Saturday, 20 July 2019

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 296 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Mizuki Hashima
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 27: Dunia Kebalikan

Chapter 296: Latihan Sihir, dan Bakat



Aku paham. Tapi, seharusnya kau ke sini dengan normal saja(Nia)

Aku gak bohong kok. Sungguhan……(Touya)

Aku, yang duduk dengan gaya seiza di tenda, sedang meratapi nasib dan mendengarkan apa yang Nia katakan.

Entah kenapa terasa mengenakkan… Enggak enggak! Kalau terus-terusan begini, martabatku akan jatuh.

Untung bukan Wakil-Ketua. Kalau yang diintip itu dia, kau pasti akan menyesal, Touya-san.(Yuri)

Kalau sampai Est tahu kelememahan orang, ia tak kenal ampun. Ia akan memaksa mereka ‘tuk kerja rodi.(Nia)

Ucap Yuri sambil memainkan rambut keriting panjangnya, yang direspon dengan anggukan Nia.

Usut punya usut, saat ini Est tidak ada. Anggota lainnya, Yuni juga tidak ada. Kudengar mereka sedang menginvestigasi sesuatu di Allen, Ibukota Suci Arendt. Bisa dikatakan kalau aku beruntung karena terselamatkan dari takdir yang bisa berakhir lebih buruk.

Akan tetapi~ bukan berarti aku akan memaafkanmu begitu saja~!(Nia)

Nia menunjukkan senyuman licik dan tertawa.
Iya ya~.

……apa maumu?(Touya)

Sudah kubilang, kan? Ajari aku sihir. Yang mudah pun tidak masalah ~(Nia)

Ah! Saya juga!(Yuri)

Enggak-enggak. Masak harus begini? Dalam dunia di mana sihir tidak berkembang, apakah aku boleh mengajarkan sihir pada penduduknya?

Tapi dunia ini kan menerima keberadaan sihir. Oleh karenanya, kurasa aku tidak usah khawatir. Di samping itu, toh buku sihir dijual secara bebas…

Hhhmm. Ajari yang mudah saja lah.

…okelah kalau begitu. Tapi ingat! Jangan menyalahgunakannya, lho ya..(Touya)

Yah….apa kau benar-benar mengatakan itu pada kami?(Nia)

Ah~…jadi begini…kau tahu pepatah? Orang baik tidak akan menggunakan sihir dengan caya yang nantinya akan mereka sesali.(Touya)

Walaupun mengatakan hal ini ke kelompok Pencuri itu adalah sebuah kegoblokan, aku tetap mengambil pecahan batu sihir dari Storage.

Di dalam tenda, aku menatanya di atas meja dengan lampu ‘tuk penerangan.

Itu apa? Batunya indah~(Nia)

Sudah kuduga… atau….kurasa pasti begitu karena sepertinya batu sihir tidak ada di dunia ini. Hadeh. Kurasa ini lah alasan kenapa sihir tidak berkembang.
Kalau tidak salah, di dunia ini ada yang namanya batu sihir cahaya. Kurasa batu itu adalah variasi dari batu sihir elemen cahaya. Mungkin ada beberapa hal yang mirip dengan dunia kami.

Ini pecahan batu sihir. Kita bisa tahu bakat kalian berdua dengannya. Jangan marah kalau kau tidak punya bakat, lho ya. Karena di rumahku, ada banyak orang yang tidak punya bakat menggunakan sihir.(Touya)

Terlebih lagi di dunia ini. Aku berani bertaruh orang yang bisa menggunakan sihir cuma sedikit, tidak punya kekuatan sihir itu bukan alasan. Kalau dibandingkan dengan keran air, airnya tidak keluar karena kerannya tidak ada atau susah diputar.

Kalau situasi itu terus berlangsung selama beberapa generasi, kerannya akan berkarat. Akan tetapi, air tetap akan mengalir kalau kerannya terbuka.

Sihir di dunia ini..sepertinya bisa dikatakan sebagai sesuatu yang hanya bisa dipelajari via institut pendidikan special yang kemungkinan hanya bagi beberapa orang saja. Aku berani mengatakannya karena adanya Golem, sihir di dunia tidak dianggap penting sampai jadi lebih jelek daripada milik dunia kami…

Sebaliknya, alasan kenapa Nia tertarik pada sihir itu sangat misterius.
Mungkin karena aku menunjukkan sihir yang sangat praktis.

Jadi…apa yang harus kulakukan?(Nia)

Merapallah sambil memegangnya. Kalau batunya bereaksi, itu artinya kau punya bakat di elemen itu.(Touya)

Aku ingin mencontohkannya, tapi hasilnya akan mengerikan karena banyaknya kekuatan sihir yang kupunya.

Setelah mengajari rapalan mudah, hasilnya adalah Nia punya atribut api sementara Yuri punya atribut cahaya.

Sejujurnya, ini mengejutkan. Walaupun kupikir kemungkinan mereka punya beberapa atribut itu cukup besar, kemungkinan  punya 1 itu cukup sedikit  . Akan tetapi, ini akan terus kurahasiakan.

Apa kau tahu yang namanya aliran sihir?(Touya)

Tahu kok. Soalnya kami menggunakannya saat mengendalikan golem. …bentar, Rogue telat. Ke mana sih perginya?(Nia)

Kalau tidak salah, Rogue itu golemnya Nia, bukan? Aku belum melihatnya. Tapi…apakah golem itu bisa bergerak secara otomatis? Sepertinya Rogue termasuk golem yang otomatis.

Kurasa mereka memang membutuhkan orichalcum untuk memperbaikinya.

Yah.. karena mereka bisa mengendalikan kekuatan sihir, penjelasannya akan lebih mudah. Saat mengajari pemula, masalah pertama adalah mengajari konsep dari kekuatan sihir itu sendiri, yang bisa memakan waktu yang sangat lama sekali… setidaknya itulah yang Lindzey dan Rin ucapkan padaku dulu.

Yah… saat Sakura belajar, ia butuh waktu yang lama sampai akhirnya bisa menggunakan sihir.

Intinya, coba kumpulkan kekuatan sihirmu, imajinasikan sesuatu, dan rapalkan rapalannya.(Touya)

Menunjukkannya secara langsung akan membuat mereka lebih paham dalam mengimajinasikannya.

Ya elemen Cahaya! Munculkan Bola Cahaya Suci! Light!(Touya)

Bola cahaya sebesar bola baseball pun muncul di depan jari yang kuangkat.

Oooooo, HUUUEEBAATTT~! BERCAHAYAAA!(Nia)

Fuaaaa…indah, yah!!(Yuri)

Setelah menerbangkannya ke sana ke mari di tenda, aku menjentikkan jari dan menon-aktifkan Light.

Sihir itu, aku bisa gak!?(Nia)
Ya enggak lah.(Touya)
Oi! Kok bisa!!?(Nia)
Kan sudah kubilang..? Ada alasan kenapa bakat sihir itu disebut elemen. Light adalah sihir elemen cahaya. Sedangkan kau, cuma bisa menggunakan sihir ber-elemen api…paham gak, Ni~a?(Touya)

Yuri, yang ada di samping Nia yang cemberut, pun angkat tangan.

Kalau begitu, bagaimana denganku…?(Yuri)

Kalau Yuri, bisa. Coba kumpulkan kekuatan sihir dan imajinasikan bola cahaya. Lalu, rapalkan rapalan yang kubacakan tadi. Akan mudah jadinya kalau kau percaya bisa melakukannya.(Touya)

Uuhhmm……Ya elemen Cahaya…..Munculkan Bola Cahaya Suci….. Light!, waah!」(Yuri)

Bola cahaya seukuran koin pun muncul di depan jarinya.

Terkejut melihatnya, konsentrasinya mungkin buyar, bola cahaya itu pun hilang. Yah…setidaknya ia berhasil. Sihir ini masih dasar, jadi tidak terlalu sulit.

Sudah kuduga. Sepertinya di dunia ini pun ada yang namanya ‘jenius’ yang bisa menggunakan sihir tanpa adanya masalah.

Hilang…(Yuri)

Konsentrasimu buyar. Kalau kau sudah terbiasa, kau tetap bisa menggunakannya bahkan tanpa konsentrasi sekalipun. Sebaliknya, kalau kau mengunakannya secara tiba-tiba, sihir ini bisa seperti kilat.

Walaupun aku mengatakannya dengan sombong, apa yang kukatakan tadi hanyalah ucapan Lindzey. Light memang sihir dasar, tapi bisa jadi kuat kalau digunakan secara sedemikian rupa.

Tapi..aku juga bisa menggunakan sihir. Senangnya~(Yuri)

Adddaaaaaaa~a! Selanjutnya aku!!!! Hei~ ayolah!! Ajari aku sihir api!(Nia)

Untuk menenangkan Nia yang mulai menggila, kami pun keluar tenda.
Nia punya bakat elemen api, jadi kami tidak bisa melakukannya di dalam.

Akan tetapi, daerah sekitar adalah hutan, yang sama-sama tidak cocok dijadikan tempat latihan.

Tempat ini adalah benteng yang ditinggalkan, jadi ada banyak tumbuhan di sekitar bangunan yang hampir roboh. Aku pu memilih pojokan salah satu bangunan.

Ya Elemen Api! Buatlah Serangan Batu Api! Ignis Fire!(Touya)

Kemudian…sebuah bola api berukuran kelereng keluar dari jari. Bola api itu pun menabrak bangunan dan membakarnya. Aku menahannya, jadi api itu tidak menghancurkan bangunan. Akan tetapi, tumbuhan yang ada padanya hangus…..bangunan itu terus terbakar untuk waktu yang agak lama.

Uuuuooooo! Apinya keluar!(Nia)

Tidak cukup kuat ‘tuk membunuh, tapi berguna. Ini lah sihir api paling dasar.(Touya)

Aku pun menjelaskannya pada Nia yang matanya berkilauan. Kemudian, ia menghadap ke bangunan dan mulai merapalkannya….persis seperti yang kuajarkan barusan.

Ya Elemen Api! Buatlah Serangan Batu Api!!!! Ignis Fire!!!!!(Nia)

Kemudian, batu api kecil muncul dan menabrak bangunan itu…persis yang kulakukan tadi. Bola api itu menabrak…dan menhancurkan sebagian dindingnya.

Oh? Tidakkah miliknya agak kuat?

Berhasil!!! UUOOOOOOOOO! ASIIIKKKKKKK~!(Nia)
(Ramune: kalau dibayangin di anime, mungkin Nia ini gak terlalu jauh dengan kelakuan Hinata yang ada di Wataten….)

Nia terus menembakkan beberapa bola api dengan senang. Heee. Kekuatan Sihirnya cukup banyak, yah. ……bentar! Bukannya tadi ia tidak merapalkan mantra untuk tembakan kedua!?

Tunggu dulu. Aku memang tahu hal itu bisa dilakukan kalau formula sihir yang ada di dalam tubuh menyambung dengan kekuatan sihirnya, tapi hal itu sangat sulit.

Saat ini, cuma sihir ini lah yang diketahuinya. Aku tidak akan bingung kalau konsep penukaran formula sihir tidak ada di dunia ini tapi… selain hal barusan, pengendalian elemen yang bagus juga diperlukan. Hal itu bisa tejadi kalau ia sudah sangat terbiasa menggunakannya……..

Touya! Apa ada sihir lain?!(Nia)

Sihir lain?(Touya)

Bukannya gak ada sih, tapi kebanyakan sihir elemen api itu sihir serangan. Sihir lemah seperti Ignis Fire sih tidak masalah, tapi yang lain bisa membakar seisi hutan.

Ya Elemen Api! Buatlah Barir Api! Fire Wall!(Touya)

UWOOOOOOO! Ada dinding api~!!!(Nia)

Aku pun menunjukkan sihir pertahanan api. Tapi, ini sihir tingkat-menengah, mustahil bagi Nia yang baru saja belajar untuk mel……

Ya Elemen Api! Buatlah Barir Api! FIRE WALL!(Nia)

KOK BISAAAA!!?

Nia mengaktifkannya dengan mudah. Oi-oi! Apa-apaan ini? Bakatnya terlalu hebat……..

Saat aku belajar, mungkin Lindzey merasakan hal yang sama. Dalam kasusku, ini semua berkat Kami-sama, artinya karena kemampuan pemberiannya. Apa semua penduduk dunia ini punya bakat sihir yang hebat, yah?

Untuk mengetesnya, aku mengajari sihir tingkat-menengah pada Yuri, tapi ia tidak bisa mengaktifkannya. Bakatnya lumayan, jadi ia pasti bisa mengktifkannya kalau latihan terus-menerus. Akan tetapi, kehebatannya tidak sebanding dengan milik Nia.

……mungkin untuk hari ini sebaiknya aku tidak mengajari sihir dengan kerusakan hebat. Kalau ia bisa mengaktifkan Mega Explosion, aku tidak tahu apa yang akan ia perbuat nantinya.

Aku harus membicarakan hal ini pada Wakil-Ketua, Est nanti.

***

Oo iya, apa maksud kedatanganmu hari ini, Touya-san?(Yuri)

Saat kami beristirahat, Yuri bertanya. Eh? Sungguhan ditanya? Setelah semua yang terjadi tadi kau baru menanyakannya?

Aku ingin membeli Golem, tapi tidak punya uang. Nah, bukankah kemarin aku menjual orichalcum dan material lain? Nah itu…aku ingin mengambil uangnya…(Touya)

Aaa!? Eh!? Aku lupa!!!!

Oi.
Mungkin ia tidak akan lari dari tanggung jawabnya, tapi barusan bilang lupa….

Aku memang lupa membayarnya, tapi uangnya ada kok. Yuri, tolong ambilkan uang dari penyimpanan.(Nia)

Okeee~(Yuri)

Yuri pun berlari. Apa-apaan ini! Kalian lupa bayar, tapi masih disiapkan dan disimpan di penyimpanan? Oalah...aku juga salah karena tidak langsung mengambilnya.

Saat kembali, ia memberikan kantong kecil padaku. Karena banyaknya koin di dalam, kantong itu terasa berat.

Ummm. Kalau tidak salah, ada 150 koin Emas-Raja. Kau tidak akan bilang kurang, kan? Karena mengumpulkan segini saja, kami berjuang keras.

Walaupun kurasa nilai uang dunia ini beda dengan dunia satunya, kira-kira uang ini setara dengan 1.5 milyar yen kalau dibandingkan dengan uang Bumi.

Kelompok pencuri punya uang sebanyak ini itu rasanya agak…salah, mereka seharusnya memang punya uang sebanyak ini karena mereka itu kelompok pencuri.

Kalau segini, cukup gak ‘tuk beli golem?(Touya)

Kalau tipe ‘pabrik’ sih bisa. Tapi untuk tipe ‘warisan’ sepertinya tidak cukup. Golem itu ada banyak lho.(Yuri)

Dan juga, menemukan tipe ‘warisan’ di pasar itu sangat susah lho.(Nia)

Ah, masak? Tipe ‘warisan’ lebih baik, tapi untuk sekarang, tipe ‘pabrik’ saja sudah cukup. Karena kalau dipikir, profesor pasti akan memperkuatnya nanti.

Yah…bukan berarti kau tidak bisa mendapatkannya. Kalau di ‘tempat itu’ sih bisa.(Nia)

Oo iya. Ada 1 tipe ‘warisan’ di sana, kan?(Yuri)

…?(Touya)

Saat aku memperhatikan mereka berdua yang mengangguk-angguk sendiri, Yuri mulai menjelaskannya.

Biasanya, tipe ‘warisan’ ditemukan di reruntuhan dan sejenisnya. Ada 1 tempat di mana para adventurer menjualnya secara ilegal, yakni di tempat di mana tipe ‘warisan’ yang tidak bisa dijual bebas ditawar-tawar orang. Alasannya karena golem itu hasil curian, atau karena mereka menyesal telah membelinya dari orang.(Yuri)

Apa tempat seaneh itu ada? Dan juga, apa aku benar-benar bisa beli tipe ‘warisan’ kalau pergi ke sana..?(Touya)

Mungkin saja~. Kalau kau tidak keberatan, kami akan mengatarmu ke sana. Tempat itu berbahaya, tapi Touya pasti akan baik-baik saja.(Nia)


Apa-apaan penjelasannya? Apa memang seberbahaya itu? Saat aku bertanya di mana tempatnya, Nia menunjukan senyuman berani dan membuka mulutnya.

Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

9 comments: