A Rank Chapter 16

 

TranslatorEden
Editor
Antony
Proof Reader
Shiro7D

Chapter 16 :
Berbagi dengan Tetangga


Sudah sehari sejak aku melakukan perburuan pertamaku dengan Loren-san dan Kyle. Aku ingin berburu lagi hari ini, namun sayangnya mereka ingin beristirahat, jadi kami tidak pergi berburu hari ini.

Meskipun kemampuan dasar berburuku telah diakui, tapi aku saat ini masih belum terlalu hafal tempat-tempat di gunung ini. Jadi, aku tidak bisa pergi berburu secara sendirian. Bagaimanapun memperhatikan faktor lingkungan alam juga sangat penting dalam berburu. Karena jika aku ceroboh bisa saja aku berakhir diserang oleh monster.

Rasanya sama seperti saat aku masih baru menjadi seorang petualang. Kami harus bolak balik mengawasi area sekitar untuk mengumpulkan informasi sebelum mengambil quest berburu monster dan quest mengumpulkan material mahal.

Ada juga waktu darurat di mana kami harus langsung menuju lokasi pencarian tanpa ada waktu untuk mengawasi wilayah sekitar, tapi karena sekarang aku hanyalah seorang penduduk desa biasa, jadi tidak perlu mengambil risiko semacam itu.

 

Kami bertiga akan pergi berburu lagi di gunung besok, jadi kupikir hari ini aku  akan pergi ke rumah Toack saja, untuk membawakannya daging.

Dengan memikirkan itu, aku menuju rumah Toack sambil membawa daging setelah selesai sarapan.

Setelah menyeberangi jembatan diatas sungai, lalu berjalan sedikit di rerumputan. Aku dapat melihat rumah Toack di kejauhan. Bahkan di antara para tetanggaku, rumah kami bisa di bilang paling berdekatan.

Ketika aku menemukan beberapa Goji berry di sekitar rumah Toack dan melemparnya kedalam mulut, rasa asam langsung menyebar kedalam mulutku dan itu terasa menyegarkan. Sudah kuduga memakan goji berry di pagi hari memang dapat menghilang semua rasa kantuk.

 

“Karena kurasa Toack juga akan memakannya, jadi mungkin lebih baik aku memetik beberapa untuknya.” (Aldo)

 

Aku memetik beberapa goji berry lagi, lalu aku mengetuk pintu.

 

“Oii, Toack. Aku membawakanmu daging” (Aldo)

“Ohh! Aldo? Masuklah.” (???)

 

Tidak lama kemudian aku mendengar balasan dari dalam rumahnya, dan masuk tanpa ragu.

 

“Selamat pagi.” (Aisha)

 

Sapaan yang aku dengar saat masuk ke dalam rumahnya ternyata bukanlah berasal dari Toack. Melainkan Aisha yang mengenakan pakaian kerjanya.

 

“Oh, selamat pagi, Aisha. Kenapa kau disini?” (Aldo)

“… Meja kerjaku patah.” (Aisha)

 

Saat aku menanyakan alasan dia disini, Aisha mengangkat meja kerjanya dan menunjukkan padaku kaki depan mejanya yang patah.

Itu adalah meja kerja kayu yang kalau dilihat berdasarkan sisi dan bentuknya dapat aku tau kalau itu dibuat oleh Toack.  Sepertinya meja itu sudah bisa dibilang tidak layak pakai lagi karena sebagian kayunya telah menghitam, dan beberapa bagian kakinya telah rapuh.

 

“Oh, jadi kau disini untuk membeli meja kerja baru.” (Aldo)

“Yup, begitulah. Hm? kau membawa beberapa goji berry. Minta sedikit, dong.” (Aisha)

 

Aisha meminta beberapa berry di tanganku dan dia melemparnya ke dalam mulutnya setelah aku memberinya.

 

“Nnn~ rasa asam ini enak sekali.” (Aisha)

 

Kupikir tipe rasa ini tidak disukai oleh wanita, tapi anehnya, Aisha menyukainya.

 

“Oi, Aldo, aku juga mau.” (Toack)

 

Lalu aku juga melemparkan beberapa berry kepada Toack dan ia langsung memakannya. Seperti yang kuduga, dia juga mau memakannya.

 

“Meski begitu, gara kau membuah produk kualitas rendahan ini seperti ini, aku hampir saja terluka parah.” (Aisah)

 

Ucap Aisha sambil menoleh ke Toack yang sedang menuju kebelakang. Di bokongnya, ada beberapa kotoran tanah cokelat yang menempel. Pasti dia baru saja jatuh saat mencoba duduk di meja itu. Mungkin itu juga alasan kata-katanya sedikit lebih tajam dari pada biasanya.

 

“Tidak tidak, Sudah tiga tahun kau menggunakan meja itu bukan? Jadi wajar saja kalau rusak.” (Toack)

“… Saat pertama kali aku membelinya, kau bilang meja ini bisa bertahan sampai 5 tahun.” (Aisha)

 

Aisha masih belum menyerah. Apa dia melakukan ini karena bokongnya yang kesakitan, atau jangan-jangan dia mencoba meminta diskon?

Dan juga hebat sekali dia masih bisa mengingat ucapan Toack, 3 tahun yang lalu. Tapi Toack menghela napas dan membalas.

 

“'Kau meninggalkan meja kerjamu di luar rumah' karena tidak mau kerepotan membersihkannya setelah kerja, kan?  Membiarkannya terguyur hujan membuatnya lebih cepat lapuk, jadi itu akan patah lebih cepat, tahu?” (Toack)

 

Oh, tidak. Aisha kalah. Toack telah menjelaskan dengan tepat mengapa masa penggunaan produknya tidak sesuai dengan perkiraannya. Itu karena Aisha sendiri yang tidak merawat barangnya dengan benar.

 

“…. Cih.” (Aisha)

“Ya sudah, bawahlah Troli ini, dan pergilah ke Gudang untuk temukan sesuatu yang sesuai denganmu. Namun, tentu saja tidak ada diskon apapun.” (Toack)

 

Ketika Aisha memelototinya sambil mendecakkan lidahnya kesal, Toack menepisnya dengan ringan dan membuatnya pergi untuk menghindari masalah. Dengan perasaan kesal, dia berjalan ke gudang seolah-olah tempat itu miliknya sendiri.

 

“Itulah kenapa wanita-wanita di desa ini begitu berbahaya. Ingatan mereka sangat hebat, bahkan bisa mengingat kembali kata-kata dari masa lalu. dan saat ada sesuatu yang aneh, mereka mencoba mendapatkan diskon.” (Toack)

“Yah, bagaimana aku harus mengatakannya.  Wanita memang mengerikan di manapun tempatnya...” (Aldo)

 

Para ibu rumah tangga yang tinggal di distrik perbelanjaan ibukota dan petualang wanita semuanya memiliki kemampuan tawar-menawar yang gila.  Mereka bisa membicarakan ini itu dan menurunkan harga suatu barang seperti sihir.

 

“Meskipun hanya Aishalah satu-satunya orang yang bisa menggerutu pajang lebar padahal dia sendiri juga salah...” (Toack)

 

Ucap Toack sambil memegang pelipisnya. Aku pernah mendengar bahwa laki-laki adalah makhluk terburuk karena dia sering mengatakan sesuatu yang egois lalu melupakannya, tapi kurasa wanita yang berpura-pura lupa padahal dia ingat juga makhluk yang tidak baik.

 

“Ya, untuk sekarang mari kita abaikan masalah itu… Kau kemari untuk memberikanku daging hasil berburumu kemarin, kan?” (Toack)

 

Seketika sikapnya berubah, dari yang awalnya terlihat pusing tiba-tiba menjadi bersemangat. Memakan daging segar bisa membuat orang seperti Toack jadi senang juga ternyata. Biasanya sulit untuk mengetahui bagaimana ekspresinya, tapi kali ini emosinya benar-benar terlihat di wajahnya.

 

“Ah, benar. Terima kasih karena sudah membantuku, Toack. Jadi, ini untukmu sebagai rasa terima kasih.” (Aldo)

 

Ketika aku memberikan daging yang dibungkus dengan daun, Toack dengan cepat membukanya. Saat dia membuka bungkus dari daun hijau itu, dia menemukan sepotong daging merah disana.

 

“Ohh! Warnanya bagus!! Pasti enak jika aku memanggangnya dengan campuran bumbu, garam, dan lada.” (Toack)

 

Mendengar kata-kata yang mengungah selera dari Toack, aku mengangguk tanpa berpikir.

Hidangan daging rusa yang Flora dan Fiona-san buat kemarin adalah yang terbaik. Akan tetapi, daging panggang adalah hidangan terenak menurutku. Tapi daging rusa akan kering kalau dipanggang terlalu lama.

 

“Kau juga bisa menumisnya dengan sayuran dan saus manis. Bahkan menggorengnya atau merebusnya dengan tomat.” (Touck)

“Oi, itu kedengarannya enak.” (Aldo)

“…Karena itu adalah daging, jadi akan sangat cocok menyantapnya sambil minum anggur.” (Aisha)

 

Saat aku sedang berbicara dengan Toack tentang bagaimana memasak daging rusa, Aisha, entah sejak kapan telah muncul, memberi saran sambil menatap daging itu.

 

“Ada apa? Sudah memilih meja kerja yang baru?” (Toack)

 

Toack bertanya sambil terkejut.

 

“Sudah, yang tingginya sama dengan yang sebelumnya.  Selain itu, apakah kau juga akan memberiku daging?  Kau masih belum membalas budi padaku karena sudah menjadi pemandumu dan membantu hubunganmu dengan Flora.” (Aisha)

“Aku juga berencana memberikannya padamu. Ingat?  Beberapa hari yang lalu mengundangmu datang mampir ke rumahku dan aku berencara memberimu daging saat itu.” (Aldo)

“Oh. Kalau begitu, mari kita makan daging rusa untuk makan siang di tempat Aldo.” (Aisha)

“Haa?” (Toack)

 

Saran tiba-tiba dari Aisha membuat Toack mengeluarkan suara tercengang.

 

“Kalau keluargaku yang memasaknya, tidak akan seenak seperti ketika kau dan Flora yang membuatnya.” (Aisha)

 

Yah. Flora dan Toack keduanya benar-benar hebat dalam memasak. Hanya saja, aku merasa seperti menyerahkan segalanya itu sedikit....

 

“…Oi, Aldo. Apa itu tidak masalah? Bukankah kau akan pergi berburu hari ini?“ (Toack)

“Ah, Tidak, hari ini aku libur, jadi tidak masalah bagiku. Bagaimana dengan kalian berdua?” (Aldo)

“Yah, kerjaanku mudah untuk mencari waktu luang. Tapi mohon maaf karena hal ini membuatmu menunggu sedikit lebih lama sebelum tempat tidurmu jadi.” (Toack)

 

Mungkin dia merasa bertanggung jawab karena aku adalah salah satu kliennya, jadi dia meminta maaf padaku.

 

“Tidak masalah karena kau sudah meminjamkanku sofa. Sedikit terlambat bukanlah masalah besar.  Aku meminjam alat pancing dari Ergys-san kemarin, jadi bagaimana kalau kita pergi memancing seperti yang pernah kita bicarakan sebelumnya?” (Aldo)

“Boleh juga. Kita bisa makan daging rusa di siang hari dan ikan sungai di malam hari.” (Toack)

 

Kedengarannya tidak buruk untuk makan bersama mereka. Memikirkannya saja sudah membuatku senang.

 

“Bagaimana dengan mu, Aisha?” (Aldo)

 

Kupikir tidak akan ada masalah dengannya karena dialah yang menyarankannya, tetapi aku akan bertanya untuk berjaga-jaga.

 

“Tidak ada masalah, aku akan menyuruh adikku mengerjakan tugas-tugasku. Dia akan senang dan menurut asalkan dia dibawakan beberapa masakan buatan Toack dan Flora.” (Aisha)

“Apa kau memperlakukan adik perempuanmu seperti itu?” (Aldo)

“Tidak apa-apa, ini hak istimewaku sebagai kakak karena aku selalu bekerja.  Selain itu, aku akan mengajak Flora ikut.” (Aisha)

 

Aku sedikit penasaran tentang orang macam apa adik perempuan Aisha itu. Mungkin, dia adalah gadis yang suka kebebasan sama seperti Aisha, atau mungkin dia tipe gadis pemalu yang sangat berlawanan dengannya. Saudara itu biasanya kepribadiannya sama atau bahkan saling berlawanan.

 

“….Hey, Apa kau yakin gadis pemalu seperti Flora akan datang? Kan ada aku?” (Toack)

“Tak apa kok. Kita punya Aldo disini. Meski aku tidak tahu apakah dia akan berbicara denganmu.” (Aisha)



0 comments:

Post a comment