Saturday, 16 March 2019

Isakai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 285 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Ramune
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 27: Dunia Kebalikan

Chapter 285: Turnamen Shogi, dan Festival Pertama



Akhirnya aku bisa tenang setelah minum teh yang dibawakan ke balkon istana Paluf.

Ayolah, ini semua gara-gara jebakan penuh kebencian itu. Walaupun aku sudah menahan diri, tapi kemungkinan aku masih akan benci olehnya. Yah, walaupun masalah sebenarnya tidak hanya di benci saja sik.

Maafkan kami atas semua perbuatan sepupu saya, Rachel.(Lucienna)

Ti-tidak perlu. Ia masih anak-anak.(Touya)

Kupikir untuk seorang bocah, aksinya tidak telalu berlebihan, tapi aku penasaran apakah orang berpikiran pendek akan mengatakan “Kurang ajar! Penggal kepalanya sekarang juga!”..? Ia mungkin seorang tiran. Aku tidak ingin menjadi orang seperti itu. Mereka lah yang bejat dari yang terbejat.
Latihan barusan tidak ada hubungannya dengan statsus sosial kita. Oleh karena itu, dari awal saya tidak akan mengeluh atau yang lain. Saya tidak keberatan sama sekali.(Touya)

Yah, walau sepertinya pihak lain lah yang akan keberatan untuk memaafkanku begitu saja…. ia kan masih bocah.

Saya senang mendengarnya. Terima kasih untuk kejadian hari ini, Ernest pasti sangat senang!(Lucienna)

Omong-omong, Raja Penguasa, bagaimana pendapat anda tentang Raja Paluf?(Cloud)

2 orang yang sedang duduk di meja bundar di balkon istana itu pun menatapku.

Mhhh… Ia anak yang patuh. Tapi aku sedikit khawatir dengan pemikirannya yang seperti itu, yang mungkin disebabkan kurangnya rasa percaya diri.(Touya)

Intinya, pemikirannya negatif terus. Yah, bukannya jelek sih, dan mungkin masih jauh lebih baik daripada pemikirannya Rachel.

Saat aku tahu kalau sifat mereka berdua bertolak belakang, aku sedikit takut memikirkannya. Selain itu, sepertinya mereka bedua melakukan sesuatu tanpa mempedulikan status sosial masing-masing, yakni Raja dan lainnya… yang tidak bisa kujelaskan dengan gamblang. Aku sendiri juga diperbolehkan melakukan apapun yang kumau.

Apakah Paluf punya suatu kelebihan atau bakat, Tuan Putri?(Touya)

Bakat atau kelebihan? …tidak ada… anak itu tidak suka seni berpedang maupun sihir. Ia bisa memainkan seruling, tapi tidak bisa dikatakan bakat karena masih kurang bagus.(Lucienna)

Umu. Jadi ia bocah rata-rata, yah? Tidak, ia bukan rata-rata karena ia seorang Raja.

Ooo iya, kalau tidak salah ada novel tua dengan sesuatu seperti
“Aku Senkogu Kamui, anak SMA biasa!” dan kemudian ada sahutan seperti “Biasa dari mana!? Dari “orang yang tidak diketahuinya”…

Entah kenapa kurasa 2 hal ini saling berkaitan…. tunggu dulu.

Ah, tapi…(Lucienna)

Ada?(Touya)

Tuan Putri Lucienna sepertinya mengingat sesuatu, jadi ia masuk ke dalam, lalu keluar sambil membawa kotak kecil dan sebuah papan. Eh, apa itu…

Apakah ini… shogi?(Touya)

Iya. Apa Raja Penguasa juga tahu benda ini?(Lucienna)

Yah, bukan cuma tahu sih. Kau tahu, aku lah yang membawanya ke dunia ini.

Setelah memindahkan peralatan makan di meja, kami menaruh papan itu ke tengah dan mengeluarkan potongan-potongannya. Seperti yang kudugaa, ini memang shogi.

Apa Raja Paluf sering memainkannya?(Touya)

Iya. Ada waktu di mana ia bermain dari pagi sampai malam. Akan tetapi, sepertinya ia merasa terganggu karena tidak menemukan lawan yang sepadan.(Lucienna)

Yah, mustahil lah seorang Raja menyuruh pembantunya untuk bermain shogi bersama-sama. Dan kalau dilihat dari sifatnya, akan sulit baginya tuk melakukan hal seperti itu. Ia malu kalau berhadapan dengan orang asing, bukan?

Biasanya, lawannya adalah saya atau paman kami. Akan tetapi, saya terlalu lemah.(Lucienna)

Apa ia tidak pernah bermain dengan Rachel?(Touya)

Pernah, tapi Rachel kalah telak, membanting papannya, dan tidak mau bermain lagi dengannya…(Lucienna)

Apa mereka bocah? Oo iya, mereka memang bocah. Terlihat dari cara menanggapinya.

Tapi…. haruskah aku bermain shogi dengannya? Aku jadi penasaran seberapa bagus permainan shogi si Raja bocah itu.

Aku tidak tahu ia tahu isi pikiranku atau tidak, tapi si Raja bocah itu masuk ke balkon.

Maaf telah membuat anda menunggu!!!(Ernest)

Ti-tidak apa-apa kok. Apa Rachel sudah tenang?(Touya)

Iya. Kurang lebih. Ia sedang mengurung diri di kamarnya, tapi ia selalu melakukannya kalau sedang marah, jadi…(Ernest)

Uwu. Ia akan baik-baik saja. Tapi aku akan merasa bersalah kaIau ia menjadi orang yang suka mengurung diri.

Hm? Bukannya ini…(Ernest)

Raja bocah itu pun tertarik pada shogi di tanganku.

Aah, saya dengar kalau Raja suka memainkannya. Sebenarnya, saya lah yang membuat permainan ini. Terkejut rasanya mendengar shogi mencapai Paluf.(Touya)

Beneran!!!??(Ernest)

Iya, benar…jadi bagaimana? Mau bermain bersama saya?(Touya)

Saat aku mengajaknya bermain tuk mengukur kemampuannya, Raja bocah itu mengayun-ayunkan kepalanya ke depan dan belakang dengan mata yang berkilauan.
(Ramune: Ingat Deku?)

Karena sulit tuk bermain di meja bundar ini, kami duduk berlawanan arah dengan meja kecil di tengah.

Baiklah, haruskah aku mencobanya? Memang sudah lama sih, tapi seharusnya aku masih bisa memainkannya.

***

…saya mengaku kalah(Touya)

Terima kasih banyak(Ernest)

Aku menundukkan kepala, dan ia juga melakukannya. Ye-ep.
Ini kekalahan ke-3 ku berturut-turut.

Aku tidak mau sombong, sebenarnya aku cukup mahir dalam shogi. Akan tetapi, sekarang aku sadar kalau ada orang yang lebih hebat. Bocah ini lumayan hebat, yah?

Anda sangat hebat. Dari semua lawan yang pernah saya hadapi, anda lah yang terhebat.(Touya)

Be-beneran? Saya sering bermain dengan paman saja.(Ernest)
(Ramune: Sulit rasanya memadukan Bahasa bocah dengan Bahasa formal.)

Apa itu artinya Duke Rembrandt juga hebat?

Fumu. Menarik. Aku mungkin bisa memberinya rasa percaya diri. Tak lama kemudian, aku pun mulai mengatakan isi pikiranku ini.

Sebenarnya, Brunhild akan mengadakan lomba shogi dalam 10 hari. Apa Raja mau ikut?(Touya)

Eeh?! Ta-tapi.. apa saya boleh ikut?!(Ernest)

Boleh, sangat boleh. Selain anda, akan ada banyak bangsawan dan keluarga kerajaan lain yang ikut dengan sembunyi-sembunyi. Keamanan anda sangat terjamin.(Touya)

Rencana ini memang kubuat barusan, tapi sepertinya orang-orang seperti Raja Belfast dan Duke Ortlinde akan ikut. Kalau aku tidak memberitahu mereka bahwasanya Brunhild akan mengadakan turnamen, sepertinya mereka akan komplain.

Aku mencari pemain yang kuat, dan turnamen itu akan meriah dengan adanya peserta dari mancanegara.

Gi-gimana ini…(Ernest)

Di samping Raja Paluf itu, kakaknya, Lucienna mulai bicara.

Tidak masalah untuk tidak terlalu memikirkannya, bukan? Kurasa tidak masalah untuk liburan ke Brunhild sejenak. Dan tidak masalah untuk mengajakku juga, lho?(Lucienna)

…kalau begitu, saya ingin ikut…(Ernest)

Sudah diputuskan jadi ya.(Touya)

Kami pun menepukkan tangan sebagai tanda persetujuan.

Sepertinya kami akan sibuk. Yah, walau kita memperkirakan semua masalah, semuanya tetap akan menarik, jadi tidak apa-apa.

***

…memang mendadak, tapi aku ingin membuat turnamen shogi.(Touya)

Ini terlalu mendadak, tahu!(Doran)

Di kota Leaflet, tepatnya di kantor tempat penginapan “Silver Moon”, aku sedang berhadapan dengan orang berambut dan berjanggut merah, Doran-san, ayah Mika-san.

Apa ini artinya kau ingin kami mendaftar sebagai tamu?(Doran)

Yah, status tamu tidak begitu menguntungkan, kau cuma akan dibebaskan dari babak awal.(Touya)

Selain Doran-san “Silver Moon”, aku juga ingin mengajak Balar-san dari toko senjata “Bear Eight” dan Simon-san dari toko barang. Karena mereka adalah pemain pertama shogi di dunia ini, seharusnya mereka lebih pandai daripada aku sendiri.

Jadi, mau daftar atau tidak?(Touya)

Pastinya mau lah. Kami akan mengharumkan nama Leaflet sebagai tanah shogi dan mengambil kemenangan.(Doran)

Sejak kapan mereka membuat nama itu? Setidaknya ia benar, kota ini adalah kota pertama yang ditempati shogi.

Berapa orang yang akan mendaftar nanti?(Doran)

Selain beberapa tamu, kami tidak tahu, tapi asal kau tahu ya, semua tamu yang diundang sangat kuat. Aku berencana membuat hari pertama sebagai babak penyisihan dan hari kedua sebagai babak akhir. Karena Doran-san dan lainnya akan bermain di hari ke-2, kalian  boleh tidak datang di hari pertama. Bagaimana menurutmu?(Touya)

Jangan bercanda. Bagaimana bisa kami tidak melawan orang yang mungkin akan menjadi lawan di masa depan? Kami akan datang mulai hari pertama! Kalau masalah penginapan, Mika bisa mengurusnya!(Doran)

Begitulah. Aku pun memberitahu mereka kalau aku akan menjemputnya di hari pertama, lalu meninggalkan Leaflet.

Setelah itu, aku pergi ke tempat Raja Belfast, Duke Ortlinde, dan semua pemimpin untuk menjadikan mereka sebagai tamu maupun peserta.

Kami juga akan mengadakan turnamen baseball dan bela diri di saat yang sama, jadi aku juga mengajak para ksatria semua negara untuk bergabung di dalamnya.

Alasan kenapa aku mengadakannya adalah kalau lombanya cuma shogi, turnamennya akan terasa biasa-biasa saja, dan kurang meriah.

Hasilnya, deretan pemainnya sungguh tidak terduga…

Apa-apaan dengan pemain ini…(Touya)

Yap…yah…aku paham perasaanmu.(Yumina)

Setelah melihat para pemain di kertas pendaftaran, Yumina tersenyum di sisiku.

■ Pemain Turnamen Shogi
Raja Belfast (Belfast)
Duke Ortlinde (Belfast)
Kaisar Regulus (Regulus)
Raja Rifurizu (Rifurizu)
Raja Paluf (Paluf)
Duke Rembrandt (Paluf)
Gubernur-Utama Rodomea (Rodomea)

■ Pemain Turnamen Seni Bela Diri
Raja Makhluk Buas Misumido (Misumido)
Raja Ksatria Restia (Restia)
Komandan Orde Ksatria Gaspar (Regulus)
Jendral Leon (Belfast)
Ksatria Lyon (Belfast)
Komandan penjaga Garun (Misumido)
Baba Nobuharu (Brunhild)
Yamagata Masakage (Brunhild)
Kokonoe Juutarou (Ishen)

■ Tim Turnamen Baseball
Brunhild
Belfast
Misumido
Regulus
Restia
Rifurizu
Rynie
Rodomea 
(Ramune: Perlu diketahui kalau nama-nama di atas bukan semua pendaftar, tapi hanya sebagian saja.)

Banyak yang dari kenalan dari tiap negara. Sungguh tidak terduga.

Apa keamanannya akan baik-baik saja, yah? (Yumina)

Tidak perlu khawatir. Semua orang akan dipasangi artifak yang hanya bisa dilihat pengguna artifak lain. Para penjaga tiap negara juga akan diberi agar tidak terlalu menonjol. Pastinya, kita juga akan menjaga mereka. Bahkan pasukan kucing yang dipimpin Nyantaro, juga kusuruh tuk ikut membantu.(Touya)

Aku juga telah meminta bantuan anak buah kelompok Kohaku, jadi keamanan turnamen pasti terjamin. Apa yang membuatku khawatir adalah profesor Babylon belum bilang mau bergabung di turnamen shogi sedangkan Moroha-nee-san dan Karina-nee-san tidak berkomentar apapun tentang turnamen bela diri.

Aku akan, entah bagaimana caranya, membujuk mereka untuk tidak ikut, tapi aku juga takut akan permintaan yang akan mereka minta nantinya.
(Ramune: Bentar, sejak kapan profesor minat shogi?)

Dari kelihatannya, turnamen ini akan mirip dengan sebuah festival.(Yumina)

Yah, tidak salah sih. Jalanan akan dipenuhi kedai maupun kios, dan hal-hal lainnya. Sayangnya persiapan kita terlalu sebentar.(Touya)

Karena kalau dipikir-pikir, semuanya terjadi karena ide kemarin. Sangat buruk mengingat semuanya menjadi sibuk, tapi setidaknya mereka menantikan tunamen ini dengan cara masing-masing, yang kurasa sangat bagus. Kalau Brunhild akan mengadakan turnamen lagi, kami pasti akan menyiapkan waktu yang cukup untuk membuat persiapan yang mapan.

Sedangkan orang-orang seperti Kousaka-san, mereka komplain karena “Kalau saja kami diberi waktu 1 bulan untuk menyebarkan turnamen ini ke negara lain, kita akan mendapat untung yang lebih”. Yah, aku paham perasaan mereka.

Sepertinya Yae-san, Hilda-san, dan Elzie-san sangat ingin ikut turnamen seni bela diri.(Yumina)

Mereka tidak bisa melakukannya karena telah kuminta untuk ikut menjaga keamanan. Aku ingin mereka bersabar dengan ujian ini.(Touya)

Mereka sudah sangat kuat. Moroha-nee-san yang merupakan Dewi-pedang telah melatih mereka setiap hari, selain itu, mereka juga seorang dependan dari 3 Dewa. Yakni aku, Moroha-nee-san, dan Karen-nee-san.

Kalau aku disuruh menjelaskan keuntungan menjadi dependan, keuntungannya adalah mendapat kemampuan yang jauh lebih kuat dari orang biasa.

Akan tetapi, walau kenyataannya mereka menjadi dependan Dewi-pedang, efeknya bukan hanya di kemampuan berpedang saja. Sepertinya efeknya tergantung dari orangnya masing-masing. Contohnya, Yumina ini bisa memprediksi apa yang akan terjadi dalam beberapa detik di masa depan. Mungkin kemampuan itu berasal dari kemampuanku, tapi aku tidak paham kenapa kemampuan itu aktif di Yumina daripada yang lain.

Kurasa curang namanya kalau dependan seperti mereka ikut serta di turnamen bela diri. Aku hanya ingin semuanya bersenang-senang, jadi walau rasanya tidak enak, aku harus melarang mereka. Kalau tidak, maksud melarang Moroha-nee-san untuk ikut akan menghilang.

Sementara Baba-jii-san dan Yamagata-ossan, mereka ikut dengan alasan menjaga ruang tunggu. Yah, batasan orang dengan niatan jahat pada peserta itu tidak ada. Apa yang mereka lakukan ini memang perlu. Kami berencana tuk mengatasinya dengan barir dan artifak, tapi aku tidak bisa mengatakan kalau hal itu cukup.

Aah, ada satu hal lagi. Paus Ramishu dan Karen-ane-sama mengatakan ingin meminjam gereja kita yang ada di tengah kota.(Yumina)

Gereja? Apa mereka ingin berdoa?(Touya)

Sepertinya mereka ingin membuat kantor “konsultasi” untuk mengatasi berbagai masalah. Dan untuk berdialog dengan Kami-sama.(Yumina)

Mengatasi berbagai masalah, yah? Aku tidak keberatan. Mereka adalah orang yang bisa memberi saran pada kehidupan, percintaan, dan lain-lain. Akan tetapi, apakah Paus akan menyembunyikan diri dan berpartisipasi di dalamnya?

Saat aku memiringkan kepala dan memikirkannya, smartphone di saku mulau bergetar. Hm? Panggilan, yah?

Aku mengeluarkannya dan membaca apa yang muncul di layar.
“Incoming: Kami-sama”.
 Ueee?!

Ha-halo, Kami-sama?(Touya)

Ooh, Touya-kun. Apa aku boleh ikut berpartisipasi di festival itu? Bagaimana? Aku ingin melihat-lihat, dan berbicara di gereja. Tidak ada masalah, bukan?(Kami)

Sungguh?…(Touya)

Aku juga ingin menemui para Dewa yang turun. Jadi tolong urus semuanya, yah.(Kami)

Saat aku mendengar suara tertawanya, sepertinya ekspresi wajahku menjadi tidak beraturan.
…ini buruk. Kejadian yang tidak terduga sudah terjadi.

Pelindung terkuat akan turun ke bawah. Apa benar tidak apa-apa, yah… untuk festival ini? Ia tidak akan turun sebagai Dewa, bukan?.

Ini buruk, dengan adanyaa ini, mengumpulkan para pemimpin semua negara dalam penyamaran itu terlihat seperti hal remeh…


Apa yang harus kulakukan…


Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

2 comments: