Monday, 31 December 2018

A Rank Chapter 12


TranslatorShiro7D
Editor
Shiro7D
Proof Reader
Shiro7D

Chapter 12 :
Hari yang Santai

"Di Sini?

"Ah. Kurasa di sini bagus. Mari turunkan perlahan.”

Kami secara perlahan menurunkan lemari sambil mencocokkan gerakan satu sama lain.

Akupun menghela nafas setelah kami menaruh lemari di dinding dekat dapur.

"Tunggu sebentar! Mengapa juga aku harus membantumu membawa perabotan ke rumahmu?

Toack pun marah sambil duduk di sofa di ruang tamu, tampak benar-benar kelelahan.

Karena kamu akan memeriksa ukuran kamarku, jadi kenapa tidak sekalian saja kamu membantuku membawa perabotanku secara bersamaan. Rumah kita saling berdekatan.”

"Yah, kurasa itu masih lebih baik daripada meminta nenek-nenek di desa ini untuk membantumu walaupun mereka terbiasa membawa barang-barang berat"

Toack berkata sambil menatap langit-langit dengan kepala bersandar di sofa.

Walaupun dia mengeluh begitu, tapi pada akhirnya dia tetap membantuku membawa perabotan, jadi akupun mengambil air dengan cangkir yang aku beli darinya.

Ini, aku ambilkan air untukmu, tamu pertama rumahku”

"Bukankah tamu pertamamu itu Flora, yang melihat kau telanjang,?

Toack membalas dengan senyum setelah aku menyerahkan air padanya.

…….

Melihat reaksi diamku dengan wajah cemberut, Toack tertawa terbahak-bahak dan kemudian minum airnya.

Menanggapiku seperti itu bahkan setelah aku telah berbaik hati memberikannya air... dia seperti anak nakal yang sudah besar saja.

Mungkin ‘Membantuku karena tidak ingin menyusahkan para nenek di desa’ itu hanya alasannya saja.

Sambil melihatnya seperti itu, aku mengisi cangkirku sendiri dan membasahi tenggorokanku.

Seperti yang kuduga. Dengan di tambah beberapa perabot, akhirnya tempat ini lebih terasa seperti rumah sekarang.

Aku bergumam ketika aku melihat ruang tamu dari dapur.

Aku tidak punya apa-apa di rumah ini kemarin, tetapi sekarang ruang ini sudah penuh dengan kursi dan meja bergaya, dan bahkan telah terpasang beberap lemari di sini.

Dengan ini, aku akhirnya akan bisa hidup secara lebih baik.

Dan aku sangat senang membayangkan aku tidak harus tidur dan duduk di lantai lagi.

Perabotannya sudah cocok dengan suasana rumah ini. Tapi, karena tidak ada benda kecil di sekitarnya, ada perasaan kesepian ketika melihat ruangan ini secara keseluruhan.”

Toack berkomentar sambil duduk dengan santai di sofa. Tapi, sepertinya perabotan yang dia pilih memang cocok dengan suasana di ruangan ini. Dia memang serius dalam pekerjaannya.

Yah, barang-barang kecil di sekitar rumah hampir semuanya dibuat di desa ini. Penduduk desa juga akan membantumu membuat beberapa jika kau bertanya kepada mereka. Dan kau juga dapat membeli sesuatu seperti karpet yang bisa kau letakkan di bawah meja agar terlihat lebih bagus, dan juga agar meja tidak menggores lantai.”

Meskipun sepertinya dia sedikit terlalu ikut campur, tapi aku akan tetap mengingat kata-katanya.

Ya, untuk sekarang yang aku inginkan terlebih dahulu adalah pakaian, karpet, dan futon.

Awalnya, aku tidak terlalu peduli dengan pakaian, tetapi tampa di sadar aku tidak punya cukup pakaian sekarang. Pakaian yang aku beli selama perjalananku ke sini sudah usang, jadi sudah saatnya aku harus membeli yang baru.

Seperti yang dikatakan Toack, aku ingin mendapatkan karpet dan futon sebelum dia selesai membuat tempat tidur.

Bidang keahlian itulah yang paling dibanggakan olah para nenek di sini. Mereka dapat membuatkan kau apa saja selama mereka memiliki bahan yang dibutuhkan.”

Oh, ngomong-ngomong, pakaian yang dipakai oleh penduduk desa ini cukup modis yah. Padahal pakaian penduduk desa dari desa lain jauh lebih polos. Apakah pakaian orang-orang di sini semuanya buatan tangan?

Betul, pakaian yang dipakai penduduk desa ini sangat modis.

Selain warna yang serasi, pakaian itu sendiri juga dijahit dengan baik.

Dan jika di perhatikan lebih baik di bagian pergelangan tangan dan kerah mereka terdapat sulaman-sulaman bunga yang dijahit dengan rapi.

Aku bahkan sampai berpikir itu bukanlah pakaian yang berasal dari desa. Dan tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa untuk mendapatkan pakaian itu, kamu perlu antri di toko pakaian kelas atas.

Ketika aku bertanya. Toack membalikkan tubuhnya di sofa dan mengangkat bahunya.

Begini, Kau tahu ada ladang bunga yang indah di desa ini, kan? Nah, para nenek sering mengeluh dan berkata, ‘kau akan menghancurkan suasana tempat ini jika kau tinggal di sini sambil mengenakan pakaian lusuh itu…’.”

Ah ... aku pikir itu bukanlah ide yang buruk. Dan sebenarnya, pakaian yang mereka kenakan memang cocok dengan suasana bunga.”

Bunga-bunga indah yang selalu mekar sepanjang tahun adalah estetika unik yang hanya terdapat desa ini.

Jadi orang-orang yang tinggal di desa ini juga harus tampil cantik, agar tidak merusak kesan tersebut.

Dan dengan begitulah aku bisa mengetahui bahwa semua penduduk desa di sini sangat mencintai desa mereka dan melihat desa mereka sebagai kebanggaan.

Yah, sebagai laki-laki aku bahagia ketika melihat mereka berjalan-jalan dengan pakaian yang begitu indah. Namun, itu juga akan sangat buruk jika kau terlibat dengan  para gadis yang terlalu terobsesi dengan pakaian bagus.”

Toack bergumam sambil melihat ke kejauhan.

Tampaknya apakah itu di ibu kota kerajaan atau bukan, semua pria pasti akan bereaksi dengan cara yang sama jika mereka terlibat dengan seorang wanita yang memiliki minat kuat pada pakaian bagus.

***

Baik, dengan ini pengukuran selesai.”

kata Toack sambil meregangkan tubuhnya setelah selesai mengkonfirmasikan ukuran kamarku.

Tinggi badanku juga sudah diukur untuk tempat tidurnya nanti. Maka dengan ini, pekerjaannya di rumahku harus saat ini berakhir.

Ahh, terima kasih.

Pada saat Toack sedang asik mengukur kamarku, aku juga sedang asik menyusun alat makan yang aku beli darinya ke lemari.

Ketika aku selesai meletakkan piring terakhir di lemari, aku berbicara padanya untuk berterima kasih atas kerja kerasnya.

Toack yang sedang berbaring di atas sofa-ku terlihat nyaman sambil menguap. Kemudian, dia pun berbicara sambil mengalihkan pandangannya.

... Hei, ketika aku melihat-lihat di rumahmu, aku melihat bak mandi yang luar biasa….”

Ah, entah kenapa aku mengerti kemana aliran pembicaraan ini akan berakhir.

Ah, benda itu memang cukup bagus bukan? Tempatnya besar dan nyaman… ohh, Mengapa kamu tidak mencoba mandi saja di sini nanti?

Oh, benarkah ?! Kalau begitu, tolong biarkan aku masuk malam ini. Ini adalah masalah besar untuk mempersiapkan mandi sendiri jadi aku hampir tidak pernah bisa mandi.”

Toack tampak sangat senang dari saran yang kubuat.

Yah, karena aku memiliki kekuatan alat sihir, jadi menyiapkan mandi tidak akan butuh banyak usaha.

Mempertimbangkan bagaimana dia membiarkanku membeli makanan darinya, memberiku saran tentang perabotan, dan memberi tahuku cara mendapatkan pakaian dan futon, membiarkannya menggunakan bak mandi tentu saja akan menjadi harga yang murah untuk dibayar.

"Sudah hampir waktu makan siang, akankah kita makan sesuatu? Sebaliknya, aku tidak tahu apa-apa tentang makanan di sini, jadi alangkah baiknya jika kamu bisa mengajarikua beberapa cara memasak dengan bahan-bahan ini.”

.... Yah, kurasa aku tidak punya pilihan lagi. Aku akan makan di sini sementara kita melakukannya.”

Sambil berkata begitu, Toack berjalan ke dapur dengan suasana hati yang baik. Apa mungkin jawaban itu adalah efek aku menyetujui untuk membiarkannya mandi di sini malam ini.

Aku pun mengeluarkan bahan makanan yang aku beli darinya dari tas rami, dan meletakkannya di meja dapur.

Ada roti, telur, bacon, brokoli, wortel, bawang, kentang, cranberry, blueberry, keju dan anggur, rempah-rempah, dan beberapa sayuran. Ada juga buah yang tidak aku ketahui.

Buah hijau kecil apa ini?

Aku menaruh buah kecil bundar di telapak tanganku dan menunjukkannya pada Toack.

Oh- itu disebut Goji berry. Mereka tumbuh di sekitar rumahku. Rasanya sedikit asam tetapi memiliki rasa yang menyegarkan.”

Aku mengupas kulitnya yang licin dan menciumnya. Tidak ada bau yang aneh untuk ini.

Apakah kamu makan ini dengan kulitnya?

“Yah, itu tidak masalah.

Karena dia mengatakan tidak apa-apa untuk melakukannya, aku melemparkan satu ke mulutku.

Aku menggigit kulit semi-keras dan mulai mengunyah, ketika jus asam meluap dari dalam. tergantung pada orang yang memakannya, mungkin mereka akan membuat wajah masam pada saat mereka memakan ini, tetapi memang benar bahwa itu memang memiliki rasa yang enak dan menyegarkan.

Ini benar-benar asam, tetapi meninggalkan rasa menyegarkan di mulutku. Ini mungkin bagus untuk dicoba ketika kamu sedang lelah atau untuk menghilangkan rasa tidak enak di mulut atau sejenisnya.”

Terkadang aku merasa ingin makan makanan asam ketika aku lelah. Kiel juga sering membuat acar lemon.

"Begitu kah? Bukankah ini juga cocok di makan dengan ikan asin?

"Boleh juga. Ayo memancing beberapa ikan nanti

Ah, sekarang aku ingin makan juga setelah membicarakannya”

Sementara kami mengobrol santai seperti itu, dia memberi tahuku tentang berbagai cara memasak dan makan sayuran yang sebelumnya tidak saya ketahui.

Sekarang, kurasa aku harus mulai memasak segera. Ini sudah lewat waktu makan siang, jadi lebih baik iut hanya makanan sederhana.”

"Betul. Selain pesanan furnitur kau, aku juga masih harus mengerjakan yang untuk pelanggan yang lain, jadi alangkah baiknya jika itu hanya makanan sederhana.”

Karena itu, aku akan mencoba membuat hidangan sederhana dengan bahan-bahan seperti telur, bacon, dan sayuran yang cepat untuk di sajikan setiap hari.

Lalu, mari kita buat beberapa bacon dan telur”

Oh, itu hidangan sederhana, tapi masih enak”

Sebenarnya, aku ingin di ajari bagaimana membuat sup sayuran yang sebelumnya dia buat, tetapi itu akan menjadi malam pada saat itu sudah siap, jadi mari kita buat makan siang ringan untuk saat ini.

Aku telah memasak untuk diriku sendiri selama masa aku jadi petualang, jadi kurasa ini juga termasuk sesuatu yang bisa aku tangani.

Semua orang di Party-ku dulu juga sering membuat makanan secara bergantian.

Aku mulai dengan membuat api dengan batu api dan kayu bakar, dan mulai menghangatkan penggorengan.

Sementara aku memanaskan wajan, Toack sedang memotong kubis dengan pisau dapur.

Suara memotong dari pisau bergema di ruang tamu.

Ternyata kau cukup ahli memotong kubis ...”

"Yah, jika kau sudah lama hidup sendiri, kau juga akan terbiasa.”

Ketika aku melihat kubis-kubis menumpuk itu dengan takjub, Toack menjawabku sementara matanya masih terkunci pada kubis.

Sayang sekali yang memasak di sebelahku saat ini adalah seorang pria. Aku ingin memasak dengan istri yang imut suatu hari nanti.

Setelah wajan dipanaskan, aku memasukkan sedikit minyak dan kemudian melemparkan irisan Bacon.

Aroma bacon mulai melayang, dan memenuhi rumah.

Selain suara mendesis yang berasal dari memasak daging, aku juga mendengar gumaman yang datang dari sebelahku.

"Baunya cukup enak… "

Kemudian, aku memecahkan beberapa telur di atas daging, dan membumbui mereka dengan garam.

Selanjutnya, aku menambahkan sedikit air ke dalam panci, dan menutupinya.

Ini hanya hidangan sederhana yang bisa kamu buat hanya dengan memotong bahan dan menggorengnya, tetapi makanan ini tetaplah makanan yang lezat.

Sementara aku menunggu telur dan daging meleleh bersama, aku mengeluarkan piring-piring kayu yang aku beli dari dalam lemari.

Kali ini hidangan yang akan dilapisi adalah telur goreng dengan sayuran dan beberapa jenis buah, sehingga piring yang dangkal cocok untuk ini.

Memilih jenis piring yang tepat yang untuk makanan yang aku buat sendiri, entah kanapa membuatku jadi bersemangat.

Aku sekarang mengerti apa yang dimaksud Kiel ketika dia mengatakan hidangan dimulai dari presentasinya.

Kurasa dia memang dengan hati-hati memilih piring untuk memasukkan berbagai jenis makanan, tapi aku yang lama tidak akan pernah memperhatikan hal semacam itu.

Sementara aku menatap piring dengan hikmat, aku mulai mendengar suara letupan dari daging dan telur di wajan.

Oi, berapa lama lagi kau akan menatap piring-piring itu?

Kata-kata mencela Toack datang ke arahku ketika dia masih memotong beberapa sayuran.

Oh sial, telur-telur itu akan gosong.”

Aku bergegas ke penggorengan dan membuka tutupnya, lalu uap keluar.

... Apakah baik-baik saja?

“Yah, setidaknya mereka tidak gosong.”

Ketika aku merasa legah melihat bacon dan telurnya tidak gosong, aku mulai menuangkan makanan ke piring kayu bulat.

Disajikan bersama dengan irisan kubis, tomat, cranberry dan keju, dengan roti sebagai hidangan utama.

"Baik! Semua selesai!

Kami segera meletakkan piring di atas meja dan mengambil tempat duduk kami.

Oh, betapa menyenangkan memiliki perabotan di rumah.

Akhirnya mulai terasa kesan aku tinggal di rumahku sendiri.

Kemarin aku mendapat rumah ini mungkin adalah hal yang baik, tetapi kemarin aku sama sekali tidak dapat melakukan apa pun selain mandi.

“Baiklah, mari kita makan.”

"Baik"

Setelah menikmati makan bersama Toack dan mengantarnya pergi, aku menghabiskan sisa hari itu dengan bersantai di sofa dan tidur siang.

 Sebelumnya || Daftar Chapter  ||  Selanjutnya

1 comment: