Tuesday, 4 June 2019

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 294 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Mizuki Hashima
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 27: Dunia Kebalikan

Chapter 294: Seusai Festival, dan Hari Libur



Tak kusangka… Festival Brunhild sudah selesai.

“Lah… kok bisa?” terngiang-ngiang di benakku… sepertinya aku tertidur lebih dari 24 jam, tepatnya 36.

Efek lelah dari penggunaan Kekuatan Surgawi terasa lebih parah dari yang kuperkirakan mengingat betapa lamanya proses penyembuhanku ini.

Setelah aku pingsan, sepertinya Yumina + para gadis, para ksatria, dan bahkan Moroha-nee-san mengurusi sisanya.

Fraze-emas adalah Dependan Dewa-iblis. Awalnya aku mengira mereka tidak terkalahkan karena dilapisi Aura Surgawi, tapi ternyata bisa karena ternyata Aura itu sangat tipis.

Para Dewa dilarang menggunakan Kekuatan Surgawi karena ditakutkan bisa menghancurkan keseimbangan alam. Akan tetapi, kakak-kakakku tetap bisa mengalahkan mereka.

Setelah mengalahkan para Fraze, semuanya dipulangkan oleh Kami-sama menggunakan Gate. Kemudian, aku langsung dipindahkan ke tempat tidur. Pemeriksaan Flora menyatakan aku hanya kelelahan, jadi aku dibiarkan tidur begitu sajaselama 36 jam.

Saat aku tertidur pulas, turnamen seni bela diri berlangsung mulus lancar jaya. Singkat cerita, Raja Ksatria dan Juutarou-san bertanding di final. Para gadis  mengatakan kalau Juutarou-san menang karena keterampilannya yang sedikit lebih tinggi.

Nampaknya Ieyasu-sama dan warga Ishen gembira melihatnya. Ternyata, penduduk Brunhild juga ikut gembira. Bentar… Oo iya ya, hampir semua penduduk sini kan penduduk Ishen. Ya iya lah… melihat orang dari negara asal memenangkan sebuah turnamen pasti membuat siapapun gembira.

Untuk pemberian hadiah, si Perdana Menteri, Kousaka-san menggantikanku. Juara 1 Juutarou-san, sementara Juara 2 Raja Ksatria dengan alias of
Rai Hardt. Juara 3 ternyata dimenangkan Sonia-san, adventurer dari suku-naga.

Untuk informasi tambahan, ada pertarungan unik seperti duel antar ayah-anak, antara Jendral Leon dan Lion-san, duel sengit Raja Makhluk-Buas dan Baba-jiisan, dan juga pertarungan lainnya. Sayang sekali aku tidak sempat melihatnya.

Para gadis juga mengatakan kalau Kousaka-san juga lah yang memimpin upacara penutupan dan kota menjadi meriah semalaman.

Festival pun berakhir sudah. Semua orang pulang saat ayam berkokok sementara aku baru bangun saat siang tiba.

Mereka yang ada di dalam kamarku saat ini adalah para tunanganku, dan juga sebuah boneka beruang. Sepertinya mereka khawatir akan keadaanku.

Jangan bercanda…(Touya)

Begitu mendengar semuanya, aku merasa marah.

Ini bohong, bukan…aku mengabaikan para tamu dan tidur santai sampai sekarang…

Karena dijelaskan sedemikian rupa, para Pemimpin yang ada di dekat Yuuron seperti Rodomea, Ferzen, Hanokku, dan Zenoasu berterima kasih pada Brunhild. Akan tetapi…tetap saja aku merasa malu…

Sepertinya para Pemimpin dan tamu lainnya pulang ke negara masing-masing dengan Gate yang diaktifkan Kami-sama.

Mereka semua terkejut begitu tahu kalau ada orang lain yang bisa menggunakan Gate, tapi langsung percaya saat Yang Mulia Paus  memberitahu kalau beliau adalah kakekku. 

Menyedihkan……(Touya)

Ma-mau bagaimana lagi! Kemarin Itu adalah pertempuran antara hidup dan mati! Tentu saja anda berakhir pingsan!(Rue)

Rue berusaha menenangkanku, tapi kata-katanya malah membuatku tambah malu.

Sejak diberitahu kalau diri ini adalah Dewa, aku sudah siap menghadapi berbagai masalah, tapi siapa sangka kalau hasilnya jadi seperti ini. Sampai merepotkan semuanya……

Kalau dibilang kebetulan, yah gak salah sih, tapi ya… hah…?
Ini semua salahmu Gira sialan!.

Tidak perlu sedih. Festivalnya lancar jaya kok..(Elzie)

Yah…benar sih, tapi ya….gimana ya….aku ingin melihatnya sampai selesai.

Tahun depan aku ingin ikut turnamen seni bela diri!(Yae)

Saya juga! Saya juga ingin kakanda berduel lagi dengan kakak Yae.(Hilda)

Yae dan Hilda tersenyum sambil membicarakannya. Bentar, apa kami harus mengadakannya lagi di tahun depan? Kalau memang betul, waktu mempersiapkannya harus lebih matang dan panjang.

Oh iya! Dimana Kam….Kakek? Apa ia sudah pulang?(Touya)

Begitulah….tadi pagi beliau pulang dengan sihir transisi.(Yumina)

Addaaaa~. Aku tidak sempat berterima kasih. Nanti aku harus datang dan meminta maaf.

Pokoknya, sekarang aku ingin bangun, sepertinya tidak ada yang aneh. Saat aku mencoba bangun, semuanya menghentikan dan mendorongku kuat-kuat ke kasur lagi.

Aku tidak mau tau, pokoknya semua jadwal untuk hari ini dibatalkan, jadi untuk hari ini istirahat saja. Istirahat secara berkala itu sangat penting. Kalau kau tidak mau istirahat, orang-orang sekitarmu tidak bisa tenang.(Rin)

Kalau Rin berkata seperti itu, mustahil aku membantahnya.

Semuanya keluar ruangan setelah aku merebahkan diri di kasur, tapi kemudian Kohaku dan Ruli masuk ruangan. Ternyata, mereka ditugaskan sebagai penjaga.

Tuan…istirahat saja lah..(Kohaku)

Dengar ya. Sudah kuberitahu dari tadi. Jujur saja, setelah tidur lebih dari 30 jam, aku tidak merasa ngantuk sama sekali. Gak ngantuk sama sekali……(Touya)

Yang terasa malah sebaliknya…tubuhku terasa berat. Sedikit bergerak pasti membuatnya lebih baik.

Keluar dengan sihir transisi itu tidak sulit, sih, tapi aku tidak tahu apa reaksi mereka kalau sampai aku ketemu.

Oo iya, mana Sango, Kokuyou, dan Kougyoku?(Touya)

Sango dan Kokuyou ada di kedai minum, menemani Suika-dono, sedangkan Kougyoku melihat situasi kota bersama anak buahnya.(Kohaku)

Di kedai minum…ya…(Touya)

Aku pun tersenyum pahit mendengar laporannya. Apa Sango dan Kokuyou sedang minum sake modern, yah? Kulihat mereka sering keluar bersama Suika. Sejarah mengatakan kalau tukang mabuk itu disebut ular besar, kurasa panggilan itu cocok dengan mereka.

Ya ampun…mereka selalu memanfaatkan kebaikan Tuan…(Kohaku)

Berani-beraninya kau mengatakannya, yah? Kau…kerjanya hanya tidur-tiduran di halaman sebelum festival dimulai? Sango dan Kokuyou tidak mau kau katai malas!(Ruli)

Ha!!? Kau sendiri juga begitu kan! Kau selalu dapat makanan dari Clair-dono!(Kohaku)

…….itu kan cuma nge-tes. Aku hanya mengecek apa makanan itu cocok bagi tuan!(Ruli)

Jangan banyak alasan!!(Kohaku)

Mungkin karena muak melihat cekcok antara macan dan naga kecil itu, tiba-tiba ada 2 bulu api melesat dari luar jendela ke jidat mereka berdua.

『『Panaaass!!!』』(Kohaku + Ruli)

Di tempat yang agak jauh dari mereka berdua yang memegangi jidat masing-masing, Kougyoku masuk ruangan dan duduk di atas meja.

Apa yang kalian lakukan di depan Tuan yang istirahat!!? Perhatikan situasi dan kondisi sekitar dong!(Kougyoku)

『『Tapi, si goblok ini!!』』(Kohaku and Ruli)

Memangnya kenapa dengan si goblok!?(Kougyoku)

2 hewan kecil itu tetap bertengkar, tapi langsung terdiam saat Kougyoku melototi mereka. Oh, Kougyoku menakutkan.

Biasanya dia kalem, tapi mungkin ia lah yang paling menakutkan saat marah.

Selamat datang, Kougyoku. Bagaimana keadaan kota?(Touya)

Baik... penduduk sedang bersih-bersih. Semuanya membersihkan jalan utama sejak pagi, dan bisnis baru saja mulai normal.(Kougyoku)

Hmm. Tentu saja mereka melakukannya. Penduduk tidak bisa memulai bisnis tanpa membersihkan sampah yang para tamu buang tadi malam. Masalah ini harus sudah selesai di festival selanjutnya. Apa enaknya diberi kotak sampah saja, yah? Tempat pembakaran sampah besar mungkin berguna.

Sepertinya para tamu yang tinggal di hotel juga mulai meninggalkan kota. Saya rasa semuanya akan kembali normal dalam beberapa hari mendatang.

Apa Silver Moon akan terbebaskan dari hiruk-piruknya,, yah? Aku jadi ingin tahu kabar Mika-san?

…Oo iya…seharusnya Lance-kun masih membantunya. Aku menyuruhnya membantu Mika-san saat festival berlangsung, bukan sebagai ksatria, tapi sebagai pelayan. Aku harus memberinya gaji tambahan dari uang pribadi, yang setidaknya cukup untuk membeli hadiah.

Omong-omong, apa yang terjadi pada mereka yang ditangkap para ksatria?

Mereka dilepaskan setelah diberi hukuman sesuai karena kejahatan mereka tidak terlalu berat sampai perlu dipekerjakan ke pertambangan. Mayoritas pelakunya hanyalah orang yang tidak bisa mengontrol diri saat mabuk.

Soalnya di sini, membawa senjata itu legal. Saling bunuh karena mabuk itu sudah dianggap biasa. Intinya, aku senang kerusakannya tidak terlalu parah.

Kerja bagus! Untuk hari ini, kau bebas mau melakukan apapun, jadi Kougyoku, Kohaku dan Ruli harus liburan.

…anda berencana kabur, bukan?(Kougyoku)

Guuu…(Touya)

Peka sekali. Aku menghindari tatapan tajam Kougyoku.
Mau bagaimana lagi! Aku tidak terbiasa diam dan tidak melakukan apapun, tahu!

Kami semua pelayan anda. Kalau anda memang benar-benar mau menyelinap keluar, kami akan membantu. Kami juga tidak akan memberitahu siapapun. Akan tetapi, kalau sampai para tunangan mengetahuinya, apakah anda berani menerima konsekuensi..?(Kougyoku)

Yah~...(Touya)

Kalau gitu yah…..aku tidak bisa menjawabnya…….hadehh……

Kemarin aku baru tahu kalau Yumina dan para gadis punya skill yang memberitahu keberadaanku… aku pasti akan langsung ketahuan, iya kan…?

Mau gimana lagi…aku akan istirahat saja….…(Touya)

Saya rasa itu pilhan yang bijak.(Kougyoku)

Bukankah itu sama seperti penjara rumah? Hah…dan juga….tidur itu bukan satu-satunya hal yang bisa dilakukan untuk istirahat.

Karena menganggur, aku melihat-lihat berita Bumi dengan internet. Aktor itu mati…? Kasihan… Pemilu? Aku ingin ikut pemilu setidaknya sekali saja.

Maafkan kelalaian saya! Setidaknya aku harus mengirim pesan permintaan maaf pada seluruh tamu. Karena sepertinya saat ini sibuk, aku akan memanggil mereka nanti.

Untuk tamu yang tidak kuberi smartphone … aku akan mengirim surat  melalui Gerbang-Cermin.

Duh, merepotkan sekali. Apa aku harus segera merekrut mereka ke Aliansi dan memberi smartphone, yah? Hal ini akan mempermudah semua hal.

Saat aku menyadari kalau festival kemarin adalah kesempatan ‘tuk melakukannya, aku juga sadar telah menyia-nyiakannya. Akan tetapi, sepertinya para pemimpin telah berbincang-bincang mengenai berbagai hal di malam terakhir, jadi setidaknya festival punya faedah tersendiri.

Dan juga, Raja Iblis bilang ingin bergabung ke Aliansi kami. Kami harus berdiskusi di lain hari.

Karena ada banyak waktu, kukeluarkan buku-buku yang kubeli dari Dunia Kebalikan dari Storage. Kemarin aku menaruh yang asli ke “Perpustakaan” Babylon. Yang kupunya ini hanyalah versi salinan hasil “Lokakarya”. Buku yang ini juga telah diterjemahkan dengan baik.

Dari tumpukan ini, kumulai dengan membaca “Buku Sihir Redia”.

Intinya, isinya adalah tesis sihir buatan Redia. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan milik dunia ini, versi ini bisa dibilang terlalu dasar.

Di dunia itu, hanya sedikit orang berbakat lah yang bisa menggunakan hal seperti sihir.

Alasan kenapa sihir tidak berkurang…..salah…alasan kenapa sihir tidak berkembang dikarenakan adanya golem.

Ya iyalah. Daripada latihan bertahun-tahun ‘tuk menembakkan bola api, semua orang pasti lebih memilih menggunakan GolemWarisan.

Latihan tidak berarti apa-apa bagi orang yang bisa membeli golem yang bisa menggunakan sihir yang sama.

Alasan mengapa golem susah didapat adalah adalah harganya yang tinggi, kalau sihir, yah… bentar, apa kemampuan golem bisa diatur sesuai SIKON, yah? Sepertinya golem berkemampuan api hanya bisa melakukan sihir api saja.

Tapi yah….sama saja dengan orang dengan bakat sihir elemen api.

Saat aku membaca sambil memikirkannya, smartphone-ku menerima panggilan dari Profefsor Babylon yang seharusnya sedang mengurung diri di “Laboratorium”.

Ya, ada apa..?(Touya)

Dengan Touya-kun, bukan? Benda itu sudah selesai. Pergi ke dunia lain bukan lagi sebuah kemustahilan!(Professor Regina)

Hoo~(Touya)

Benda itu…… Ah! Itu ya? Gerbang-antar-Dimensi yang akan dipasang di dunia lain, bukan!?

Aku tidak bisa pulang-pergi dengan Gerbang yang ada di Babylon. Itu cuma  bisa pergi tanpa kembali. Untuk kembali ke sini, aku harus melewati Alam para Dewa dulu.

Sini ke sana dan dari sana ke sini. Agar bisa pulang-pergi, aku harus memasang Gerbang serupa yang tersambung dengan Gerbang no-1. Dan benda itu akhirnya selesai dibuat.

Sisanya hanya menyimpannya di Storage dan membawanya ke dunia itu. Kalau dipasang di tempat aman, seharusnya baik-baik saja.

Akan tetapi, pergi ke sana butuh kekuatan sihir yang sangat banyak. Aku berani bertaruh tidak ada yang bisa pergi tanpa ditemani Touya-kun(Professor Regina)

Kurasa hal itu lebih baik daripada ada kemungkinan Gerbang itu bisa dilewati orang aneh.(Touya)

Yah…gak salah sih……. ooo iya, aku ingin mengetesnya sekarang juga, gimana kalau kau melakukannya?(Professor Regina)

Ah~……maaf. Saat ini aku dipenjara.(Touya)

APA!!?(Professor Regina)

“Blah-blah yadda-yadda” Aku menjelaskan semuanya, dan kami pun sepakat akan melakukannya besok.


Sepertinya mulai besok aku akan sibuk lagi.



Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya