Saturday, 10 November 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 271 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Anthony
Proof Reader
Shiro7D


Arc 26: Apa yang Bisa Dilakukan Untuk Esok Hari

Chapter 271: Pembebasan, dan Kematian Ke-2



Beberapa hari telah berlalu setelah pertempuran melawan Kerajaan Sandora, dan sekarang aku sedang sibuk mengurus sisanya.

Pertama-tama, aku mengumpulkan semua budak yang ada di ibukota (kecuali mereka yang terdaftar sebagai kriminal), memberi mereka sejumlah uang dari perbaikan Kerajaan Sandora lalu memulangkan mereka yang memiliki rumah menggunakan [Gate]. Untuk tempat yang belum kudatangi, aku meminta orangnya agar membiarkanku melihat ingatan rumahnya.

Agar bisa mengembalikan budak-budak itu dengan mudah, aku telah memberitahu semua anggota Aliansi-Timur-Barat.

Aku juga tidak lupa untuk menolong rakyat suku Hutan Besar yang Pam dan sukunya minta. Aku pun memulangkan mereka semua ke Hutan Besar. 

Baiklah. Jangan tergesa-gesa, dan berbarislah secara horizontal.

Sebelum melewati [Gate], efek [Kalung Budak] mereka dihilangkan dengan [Senjata Rahasia] yang dibuat Profesor dan Tica di [Laboratorium], yang berfungsi melepaskan mereka dari perbudakan.

Tica menyuntikkan benda yang menyerupai suntikan tanpa jarum ke kalung mereka yang sudah berbaris rapi. Benda itu adalah artefak bernama [Initialize] yang dibuat Profesor dan Tica.

Intinya, itu adalah artefak penghilang sihir yang dipasangkan pada suatu benda.

Kalau dipikir-pikir, benda itu sangat mengerikan lho. Benda seperti Artefak Kerajaan Kuno pun dapat menjadi benda biasa kalau sudah disuntikkan dengan itu.

Kalau aku beranggapan bahwa barir yang dipasang di pulau behemoth itu adalah barir yang tidak bisa dinonaktifkan penduduknya, maka ada kemungkinan, kalau benda ini lah solusinya.

Sebenarnya benda itu adalah alat sihir biasa yang berkemampuan [Menulis Ulang] yang menerapkan efek [kekosongan]. Tentu saja, untuk mengaktfikan benda itu di butuhkan kekuatan sihir yang sangat banyak. Oleh karena itu, untuk mengisi kekuatan sihirnya saja, akan membutuhkan waktu yang sangat lama bagi orang lain selain diriku. Jumlah kekuatan sihir yang dibutuhkannya kurang lebih akan memakan waktu sekitar 1 tahun untuk penyihir biasa mengisinya.

Semua manager Babylon sedang menonaktifkan kalung para budak satu persatu, dan dilanjutkan dengan memindahkan mereka ke rumah mereka masing-masing melalui [Gate]. 

Ada juga beberapa orang yang tidak mau membebaskan budaknya dengan alasan “Keberadaan budak adalah suatu keharusan!”. Akan tetapi, para ksatria Orde kami mengikat, menahan, dan melemparkan mereka ke penjara para budak.

Walaupun jumlahnya hanya sedikit. Ada juga yang secara pribadi, menolak untuk dibebaskan. Karena sepertinya mereka memang sudah nyaman dengan posisi mereka itu dan bukan karena paksaan, jadi kami pun membiarkan mereka. 

Tapi untuk berjaga-jaga, kami tetap menonaktifkan kalungnya. Jadi setelah ini semua tergantung perasaan orangnya.

jadi orang seperti itu memang ada juga, yah?
Yap, kurasa orang seperti itu memang ada.

Beberapa hari telah berlalu setelah pembebasan para budak di ibukota, dan sekarang, kami sedang membebaskan budak di kota lain.

Keadaannya sungguh merepotkan, karena Tuan Feudal kota itu menyerang kami, jadi kami pun mengepung dengan beberapa lusin FrameGear untuk menyerang balik, dan pada akhirnya mereka menghilangkan motivasi untuk bertarung.

Kami menyebarkan isu bahwa sebenarnya Raja Sandora dulu lah yang membuat pernyataan perang pada Brunhild dan langsung kehilangan kepalanya. Mengingat bahwa sebenarnya Sandora adalah Negara yang sudah kalah, dan ditambah dengan adanya isu itu, kami mengancam para Tuan Feudal dengan “Kalian akan bernasib sama dengan Raja Sandora kalau kalian terus menyerang kami”.

Sebenarnya aku tidak mau mengancam mereka seperti ini sih, tapi aku harus melakukannya karena hal ini dibutuhkan supaya pembebasan para budak menjadi semakin mudah.

Omong-omong mengenai budak wanita yang menebas kepala Raja Sandora, ia berkata bahwa ia tidak punya tempat tinggal, jadi aku pun memintanya agar tinggal di Brunhild. Katanya ia adalah mantan adventurer, jadi kurasa ia tidak akan kesulitan.

Kami juga mengirim orang-orang yang tidak punya rumah ataupun orang yang menunggu mereka ke Negara yang mereka diinginkan. Ada beberapa orang yang pergi ke Negara yang belum perna mereka kunjungi dan ada juga beberapa yang ingin tetap di Sandora.

Secara alami, ada beberapa yang ingin tinggal di Brunhild, jadi aku pun menerima mereka sebagai rakyatku. Masih ada berbagai pekerjaan dan beberapa tanah yang bisa diambil, jadi walaupun memulai dari 0, kupikir mereka tidak akan susah.

Setelah itu, Kousaka-san memarahiku dengan sangat keras, tapi karena peristiwa ini menguntungkan Brunhild karena kami mendapat banyak pekerja baruz, jadi ia tidak berkomentar apapun akan hal itu. Akan tetapi, ia tetap tidak puas atas perbuatan kami, karena menurutnya kami masih bisa memiliki pilihan yang jauh lebih baik lagi.

Setelah banyak hal yang terjadi, waktu yang dibutuhkan untuk membebaskan semua budak di Sandora adalah 1 bulan lebih. Karena masih banyak orang yang masih mencoba menyembunyikan budak mereka, jadi kami masih melakukan beberapa penyelidikan. Walaupun kebanyakan dari mereka adalah pedagang budak.

Jadi pada akhirnya, para pedagang budak telah kehilangan pekerjaanya dan menjadi budak kriminal. Selama ini, mereka telah menculik rakyat Negara lain untuk dijual, jadi hal seperti ini sudah pasti terjadi. Mereka akan dihukum untuk bekerja di tambang selama seumur hidup. Pemegang otoritas mereka adalah aku sendiri, jadi aku tidak memberikan mereka pada pemilik tambang.

Selain mereka, ada juga beberapa pedagang budak yang jujur (?) yang tidak mengotori tangan mereka dengan menculik rakyat Negara lain. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk mengabaikan mereka. Tapi ya… apa lebih baik mereka kukirim ke tambang sebagai budak kriminal saja, ya?

Sejujurnya, ada beberapa budak yang mempunyai niat kembali ke Sandora untuk membalas dendam pada mantan pemilik dan pedagang budak.

Akan tetapi, aku tidak mempunyai hak untuk menghentikan mereka. Balas dendam adalah hal yang harus diputuskan sendiri. Tidak masalah bagi mereka untuk melakukannya selama siap untuk ditangkap, dibunuh, atau bahkan dihukum menjadi budak kriminal. Yah, karena sudah dibebaskan, jadi aku harap kalau mereka tidak melakukan hal sebodoh itu.

Ada juga kemungkinan para budak kriminal menyamar dan berpura-pura menjadi baik, jadi aku pun memastikannya dengan Poygraph-keeler yang Profesor buat. Aku menyuruh mereka untuk mengangkat tangan mereka kalau mereka bukan budak kejahatan. Yah, kebanyakan dari mereka mengangkat tangan tanpa malu sih.

Ada berbagai jesin kasus kriminal, tapi aku bukanlah seorang hakim dari Sandora. Jadi aku tidak bisa memahami situasi kompleks seperti seseorang yang dipaksa melakukan kejahatan agar mereka bisa dihukum menjadi budak.
(Ramune: Di chp sebelumnya, telah diberitahukan kalau kalung budak memaksa pemakainya mematuhi perintah tuannya, itulah alasan Touya mengatakan ini)

Walaupun begitu, aku tetap meminta Yumina untuk mengecek sifat mereka dengan mata sihirnya.

Sebenarnya, ada orang yang bilang bahwa sebenarnya aku tidak perlu melakukannya sampai sejauh ini, tapi kupikir karena ini kesempatan bagus, kenapa aku tidak sekalian menghilangkan sesuatu yang disebut “perbudakan” saja. Karena kurasa akan semakin bagus kalau aku bisa memustahilkan kegiatan memperbudak dan menghilangkan hukuman “menjadi budak kalau melakukan kejatahan”.

Pada akhirnya, aku yang meluangkan semua waktu dan tenagaku untuk melakukan hal ini. Karena terlalu banyak bekerja, sampai-sampai aku merasa aku adalah seorang budak.

Aah, merdeka itu indah!

***

…itu lah yang kuharapkan, tapi kok bisa jadi seperti ini sih…?(Touya)

Kupikir aku sudah terbebas dari semua itu, tapi sekarang, aku berdiri di aula istana Sandora.

Orang yang duduk di singgasana depanku adalah Raja Sandora, Abdul Jafar Sandora ke-3. Eh, kurasa sekarang ia adalah mantan Raja.

Gufu-gufu-gufu. Akhirnya kau datang juga Raja Penguasa yang menjijikkan. Ayo hilangkan dendam kami!(Abdul)

Uwaa…(Touya)

Kepalanya berbicara. Raja Babi itu duduk di singgasana sambil meletakkan kepalanya di bawah tangan. Seluruh tubuhnya pucat, sementara bajunya yang kemarin terlihat bagus, sekarang sangat kotor dan usang.

Keadaannya yang saat ini persis dengan wujud zombie. Yang mengherankanku adalah Raja Sandora menjadi zombie di tempat makam yang kami pilih. Kurasa ini perbuatan Dewa Iblis, tapi ternyata tidak. Ia tidak ada hubungannya dengan hal ini — Raja itu sendiri lah yang berani menjadi zombie. Sepertinya ia punya beberapa nyawa tambahan di dunia ini.

Pertama-tama, Raja zombie itu menyerang Perdana Menteri dan menjadikannya zombie. Rumor mengatakan bahwa orang akan menjadi zombie kalau jantungnya dimakan zombie.

Setelah itu, mereka mereproduksi diri seperti tikus. Kemarin kami sibuk mengumpulkan dan membebaskan para budak di kota lain, jadi kami tidak tahu kalau ibukota telah menjadi kota zombie.

Selain Raja itu sendiri, ada beberapa zombie jendral dan menteri di aula istana. Mereka semua pucat dan mulutnya juga terbuka.

…ada yang keluar dari mulutnya.
Ada yang keluar dari mulutnya oiii!!!!

Gufu-gufu-gufu. Aku telah mendapat kekuatan dan budak baru. Aku juga akan membuatmu menjadi budakku. Buhi-hi-hi-hi(Abdul)

Yah,“Buhi-hi-hi” ini cocok denganmu. Apa dia semakin mirip dengan orc setelah kematiannya, yah?

Aku pun memalingkan wajah karena muak melihatnya, saat aku memalingkan wajah, aku melihat 3 lelaki dan 1 perempuan — walalupun aku tidak yakin dia itu perempuan atau bukan — yang berwajah orc berjalan di balik singgasana.

Buhi-i, dendam ayah juga dendam kami. Bersiaplah.

Gufu-gufu, kami akan mengeluarkan jantungmu dan memakannya.

Otaaaakk, aku ingin maaaakaaan otak.

Buhi-i, Buhi-hi-hi-hi-i, ada orang hidup!

Uwaa. Mereka pasti para Pangeran dan tuan Putri Sandora. Apa ia benar-benar membuat anaknya sendiri menjadi zombie? Tapi…mereka memang mirip dengannya. Aku penasaran, apa mereka benar-benar manusia? Eh, salah dong, mereka kan zombie. 

Bu-hi-hi-hi-i! sekarang bagaimana kau akan melawan kami yang telah mendapat tubuh abadi ini? Dengan kekuatan ini, kami akan mengambil kembali budak-budak yang kabur itu!

Ia mengatakannya, yah? Ada pepatah yang mengatakan “Sekali bodoh, tetaplah bodoh”, tapi ternyata itu salah. Kebodohan tidak bisa disembuhkan bahkan setelah mati. Saat ini, aku benar-benar memahami apa arti pepatah itu.

Kurasa aku benar-benar harus membunuhmu dengan benar karena kau terlalu bod..salah…mengenaskan.(Touya)

Berisik! Kalian semua, bunuh dia!(Abdul)

Walaupun aku menebas tangan salah satu zombie jendral yang menyerangku dengan Brynhildr, ia terus menyerangku. Sepertinya aku tidak perlu menahan diri lagi. Sebagai zombie, mereka sangat busuk… atau apakah mereka memang busuk dari awal, yah?

Buhi-hi-hi-hi-i! Sia-sia saja, tak ada faedahnya! Tubuh abadi ini tidak mengenal rasa sakit! Seranganmu itu tidak terasa sama se…(Abdul)

Healing!(Touya)

Ugyowa-a-a-a!! Ah, panas! Panas! Sakiiiit!?

Mustahil(Abdul)

Rupanya memang efektif, yah? Zombie jendral itu menjerit kesakitan saat kuberi sihir penyembuhan. Karena mereka mayat hidup, sihir penyembuhan adalah musuh alami mereka.

Untuk serangan terakhir, aku mememercikkan isi botol yang kukeluarkan dari [Storage].

Panasss!! A-aku mencair?! Tubuhku mencair!! Ko-kok bisa!?

Kok bisa? Ini air suci, lho.(Touya)

Air!? uhi-i-i-i-i-i-i.

Zombie jendral itu kesakitan dan mengeluarkan asap seakan-akan terbakar.
Semoga Kami-sama mengampunimu. Seperti yang kuharapkan dari air suci yang dijamin Kerajaan Suci Ramisshu. Efeknya luar biasa. 

Ba-bangsat! Kenapa kau bisa memilikinya?!(Abdul)

Eh? Lawanku kan zombie, jadi aku perlu membawa air suci. Omong-omong, aku juga ahli dalam sihir penyucian lho(Touya)

A-apa katamu?! Kuu!(Abdul)

Setelah mengangkat badannya dari singgasana, Raja babi itu mencoba melarikan diri. Zombie-zombie yang lain juga ikut lari seakan-akan mengikutinya dari belakang. Walaupun zombie, mereka cepat juga yah.

Slip!(Touya)

Buge-e!?

Kaki mereka tergelincir dan semua zombie pun terjatuh. Ada beberapa yang kakinya hancur karena tabrakan dan organ dalamnya keluar dari tubuhnya. Walaupun Zombie tidak bisa beregenerasi, mereka tetap bisa bertahan hidup selama otaknya tidak hancur atau belum disucikan.

Menyusahkan saja. [Wahai Elemen Cahaya! Kilaukan cahaya perkucilan merana! Banish!(Touya)

Zombie di sekeliling pun menjadi cahaya dan menghilang karena sihir penyucian yang kuaktifkan.

Gya-a-a-a-a-a!
Tidak! Tidaaaak! Aku tidak ingin mati lagi!
Aku menghilang, menghilaaang!

Sambil berteriak kesakitan, para zombie pelayan pun menghilang. Mereka yang tersisa adalah anak-anak si Raja babi itu.

Kemudian, mereka memutuskan untuk meninggalkan Raja babi yang masih berguling-guling, berlari ke arahku, dan bertekuk lutut sambil melompat. Ini pertama kalinya aku melihat orang bertekuk lutut sambil melompat. Aksinya memang bagus sih, tapi bukankah kalian baru saja mematahkan kaki kalian karena tabrakan saat mendarat?

Buhi-i, kami dipaksa mematuhi perintahnya.
Kami tidak ada hubungan apapun dengan babi itu.
Ja-jadi tolong.
Sucikanlah kami, ufu-un.
Bo-bo-bodoh! Apa kau benar-benar mau mengkhianati ayahmu sendiri?!(Abdul)

Raja babi itu berteriak saat kepalanya terus berguling di lantai. Mendengar itu, 4 zombie itu melihat ke arahnya sambil mencondongkan kepala.

『『『『Siapa ya? Buhi?』』』

ANAK BODOH!!!!!!!

Raja babi itu pun marah, menahan giginya sampai-sampai kelihatannya urat nadinya mau pecah. Melihat itu, aku menyiram kepala mereka yang tertawa terbahak-bahak dengan ember berisi air suci.

『『『『Gyu-u-u–u-u-u-u』』』

4 orang itu, atau anak babi itu, mengeluarkan uap dari badannya dan akhirnya menghilang. Kali ini, Raja babi lah yang menunjukkan senyuman gembira saat melihat apa yang terjadi di depannya.

Bu-hi-hi-hi-hi! Mereka pantas mendapatkannya! Mengkhianati orangtuanya, bodoh sekali!(Abdul)

Bagaimana yah…? Mahkluk ini sungguh kurang ajar sampai ke urat-urat. Jika begini para budak yang sudah mati tidak akan bisa beristirahat dengan tenang karena apa yang telah ia lakukan.
Wahai elemen cahaya! Buatlah tombak suci penembus raga! Shining Javelin!(Touya)

Aku pun memberi serangan hebat pada badan Raja babi itu dengan sebuah tombak cahaya. Tubuh mayat hidupnya yang terkena tombak suci itu pun terbakar hebat dan menjadi abu dalam sekejap.

Ba-badanku?!(Abdul)

Kepala Raja babi yang masih berguling-guling di saamping singgasana itu melihati tubuhnya yang terbakar. Baiklah. Haruskah kuberikan serangan pamungkas?

Aku mengeluarkan akuarium berukuran medium dari [Storage]. Air yang di dalamnya bukanlah air suci, melainkan air biasa.

Aku membuka [Gate] kecil di dalamnya dan mengeluarkan beberapa [makhluk hidup] dari sungai besar Gau. Makhluk itu panjang dan pipih, dengan panjang maksimal 10 cm, mereka berenang bebas di dalam air tersebut. Aku juga memperkuat mereka dengan sihir atribut cahaya.

Ap-apa itu?(Abdul)

Ini ikan bernama “Candeira” yang hanya hidup di sungai besar Gau, mereka ikan yang makan daging. Aku diberitahu kalau mereka suka daging yang sudah busuk.(Touya)

Ja-jangan katakan…(Abdul)

Teleport!(Touya)

Karena sihir pergerakan, kepala Raja babi itu pun terjatuh ke dalam akuarium. Kemudian, ikan-ikan candeira itu langsung mengoyak daging busuknya.

O-o-o-u! He-hentikan, tidak, jangan mataku! Mereka memakan mataku!(Abdul)

U-uwa, seperti yang dikatakan yah, nafsu makan mereka sangat besar.(Touya)

Candeira adalah ikan yang persis dengan ikan *Candiru dari Bumi.

Ikan Candiru adalah ikan tipis dengan panjang 10 cm yang hidup di tempat seperti sungai Amazon. Mereka adalah ikan buas pemakan daging yang dikatakan suka menggigit daging ikan besar, menembus badannya dan memakan organ dalamnya.

Telah dikatakan kalau ikan Candiru termasuk keluarga ikan Lele, tapi mereka lebih berbahaya daripada Piranha. Mereka punya sifat menyerang mangsa yang lebih besar secara bergerombol. Manusia pun tidak lepas dari rantai makanannya. Aksi mereka terlalu ganas sampai disebut dengan “Ikan Predator”.

Nah, ikan Candeira ini persis dengan ikan Candiru itu.

To-tolong aku!(Abdul)

Enggak mau. Para budak yang kau bunuh tidak akan memaafkanku kalau aku membiarkanmu hidup. Walaupun…tidak masalah kalau aku mengubur kepalamu.(Touya)

Aku teringat pada budak yang kami temukan saat membebaskan para budak di istana. Mereka terbunuh saat diikat di penjara bawah tanah. Tidak hanya perempuan, mayat anak-anak yang masih sangat muda pun juga ada di sana.

Aku menyesal karena babi ini tidak merasa sakit sedikitpun dan mati karena kepalanya terputus dari tubuhnya. Kematian semudah itu tidak pantas baginya. Kalau dipikir-pikir, aku sangat bersyukur ia hidup lagi. Hal itu mungkin dikarenakan doa semua orang agar Raja babi ini mati dengan cara yang lebih kejam.

Ugyee! Wajahku, mereka memakannya! Ouch! Ouch! Mereka memasuki wajahku! (Abdul)

Aku yakin itu sangat sakit karena ikan Candeira itu sudah kuperkuat dengan sihir  atribut cahaya. Ia tidak akan mati kehabisan nafas karena ia zombie. Sepertinya akan memakan waktu seharian bagi ikan-ikan itu untuk menghabiskan daging kepalanya.

Sebaiknya kau bertobat atas segala perbuatanmu sampai saat ini. Walaupun sepertinya para budak yang kau bunuh tidak akan mengampunimu sih.(Touya)

Bu-bu-hi-i-i-i-i-i-i-i-i(Abdul)

Karena ia zombie, sepertinya ia akan mati saat kehilangan sebagian otaknya. Yah, cara mati yang manapun tidak masalah.

Aku pun mengaktifkan [Banish] pada semua zombie di ibukota — dengan pengecualian ke Raja babi itu — dan menghabisi mereka semua.

Setelah kota Astal, giliran ibukota lah yang menjadi kota kematian. Sandora tidak punya harapan berdiri lagi. Tidak sama sekali. Seharusnya ibukota akan terkubur pasir karena aku merusak bentengnya dengan sihir tanah.

Dengan ini, seharusnya roh para budak yang terbunuh akan merasa tenang.
Aku
pun meninggalkan ibukota itu saat memikirkannya.




Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

0 comments:

Post a Comment