengan Sandora.


Aku akan mengkonfirmasi bagian itu sendiri. Tergantung dari hasilnya, aku tidak mungkin tidak akan mengampuni mereka.





Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

3 comments: