A Rank Chapter 13

TranslatorGi
Editor
Atla & Anthony
Proof Reader
Shiro7D

Chapter 13 :
Keduanya Tersenyum

Keesokan harinya.
Berkat beberapa perabotan yang telah terpasang di ruang tamu, kini aku telah memulai kehidupan sehari-hariku yang sederhana.

Meskipun masih ada beberapa barang pesananku yang belum sampai, tapi setidaknya pagi ini aku tidak perlu bangun dengan sakit punggung karena Toack telah meminjamkanku sofa untuk tidur.

Setelah bangun dari sofa dan membersihkan diriku. Akupun memanaskan sup sayuran sisa makan malam kemarin dan memakannya.

Setelah memakan sup sayuran yang penuh rasa umami di pagi hari. Aku merasa penuh dengan energi lagi
Aku bisa merasakan kalau sup membuat tubuhku hangat dari dalam.

Namun, dibandingkan dengan yang ada di rumah Toack, rasanya kok masih ada yang kurang yah… Apa karena perbedaan waktu saat merebusnya? Atau karena bumbunya?
Lain kali akanku coba kutanyakan padanya.

Karena aku sudah selesai sarapan, jadi aku mulai kebingungan, apa yang harus kulakukan sekarang.

Keperluan furnitur yang kubutuhkan saat ini sudah ada di sini, dan barang yang dibuat dengan khusus akan butuh waktu lebih untuk diselesaikan.

Aku sangat menginginkan pakaian dan futon, namun tidak perlu terburu-buru untuk itu. Karena Toack berjanji padaku akan memperkenalkan orang yang bisa membuat barang-barang itu untukku. Dan tidak masalah untuk memesannya saat tempat tidurku hampir selesai.
Menurutnya, ada cukup futon dan pakaian di sana, jadi tidak perlu dipesan sebelumnya.

Karena kemarin aku sudah cukup beristirahat, kurasa lebih baik aku hari ini meminta Ergys-san untuk mengenalkanku pada seorang pemburu dan membawaku mengelilingi gunung.
Sudah saatnya aku mengerjakan sesuatu agar dapat membayar hutang budiku pada semua orang yang telah membantuku.

Aku mungkin agak takut untuk bertemu Flora, tapi aku tidak bisa tetap seperti ini selamanya kan... Dia juga seharusnya sudah tenang setelah sehari…. Mungkin.

Oke, sudah kuputuskan. Aku akan pergi ke gunung dan mencari banyak makanan di sana hari ini.

Saat aku ingin berangkat pergi, dan mengambil tas rami pemberian Toack. Aku melihat sebotol anggur bertulisan Nordende keluar dari tas tersebut.

[Anggur ini adalah anggur yang dibuat di tempat Aisha-chan]

Aku pun mengingat kembali kata-kata yang pernah Ergys-san katakan padaku.

Oh iya, bukankah Aisha adalah orang pertama yang membantuku pada saat aku pertama kali sampai di sini. Namun aku sampai saat ini belum mengucapkan terima kasih atau memberi tahu dimana aku tinggal kepadanya.

Itu kesalahan yang sangat besar. Betapa kasarnya aku.

Aku seharusnya mengucapkan terima kasih padanya pada hari ketika aku mendapatkan rumah, atau mungkin kemarin.

Yah, aku tak berpikir bahwa dia adalah tipe orang yang akan mempermasalahkan hal itu, namun aku harus tetap pergi dan berterima kasih padanya secara pribadi

Oleh karena itu, aku memutuskan untuk berterima kasih padanya pagi ini

“Hmm? Rumah Aisha?”

Karena aku tidak tahu di mana Aisha tinggal, jadi aku memutuskan pergi ke tempat Toack dan bertanya padanya.

Aku menebak dia baru saja bangun tidur, rambutnya masih berantakan dan dia hanya menjawab dari jendela. Dia memicingkan matanya dua kali lebih keras dari biasanya. sepertinya dia dalam keadaan buruk.

“Iya. Karena pada saat pertama kali aku sampai disini, dia telah sangat membantuku. Jadi aku memutuskan untuk mengunjunginya dan berterima kasih kepadanya.”

“Ah. Walau kupikir bahwa gadis itu bukan seseorang yang akan peduli akan hal itu Tetapi jika kau mau kesana, kau harus pergi ke perbatasan desa dan melewati kebun anggur disana.”

Toack pun menjawab sambil menggaruk kepalanya, sepertinya dia memiliki pemikiran yang sama denganku tentang Aisha.

Namun, masih ada kemungkinan dia akan mengatakan sesuatu seperti, [Hei, karena aku adalah orang yang pertama kali membantumu dulu, bukankah seharusnya aku adalah orang pertama yang kamu kunjungi?]. Karena itu, aku tidak boleh mengabaikan ini.

“Seharusnya Aisha sudah di kebun anggur sekarang, jadi mungkin lebih baik jika kau mengambil rute satu jalur yang mengarah ke kebun anggur daripada pergi langsung ke rumahnya. Tapi, jika kau ingin pergi ke rumahnya, pergilah ke selatan dari sini, di sebelah gudang yang mengelola anggur. Kau akan tahu saat sampai di sana.”
“Baiklah, aku mengerti. Terima kasih ya.”

Setelah Toack memberitahuku dimana lokasinya, akupun berbalik dan langsung pergi kesana.

***

Aku pergi menuju kebun anggur seperti yang diinstruksikan Toack, dan tepat seperti yang dia katakan, Aisha saat ini sedang di sana dengan pakaian kerjanya.
Sepertinya dia sedang beristirahat sekarang. Dia terlihat sedang duduk di pagar pinggir jalan,

Aku merasa lega karena dapat menemukannya dan mulai berjalan lebih dekat dengannya. Namun pada saat aku mulai mendekatinya, terlihat Flora sedang duduk di sampingnya.

Apa!!... Kenapa Flora ada di sini?! Ahh, tunggu kalau tidak salah Fiona-san pernah berkata, kalau mereka sering berkeliaran satu sama lain saat masih kecil.
Jadi kurasa itu normal jika Flora datang ke sini bahkan jika tanpa alasan tertentu.

Mungkin aku akan menunggu sebentar di sini sampai dia pergi, karena saat ini aku masih belum siap untuk bertemu dengannya.
Ah, tapi setelah di pikirikan lagi, mungkin akan lebih baik jika aku menghadapi dia di sini sekarang dan memecahkan masalah ketika Ergys-san dan Fiona-san tidak ada.

Aku seharunya belum melakukan sesuatu yang membuatku merasa sangat bersalah kan....... Tidak, tidak, tidak, sebenarnya menunjukkan tubuh telanjangku padanya itu sudah cukup membuatku merasa sangat bersalah, tapi mungkin sekarang kesempatan bagiku untuk memperbaiki hal ini.

Aku terus berusaha bergerak maju bahkan ketika langkahku semakin terasa berat
Ketika aku cukup dekat, Aisha yang sadar akan kedatanganku melihat kepadaku.
Flora pun ikut menjulurkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang. Namun setelah tahu siapa yang datang, dia dengan cepat berbalik sambil membuat wajah yang aneh.

Reaksi yang sesuai dengan yang kuharapkan. Setelah dia melihatku datang, wajahnya pun segera memerah dan mencoba melarikan diri dari sana. Akan tetapi, karena Aisha segera meraih lengannya, dia pun hanya bisa berusaha melepaskan diri.

Namun saat Aisha membisikan sesuatu pada Flora yang sedang memberontak. Tiba-tiba Flora menjadi tenang, dan tidak mencoba melarikan diri lagi.

Dilihat dari situasinya, sepertinya Aisha sudah tahu apa yang terjadi di antara kami.
Aku berterima kasih atas tindakannya, tetapi aku sedikit malu karena dia tahu tentang hal itu juga.

Sambil tersenyum pahit, aku menghampiri mereka.

“Hai.”
“Hi.”
“…”

Aku menyapa mereka tetapi Flora bersembunyi di balik Aisha dan tidak mengatakan sepatah kata pun
Aku tau, aku sedang dihindari setelah semua itu.

Saat aku memasang senyum pahit lagi, Aisha menepuk ringan Flora dengan sikunya.
Lalu Flora memprotes Aisha dalam diam dengan mata berkaca kaca. Rasanya seperti dia ingin berkata, "Tidaak, aku benar-benar tidak bisa melakukan ini".
Namun, Aisha bergerak ke belakangnya dan kemudian membalas tatapannya dengan diam.
Tak lama kemudian, Flora bergerak ke depan dan sambil sedikit gemetar.

Aku tidak mengerti apa yang terjadi diantara mereka berdua itu, tapi sepertinya mereka, entah bagaimana mengirim pesan satu sama lain.
Mungkin itu adalah metode komunikasi yang hanya berfungsi antara mereka berdua saja.

“Um, ummm… Hai.”

Flora menyapaku dengan suara lembutnya. Pipinya yang putih tampak kemerahan seperti apel karena malu.
Mungkin karena ia masih mengingat kejadian memalukan kemarin, tatapannya terus mengembara seolah-olah dia tidak dapat menatap langsung kepadaku. Tapi, meskipun demikian, aku senang dia tidak melarikan diri dan memberiku kesempatan ini untuk meminta maaf kepadanya.

“Halo.”
“”… “”

Aku pun mencoba menyapanya kembali dengan senyuman, namun yang terjadi hanyalah keheningan.
Flora yang mulai memutar jempolnya karena malu, dan aku yang bingung memulai percakapan membuat suasana menjadi lebih canggung.

Karena aku merasa akulah yang salah pada saat itu. Jadi haruskah aku melakukan sesuatu seperti menurunkan kepalaku dan meminta maaf langsung padanya? Saat aku memikirkan hal itu, aku merasakan tatapan tajam dari Aisha, yang berada di belakang Flora.

Mulutnya sedikit bergerak. Kupikir dia mencoba memberitahuku untuk meminta maaf segera.
Aku memutuskan untuk menanggapi dengan anggukan ringan, dan aku pun menundukkan kepala.
Kemudian, Flora tampak terkejut akan hal itu. Mulai melihat sekeliling, dengan wajah kebingungan.

“Um, aku minta maaf tentang apa yang terjadi sehari sebelumnya. Aku keluar ketika aku belum selesai berganti pakaian.”

“Tidak, tidak, aku juga minta maaf... Aku memasuki rumahmu tanpa menunggu persetujuanmu. Maafkan aku.”

Flora pun ikut menundukan kepalanya dan meminta maaf juga.
Apa itu? Ternyata dia tidak menyalahkanku, melainkan juga merasa bersalah akan hal ini. Dia benar-benar orang yang baik.

Aku mengangkat wajahku setelah mendengar kata-katanya, dan saat pandangan kami saling bertemu dan kami tertawa bersama.

Bukan berarti saat ini kami telah berbaikan, karena pada dasarnya kami memang tidak sedang bertengkar. Namun aku senang akhirnya sekarang suasana canggung di antara kami telah menghilang


“Ahem!!”

Saat kami saling tertawa untuk beberapa saat. Tiba-tiba Aisha, yang masih di belakang Flora, batuk dengan suara yang dibuat-buat.
Flora dan aku terkejut akan hal itu. Berbalik dan melihat ke arahnya segera.

“Sudah waktunya bagiku untuk kembali bekerja, jadi mengapa kalian berdua tidak memulainya di tempat lain?”

Aisha berkata sambil mulai memasang sarung tangannya kembali.
Mungkin ini salah satu caranya untuk membantuku. Sekali lagi, aku berhutang budi padanya.
Akan tetapi, tujuanku untuk berterima kasih padanya karena telah membantuku pada saat hari pertama tiba di sini belum tercapai.

“Aisha-san, terima kasih sudah membantuku pada saat hari pertama aku tiba di sini! Aku sekarang tinggal di dekat rumah pengrajin mebel Toack.”

“Ah. Ya, ya. Jadi kau tinggal di dekat rumah Toack, ya? Baiklah, lain kali aku akan datang untuk mengganggumu.”

Aisha menjawab sambil berjalan pergi ke arah kebun anggur

“Haruskah kita pergi bersama? Aku juga punya beberapa urusan dengan Ergys-san saat ini.”
“Ah iya. Aku juga mau pulang sekarang.”

Kami mulai berjalan lurus menuju rumah Ergys-san.

Baiklah, aku akan berusaha untuk menangkap banyak buruan dari pegunungan. Jadi pada saat Aisha datang mengunjungi rumahku, aku dapat mengajaknya untuk berpesta. 

 Sebelumnya || Daftar Chapter  ||  Selanjutnya

1 comment: