Sunday, 14 July 2019

Evil God Chapter 63


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Chapter 63 :
Penaklukan Menara Kristal (1)


Semua benda yang ada di lorong menara besar ini juga terlihat besar.
Aku berjalan di depan.
[Ah.]
Terdengar suara Adrigori.

[Nn?]
Akupun berbalik.
[Uwaaah]
Aku menerima serangan pukulan memotong dari patung di sebelahku.


[Yah, kalau tidak hati-hati, itu bisa jadi sebuah perangkap yang mematikan, tapi kalau bagi Ashtal-sama, Anda pasti akan baik-baik saja.]
Pak tua mengatakannya seolah itu bukan apa-apa.
Sebenarnya karena aku memiliki pelindung serbaguna, aku tak akan menerima damage sedikitpun.
Karena aku yang berjalan di depan, sudah pasti aku yang pertama terkena perangkap.
Yah, tak masalah sih.

Saat aku menghiraukan perangkap dan terus melangkah maju, beberapa puluh monster terlihat di kejauhan.
Tidak, mereka bukan monster.
Mungkin lebih tepat kalau disebut sebagai robot.

[Mereka adalah pasukan kekaisaran kuno yang disebut spesies armor.]
Jelas pak tua.
Tangan mereka berbentuk seperti gatling gun.
Dan pada setiap gatling gun memiliki empat laras.
Tubuh bagian bawah mereka berbentuk seperti ulat. Dan bagian atasnya berbentuk seperti robot manusia.
Pada kedua bahu mereka terdapat dua buah senapan.
[Hou hou...]
[Tapi karena ini adalah lantai pertama, bukankah mereka hanya musuh yang lemah?]
Bagaimana kalau kita coba.

Saat aku mulai mendekat pada mereka, sebuah suara “beep” terdengar lalu spesies armor itu mulai menyerangku.
Lengan gatling gun mereka berputar dan menembakkan peluru sihir kearahku.
Pelurunya memiliki empat warna yaitu merah, biru, kuning dan hijau.
Masing-masing mewakili atribut api, air, tanah, dan angin.
Kemudian peluru sihir berwarna hitam dan putih ditembakkan dari spesies armor bertipe tank.
Itu adalah peluru atribut cahaya dan kegelapan.

[Begitu ya, jadi serangannya memiliki seluruh atribut.]
Aku menganalisanya sambil menerima serangan tersebut.
Lebih tepatnya aku menangkisnya menggunakan pelindung.
Kemudian aku meninju salah satu dari mereka.
Ternyata mudah sekali untuk hancur.

[Fire ball}
Saat aku merapalkannya, beberapa bola api dengan ukuran beberapa meter terbentuk.
Aku melepaskan tembakan ke seluruh spesies armor tersebut.
Meski spesies armor tersebut tidak terkena serangan secara langsung, namun efek kejutnya tetap menghancurkan mereka.

[Luar biasa.]
Adrigori bertepuk tangan dengan wajah serius.
[Hmm... lantainya tidak hancur.]
Lantainya tidak tergores sedikitpun bahkan setelah menerima serangan itu.
Aku cukup terkejut.

[Bangunan ini sangat kokoh. Tentu saja, jika Ashtal-sama benar-benar serius, maka mungkin saja Anda bisa menghancurkannya. Tapi akan jadi masalah jika Anda menghancurkan menara ini.]
[Aku tahu, aku tak akan melakukan itu.]
Aku dengan santai melambai ke arah Adrigori.
Sisa spesies armor yang telah hancur kemudian bergerak ke pojok ruangan seakan menarik perhatian kami.
Lalu, lantai di pojok ruangan terbuka dan mengambil sisa-sisa tadi.
Pak tua lalu menunjuk ke arah sana.
[Menara kristal ini sepertinya bekerja secara otomatis. Bahkan sudah berlangsung selama ribuan tahun. Sepertinya menara ini mampu membuat sumber tenaga sendiri.]
[Tuan dari menara ini, orang-orang dari kekaisaran kuno, telah musnah. Tapi sepertinya mereka sangat rajin dalam urusan kerja.
Sepertinya spesies yang hancur telah diproses kemudian dibentuk kembali.
Setelah beberapa saat, mereka telah tersusun kembali dalam sebuah formasi.
Akupun kembali berjalan sambil mendengar informasi tersebut.
Di belakang sana terdapat sebuah benda mirip elevator.
Kamipun naik dan dibawa ke lantai atas.

[Kelihatannya musuh di sini lemah semua.]
Adrigori pun menjawab pernyataanku tadi.
[Soalnya kita masih berada di lantai pertama. Yah, meski di lantai 15 yang dulu pernah kudatangi, tidak ada musuh yang bisa menjadi ancaman bagi kami, apalagi Anda.]
[Tidak, bahkan serangan spesies armor tadi harusnya cukup menyakitkan. Soalnya mereka bisa menggunakan atribut yang merupakan kelemahanmu.]
Serena sepertinya terkejut oleh percakapan kami.
[Kami tak lemah terhadap atribut manapun.]
Dewa iblis hanya memiliki atribut evil.
Itu bukanlah salah satu dari empat atribut dasar, api, air, tanah dan angin.
Bukan juga atribut cahaya ataupun kegelapan.
Itu adalah atribut ketujuh.
Atribut evil merupakan sebuah atribut datar yang tidak memiliki kelemahan maupun kekuatan terhadap atribut manapun.

[Lantai pertama seperti lantai percobaan. Mulai dari lantai kedua dan seterisnya, tiap lantai memiliki mekanisme masing-masing.]
[Sepertinya menarik.]
Aku merasa tertarik seperti sedang memainkan sebuah game.

=Lantai kedua=

Sebuah ruangan besar dengan enam panel enam sisi tersebar di atas lantai.

[Ini adalah lantai pemberi damage berupa racun, api, petir, dan sebagainya, jadi kalian harus bertarung sambil menghindarinya.]
Serena dan pak tua tidak ikut bertarung dan hanya memberi arahan dari jauh.

[Oke.]
[Oh...]
[Begitu...]
Tiga orang yang berada di atas panel, aku, Jeko, dan Adrigori mengatakan pendapat kami.
Racun tidak berpengaruh pada dewa iblis.
Kami juga akan segera sembuh jika terkena damage.
Ah, lagipula aku punya pelindung.
Jadi lantai di sini tak akan memberikan damage pada kami.
Musuh di lantai ini adalah spesies armor berjenis pesawat dan helikopter yang bisa terbang di udara.
Semua berakhir saat aku menembak jatuh mereka.

=Lantai ketiga=
[Saat HP bos sudah tinggal setengah, dia akan memanggil lebih banyak spesies armor. Kalian bisa mengalahkan anak buahnya terlebih dahulu, tapi jika jumlah mereka bertambah banyak, akan sulit mengalahkan mereka. Kalian bebas mau memilih memberi tugas pada satu orang untuk mengurus anak buah lalu yang lainnya menyerang bos, atau mengalahkan semua anak buahnya terlebih dahulu kemudian menyerang bos. Taktik kalian sangat diuji di lantai ini.]
[Ah, maaf. Bosnya langsung mati saat aku serang.]
[.......]
Serena terkejut dan tak bisa menutup mulutnya yang terbuka lebar.
Mekanisme lantai ini tak berguna.

=Lantai empat=
Ada dua buah spesies armor berbentuk manusia.
Yang di kiri memegang sebuah pedang, dan yang di sebelah kanan memegang sebuah perisai.
[Tentu saja, yang di kanan memiliki kekuatan serang yang tinggi sedangkan yang di kiri punya kekuatan bertahan yang tinggi. Biasanya yang di kiri akan lebih mudah dihancurkan. Tapi jika Anda menyerang dan mengalahkan yang di sebelah kiri, maka yang di sebelah kanan akan meledak. Kekuatannya tergantung dari sisa HP yang di sebelah kanan, jadi kalau dikalahkan dalam keadaan utuh, maka kekuatan ledaknya pasti akan sangat dahsyat.]
[Begitu ya...]
Aku menganggu lalu memukul yang sebelah kiri.

Sebuah bunyi “bubuu terdengar seakan kami memilih pilihan yang salah, kemudian armor di sebelah kanan diselubungi oleh cahaya.
Duaaar
Sebuah ledakan yang sangat besar telah terjadi.

[Uhuk! Jangan tiba-tiba begitu dong!]
Aku menghiraukan protes dari Adrigori.
[Eh, kita pasti akan baik-baik saja, tapi di sini ada Serina-dono.]
[Ah.]
Aku baru menyadarinya saat Adrigori mengatakan itu.
Saat aku berbalik dan melihat ke arahnya, pak tua terlihat telah melindunginya, jadi dia tidak terluka.

[Maaf.]
Aku meminta maaf, tapi Serina tidak mempedulikanku.

[Aku baik-baik saja karena Julius-sama telah melindungiku.]
Serina memegang pak tua dengan erat.
[Tak masalah selama kau baik-baik saja.]
[Tidak tidak, terima kasih, tapi, umm... bisakah kita seperti ini untuk beberapa waktu?]
Sepertinya mereka telah memasuki dunia milik mereka berdua, jadi aku segera melanjutkan perjalanan.

=Lantai lima=
Sebuah spesies armor berbentuk kura-kura raksasa telah menanti kami.

[Tubuh utama punya cangkang yang sangat keras, hampir mustahil menembusnya. Saat Anda menyerangnya, kura-kura kecil akan muncul. Buat  mereka lemah lalu tangkap. Saat tubuh utama mendekat, kepalanya keluar, terus serang.]
Serina memberi penjelasan, tapi entah kenapa terdengar tidak niat sama sekali.

[Oke, dia datang.]
Kemudian aku melakukan serangan nekat ke tubuh utama.
Lalu aku memukulnya.
[Hmmh... keras juga.]
Tubuhnya tidak bergeming saat menerima seranganku.

[Ah, akhirnya ada mekanisme yang berhasil.]
Entah kenapa, Serina terlihat lega.

[Kalau begitu...]
Aku melepas cincin yang menahan jaki milikku.
[Haaaaaa!]
Aku mengumpulkan jaki kemudian kembali memukulnya.
Kamipun mendengar sebuah suara yang menandakan cangkang itu hancur.
[Hoatatatatatata!]
Aku terus memukulnya dan menghancurkan tubuh utamanya.

[Aku tak mau ikut campur dengan mereka lagi.]
Keluh Serina.
[Yang mengamuk sesuka hatinya itu hanya Ashtal-sama.]
Adrigori membalas perkataannya dengan santai.
Kemudian kamipun melanjutkan perjalanan.



Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya 

10 comments:

  1. Woooooooooooo Akhirnya dilanjut :v

    ReplyDelete
  2. Setelah sekian lama menunggu :v

    ReplyDelete
  3. Akhir nya bg toyib pulang ke Web

    ReplyDelete
  4. Thanks min dan ditunggu update selanjutnya

    ReplyDelete
  5. Setelah sekian lama menunggu :v

    ReplyDelete
  6. Yg di tunggu" ahirnya nongol lagiπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
  7. Trims, min. Akhirnya dilanjut jg..

    ReplyDelete
  8. Ngakak cuwk dikirain susah eh sekali di pukul ancur :'v

    ReplyDelete