Bannou Murazukuri Chapter 1

 

TranslatorRena
Editor
BUDI
Proof Reader
Shiro7D

Chapter 1 :
Gift yang Aku Terima Adalah [Pembangunan Desa]


“Luke Albert-sama, Gift anda adalah… biar kulihat, [Pembangun Desa]?” (Pendeta)

 

Setelah pendeta itu berbicara, seluruh orang yang berkumpul di katedral terbesar di wilayah Albert terdiam.

Hari ini, kedua putra dari pemimpin wilayah ini akan menerima Gift. Jadi tidak aneh jika banyak orang dari luar maupun dalam berdatangan untuk melihatnya.

 

“[Pembangun Desa]…? Gi-gift macam apa itu?!” (Luke)

 

Tanpa sadar aku meninggikan suaraku dan bertanya.

 

Ya, aku adalah Luke Albert. Sebagai putra pertama dari keluarga Albert, aku diharapkan untuk dapat menjadi penerus dari wilayah ini. Dan karena itulah, pemberian Gift ini akan menentukan nasibku.

 

“Sa-saya juga tidak mengetahuinya… Karena saya sendiri juga belum pernah mendengar Gift semacam ini... Namun, satu hal yang pasti, Gift ini sepertinya bukalah Gift yang cocok untuk pertempuran.” (Pendeta)

 

Pendeta itu menjawab dengan ragu-ragu.

 

“Ti―tidak mungkin…” (Luke)

 

 Gift adalah pemberian dari dewa kepada orang yang terpilih saat berusia 12 tahun, jadi tidak sembarang orang dapat menerimanya.

Ada banyak jenis Gift didunia ini, namun yang paling banyak dicari adalah Gift yang bisa digunakan dalam pertempuran.

Karena status keluarga kerajaan saat ini sedang melemah, jadi banyak keluarga bangsawan yang berlomba-lomba memperluas wilayah mereka dengan cara berperang.

Dan sebagai seorang bangsawan, aku dituntut untuk memiliki kekuatan yang cukup besar untuk dapat memimpin pasukan dan menyerang musuh.

 

Layaknya Ayahku yang diberkahi Gift [Master Teknik Berpedang].

Ia menjadi sangat terkenal di seluruh penjuru negeri, karena memiliki Gift [Teknik Berpedang] tingkat tinggi dan memiliki keberanian untuk menerobos pasukan musuh sendirian.

Dia awalnya hanyalah seorang viscount biasa… Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia berhasil mengalahkan wilayah sekitar dan memperluas wilayah sendiri hingga dapat menyaingi luas wilayah bangsawan yang lebih tinggi darinyaDan tidak berlebih kalau mengatakan bahwa Gift-nya itulah yang berperan besar dalam prestasinya.

 

Pemberian Gift juga sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan… Karena Ayahku adalah pemiliki Gift [Master Teknik Berpedang] dan ibuku memiliki Gift [Teknik Berpedang], jadi seharusnya kesempatanku untuk mendapat Gift [Master Teknik Berpedang] adalah 80%.

 

Secara perlahan, aku melihat kearah ayahku dengan perasaan takut.

 

Sebelumnya, dia menatapku dengan tatapan penuh harapan. Namun sekarang, dia menatapku dengan tatapan kosong seperti dia telah kehilangan minat padaku. Sedangkan ibuku, melihat kearah langit dengan ekspresi tercengan.

 

“Kau menghalangi jalan, kak. Sekarang giliranku, minggir sana,” (Raul)

“Ah…” (Luke)

 

Orang yang mendorongku barusan adalah Raul, adik laki-laki ku.

Yah, lebih tepatnya dia adalah adik tiriku. Karena aku adalah putra dari istri sah, sedangkan dia adalah putra dari seorang selir.

Meski ibunya sekarang adalah seorang selir, tapi karena dulunya ia adalah mantan seorang Maid, jadi status sosial nya tidak begitu tinggi. Omong-omong, ibu Raul tidak memiliki Gift sama sekali, karena itulah kesempatan Raul untuk menerima Gift [Master Teknik Berpedang] adalah kurang dari 10%. Bahkan untuk mendapat Gift [Teknik Berpedang] saja kesempatanya adalah 50:50.

Jadi, ekspektasi orang lain kepada Raul tidak setinggi diriku. Namun…

 

“Raul Albert-sama, Gift anda adalah… Apa?! Gift Anda adalah [Master Teknik Berpedang]!” (Pendeta)

 

Karena Raul Gift diberkahi dengan yang sama dengan ayah, reaksi katedral kali ini berbanding terbalik dengan reaksi mereka tunjukan terhadapku, semua orang seketika lengsung terlihat gembira.

 

“““OOOOhhhhhhhhhh!”””

 

Ayah yang sedang tersenyum lebar, mendekati Raul dan memeluknya dengan erat.

Sedangkan air mata kebahagiaan terus mengalir deras dari ibunya, dan ibuku semaskin dipenuhi dengan perasaan putus asa.

 

Setelah itu, diriku hanya dapat berdiri diam layaknya orang bodoh, meratapi seluruh kehidupanku yang mulai terbalik.

 

***

 

“……Saya pergi sekarang, ayah, ibu.” (Luke)

 

Dengan nada yang kesepian, aku berbisik dan menaiki kereta kuda.

Baik itu Ayah, Ibu, atau seluruh pekerja yang berada kastil ini… Tidak ada satupun dari mereka yang datang untuk menghantar kepergianku.

Yah, kurasa itu wajar. Karena bagaimanapun aku tidak hanya gagal menjadi pewaris keluarga ini, tapi sekarang aku juga akan diusir ke tempat terpencil.

Walaupun aku sudah tahu sejak awal kalau mereka hanya berbuat baik kepadaku karena aku akan pewaris berikutnya, namun tetap saja ini membuatku merasa sangat kesepian.

 

Bagaimanapun juga, tempat yang sedang aku tuju adalah tanah tandus tak berpenghuni di sebelah utara wilayah Albert. Karena banyak makhluk berbahaya tinggal di area itu dan tanahnya juga sangat gersang, jadi upaya untuk mengembangkan tanah itu selalu diabaikan.

Tujuanku dikirim kesana adalah untuk melakukan tugas mustahil...




|| Daftar Chapter  || Selanjutnya

3 comments:

  1. Apakah bakal mirip pak kades dengan haren satu desa?

    ReplyDelete
  2. Menurut gue tuh giftnya si MC termasuk yg terkuat karena bisa ngubah wilayah setandus apapun jadi makmur

    ReplyDelete