Monday, 11 March 2019

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 283 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
BUDI
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 27: Dunia Kebalikan

Chapter 283: Raja Bocah, dan Gadis Jenius



Se-senang bertemu dengan Anda, Baginda Raja Penguasa! Sa-saya, Ernest Din Paluf, Raja Paluf! …puha, akhirnya bisa juga…(Ernest)

Di halaman istana Paluf, aku disapa oleh seorang bocah dengan nada yang seakan ia siap untuk mati. Setelah ia mengucapkan kata-katanya, nampaknya diselesaikan dalam satu kali tarikan nafas, si Raja bocah langsung menghela nafas seakan-akan jiwanya terbang keluar.

Sepertinya ia benar-benar tegang.

Begitu pula dengan saya, Baginda. Saya Raja Penguasa Brunhild, Mochizuki Touya. Maaf karena telah meminta bertemu secara mendadak. Terima kasih atas waktunya.(Touya)

Ti-tidak perlu, saya lah yang seharusnya meminta maaf!(Ernest)

Dalam sapaan ini, Raja bocah Paluf menggelengkan kepalanya seakan-akan panik. Benar-benar dah, semua reaksinya sangat kekanak-kanakan.

Kudengar umurnya baru 10 tahun, dia lebih muda dari Sue. Walau tinggi mereka sama sih. Rambut blondenya yang tertata rapi, disertai dengan baju kebesaran Raja yang tidak pas serta mantel putih bersih. Bajunya memang bagus tapi tidak cocok dengannya. Itu memberi kesan kalau ia dipakaikan.

Sepertinya Raja Paluf sangat ingin menemui anda, Raja Penguasa. Saya pikir, Ia mendengarkan banyak cerita anda dari saya.(Cloud)

Saat Raja Rynie yang ada di sampingku mulai bicara, Raja bocah itu memerah dan bersembunyi di balik seorang gadis di sampingnya.

Gadis itu pun menundukkkan diri sambil menunjukkan senyuman yang susah.

Maafkan kami. Beliau malu berhadapan dengan orang baru…
Saya harap
Anda tidak berpikir buruk tentangnya.(Lucienna)

Ti-tidak, saya tidak keberatan kok.(Touya)

Ia adalah Lucienna Dia Paluf, kakak perempuan Raja Paluf, sekaligus gebetannya si  Cloud, Raja Rynie.

Warna rambut keriting panjangnya sama dengan milik adiknya, sedangkan matanya berwarna hijau zamrud. Sejujurnya ia bukanlah gadis yang terlalu cantik, tapi ia memancarkan aura yang membuat semua orang menjadi tenang.

Aura itu bukan keindahan mawar, bukan pula kekuatan bunga matahari, apalagi keangguann bunga lily. Kalau aku disuruh mengomentarinya, aku akan mengatakan kalau ia adalah seorang gadis dengan kesederhanaan sebuah bunga dandelion.

Dilihat dari penampilannya yang sama persis dengan gadis desa, identitasnya sebagai Tuan Putri tidak akan diketahui walau berjalan-jalan menelusuri kota.

Ayolah, bukannya kamu punya permintaan pada Raja Penguasa? Kau harus mengatakannya sendiri.(Lucienna)

Permintaan?(Touya)

Saat didorong kakak perempuannya, si Raja Bocah mulai berjalan dengan malu-malu ke arahku.
Apaan?

Ahhh, Umm!!! Bisakah Anda menunjukkan Prajurit Raksasa Brunhild?(Ernest)

…Prajurit-Raksasa? Oohh, FrameGear? Boleh kok, boleh, tapi…  apa tidak masalah menunjukkannya di tempat ini?(Touya)

Mustahil bagiku untuk mengeluarkan robot raksasa di halaman istana negara lain, bukan, jadi aku melirik pengikut Paluf yang berada di pojok halaman untuk meminta izin.

Salah satu dari mereka, yakni seorang lelaki terhormat di umur 50-an bermantel putih, mulai angkat bicara. Kalau tidak salah, ia Duke Donovan Rembrandt…
Adik Raja sebelumnya,
paman dari 2 anak yang ada di depanku ini.

Tidak apa-apa. Tolong tunjukkan FrameGear itu pada Baginda. Karena sepertinya beliau sangat ingin melihatnya.(Donovan)

Izin sudah, jadi aku membuka [Gate] di langit dengan sebuah jentikan.

Bersamaan dengan gempa kecil, sebuah FrameGear abu-abu yang diproduksi massal, Heavy Knight [Chevalier] telah mendarat.

Uwaaaaa…!!!!!!(Ernest)

Mata Raja bocah Paluf pun menjadi bundar saat melihatnya.

Dengan smartphone, aku membuatnya berlutut dan membuka kokpitnya.
Dari bagian dadanya, sebuah tali yang digunakan untuk
menaikinya teruntai di depan kami.

Maukah Anda menaikinya? kupikir, akan sulit tuk bergerak di tempat ini, jadi kita tidak akan menggerakkannya.(Touya)

…! IYAAA!(Ernest)

Sambil menggendongnya, aku memegang tali itu dan naik ke kokpit. Raja bocah Paluf duduk di bangku pengendali dan mulai memainkan joystick pengendali FrameGear ini dengan mata yang penuh kilauan.

Seperti yang kuduga, bocah dari dunia lain pun pasti menyukai mecha

Jadi dengan ini Baginda mengalahkan Iblis kristal dan behemoth. Mungkin dengan menggunakannya, saya juga bisa melakukannya…(Ernest)

Mungkin memang kasar, tapi ucapan Anda tidak masuk akal. Untuk mengendalikannya, Anda butuh latihan keras dan kurangnya pengalaman bertarung juga akan membuatnya menjadi sulit.(Touya)

Uu…(Ernest)

Dilihat dari tubuhnya, Raja Paluf adalah bocah lemah. Kurasa ia bocah yang lebih senang membaca buku daripada menggerakkan tubuhnya.

Itu terjadi karena ia seorang Raja yang artinya tidak perlu muncul di barisan depan, dan ia tidak perlu memiliki kemampuan bertarung yang hebat. Secara pribadi, aku percaya kalau seharusnya ia punya kekuatan yang cukup untuk melindungi diri sendiri.

… Baginda…tidakkah melukai orang lain itu menakutkan? Tidakkah menyakitkan menjadi target kemarahan orang karena perbuatanmu, lalu dibenci mereka..? Bagiku, itu menakutkan… memukul..maupun dipukul..(Ernest)

.. kau benar. Sebisa mungkin aku tak ingin melukai orang lain. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus kulindungi dan kurasa akan lebih menakutkan kalau tidak bisa melindungi mereka. Bagiku, itu lah yang terburuk, tidak bisa melindungi apa yang berharga disaat dibutuhkan. Raja…kau pasti juga punya sesuatu yang ingin dilindungi, bukan? (Touya)

…iya..(Ernest)

Raja bocah pun melihat ke bawah sambil mengangguk. Orang yang menjadi target tatapannya adalah kakak perempuannya yang saat ini sedang bercanda dengan Raja Rynie.

Bagimu…kakak perempuanmu itu sangat berharga, kan?(Touya)

… ya. Aku ingin kakakku bahagia. Aku juga tahu kalau Raja Rynie ingin menikahinya. Tapi aku khawatir. Aku khawatir kalau kakakku tidak akan ada di sampingku lagi. Aku penasaran apakah aku bisa terus hidup sebagai Raja tanpanya…(Ernest)

Apa-apaan ini, bocah ini tahu persis apa yang sedang terjadi, bukan?
Sepertinya ia lebih dewasa dari penampilannya.

Kekhawatiran itu pasti datang dari rasa “kurang percaya diri”, tapi aku tidak bisa melakukan apapun tentangnya. Ia masih bocah. Tidak, kalau bocah, ia cuma akan punya rasa percaya diri yang tidak berdasar. Raja ini…tekadnya lemah.

Bagiku, masalah ini akan selesai kalau aku menghubungkan istana Paluf dan istana  Rynie dengan gerbang kaca yang hanya bisa dilewati Tuan Putri Lucinenna, tapi sepertinya masalah ini sulit tuk diselesaikan.
(Budi: tidak semudah itu Touya)

Hubungan kedua negara itu mulai membaik, tapi tetap saja tidak mengubah kenyataan kalau Paluf dan Rynie punya konflik skala kecil selama ratusan tahun. Kalau sampai berita “Tuan Putri Lucienna bisa pergi ke istana 2 negara dengan bebas” tersebar, maka banyak kalangan akan meresahkan hal itu.

Ada juga kemungkinan nanti ada rumor palsu yang disebar oleh mata-mata atau pengkhiat dari 2 negara ini. Mungkin tidak hanya sampai rumor, baik di Brunhild maupun negara lain. Tapi…itu semua masih kemungkinan belaka.

Masalahnya adalah “bagaimana caranya membuat Raja Paluf mandiri”, tapi rasanya mustahil tuk membahasnya sekarang.

Ia memiliki banyak pengikut setia yang bisa diandalkan. Aku juga diberitahu rasa malunya saat berhadadapan dengan orang asing, mungkin ada hubungannya dengan ketidaktahuannya pada posisinya, yang baru saja dimiliki. Akan tetapi, sepertinya ia percaya pada pamannya, Duke Rembrandt yang sekarang menjadi pengawasnya.

Mungkin ia akan menjadi Raja yang pantas kalau bisa mendapat sedikit rasa percaya diri.

Raja, apa kau punya keahlian khusus, seperti sihir atau pun tekhik berpedang? (Touya)

Ke-keahlian? Aku tidak terlalu baik dalam berpedang, dan bakat sihirku pun cuma 1 atribut…(Ernest)

Raja bocah mengatakannya sambil terus merosot layaknya slime.
Sial. Apa yang harus kulakukan kalau sampai membuatnya tambah
tidak percaya diri seperti ini?!

Saat aku memikirkan cara untuk mengembalikan situasi, Ernest melirik orang yang ada di bawah.

Oh?(Ernest)
Mm?(Touya)

Aku pun juga ikut melihatnya lewat monitor samping. Di sana, ada seorang gadis cilik di samping Duke Rembrandt.
Gadis itu, ia berdiri untuk waktu yang lama… Hmm? Apa ia sedang melotot?

Dia siapa?(Touya)

Dia anunya paman… anak perempuan Duke Rembrandt. Namanya Rachel… Ia kandidat tunanganku.(Ernest)
(Ramune: Tunangan itu calon pengantin, bukan?
Nah, ini ada kandidat tunangan…jadi…calonnya calon pengantin..)

Ho-hou. Jadi nasib bocah ini mulus juga, yah. Yah, tidak aneh lah mengingat ia seorang keluarga kerajaan. Hubungan mereka berdua adalah…sepertinya sepupu.

Gadis cilik itu berambut blonde keriting panjang diikat dengan bando Alice yang mencolok. Mereka sepupu, tapi ia sangat mirip Lucienna, kakak Ernest, yang ada di sampingnya. Mereka terlihat seperti saudara kandung.

Tapi, aura mereka berbeda. Kalau Tuan Putri Lucienna lemah lembut dan baik, aura gadis itu tajam. Sepertinya ia punya sifat keras kepala, terlihat dari bagaimana ia terus melotot dengan kedua tangan di sampingnya.
(Ramune:
kedua tangan di sampingnya: kalian pasti tahu meme “kerad juga, yah?”, bukan?
Mirip kayak itu.)

umurnya berapa?(Touya)
Umur kami sama.(Ernest)

Walau lebih muda dari Sue, ada beberapa hal yang hebat darinya…
Tidak karuan, tomboy, gegabah… kata-kata seperti itu muncul di pikiranku.

Rachel sangat hebat. Ia punya bakat 4 atribut, teknik berpedangnya tidak kalah dengan orang dewasa. Ia mendapat berkah yang hebat sampai-sampai disebut “orang jenius yang muncul satu kali dalam ratusan tahun”…(Ernest)

Hebat juga ya. Jadi…karena jenius dan juga anak Duke ia ditunjuk sebagai kandidat tunangan Raja. Tentu saja, hal itu membuat karakternya keras kepala. Akan aneh kalau tidak begitu.

Tapi masalahnya…

Kenapa ia melotot begitu?(Touya)

Itu… mungkin ini salahku. Sejujurnya, hari ini aku berjanji akan mengadakan pesta teh bersamanya. Akan tetapi batal karena Raja Penguasa tiba-tiba datang berkunjung, jadi…(Ernest)

Oi, tunggu sebentar! Maksudmu kalau ia marah karena kau membatalkan acara pesta teh bersamanya?! Daripada itu, bukankah itu artinya aku juga target kemarahannya?!

Hmmm… intinya, kemarahan gadis itu akan bertambah kalau kami berlama-lama seperti ini. Kurasa kau harus segera turun. Dari tadi, gadis itu terus menerus menghentakkan kakinya ke tanah. Apa ia jengkel?

Saat Raja Paluf dan aku turun dengan tali tadi, gadis berbando Alice itu mulai berjalan dengan cepat ke arah kami. Ia berdiri di depanku, memegang ujung roknya dengan 2 tangan, dan memberi salam yang elegan.
Jadi ia tipe sopan, yah.

Senang bertemu anda, Baginda Raja Penguasa Brunhild. Saya putri tertua Duke Rembrandt. Rachel Rembrandt. Tunangan Raja Ernest.(Rachel)
Ya ampun, sopan sekali kamu, nak.(Touya)

Tunangan ? Kalau tidak salah, Ernest menyebutnya “kandidat”.
Kurasa masalah ini sudah ditentukan.

Maafkan kami karena tidak memberi sambutan yang pantas karena kedatangan Anda yang tiba-tiba. Sambutan kami tidak akan seburuk ini kalau kita bisa mengabari satu sama lain dan diberi waktu yang cukup.(Rachel)

Aah… ha-ha-ha, yah…saya akan melakukannya di kesempatan lain.(Touya)

Ia tersenyum, tapi seperti yang kuduga, ia marah. Kata-katanya berisi duri.
Apa ini balas dendam karena kedatanganku di hari di mana ia akan mengadakan pesta teh
dengan Raja bocah yang ia cintai? Yah, walaupun jenius, kelakuannya masih bocah, yang membuatnya imut.

R-Rachel, cara bicaramu…(Ernest)

Ha!? Eru memihak Raja Penguasa daripada aku!?(Rachel)

Uu…enggak kok…(Ernest)

Buruk. Kalau mereka menikah, si Raja bocah pasti akan didominasi istrinya. Aku penasaran apa gara-gara gadis ini Raja tidak punya rasa percaya diri.

Dilihat daari penampilan dan sifat keras kepalanya, ia merupakan contoh bagus dari anak ambisius orang kaya. Apa yang akan ia lakukan kalau ia bisa membuat Raja negaranya sendiri menjadi lemah seperti ini?

Rachel terus memarahi Raja bocah yang menjawab kata-katanya dengan bisikan kecil, tapi akhirnya ia menepuk tangan sekali dan menghadap ke arahku

Oke, sekarang aku paham. Kalau tidak salah, Raja Penguasa adalah seorang adventurer dengan rank-emas atau apalah itu. Saya ingin anda mengajari saya.(Rachel)

Eh?(Touya)

Saya ingin anda menunjukkan kekuatan yang sangat terkenal itu.
Bisakah anda melakukannya?
(Rachel)


Gadis cilik itu pun menunjukkan senyuman ganas.
Ehhh? Apa ini artinya, dia ngajak gelud?


Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

10 comments:

  1. Wah wah wah akhirnya update juga bocah battle ama touya hmm ita liat di chapter selanjutnya

    ReplyDelete
  2. Yayyy akhirnya update...gasskan minn :3

    ReplyDelete
  3. Ye akhir ya up makasih min tetap semangat selalu di tunggu nih ln

    ReplyDelete
  4. Gua benci banget sama tu kandidat tunangan raja paluf itu.

    ReplyDelete
  5. semangat min, lanjut terus....

    ReplyDelete