Saturday, 10 November 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 274 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 27: Dunia Kebalikan

Chapter 274: Sang Ketua, dan Kuil Centoral



Sekarang sudah dua hari setelah perjanjian pertemuan dua minggu kedepan kami dengan perwakilan Dient.

Sejujurnya, berkat bantuan anak buah Kougyoku, aku jadi dapat memperhatikan sekitar Dient dan kota lain.

Oleh karena itu, aku kurang lebih paham bagaimana situasi sampai saat ini.

Sepertinya perwakilan Utara adalah orang yang cukup keras kepala, tapi ia akhirnya bisa tenang karena masalah ini sudah mendapat izin dari Centoral yang tinggal di kuil.

Ia ingin bertemu kami untuk menentukan aksi selanjutnya.

Daripada mengatakan mereka percaya ceritaku, mereka mungkin lebih ke “ingin mendengar langsung dariku”.

Akan sangat membantu kalau mereka tidak menjadi ofensif.

Mari bahas dulu baru tentukan.

Aku telah melaporkan kunjungan kami ke pulau Palerius dan komunikasi dengan penduduk setempat pada Aliansi-Timur-Barat.

Walaupun sebenarnya mereka tidak punya hubungannya dengan hal ini, karena negara yang akan menjadi pasangan dagangnya adalah Paluf, Elfrau, dan Hanock, sih.

Tapi tetap saja, aku melakukannya untuk berjaga-jaga karena akan menyusahkan jadinya kalau nanti ada negara yang membuat penduduk pulau Palerius jengkel.

Negosiasi perdagangan kali ini tidak menghasilkan keuntungan apapun bagi semua negara.

Ini hanya sebatas menambah sebuah rute perdagangan.

Itu lah alasan kenapa walaupun penduduk menolak berdagang dengan negara lain, hal itu tidak akan masalah.

Tapi tetap saja, material mentah dari behemoth adalah komoditas yang mewah.

***

Warisan Mbah Palerius, yah? Aku jadi sedikit… tidak, sangat tertarik.(Regina)

Kalau tidak salah, ia kenalanmu, kan?(Touya)

Begitulah. Ia mbah yang eksentrik, lho. Aku bisa menemukanmu dengan artifak penglihatan masa depan berdasarkan teori mbah Palerius.(Regina)

Ia pasti kakek yang sangat eksentrik sampai-sampai dianggap seperti itu oleh profesor aneh ini.

Touya-kun, bisakah kau membawaku ke pulau mbah Palerius? Aku mungkin akan memahami sesuatu kalau kita menyuruh mereka menunjukkan apa yang mereka sebut dengan “warisan” ini.(Regina)

Oke, boleh lah tapi yah…jangan lakukan hal yang tak perlu, oke? Janji lho?
Situasi ini terlalu genting.
(Touya)

Paham kok, P-A-H-A-M!.Aku tahu situasinya seperti apa. Percayalah pada kekasihmu ini.(Regina)

Siapa yang kau panggil kekasih, hah?(Touya)

Saat kami mendiskusikan hal ini di garasi [Hanggar], Monica berteriak dari derek yang ada di atas kami.

Hei, sialan! Pergilah dari sini kalau kau tidak mau membantuku! Aku tidak bisa konsentrasi tahu!(Monica)

Duh, maaf yah. Haruskah aku mengecek sistem kontrolnya?(Regina)

Sudah selesai ya. Formula rapalan untuk sihir lagunya masih belum diunggah, jadi kuserahkan yang itu padamu.(Monica)

Oke.(Regina)

Profesor pun menggunakan derek lain dan pergi ke kokpit FrameGear yang ada di garasi.

Frame itu berwarna pink ditambahi sedikit putih.

Itu lah Rossweisse, Frame tipe support yang dibuat khusus untuk Sakura.
(Ramune: Istri terakhir, dapatnya agak awal, istri yang lain pasti iri.)
(Mizuki: Yang penting gak ada adegan mandi darah.)

Tanduk yang terlihat seperti terompet itu memanjang dari punggung sampai bahunya.

Kalau dilihat-lihat, mirip dengan meriam.

Tentunya benda itu bukan Meriam, tapi mesin untuk menguatkan sihir lagu Sakura.

Walaupun sebenarnya tanduk itu dipakai untuk menyerang dengan memperbesar suara tekanan, sih.

Terompet-terompet itu dibuat sedemikian rupa sehingga bisa diputar ke belakang bahu Frame.

Dibuat seperti itu untuk mencegah gangguan saat tidak digunakan.

Aku pun keluar dari garasi Rossweisse dan masuk ke garasi Frame berwarna hijau zamrud.

Aku bisa melihat Rosetta di bagian kokpitnya, sementara para robot-mini berlarian ke sana ke mari di bawah kakinya sebagai pembantu Rosetta.

Itu lah Waltraute, FrameGear pribadi Luu yang bisa bertransformasi yang dibuat untuk perang gerilya.

Ia adalah Frame yang bisa menggunakan berbagai perlengkapan, tergantung situasi dan kondisinya.

Frame itu bisa digunakan untuk pertarungan jarak dekat, jauh, senjata berat, juga perlengkapan berkecepatan tinggi.

Performanya tentu di belakang Frame lainnya yang dibuat secara spesial.

Oleh karena itu, Waltraute tidak punya keahlian khusus sama sekali.

Tapi tetap saja, Frame itu punya suatu keahlian, berupa “SERBA BISA” yang dapat bergerak di situasi apapun.

Kalau kita berasumsi negosiasi ini akan berjalan lancer, tidak masalah untuk mengetes 2 Frame baru ini sambil mengalahkan behemoth-behemoth pulau itu.

Yah, hal itu akan terjadi setelah kita berbicara dengan para tetua besok.

***

Kami berpindah ke tempat yang sama seperti 2 minggu lalu, dan di sana ada Dient bersama barisan ksatria berarmor sama seperti sebelumnya.

Aku juga membawa 100 unit FrameGear.

Hai, perwakilan Dient. Langsung saja, apa Anda sudah bisa berkomunikasi dengan perwakilan lain?(Touya)

Aku memang sudah tahu jawabannya berkat laporan Kougyoku sih, tapi aku masih harus melakukannya sambil pura-pura tidak tahu.

Iya, pertama-tama, semua perwakilan ingin bertemu Anda, termasuk Centoral-sama. Selain itu, kami juga telah menentukan jawabannya. Walaupun ini sedikit menyusahkan, bolehkah saya meminta Anda untuk datang ke kuil Centoral pulau kami? (Dient)

Centoral, yah? Baiklah. Mari pergi dengan sihir transisi.(Touya)

Eh?(Dient)

Aku pun memindahkan semua yang ada di tempat ini ke bukit kuil Centoral.

Aku telah mendapat ingatan mengenai kuil Centoral dan 4 kota pulau ini dari anak buah Kougyoku, membuatku bisa menggunakan [Gate].

I-itu…!

I-itu kuil Centoral! Bagaimana bisa…!

Ksatria kota selatan pun kebingungan.

Mereka seharusnya sudah tahu kalau aku bisa menggunakan sihir transisi, tapi mereka mungkin tidak akan mengira bisa merasakannya secara langsung.

Dient juga terlihat sedikit terkejut, ia akhirnya mengirim utusan ke kuil.

Perwakilan kota lainnya mungkin sudah berkumpul di sini, jadi kami pun bisa langsung pergi ke sana tanpa ba-bi-bu lagi.

Perkembangan situasi ini sudah diprediksi orang-orang kuil, setidaknya terlihat seperti itu.

Aku mengirim setidaknya ½ ksatria kota selatan dengan [Gate].

Karena kalau dipikir-pikir, kota selatan akan panik kalau ksatria mereka tiba-tiba menghilang.

Sembari meninggalkan kelompok Rain-san yang ada di dalam FrameGear, kami pun pergi ke kuil.

Aku pergi bersama profesor, Yae, dan juga Kohaku sebagai penjaga (untuk gaya).

Profesor kecil berbaju putih kebesaran itu menunggangi Kohaku dalam wujud aslinya.

Kau kan bisa meminta baju yang pas ke Zanack.

Walaupun di sebut sebuah kuil, bangunan di depan kami ini berbentuk bundar berlantai 6.

Persis seperti menara Pisa yang lurus.

Tapi ya, bangunan ini terlalu kecil daripada menara asli.

Sambil dipandu Dient, kami menaiki tangga batu dan masuk ke kuil.

Tempat ini memberi kesan seperti kastil batu.

Rasanya seperti istana kuno.

Sambil berjalan di tengah para ksatria, kami pun naik ke lantai 2 melalui tangga spiral.

Saat kami membuka pintu besar di koridor, terlihat ruangan besar di hadapan kami.

Ini pasti aula pertemuan.

Ada 2 lelaki dan 2 wanita di meja bundar tengah ruangan, dan juga beberapa ksatria yang sepertinya adalah penjaga berdiri di sekitar.

Ketiga orang yang menggunakan pelindung seperti Dient, adalah pemuda, orang tua, dan wanita muda berambut merah.

Kalau dilihat-lihat, mereka pasti 3 pewakilan kota lainnya.

Orang terakhir dari 4 orang tadi adalah wanita berjubah putih yang memegang tongkat kayu.

Matanya biru dan rambutnya berwarna cokelat panjang sampai pinggang.

Kurasa umurnya hampir 30.

Ia terlihat lebih tua dari wanita berambut merah di sampingnya, dan menunjukkan senyuman indah.

Yae dan aku pun memasuki ruangan bersama Kohaku dan profesor yang menaikinya.

Semuanya terkejut, tapi terlihat lega setelah paham bahwa Kohaku adalah hewan panggilanku.

Yah, kurasa semua orang memang akan terkejut kalau seekor harimau masuk ruangan secara tiba-tiba.

Perempuan berjubah putih itu pun berdiri dan mengulurkan tangannya padaku.

Selamat datang, Baginda Raja Penguasa. Nama saya Centoral Palerius, keturunan Alerias Palerius. Saya lah ketua pulau ini.(Centoral)

Senang bertemu dengan Anda, Centoral. Nama saya Mochizuki Touya(Touya)

Kami pun berjabat tangan saat memperkenalkan diri.

Mungkin ia lah ketua pulau ini.

Kemudian, 3 orang di belakangnya pun ikut memperkenalkan diri.

Orang tua berambut abu-abu itu adalah pewakilan kota timur, Morgan East.

Pemuda berambut biru dengan tatapan tajam adalah perwakilan kota utara, Sagitta North.

Yang terakhir, wanita berambut merah adalah perwakilan kota barat, Milly West.

Jadi mereka perwakilan semua kota bersama dengan Dient South, yah?
Bentar, kok mereka punya nama “East”, “West”, “South” and “North”, yah.
Mungkin 5000 tahun yang lalu itu semua adalah jabatan, sampai akhirnya dijadikan nama keluarga.

Setelah aku dipersilahkan duduk di sisi meja bundar itu, aku pun menjelaskan apa yang sudah kukatakan pada Dient.

Topik pembicaraan saat aku memproyeksikan peta dunia di udara adalah tentang Fraze, situasi dunia sekarang, efek barir yang memperbesar kemungkinan lahirnya behemoth, dan cara menghilangkan barir tersebut.

Saya juga telah berkata pada pewakilan Dient bahwasanya tidak masalah bagi kalian untuk tidak menyetujui usulan ini. Kami berpikir bahwa berhubungan dengan pulau ini adalah hal yang baik, namun di sisi lain, kami juga tidak akan memaksa. Kami akan keluar dan memutus hubungan dengan pulau ini jika Anda semua, para perwakilan kota, tidak menyetujui usulan saya ini.(Touya)

Apa saya boleh menanyakan 2 atau 3 hal?(Milly)

Wanita berambut merah, perwakilan Milly dari kota barat mengacungkan tangannya.

Aku pun memperbolehkannya.

Kalau kami tidak jadi menghilangkan barir pulau ini, apa itu artinya tidak akan ada gangguan apapun dari negara lain?(Milly)

Barir pulau ini sangat kuat. Sejujurnya, negara lain tidak akan bisa sampai ke mari tanpa bantuan Brunhild. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir.(Touya)

Sebaliknya… kalau kami menghilangkan barir ini, apa negara lain akan menginvasi pulau kami?(Milly)

Saya rasa akan sangat sulit untuk melakukannya kecuali dengan pasukan yang sangat banyak… Kalaupun sampai ke mari, mereka tidak akan bisa menghancurkan barir kota. Selain itu, akan mustahil bagi suatu negara untuk menginvasi pulau ini dikarenakan banyaknya behemoth. Akan tetapi, saya tidak yakin 100% atas argumen barusan.(Touya)

Untuk meruntuhkan kota, dibutuhkan seorang pengkhianat yang akan memandu para penginvasi dari dalam.

Pada saat itu, jumlah behemoth berkurang karena hancurnya barir.

Itu cuma kemungkinan.

Sejujurnya, pulau ini tidak terlalu berharga.

Karena banyaknya behemoth, pertanian pulau ini sangat minim, dan hasilnya pun juga sedikit walaupun sampai di titik industri.

Kalau aku berasumsi mereka sudah maju, mereka pasti punya pertambangan, tapi memulai invasi hanya karena pertambangan itu sungguh meragukan…

Material mentah behemoth memang berharga, tapi untuk mendapatkannya butuh pengorbanan yang sangat besar.

Pertama, tidak ada negara dengan pasukan hebat yang bisa menginvasi pulau ini.

Walaupun akan berbahaya kalau Yuuron masih ada sampai sekarang, sih.

Dan juga Negara Iblis Zenoasu?

Daripada pulau ini, mereka mungkin akan menginvasi Yuuron terlebih dahulu sebelum menginvasi tempat lain.

Lalu apa untungnya bagiku untuk membuat hubungan diplomasi dengan pulau yang tidak berharga ini bagi negara lain?

Aku ingin percaya perbuatanku ini tidak salah, tapi negara lain tidak akan berpikir separah itu.

Pada dasarnya, ini semua sama seperti yang sudah kukatakan barusan — tidak masalah untuk berhubungan dengan dunia luar kalau kalian mau — hanya sampai situ lah tujuanku mengenai masalah ini.

Itu karena perbedaan budaya akan menjadi dorongan yang mungkin bisa membuat budaya mereka berkembang.

Tapi tetap saja, kupikir hal ini tidak begitu buruk bagi penduduk yang tidak bisa hidup tenang di mana-mana karena adanya behemoth.

Saya dengar, Baginda Raja Penguasa akan membasmi behemoth pulau ini kalau kami menghilangkan barir. Apa itu benar?(Morgan)

Perwakilan Morgan dari kota timur pun ikut bertanya padaku.

Aku menjawabnya sambil melihat FrameGear yang bisa dilihat dari jendela kayu dengan gagang pembuka.

Jendela pulau ini tidak terbuat dari kaca.

FrameGear itu digunakan melawan Fraze. Behemoth adalah makhluk yang paling pas untuk menjadi lawan latihan, daripada dibilang lawan latihan, behemoth adalah makhluk terbaik untuk mengetes model baru kami. Tentu saja, kami akan mengambil material mentah mereka, namun sebagian lainnya akan dibagikan pada kalian. Itu karena kami meminta kalian untuk bisa melakukannya di pulau kalian.(Touya)

Fumu, Morgan pun terdiam di kursinya.

Kali ini, orang yang menaikkan tangan adalah Centoral.

Baginda dari tadi berkata akan menghapus barir pulau ini, bolehkah saya bertanya dengan cara apa Anda akan melakukannya? Barir yang diaplikasikan Alerias-sama pada pulau ini menutupinya secara keseluruhan. Di bawah kuil ini ada artifak tertentu yang menjadi titik poin barir tersebut, tapi artifak itu dilindungi beberapa barir yang membuatnya tidak bisa disentuh atau pun dihancurkan(Centoral)

Persis seperti yang kuduga, yah?

Aku telah menduga situasinya akan seperti ini, jadi aku pun mengeluarkan artifak tertentu berbentuk suntikan yang telah kami gunakan sebelumnya dari saku jubah.

Alat sihir ini memiliki sihir [Kekosongan] yang menghilangkan efek sebuah artifak. Dengan kata lain, benda ini mampu menghilangkan kekuatan sihir secara keseluruhan. Kalau benda ini digunakan, barir itu akan kehilangan kekuatannya dan tidak akan bisa digunakan lagi. Walaupun benda ini hanya bisa digunakan sekali saja, sih.(Touya)

Artifak suntikan [Initialization] itu pun kuletakkan di atas meja, yang akhirnya diperhatikan semua orang.

Aku pun memberikannya pada Centoral.

Terimalah. Digunakan atau tidak, keputusan akhir berada di tangan Anda.(Touya)

Sejauh ini, aku hanya memberitahu mereka untuk menghapus barir yang dipercaya melindungi mereka dari ancaman luar.

Aku juga paham kenapa mereka tidak bisa memutuskannya sekarang juga.

Akan sangat sulit bagi mereka untuk memahami semua informasi yang kuberikan dan memutuskannya saat ini juga.

Centoral memandangi artifak itu.

Ini hanya “seumpama”, maukah Baginda memindahkan mereka yang memang ingin keluar ke dunia luar kalau kami menolak menghancurkan barir? Apa ada negara yang akan menerima mereka yang meninggalkan pulau ini?(Centoral)

Begitu ya.

Yang muncul pertanyaan seperti ini, yah?

Itu artinya ia akan mengelompokkan mana yang mau tetap di sini dan mana yang mau pergi.

Bukannya saya tidak bisa melakukannya, dan seharusnya pasti akan ada negara yang menerima mereka. Akan tetapi, saya tidak terlalu merekomendasikan cara ini. Mereka tidak akan bisa hidup dengan cara yang sama karena mereka akan memulau lagi dari 0.(Touya)

Kemungkinan diserang behemoth memang akan hilang, tapi kupikir mereka akan kesusahan tanpa adanya sebuah cara untuk bertahan hidup, baik dari hubungan atau pun tujuan.

Akan lebih sulit lagi kalau mereka sudah memiliki keluarga.

Apapun keputusan Anda, semua itu tidak masalah karena saya telah memberikan artifak [Initialization] ini. Orang yang akan memutuskan takdir pulau ini tidak lain adalah Anda sendiri. Hancurkan barir atau tidak. Kami akan menghormati apapun keputusan yang telah Anda pilih. Pikirkan lah apa yang akan Anda perbuat setelah ini.(Touya)

…terima kasih banyak. Saya rasa kami akan mendiskusikannya sekali lagi.(Central)

Setelah mendapat [Initialization] itu, Centoral pun menundukkan kepalanya.

Mari pasrahkan apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka.

Kami akan membantu kalau mereka memutuskan untuk menghancurkan barir itu, dan kami tidak akan melakukan apapun kalau mereka ingin tetap seperti ini.

Aku tidak peduli apakah mereka ingin menghancurkan barir itu setelah beberapa puluh tahun berlalu.

Yah, aku mungkin tidak akan bisa membantu mereka kalau situasinya seperti itu.

Tiba-tiba, profesor menarik-narik jubahku.

Ooo iya, ada satu hal lagi.

Ada 1 hal lagi yang ingin kami tanyakan. Bolehkah kami menanyakannya?(Touya)

Hal apakah itu? Kalau Anda berpikir kami bisa menjawabnya, katakan saja.(Central)

Warisan tertentu yang katanya peninggalan dari Sang Penyihir Waktu Alerias Palerius…yang bernama [Pintu], mungkin? Bolehkah kami melihatnya?(Touya)

[Pintu]? Boleh. Kami akan menunjukkannya sebagai rasa terima kasih atas artifak yang kami terima — lagipula, kami tidak menyembunyikannya.(Central)

Centoral tersenyum, tapi Perwakilan Utara, Sagitta membuka mulutnya setelah mendengar ucapannya.

Centoral-sama. Saya rasa membawa orang luar pada [Pintu] yang merupakan warisan Alerias-sama adalah hal yang tabu. Kalau sampai artifak itu hancur, maka…. (Sagitta)

Kita bahkan tidak tahu apa alasan dibuatnya artifak itu bahkan setelah 5000 tahun berlalu. Lagipula, apa yang akan mereka dapat dengan manghancurkan artifak yang tidak selesai? Secara pribadi, aku berpikir Baginda mungkin akan mengetahui sesuatu kalau kita menunjukkannya(Central)

Sagitta pun terdiam setelah mendengar ucapan Centoral.

Profesor dan aku bisa menggunakan sihir tertentu yang bisa menganalisa benda apapun.

Namanya [Analysis].

Kemungkinan besar aku tidak akan paham walau setelah menganalisanya, tapi kalau profesor, ia pasti akan memahami sesuatu.

Ikuti kami. [Pintu] itu ada di lantai teratas kuil.(Central)

Kami pun dipandu Centoral sendiri yang akhirnya menaiki tangga yang menuju lantai teratas.

Asumsiku adalah[Pintu] itu bisa memandu mereka ke dunia lain.
Artifak itu mungkin berhubungan dengan terperbaikinya barir dunia.
Atau malah…

(Mizuki: Muncul sebuah flag.)



Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

0 comments:

Post a Comment