Monday, 15 July 2019

Maseki Gurume chapter 1


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Tlnote :
SSR harusnya super super rare (double super rare) / specially super rare, kan?
Tapi di sini dibuat secret super rare ‘3’
Yah intinya seperti gacha biasa ada R, SR, SSR, UR
Dan juga jika dilanjutkan, untuk kedepannya apakah nama skill/monster dibuat dalam bahasa inggris atau dilokalisasikan ke bahasa indonesia?

Mohon kritik dan sarannya di komentar ^^
========================================================================



Chapter 1 :
Reinkarnasi yang Mengecewakan


Semuanya terlihat putih bersinar.
Di tempat yang tak berujung ini.

[Tak ada bedanya antara memutar gacha di tempat yang kau kenal dan memutarnya di tempat yang asing bagimu.]

Seperti yang dikatakan oleh Dewa itu. Keduanya sama saja.

[Aku ingin bertanya satu hal. Kalau begitu, apakah di kehidupanku sebelumnya, aku juga memutar gacha dihadapan Dewa?]

[itu bukan aku, melainkan Dewa yang lain.]

[Dan hasilnya?]

[Normal, atau lebih tepat disebut biasa saja.]

Diriku yang sebelumnya, hanya ditakdirkan menjadi orang biasa.
Yah, aku belajar di sebuah universitas, lalu diterima di sebuah perusahaan, dan kemudian bekerja.
Hmm? Tapi rasanya aku cukup bahagia.

[Yah, begitulah yang disebut “normal”]

Jangan baca pikiran orang dong!

[Yang disebut “rare” di duniamu sebelumnya itu seperti menjadi seorang pimpinan perusahaan besar, atau mungkin menjadi seorang atlit yang punya umur panjang.]

[Jadi kalau dapat “rare”, aku bisa hidup seperti itu?]

[Kalau dapatnya “ultra rare”, bisa saja kau lahir menjadi anak raja minyak.]

[Wow!]

[Dalam hal ini, karena penyebab kematianmu cukup menyedihkan, jadi berterimakasihlah karena aku akan memberimu gacha dengan kepastian untuk mendapatkan “rare”]

[Penyebab kematianku?]

Sejujurnya aku tak ingat.
Soalnya saat dibawa ke ruangan ini, semua ingatanku tentang hal itu telah dihapus.
Aku masih ingat hal-hal yang merupakan pengetahuan dasar, tapi ingatan tentang hal-hal yang spesifik telah dihapus.
Eh? Tapi kenapa aku masih ingat saat kuliah dulu?

[Kau masih bisa mengingat beberapa hal saat dibawa ke sini, tapi karena itu tidak terlalu penting, jadi jangan terlalu dipikirkan.]

[Begitu, ya...]

[Lagipula, ingatan itu akan hilang secara perlahan-lahan.]

Oh begitu, yah, aku memang sudah tak ingat dengan namaku, rumah seperti apa tempat tinggalku dulu, atau bahkan istri seperti apa yang kumiliki.
Penyebab kematianku, ya... kira-kira apa penyebabnya.
Yah, karena aku pasti mendapat “rare”, jadi sudah pasti penyebabnya adalah sesuatu yang menyedihkan.

[Oh iya, sayang sekali kau tidak punya istri, kau masih perjaka seumur hidupmu.]

[Sialan!]

[Penyebab kematianmu... hmm...]

[Jadi, terlalu sulit untuk menyebutkannya, ya?]

Dewa terlihat berpikir keras.
Yah, tentu saja. Soalnya sampai memberi kepastian akan mendapat “rare” pada manusia yang hidupnya biasa saja. Apa mungkin aku disiksa?

[Apa kau masih ingat kalau kau sangat membenci serangga?]

[Ah, kalau dipikir-pikir, aku memang sangat membencinya.]

[Ada seekor kecoa yang muncul di rumahmu.]

[Eh? Terus? Apa yang terjadi selanjutnya?]

Kecoa? Bukankah itu hanya seekor serangga?
Jadi itu yang menyebabkan kematianku, ya...

[Kecoa yang muncul itu mendadak terbang ke arah dirimu yang sedang menyiapkan makan malam...]

Glek... [Tlnote: suara menelan ludah]

[...dan membuatmu kaget sehingga jatuh ke belakang.]

[....]

Apa-apaan itu? Apa itu memang diriku? Itu penyebab kematianku?

[Jadi... penyebab kematianku karena kepalaku terbentur?]

[Tidak, saat sedang menyiapkan makan malam, pisau yang kau pegang terlempar ke atas saat kau mendadak jatuh. Kemudian pisau itu jatuh tepat menusuk lehermu. Lalu kau mati seketika.]

[Kenapa aku bisa sebego itu?]

[Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan saat memasak. Pisau yang kau gunakan juga sangat terasah dan juga berat... yah, tapi itu lebih baik daripada mengalami penderitaan.]
[Tlnote: agak pusing juga sama yang ini, jadi maaf kalau dirasa kurang nyambung.]

Aku heran kenapa penyebab kematian yang memalukan seperti itu bisa terjadi...
Yah, bukannya aku tak pernah berpikiran ingin memulai lagi hidupku dari awal sih...
Ada sebagian diriku yang merasa bosan dengan kehidupanku yang itu-itu saja.

[Ya, kan? Tapi, penyebab kematian yang seperti itu.... HAHAHAHA!]

Dewa tertawa terbahak-bahak. Aah, silakan tertawa soal penyebab kematian yang seperti itu!
Jadi, izinkan aku untuk berharap pada kehidupanku yang selanjutnya! Hidupku baru akan dimulai!

[Oh iya, kau tak bisa lahir di dunia yang sama.]

[Eh?]

[Pertukarannya baru saja selesai. Jiwamu telah sirna dan telah menjadi energi yang akan digunakan oleh dunia tersebut.]

[Apa yang kau katakan? Jadi, aku tak bisa hidup lagi?]

[Bisa kok, tapi di dunia yang lain.]

[Dunia yang lain? Tunggu, apa yang kau maksud dengan “pertukaran” tadi?]

[Ada banyak kekuatan yang digunakan untuk menopang dunia. Tapi tenang saja, karena kau masih bisa hidup kembali. Percayalah padaku.]

Tapi kata “pertukaran” itu malah yang membuatku tidak bisa percaya.
Aku bisa hidup kembali, kan? Aku terlalu takut saat memikirkan jika setelah ini aku akan sirna.
Ah, di hidupku selanjutnya, apa kau bisa membuatku jadi lebih tampan?

[Karena ini pasti dapat “rare”, dapat yang terburuk pun jadi tak masalah, kan?]

[Peluangnya tetap dapat yang bagus, ya...]

[Sebenarnya kualitas dasarnya lebih bagus dari orang biasa. Yah, kalau kau beruntung, kau juga bisa terlahir sebagai keluarga bangsawan.]

[Begitu, ya.]

[Semua itu bisa didapat dari gacha ini.]

Begitu ya, mudah dimengerti.
Baguslah jika aku sudah memiliki bakat sejak lahir.
Meski tidak berusaha keras, hasilnya akan tetap memuaskan. Bagus sekali.

[Kita sudah terlalu lama berbicara, sepertinya waktunya sudah tiba.]

[Kalau begitu, ayo kita mulai.]

[Ya, ini adalah awal dari kehidupanmu yang selanjutnya!]

[Jadi, alat gachanya ada dimana?]

[Sebenarnya meskipun kubilang gacha, bukan berarti itu adalah gacha yang diputar sih... tapi karena mendadak, jadi aku hanya membuat ini.]

DON!
Yang muncul dari pakaian yang dikenakan oleh Dewa adalah sebuah mesin gacha yang biasa ada di tempat bermain.
Dewa ternyata bisa mengeluarkan benda sebesar itu dari tubuh kecilnya, ya...
Oh iya, Dewa ini berbentuk seperti seorang gadis kecil.
Hebat juga.
[Tlnote: salahkan author yang menulis “kamisama”, bukan “megami” jadi ya tl nerjemahinnya sebagai “dewa”]

[Ini koinnya.]

[Eh? Dua keping?]

[Yah, ini kan gacha “rare”, jadi tentu saja perlu 200 yen.]

[Aku tidak keberatan dengan yang seperti itu.]

Baiklah... ini gacha senilai 200 yen loh!
Tak ada yang bisa menggantikan sensasi saat memasukkan dua buah koin untuk memutarnya!

[Ooooooh! Yang keluar adalah kapsul berwarna emas!]

Sepertinya ini bukan “rare”!
Ini pasti sesuatu yang hebat seperti “ultra rare” atau sesuatu seperti “secret super rare
Degan begini, kehidupanku selanjutnya pasti sudah terjamin. Terima kasih banyak!

[Yah, semua isinya adalah kapsul berwarna emas.]

[Kenapa kau malah menghancurkan harapanku?]

[Sudahlah, bagaimana kalau kau coba membukanya terlebih dahulu?]

[Oh, iya...]

Poka... aku membuka kapsul emas itu.
Di dalamnya terdapat sebuah kertas ramalan.
Akupun melihat hasil yang tertulis di situ

[Super rare...]

[Kau sangat beruntung...]

[Tapi Dewa, masih ada yang disebut “ultra rare”, kurasa super tidak terlalu beruntung.]

[Meskipun ini adalah gacha “rare”, tapi hanya ada tiga buah “super rare” di dalamnya untuk menjaga keseimbangannya.]

[Tapi kalau gachanya sebesar ini....]

Ya, kalau ada tiga buah di dalam mesin gacha berukuran biasa sih, bukan berarti kesempatannya rendah.
Tapi kalau membicarakan soal ultra rare, secret super rare, dan seterusnya, kurasa kesempatannya tidak terlalu buruk.

[Ukurannya itu hanya tipuan, lebih tepatnya seperti menaruh tiga buah di tempat sebesar lapangan sepak bola]

[Bukankah itu terlalu berlebihan?]

[Wajar saja jika kau terkejut. Yah, sudahlah... jadi, apa yang tertulis di situ?]

Oh iya, karena sudah dapat super rare, aku harus melihat apa isinya!
Kira-kira apa, ya?
Apa menjadi orang terkaya sedunia? Atau mendapat harem....
Hehe...

[.....]

[Apa? Cepat beritahu  aku.]

[APA-APAAN INI?]

Tak ada satupun dari harapanku tadi yang tertulis di situ....


Toxin Decomposition EX (Pengurai racun EX)


1 comment: