Bannou Murasukuri Chapter 8

       

TranslatorRena
Editor
BUDI
Proof Reader
Shiro7D

Chapter 8 :
Kenapa Kita Tidak Saling Akrab Saja?


“Menunjukkan apa?” (Selen)

 

Selen bertanya kepadaku karena ia bingung apa yang aku maksud.

Dihadapan Salen yang masih kebingungan, aku memutuskan untuk membuat sebuah gudang menggunakan Gift-ku. Walaupun saat ini kami masih belum membutuhkannya, tapi cepat atau lambat gudang itu pasti akan berguna.

 

<<Apakah ingin menggunakan 20 poin desa untuk membangun sebuah gudang. *{Iya} | {Tidak}>>

 

Sesaat setelah aku memilih iya, sebuah gudang terbuat dari tanah muncul di depan kami.

 

“……Huh?” (Selen)

 

Melihat kejadian itu, Salen seketika membeku dengan mulut terbuka.

 

“Inilah kemampuan Gift-ku, [Pembangunan Desa]. Gift-ku bisa membangun sesuatu dengan instan. Tentu saja, aku tidak bias membangun segala hal. Sejujurnya, sekarang aku hanya bisa memilih 10 jenis fasilitas saja.” (Luke)

 

Ditambah lagi, karena harga per-item, aku hanya dapat membangun dalam jumlah terbatas.

 

“Tunggu, tunggu, tunggu. Aku tidak pernah dengar ada Gift yang mampu melakukan hal semacam itu! A, apa kamu bilang sawah ini juga…” (Selen)

“Yup, itu Gift-ku.” (Luke)

“Yah… Kurasa ini semua menjadi masuk akal, mengingat kamu dapat memiliki semua ini dalam yang singkat.” (Salen)

 

Ketika Selen memahami situasiku, sebuah kata-kata muncul lagi di pojokan penglihatanku.

 

<<Menjadikan dia seorang penduduk desa? *{Iya} | {Tidak}>>

 

Nggak, nggak, tidak mungkin Selen bisa tinggal di desa sederhana seperti ini!

 

Aku membalasnya dalam benakku saat aku memutuskan untuk mengabaikan pesan itu.

 

“Tapi apa kamu yakin soal membatalkan pertunanganmu dengan Raul? Maksudku, aku ragu kalau keluargaku akan membiarkan hal ini terjadi…” (Luke)

 

Dibanding Keluarga Albert, Keluarga Bazurata merupakan keluarga yang kecil.

Jadi, kalau keluarga Bazurata membatalkan pertunangan ini secara sepihak, tidak aneh kalau keluarga Albert akan membalasnya dengan mengirim pasukan.

 

“Kurasa keluarga Albert melakukan hal seperti itu... Karena jika mereka memutuskan untuk memusuhi keluarga Bazurata juga, mereka akan terkepung dari segala sisi.” (Selen)

“Yah, kurasa kamu benar juga…” (Luke)

 

Mungkin keluarga Albert itu kuat, namun karena wilayahnya yang luas, jadi ada banyak wilayah tetangga yang bermusuhan dengannya. Karena itulah, sebisa mungkin keluarga Albert tidak ingin merusak hubungan mereka dengan keluarga Bazurata.

 

“Tetap saja, bukankah kepergianmu ini akan meninggalkan dampak yang cukup besar pada Keluarga Bazurata…?” (Luke)

 

Selen adalah salah satu dari sedikit orang yang memiliki Gift ganda. Selain memiliki Gift [Senjata Ganda] yang meningkatkan kemampuan bertarung dengan menggunakan dua pedang, dia juga memiliki Gift [Sihir Biru] yang membuatnya dapat menggunakan sihir air dan es.

Terlebih, karena kontribusinya di medan perang, dia telah dijuluki sebagai [Putri Pedang Es].

 

“Yah, karena pada akhirnya aku akan dinikahkan dan dikeluarkan dari rumah, jadi ketidakhadiranku dalam keluarga sudah dipersiapkan sejak lama. Ditambah lagi, adik laki-lakiku saat ini telah di anugrahi Gift yang cukup kuat, jadi seharusnya tidak masalah menyerahkan urusan keluarga padanya” (Selen)

 

Kalau ingatanku benar, adiknya seumuran denganku.

 

“Yang lebih penting, sepertinya cukup nyaman juga tinggal dini...” (Selen)

“Huh? Kamu berencana tinggal disini?” (Luke)

“Iya? Maksudku, aku nggak bakal pulang dan aku nggak punya tujuan.” (Selen)

<<Selenium telah menjadi penduduk desa.>>

 

Woah, dia menjadi penduduk desa atas kehendaknya sendiiri!?

 

Ketika aku memeriksanya, dikatakan kalau sekarang aku memiliki 2 penduduk desa.

Jumlah poin yang kudapatkan per hari meningkat jadi 12 juga.

Lebih penting lagi…

 

“Apa kamu yakin? Meskipun dengan Gift-ku, fakta bahwa tempat ini hanyalah tanah tandus masih belum berubah loh... Kami bahkan masih belum memiliki rumah yang layak huni dan tanaman untuk dipanen sekarang. Sementara itu, dengan kekuatanmu, aku yakin kamu akan diberi jabatan tinggi mau kemanapun kau pergi.” (Luke)

“Apa kamu tidak ingin aku disini, Luke?” (Selen)

“Tidak, bukan itu maksudku…” (Luke)

 

Entah kenapa, Selen bertanya begitu sambil memelotot kearah Milia. Dan anehnya, Milia membalasnya dengan memelotot balik.

Kenapa mereka berdua saling melototi satu sama lain? Bukankah ini pertama kalinya mereka bertemu…?

 

“Sejujurnya, ini bukanlah lingkungan yang cocok untuk seorang putri bangsawan seperti dirimu. Kami bahkan tidak memiliki Kasur maupun pemandian disini.” (Millia)

“Kondisi seperti itu lumrah di medan perang, jadi aku sudah terbiasa. Malahan, bagaimana kalau terjadi lagi serangan monster seperti sebelumnya? Bukankah kamu setuju kalau kekuatanku dibutuhkan? Atau, apa kamu mau bilang kalau kamu punya cukup kekuatan untuk melindungi Luke?” (Selen)

 

Aku merasakan suasana berbahaya selama Milia dan Selen saling berbicara.

Hei, kenapa mereka berdua berselisih…?

 

“…kamu benar juga. Baik lah, lakukan sesukamu, namun tolong diingat kalau status sosialmu sebelumnya tidak berlaku disini. Aku adalah penduduk desa yang pertama, dan kamu yang kedua, jadi aku adalah yang menjadi superior diantara kita berdua.” (Millia)

“Ohh, jadi kamu bilang kalau itu satu-satunya keunggulanmu dariku?” (Selen)

 

Kalau aku boleh berkomentar, sepertinya Selen-lah pihak menyerang disini.

Maksudku, kenapa mereka nggak berbaikan saja sih?

 

“Tidak juga… Aku bisa membandingkan ukuran dada kita, tapi bahkan aku sendiri merasa itu terlalu kejam.” (Millia)

“Jadi maksudmu dada ku ini rata!?” (Selen)

“Wah, kapan aku berkata kalau “dadamu rata”?” (Millia)

“Be-berisik! Aku masih masa pertumbuhan tahu!” (Selen)

“Kalau kuingat lagi, kurasa ukuran dadaku 3 kali lebih besar darimu ketika aku masih berumur 15 tahun.” (Milli)

“…! Aku, aku cuman telat tumbuh!” (Selen)

 

Karena merasa bermasalah tentang itu, Selen berlinang air mata dan berteriak. Keadaan kini telah berbalik, sekarang Selen-lan yang dibuat bertahan.

…Dan aku karena tidak ingin terlibat dalam pertempuran mereka, jadi aku memutuskan untuk menyingkir secara diam-diam.



Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

0 comments:

Post a Comment