Wednesday, 3 April 2019

Isekai wa Smatrphone to Tomo ni Chapter 287 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 27: Dunia Kebalikan

Chapter 287: Festival, dan Hari Pertama



Hari pertama festival.

Upacara pembukaan diisi dengan pertunjukan FrameGear telah selesai dengan mulus, dan sekarang seisi kota dipenuhi banyak orang, hingga membawa keuntungan bisnis yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Terlihat berbagai kedai di sisi jalan, dan bau makanan tercium dari berbagi arah.

Aku harus mencobanya nanti~

Agar semua orang bisa menikmati festival ini tanpa gangguan, para ksatria menyamar sebagai warga biasa dan berjalan-jalan bersama orang yang datang dari negara lain.

Selain mereka, pasukan kucing Nyantaro mengobservasi sekitar dari gang belakang dan di atas dinding. Sementara anak buah Kougyoku mengobservasi dari pepohonan dan atap bangunan dengan penglihatan mereka, yang berfungsi layaknya sebuah CCTV. Semua itu diatur sedemikian rupa agar saat ada masalah, mereka bisa memanggil ksatria dengan cepat.

Karena itu lah, aku tidak perlu turun tangan untuk berpatroli.

Yah, sekali-kali aku juga mau menikmati sebuah festival seperti ini.(Touya)

Tidak masalah, kan? Para Raja punya penjaga masing-masing dan lencana yang bisa melindungi mereka. Mereka akan baik-baik saja, kan?(Rin)

Ucap Rin yang berjalan di sampingku, ia memakai baju gothic lolita seperti biasa lengkap dengan sebuah payung yang digunakannya.

Untuk gadis yang lain, mereka sedang menemani keluarganya masing-masing. Walupun Sakura terlihat jengkel dengan keberadaan Raja Iblis yang mencoba bicara padanya. Ia pasti tidak mau membawanya ke Fiana-san.

Sebenarnya Rin ingin membantu Raja Makhluk-Buas Misumido. Ia telah menyerahkan laporannya, tapi ia berkata ingin menghabiskan waktunya sendirian. Akhirnya, ia pun menemaniku.

Walaupun Rin terlihat seperti ini, ternyata ia mengundang teman-teman dan kenalannya dari Misumidio, tapi hari ini mereka tidak bisa datang.  

Seperti biasa, Pola mengikuti kami dari belakang. Terkadang ia diajak bermain oleh bocah, dan ia tolak setiap kali itu terjadi.

O~to, It-tu?(Touya)

Di ujung jalan — yakni di depan menara jam, terlihat sekerumunan perempuan sedang mendengarkan permainan piano Sousuke-nii-san.

Itu konser? Ngapain sih dia…?

Apa ini artinya permainan musik seorang Dewa bisa disebut musik surgawi, yah?

Musik ini adalah musik khas milik pianis Prancis yang dipanggil dengan sebutan “Pangeran Piano”. Orang itu datang ke Jepang setiap tahunnya, yakni setiap bulan Mei untuk bermain di publik.

Walaupun melodinya terkesan biasa, skill piano Sousuke-nii-san sangat melampauiku. Dan walaupun aku ingin terus mendengarnya, aku tidak bisa melakukannya. Oleh karena itu, kami melewati tempat itu dan sampai di stadion baseball pertama.

Hari ini, akan ada 4 pertandingan, 1 di pagi, dan 1 lainnya di siang hari, yang dilakukan di 2 stadiun kami.

Tim yang akan bermain adalah:
Stadion pertama
Pagi: Brunhild vs Restia
Siang: Misumido vs Ridurizu

Stadion kedua
Pagi: Belfast vs. Rodomea
Siang: Regulus vs Rynie

Begitulah...

Daftar barusan itu adalah hasil dari lotere yang diambil oleh ketua tiap tim di akhir pertunjukan FrameGear.

Lawan kami adalah Kerajaan Ksatria Restia. Tim mereka memiliki kemampuan daya serang yang sangat tinggi, yang bisa dikatakan sebagai ciri khas mereka. Tapi tetap saja, bukan berarti mereka punya banyak pemukul yang hebat. Mereka adalah tim yang lebih memilih mendapatkan skor dengan enjoy, yang membuat persentase on-base mereka cukup tinggi.

Logan-san, kapten tim kami berkata kalau hampir semua pemain mereka memiliki mata yang bagus, dan juga kemampuan untuk tidak tergesa-gesa.

Pertandingan di stadion pertama telah dimulai. Dalam inning ke-2, skor-nya masih 0 vs 0, dan serangan Restia telah selesai.

Saat aku menoleh ke tempat penonton, terlihat pemain Misumido dengan Raja Makhluk Buas, dan juga pemain Rifurizu dengan Rajanya, menunggu hasil permainan ini.

Setelah babak ini selesai, permainan selanjutnya yang ada di siang hari adalah antara Misumido dan Rifurizu. Besok, mereka mungkin akan melawan tim yang memenangkan permainan babak pagi ini, jadi sudah sewajarnya mereka melihat permainan ini.

Setelah itu, aku mengalihkan pandangan ke tempat duduk di dekat base pertama, dan melihat Raja Ksatria Restia sedang duduk di sana. Terlihat juga Hilda di sebelah kanannya, sedangkan di sebelah kirinya ada mantan Raja Restia, si kakek Galen.

Sementara itu, di bagian Brunhild, terlihat salah satu dari 4 Raja Surgawi, Naito-ossan, bersama beberapa anak buahnya. Mereka melihat permainan ini sambil minum bir.

Orang-orang yang bekerja di istana dan Orde Ksatria diberi libur sehari.

Aku ingin mereka menikmati festival ini. Aku juga ingin memberi cuti sebanyak yang mereka inginkan. Akan tetapi, akan merepotkan jadinya kalau hal terlalu memihak, jadi aku pun memutuskannya seperti itu.

Di hari pertama ini, hanya ada babak penyisihan baseball, jadi orang-orang yang diberi cuti hari ini mungkin bisa ketinggalan banyak hal. Akan tetapi, sepertinya semua orang bersenang-senang, yang membuatku merasa lega.

Oya, ada Baginda. Sedang patroli?(Naito)

Cuma lihat-lihat saja, kok. Apa semuanya bersenang-senang?(Touya)

Tentu saja. Ini adalah festival yang diadakan di kota yang kami buat sendiri. Mantap jiwa lah pokoknya!(Naito)

Ossan ini biasanya tidak heboh, tapi sepertinya kegembiraannya bertambah.

Pasti karena alcohol!

Kelompok Naito-ossan merupakan bagian konstruksi dan agrikultur, jadi kegembiraan mereka pasti lebih besar dari yang lain.

Stadion ini, yang pondasinya dibuat oleh aku sendiri, telah mereka perbagus sehingga bisa menjadi sebesar ini. Kota ini tidak akan berkembang sebagus ini tanpa adanya mereka di Brunhild.

Untuk sementara waktu, kami memutuskan untuk melihat permainan ini bersama mereka, dan akhirnya membeli popcorn dan minuman dari seorang gadis penjual lokal.

***

Sayang sekali, yah

Iya... kalau saja saat itu kita bisa mencetak skor..

Omong-omong dengan permainan dengan Restia, mereka menang dengan skor 3 vs 2, artinya Brunhild kami – sayangnya kalah telak. Bukan berarti tim kami lemah lho, tapi anggap saja ini sebagai takdir. Orang bijak berkata kemenangan suatu permainan itu bergantung pada ‘keberuntungan’ pada hari itu. Karena para pemain berjuang sampai akhir, kami harus mengunjungi mereka dan membawakan sesuatu.

Permainan di stadion ke-2 antara Belfast dan Rodomea sepertinya dimenangkan oleh Belfast karena strateginya yang lebih hebat.

Permainan antara Misumido vs Rifurizu dan Regulus vs Rynie akan dimulai di siang hari, dan babak penentuan akan dimulai keesokan hari yang akan dimainakan oleh 4 tim yang menang hari ini.

Omong-omong, kurasa sudah waktunya untuk makan siang, jadi aku dan Rin mulai menelusuri kota lagi. Di tengah perjalanan, secara tidak sengaja kami bertemu dengan kelompok Paluf yang sedang makan di sebuah kafe di sisi jalan. Si Raja bocah, kakak perempuannya, Duke Rembrandt, putrinya, dan juga semua penjaganya sedang makan siang.

Untuk mengetes fungsi lencana, aku mencopotnya sebentar, dan mereka pun berubah menjadi keluarga dan teman dekat. Sepertinya berfungsi dengan baik. Rin juga memakainya. Walau kami melepasnya, tidak akan ada yang terjadi, jadi kami menonaktifkan fungsinya.

Ya-a, sedang makan siang?(Touya)

Oh, Baginda Penguasa! Iya, kami sudah jalan-jalan berkeliling-keliling kota, jadi… (Ernest)

Saat aku menyapa, si Raja bocah meminta kami duduk di kursi terdekat, yang akhirnya kududuki. Putri Duke Rembrandt, Rachel, duduk berseberangan si Raja bocah sambil memeluk anak anj... serigala Sunora yang kuberikan, dan mengalihkan pandangannya.

Yep, sepertinya aku benar-benar dibenci.

Apa yang akan kalian lakukan di siang hari?(Touya)

Kami berencana melihat permainan Rynie. Kami belum pernah bermain baseball sebelumnya, jadi…(Lucienna)

... ucap Tuan Putri Lucienna dengan wajah bahagia.

Apa mereka diajak Raja Rynie, yah? Aku senang mereka bisa bersenang-senang.

Yah, jalan-jalan kami barusan tidak lain dan tidak lebih dari sekedar melihat hal-hal yang menarik. Tanpa kami sadari, pagi sudah usai. Ada terlalu banyak hal yang ingin negara kami aplikasikan dari negara Anda. Kota ini sangat bagus...(Donovan)

…komentar Duke Rembrandt tentang kota ini sambil melihat suasana di luar kafe.

Seperti yang diduga. Sangat senang rasanya saat orang negara lain memuji negara sendiri.

...namun, ada sebuah hal yang tidak bisa kami terapkan. Tempat yang membuat seseorang menghambur-hamburkan uang benar-benar tempat yang tidak baik.(Donovan)

Uuu…(Ernest)

...ucap Duke dengan senyuman yang Raja bocah tanggapi dengan “Uuuu” barusan.

Mm? Memangnya terjadi sesuatu?

Eru ini telah memainkan kapsul mainan di distrik pertokoan untuk waktu yang sangat lama. Kami memang punya uang yang bisa dikatakan banyak, tapi ia dimarahi ayah karena mengganggu orang yang ingin mencobanya.(Rachel)

”Shining Count” tidak keluar-keluar, jadi aku…(Ernest)
(Ramune di sini…
Seperti yang diketahui semua orang, Gacha itu menyita waktu dan uang..
Jadi kalau rakyat jelata seperti kalian tidak punya uang yang banyak, jangan coba-coba
!!)

Saat aku melihat ke arah yang dilihati Rachel, terlihat kantong berisi banyak mainan kapsul.

Yah… ia benar-benar melakukannya.
Hmm? Apa barusan Rachel itu bicara padaku? Apa itu artinya ia tidak terlalu membenciku?

Saat aku menatapnya, ia membuang pandangan dengan gelagat aneh.

Hmm sudah kuduga~

Jadi… apa kau bisa mendapatkan semuanya?(Touya)

Uhhm, tinggal Grimgerde.(Ernest)

Ara~. FrameGear-ku?(Rin)

Eh?(Ernest)

Si Raja bocah pun menapat Rin setelah meratapi nasib luck jelek-nya dengan melihat kantong berisi mainan itu.

Saat aku menjelaskan kalau Rin lah yang mengendalikan Frame bernama Grimgerde, semua yang di sini terkejut.

Bagi mereka, gadis (walau umurnya 612 sih) itu tidak cocok dengan pengendali Frame yang memperlihatkan daya tempur yang sangat besar, yang bisa dilihat dengan jelas di upacara pembukaan.

Semua orang tahu posisi resmi Rin; ia adalah penyihir Brunhild, mantan ketua suku peri, dan salah satu tunangan Raja Brunhild, yaitu aku. Akan tetapi, tidak banyak orang yang tahu kalau ia adalah pengendali FrameGear.

Rin menyentuh sisi badanku.

Sayang… bukannya kamu punya?(Rin)

Yah…punya-nya punya sih, tapi… oke lah. Tidak masalah(Touya)

Aku ingin orang-orang mendapat mainan itu dengan cara normal. Tapi karena ia sudah membeli terlalu banyak, kurasa sedikit saja tidak masalah.

(Ramune:
Aku ingin orang-orang mendapat mainan itu dengan cara normal dll..
Aku ingin uang mereka agar negara-ku makmur, dll..
Ini lah dasar dari Rate Up, SSR guarantee buat Rakyat jelata seperti kalian para reader..
)

Dari dalam “Storage”, aku mengambil Grimgerde hitam lengkap dengan seperangkat senjata beratnya dan menaruhnya di meja. Rin pun memberikannya pada Raja Paluf.

Nih... jaga baik-baik, yah?(Rin)

T E R I M A  K A S I H  B A N Y A K!!!!!! Uwaa! Sekarang koleksiku 
L E N G K A P!!!
(Ernest)

Oooh tidak semudah itu Ernesto! Bulan depan, kami akan menambahkan koleksi Super-Super-Rangka, “Waltraude” milik Rue dan “Rossweisse” milik Sakura, jadi koleksimu itu masih jauh dari kata “sempurna”!(Touya)

Eeh~…(Ernest)

Mendengar ucapanku, si Raja bocah langsung mengeluh, yang membuat semuanya tersenyum.

Omong-omong tentang Waltraude-nya Rue, ia adalah tipe yang bisa, jadi variasinya ada banyak: Attacker, Booster, Caster, Defender. Akan sulit untuk mendapatkan semuanya.

Dalam waktu dekat, perusahaan Alba-san akan membuka cabang di Paluf, jadi si Raja bocah akan bisa mendapatkannya di sana. Aku ingin ia bersabar dan mengoleksi semuanya.

Tidak hanya FrameGear saja, akan tetapi kami juga akan menambahkan  beberapa behemoth seperti Ular-Kong, Babi-Grand, Bison-Kuat, dan Tikus-Jarum.

Akan tetapi, kalau minat orang semakin membesar, apa akan ada permintaaan untuk figure behemoth berbahan vinil empuk atau plastik, atau malah FrameGear, yah…?

Walaupun hal itu membutuhkan teknologi yang cukup tinggi yang bisa menggabungkan semuanya tanpa lem, sih… selain itu, dunia ini tidak punya plastik.

Kalau bisa, membuat sistem yang bisa membuat plastik bergerak seperti di anime dengan sihir itu…

Saat aku termenung memikirkannya, Rin, sekali lagi menyentuh sisi badanku.

Duh, ini buruk. Mari pikirkan bisnis nanti.

Setelah makan siang bersama semuanya, rombongan Paluf itu pun pergi untuk melihat pertandingan Rynie.

Sedangkan kami… keluar kafĂ©, berpikir “mau pergi ke mana selanjutnya” …

U~, anuu!(Rachel)

Aku pun menoleh dan melihat Rachel. Ia memeluk serigala Sunora seperti biasanya.

Ada apa?

Ma-maafkan saya untuk yang kemarin… sa-saya telah paham betapa lemahnya diri ini…(Rachel)

Aku terkejut. Tuan Putri yang awalnya penuh bangga, kini meminta maaf. Rupanya ia memikirkan hal itu, yah. Omong-omong, gelagatnya yang tadi itu lebih ke aneh daripada benci, kan ya?

…begitulah. Saat kau berpikir bahwa kau lah yang terkuat, itu akan menjadi awal kehancuranmu. Ada banyak orang di dunia ini yang lebih kuat daripada kau. Omong-omong, aku pun juga punya orang yang tak peduli dengan apapun yang kulakukan, tidak bisa kukalahkan. Aku dikalahkannya setiap hari.(Touya)

Eeh?! Orang seperti itu ada?!(Rachel)

Daripada orang, sepertinya aku harus menyebut “dewa”. Apa yang harus kulakukan agar menang melawan mereka… aku merasa tidak enak kalau harus berlatih selama ribuan tahun hanya untuk mengalahkan mereka.

A-aku harus melindungi Eru… aku sudah mengatakan tidak akan kalah oleh siapa pun…tapi nyatanya kalah dengan Baginda. Oleh karena itu, aku berpikir apa yang harus kulakukan….(Rachel)

Nada bicaranya terdengar depresi, dan ia menundukkan kepalanya.

Oya? Jadi kali ini Rachel yang tidak punya percaya diri, yah? Bentar, apa yang harus kulakukan…? Lawanmu cuma tidak pas, jadi kau tidak perlu mengkhawatirkannya… kalau aku mengatakannya, sepertinya akan dianggap sarkas karena aku lah yang mengalahkannya.

Saat aku bingung, Rin mulai mengatakan sesuatu.

Jika kuat, kau memang akan bisa melindungi Kerajaan Paluf. Akan tetapi, hal itu juga bisa dilakukan oleh ksatria dan penjaga. Kau punya sesuatu yang hanya kau lah yang bisa melakukannya, bukan?(Rin)

Sesuatu…bisa kulakukan..?(Rachel)

Mendengarnya, Rachel menaikkan kepalanya.

Kau harus membantu orang itu. Agar bisa berdiri di samping orang yang kau sayangi, agar bisa mengkhawatirkannya, memikirkannya, tertawa bersama, merasakan yang namanya kebahagiaan… Bukankah itu bisa terjadi kalau kau menjadi kekuatannya? Tidak ada satu orang pun yang bisa menjadi pasangannya kecuali kau sendiri. Menjadi pelindung orang yang melindungi hatinya… seperti yang sedang kulakukan sampai saat ini.(Rin)

Rin mengatakannya sambil memeluk tanganku.

Sial! Memalukan!

Pola yang ada di bawah, berjongkok dan menyembunyikan wajahnya seolah-olah berteriak “Kyaaa”.

Aku sudah mengatakan ini, iya kan!? Kemampuan aktingmu itu terlalu nyata. Oi, apa kau mendengar ucapanku?

Apa saya benar-benar bisa melakukannya… menjadi pelindung Eru…(Rachel)

Orang bijak berkata kalau perempuan bisa mengangkat derajat laki-lakinya, ia akan menjadi orang yang tidak akan bisa digantikan oleh siapapun. Kau punya banyak karakteristik orang bertipe seperti itu. Aku yakin itu. Hanya kau lah yang bisa membantu keadaan hati Raja-mu, dan berjalan di sisinya? Jangan diam, terus bergerak!(Rin)

…IYA!

Rachel membungkuk sejenak, kemudian berlari menyusul rombongan Paluf.

Gimana, yah? Terlalu cepat.

Ooh!

Ia memegang tangannya Raja bocah.

… saran yang menarik.(Touya)

Yah, ini cuma-kata yang kakakmu ucapkan padaku.(Rin)

Karen-nee-san, yah.

Akan tetapi, sepertinya ia mendoktrin semua orang dengan berbagai ide yang mencurigakan. Menakutkan sekali.

Ayo cepat, setelah ini pergi ke mana?(Rin)

Sebelum itu… itu lho... tangan…(Touya)

Dari tadi Rin memegangi tanganku.

Sial! Ini memalukan tahu!

Apa? Kau tidak mau berpegangan tangan denganku? Aku memang sama seperti yang lainnya, yakni tidak berpengalaman dalam hal seperti ini, tapi aku tetap memberanikan diri dan berusaha untuk melakukannya, tahu?(Rin)

Aah~… maaf ya. Kalau begitu… kelihatannya di tempat tertentu ada pertunjukan boneka yang menarik. Mau ke sana? (Touya)

Baik, tuanku.(Rin)

Gadis itu membalasnya dengan tersenyum manis, dan kami pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan santai.

Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

3 comments: