Tuesday, 4 June 2019

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 293 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Mizuki Hashima
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 27: Dunia Kebalikan

Chapter 293: Hari Ke-3, Malamnya



Bajingan! Aku pernah bertemu dengannya di istana Zenoasu. Ia adalah Kelas-Penguasa yang gila bertarung. Seorang pembunuh sombong nan kejam.

Seluruh tubuhnya ditutupi kristal — Gira melotot ke arahku.

Tangan tajam Fraze-emas menyerangnya, tapi ia menangkapnya dengan jengkel…walaupun lebar tangan itu sebesar pagar, ia menghancurkannya dengan mudah.

Suara retakan terdengar, bagian yang ia pegangi berubah bentuk menjadi oval. Tak lama kemudian, ia menarik tubuh Fraze-emas ke arahnya, lalu melemparnya dengan keras.

Fraze-emas itu pun menghilang di kegelapan malam. Bajingan ini memang sangat kuat.

Tapi…kelas-bawah berani menyerang kelas-penguasa… sudah kuduga.
Mereka bukan Fraze biasa. Dan juga…aku senang Gira tidak termasuk rekan Dewa-Iblis.

Saat kembali melihatku, ia menunjukku dengan jari telunjuk + tengahnya. Tak lama kemudian, bola cahaya terbentuk di ujung jari tersebut …bahaya!
ZZhhiiiitttttt! Gira menembakkan laser berkilauan.

Reflection!(Touya)

Aku mengaktifkan sihir refleksi didepanku.

Sial…!(Touya)

Barirku berhasil mengarahkannya ke langit.

Walaupun laser itu terkesan kuat, Gira masih belum serius. Sebelumnya, aku pernah menerima serangan sama, yang lebih kuat dari yang barusan. Jadi ia melakukannya untuk menyapaku, yah? Ia kan suka melihat orang sengsara. Kalau begitu caranya, kurasa aku harus membalas sapaan halusnya.

Aku mengeluarkan martil kristal raksasa dari [Storage] dan mengaktifkan Power Rise.

Teleport!(Touya)
?!(Gira)

Tepat berada di belakangnya, aku pun mengayunkan martil itu seakan-akan ingin melakukan sebuah home-run.

JEDARRR!!! Sebelum martil itu mengenainya, aku mengaktifkan “Gravity” untuk menambah daya serangnya.

Pada saat yang sama, aku melepasnya… Gira dan martil itu pun terbang ke arah lain.

Kelas-Penguasa itu jatuh dan terhempas ke tanah.

Akan tetapi, ia bangun seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Sialan~,
seharusnya aku tahu kalau serangan tadi tidak cukup.

Yo~, Touya. Tidakkah kau terlalu berlenbihan..? Sampai-sampai melakukan serangan dadakan?(Gira)

Khusus hari ini, aku tidak mau kau ganggu. Aku sibuk… jadi aku senang kalau kau mau duduk diam di pinggir.(Touya)

Aku merespon senyuman bengis Gira dengan senyuman yang sama. Dengan adanya Brunhild di tangan, aku merubahnya mode-senapan.

Mengenai sibuk, kami juga sama tahu. Soalnya aku harus mencari dan mengalahkan Yura si brengsek itu …kurasa ini mustahil, tapi aku harus menanyakannya. Kau tidak melindunginya, bukan? Touya?(Gira)

…haa?(Touya)

Maksudnya apa? Kelas-penguasa bernama Yura…yang sepertinya bekerja sama dengan Dewa-bawahan. Apa yang telah ia lakukan ?

Kesampingkan itu, ada masalah yang lebih serius ‘tuk dipikirkan.

…apa maksudmu aku melindunginya? Apa ini artinya Yura sudah ada di dunia ini?!(Touya)

…sepertinya kau benar-benar tidak tahu. Sialan! Ini merepotkan. Si brengsek itu…ke mana sih perginya?(Gira)

Gira mengatakannya dengan wajah kesal. Menurutku, ia sedang mencari keberadaan Yura. Aku tambah bingung…mereka ini rekan atau musuh, sih?

Intinya, kalau Yura itu sudah ada di dunia ini (seperti yang Gira katakan), situasinya akan tambah kacau. Walaupun ia tertarik oleh Backlash, dengan berjalannya waktu, Yura pasti bisa menstabilkan tubuhnya di dunia ini. Dan kalau sampai itu terjadi…

…apa yang terjadi dengan kepompong Dewa-Iblis? Fraze aneh ini lahir darinya, kan? Apa Yura yang melakukannya?(Touya)

Ha? Maksudmu “Telur Cahaya”? Kau juga mengetahuinya, yah? Kemungkinan besar benda itu ditinggalkan Yura, tapi kami tidak bisa menggoresnya sama sekali. Apa-apaan benda itu? Telur Cahaya itu menangkap bawahan kami dan mengubahnya menjadi makhluk menjijjikkan.(Gira)

Begitu mendengarnya, aku menghela nafas.
…jadi kepompong itu belum menetas, dan masih ada di celah antar dimensi, yah? Syukurlah Yura tidak menaruhnya di dunia ini.

Dengan kata lain, Yuraa telah melepaskan diri dari Gira dan kelas-penguasa lainnya, bukan? Sepertinya ia meninggalkan kepompong itu dan bergerak sendirian, tapi perasaanku tidak enak. Mustahil ia meninggalkan kepompong itu begitu saja. Sial! Aku tidak tahu situasinya.

Yah, aku tidak terlalu peduli dengan apa yang ia rencanakan dengan Dewa-Iblis. Aku akan membunuhnya kalau sampai menghalangi jalanku yang mengagumkan ini.(Gira)

… bukankah kalian sama-sama kelas-penguasa? Bukankah kalian rekan?

Aku tidak ingat pernah menganggapnya seperti itu. Siapapun yang menghalangi jalanku adalah musuhku. Hal itu juga berlaku bagimu.(Gira)

Gira mengubah tangan kanannya menjadi tombak kristal dan menusukkannya padaku.

Slip!(Touya)

Gaa!?(Gira)

Setelah mengaktifkan sihir legendaris, Gira jatuh dengan indah. Aku mencoba menembaknya dengan peluru kristal, tapi ia berhasil kabur sebelum aku melakukannya.

Gira menembakkan ujung tangan tombaknya ke batu dan keluar dari area sihir Slip dengan menarik tubuhnya.

Hei! Curang!(Gira)

Ia marah dan melototiku. Tidakkah itu kasar?
Dalam pertempuran, sihir ini lah yang terkuat.

Kalau kau ingin, haruskah aku membuatmu terjatuh untuk selamanya, hah!?(Touya)

Cih~, memang merepotkan, tapi seharusnya tidak akan ada apa-apa kalau aku tidak menyentuh tanah.(Gira)

Saat Gira mengatakannya, kedua kakinya berubah menjadi kenalpot. Tak lama kemudian, tubuhnya melayang di udara. Oi-oi, tidakkah itu curang?

Kalau dipikir-pikir, bukankah aku sudah menemui Fraze-tipe-terbang? Tidak aneh lah kalau kelas-penguasa juga bisa melakukannya.

Dengan ini, aku tidak akan terjatuh lagi! Huehuehuehue!!!
Saatnya mengakhiri ini!!
(Gira)

Walaupun melayang, cara menyerangnya sama saja dengan saat berada di tanah.

Dengan Brunhild yang ada di mode-senapan, aku menembaknya beberapa kali, akan tetapi kekuatannya masih kurang. Walaupun wajah dan dadanya tertembak, Gira tetap tenang dan menusukkan tangan tombaknya ke arahku.

Accel!!!(Touya)

Saat tombak itu hampir mengenaiku, aku berhasil menghindarinya dengan sihir akselerasi.

Akan tetapi, setelah melihat gerakanku, Gira menendangkan kaki ke tanah, mengubah alur lompatannya, dan menusukkannya lagi.

Sepertinya ia ingin menyerangku dengan bahunya, karena terlihat duri kristal tajam di bagian tubuhnya. Ini buruk! aku tidak bisa menghindar!

Shield!(Touya)

Setelah mengaktifkannya, aku berhasil menghindari serangan duri itu, tapi aku tidak bisa menghindari tendangan Gira….aku pun terhempaskan, dan jatuh ke tanah.

Aku langsung berdiri dan mencoba memperbaiki kuda-kuda, tapi Gira sudah menghilang. Saat ketemu, tangan kanannya kembali semula, dan mencoba melesat ke arahku.

JEDAARRR! Saat berhasil menghindarinya dengan melompaat ke samping, aku terkena shockwave kuat sehingga tanah bergetar hebat. Tangan Gira menghancurkan permukaan tanah, menunjukkan betapa kuatnya serangan barusan. Kuat sekali serangannya.

Tidakkah kau bosan terus-terusan menghindar seperti itu, Touya?(Gira)

Ucap Gira dengan senyuman.

Sialan~! Sulit rasanya menghindari serangan cepat itu dengan Teleport. Aku harus tahu pergerakannya, yang membuat 1 detik menjadi sangat fatal.

Dan juga…sepertinya bajingan itu bisa menandingi kecepatan Accel. mustahil rasanya melakukan serangan dadakan seperti tadi.

Satu lagi…kekerasan tubuhnya. Tembakanku barusan mengenai wajah dan dadanya, tapi serangan itu tidak menembus tubuhnya walaupun cuma 2cm saja..

Seharusnya kelas-pengauasa juga punya core. Akan tetapi, lokasinya tidak diektahui.

Fraze biasa itu transparan, membuat core mereka bisa dilihat dengan mudah. Sedangkan untuk kelas-penguasa, hanya kristal yang melekat di tubuhnya saja lah yang transparan, tubuhnya tidak.

Kalau aku berasumsi ia punya organ seperti manusia, maka core nya ada di jantung atau otak…. Atau di dada… sial! Seharusnya aku menanyakan ini pada Rize yang menemani End.

Kurasa bukan saatnya untuk memilih-milih cara bertarung lagi...(Touya)

Aku mengalirkan Kekuatan Surgawi ke seluruh badan. Ledakan energi pun terpancar dari tubuhku karena efek dari Otoritas Energi Surgawi.

Oh? Apa lagi ini?(Gira)

Melihatnya, Gira mengerutkan jidat.

Sepertinya warna rambutku memang berubah, tapi tidak memanjang. Mungkin artinya aku sudah bisa mengendalikannya sampai batasan tertentu.

Hei. Kalau mau menakutiku, seharusnya kau mengganti penampilanmu!!(Gira)

1 sekon-detik kemudian, Gira menjadi sangat dekat denganku dan menyerang dengan serangan barusan. Saat ini…aku bisa melihat serangannya dengan jelas.

Tangan kiriku yang terlapisi Kekuatan Surgawi menghentikannya.

Apa!?(Gira)

Tanpa memperhatikannya, aku menekan tanganku. Dengan suara retakan, tangannya pun hancur berantakan.

Bangsat!!! (Gira)

Gira pun melompat ke belakang sambil menghunuskan tangan lainnya. Kemudian, 5 jarinya mencoba menusukku.

Terlihat…. Dengan pedang Brunhild + Kekuatan Surgawi, aku menebas semua jari-jarinya.

KAU! APA YANG KAU LAKUKAN!!?

Cuma sebuah trik. Aku masih belum menguasainya tahu, dan kau memaksaku menggunakannya.(Touya)

Aku bercanda, tapi tidak bohong. Bertarung saat Otoritas Energi Surgawi aktif membebani tubuhku. Walaupun sekarang tidak apa-apa, kemungkinan besar aku akan pingsan saat pertarungan ini selesai.

Jadi intinya aku harus mengakhiri ini secepatnya. Harus segera karena lawan-ku adalah para Fraze, yang untuk sekarang ditambah dengan Fraze-emas.

Merasa tenang, yah? Kau cuma manusia! Sepertinya aku juga harus serius! Bersiaplah!!!!(Gira)

Kedua tangannya mulai meregenerasi. Akan tetapi, tidak sampai itu saja.

Kristal yang menutupi tubuhnya tumbuh. Dari kepala sampai perut, bahkan bagian yang tidak transparan pun ditutupi kristal. Kecuali matanya, seluruh badannya tertutupi kristal.

Kuku-kuku di tangannya juga ikut berubah. Beberapa tombak kristal tajam tumbuh dari punggungnya semetara kepalanya menumbuhkan sebuah tanduk. Ia juga memiliki ekor panjang.

Apa sebutan Buas-ifikasi cocok baginya? Kalau begitu, ia adalah binatang buas kristal. Walaupun ia persis dengan penduduk ras-naga, wujudnya yang sekarang terlihat lebih mengerikan.

Apa ini wujud kelas-penguasa yang sebenarnya?

Eeaaa!!(Gira)

Tebasan kuku Gira membuat serangan shockwave. Berkat kekuatan ini, aku bisa melihat dan menghindarinya, tapi beberapa Fraze di sekitarku tidak beruntung dan malah terkena serangannya sehingga hancur berkeping-keping.

Aku pun menembakkan beberapa peluru + kekuatan surgawi ke arahnya. Sambil membuat pose X, Gira mencoba bertahan, tapi peluru itu menembus pertahanannya.

Ha?! Pertahanan kuatku pun hancur!?(Gira)

Baiklah! Dengan ini aku bisa menembus pertahanannya. Akan tetapi, regenerasi-nya sangat cepat sehingga membuat peluru itu jatuh ke tanah.

Sepertinya seranganku tidak akan ada efeknya selama core-nya tidak hancur.

Sialan kau…! Jangan remehkan aku! Akan bunuh kau, TOUYA!!(Gira)

Gira berteriak. Aku tidak bisa melihat wajahnya, tapi kalau dilihat dari tubuhnya yang gemetaran, sepertinya ia sangat marah.

Mhhmm… Apa..? Badannya mengeluarkan suara dan sekumpulan cahaya mulai keluar darinya. Jangan-jangan… apa ia mau menembakkan laser yang digunakan kelas-atas!?

Cahaya itu berputar, membutakan siapapun yang ada di sekitar. Melihat ini, semua orang berhenti bertarung dan menjauh darinya.

Sial, kalau begini…!(Touya)

Si bajingan itu pasti akan menembakkannya padaku. Dengan wujud ini, aku bisa saja menghindarinya, tapi para ksatria yang ada di belakangku pasti akan terkena.

Gira yang tak mempedulikan hal ini, terus melakukannya.

Tiba-tiba, sebuah bola merah bercahaya bersinar di dalam tenggorokannya. Itu…apa itu core-nya!?

Omong-omong, core kelas-atas juga terlihat saat hampir mengeluarkan serangan itu. Tidak salah lagi. Kalau aku menghancurkannya…

Selesai sudah! Terima ini!(Gira)

Saat laser itu akan ditembakkan, badan Gira tertabrak sesuatu.

Entah darimana datangnya, sebuah peluru kristal raksasa menabrak Gira dan hancur berkeping-keping.

Ia berjalan tertatah ke belakang tanpa terhempas sama sekali, tapi aku tidak menyia-nyiakannya.

Aku pun menembakkan peluru kristal + Kekuatan Surgawi+++ ke tenggorokannya. Sesaat kemudian, suara hancurnya gelas terdengar di bawah langit tak berawan + tak berbulan ini.

….Eh?(Gira)

Gira pun langsung memegangi tenggorokannya. Lubang yang dihasilkan peluru itu menembus tenggorokan beserta core-nya.

Kristal yang menutupi tubuhnya mulai hancur dengan suara retakan yang keras.

Mus… ta… hil…(Gira)

Badannya berubah menjadi kristal seolah-olah hal itu menyerap energy kehidupannya. Setelah itu, Gira yang telah berubah menjadi seonggok kristal, jatuh dan hancur berkeping-keping.

Untuk berjaga-jaga, aku terus memperhatikannya, tapi tidak ada tanda-tanda ia akan bangkit lagi.
Aku…berhasil, bukan?

Dengan perlahan, aku menoleh ke seorang Dewi yang memberiku kesempatan emas tadi.

Di kegelapan, terlihat bayangan FrameGear berwarna perak, Brunhilde dengan senjata sniper-nya. Seperti yang diharapkan dari Yumina. Berhail menembak dari jarak sejauh ini sangatlah hebat… Tembakan itu menyelamatkanku.
(Shiro7D : Nice job Yumina ^_^)

Aku pun menon-aktifkan mode-surgawi sambil menghela nafas. Sesaat kemudian, rasa lelah + mengantuk tak tertahankan mulai terasa, membuatku tak kuat berdiri.

Karena lututku loyo, aku pun jatu…tidak, seseorang membantuku saat aku hampir jatuh.

Kerja bagus ~nanoyo. Serahkan sisanya pada kami ~noyo(Karen)

Yang barusan itu sangat mengagumkan, lho. Tidak buruk.(Moroha)

Saat mataku terbuka, terlihat wajah familiar di sisiku….melihatnya membuatku tersenyum pahit, mungkin karena merasa lega.

Tidakkah terasa ironis saat kakak-kakak tersayangku selalu datang terlambat?(Touya)

Mereka mungkin terbang ke sini saat merasakan Kekuatan Surgawi-ku dan para Fraze itu. Karen-nee-san dan Moroha-nee-san memegangi tanganku.

Oh, ayolah! Jangan begitu. Aku cuma ingin melihat perkembanganmu, jadi aku melarang mereka membantumu.(Kami)

1 wajah lain muncul di depan mata. Ehh? Kami-sama juga datang? Yah….ya iya lah. Ia kan ada di bawah. Akan tetapi, sepertinya para Dewa lainnya tidak datang.

Aku tidak tahu apa yang kelompok Kousuke-oji-san lakukan, tapi aku yakin seyakin-yakinnya kalu Suika sedang mabuk dan tidur.

Oh. Ini buruk. Barir dunia… mungkin sudah…(Touya)

Tidak apa-apa. Saat mereka dikalahkan, aku akan mengembalikan sisanya dengan sihir transisi. Tenanglah.(Kami)

Oh… begitu…ya… Yah… saya… serahkan…sisanya…pada….anda… (Touya) 

Mungkin ini disebabkan kelelahan, tapi aku tiba-tiba mengantuk dan langsung tertidur.


Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

3 comments: