Bannou Murazukuri Chapter 11

        

TranslatorRena
Editor
BUDI
Proof Reader
Shiro7D

Chapter 11 :
Desa Anda Telah Mencapai Level 2

“Tidak bisa dipercaya, ada sebuah desa di sini…” (???)

“Desa ini baru dibangun akhir-akhir ini dan hanya kami bertiga saja yang tinggal disini. Untuk saat ini, aku adalah kepala desanya, namaku Luke.” (Luke)

“Ahh, maaf telat memperkenalkan diri, kepala desa. Saya Belrith, perwakilan dari kelompok ini.” (Belrith)

 

Pemimpin kelompok itu, Balrith-san, adalah seorang pria yang berusia pertengahan 30 tahunan.

Meskipun dia terlihat cukup berotot namun tubuhnya terlihat kurus kering, mungkin karena mengalami kekurangan gizi.

Dan tidak hanya dia saja, tapi seluruh anggota kelompoknya juga sama sepertinya.

 

Setelah berdiskusi sebentar dengan Selen dan Millia, kami sepakat kalau kelompok itu tidak berbahaya dan kami mengajak mereka memasuki desa.

 

Setelah berbicara dengan mereka, kami dapat memastikan kalau mereka memanglah kelompok pengungsi yang lari meninggalakan desa mereka.

Alasan jumlah pria dewasa pada kelompok ini terlalu sedikit adalah karena mereka dipaksa menjadi pasukan untuk perang.

 

Selain itu, alasan hampir tidak adanya lansia pada kelompok itu, adalah karena sebagian besar dari mereka bersikeras untuk tetap tinggal di desa agar tidak membebani yang lainnya saat berkelana. Para lansia tidak akan dipaksa menjadi pasukan atau budak, jadi walaupun mereka masih sedikit ragu, tapi mereka menyetujuinya.

Kepala desa mereka sebelumnya yakni ayahnya Belrith-san juga tinggal di desa. Jadi, Belrith-san yang saat ini memimpin kelompok pengungsi sebagai pengganti ayahnya.

 

“Setelah itu, kami melakukan perjalanan tanpa arah hingga mencapai area tandus ini. Dan tepat dikala perbekalan makanan dan air kami habis, kami menemukan tempat Anda.” (Belrith)

“Begitu ya… ehem, yah, kami masih belum memanen tumbuhan, dan perbekalan makanan kami mungkin tidak cukup untuk kalian semua… tapi jangan khawatir, kami akan melakukan sebisa kami untuk mempersiapkan makanan untuk kalian. Ah, kalau untuk persediaan air kami memiliki sebuah sumur disini, jadi silahkan menikmatinya.” (Luke)

“Be-benarkah? Terimakasih banyak!” (Belrith)

 

Selain terlihat kelaparan, anggota kelompok itu juga terlihat kehausan. Aku membantu mereka dengan menunjukkan letak sumur air berada. Mereka pun langsung bergegas menuju sumur.

 

<<20 poin desa akan dikonsumsi untuk membangun sebuah sumur. Melanjutkan? *{Iya} | {Tidak}>>

 

Aku memilih iya.

 

“Semuanya, silahkan gunakan sumur yang lain!” (Luke)

“Benarkah?” (Pengunsi 1)

“Emang tadi ada sumur disana…?” (Pengunsi 2

“Pokoknya, syukurlah!” (Pengunsi 3)

 

Sementara orang-orang sedang melegakan rasa haus, Millia memasak babi hutan yang diburu Selen kemarin. Sisa gandum yang kami miliki juga dimasak.

 

“Ini mungkin tidak banyak, tapi silahkan dimakan.” (Millia)

“““Ohhhh!””” (Kumpulan Pengunsi)

 

Para pengungsi langsung menghabiskan seluruh makanan secara sekejap, mungkin karena mereka merasa sangat lapar.

 

“Kami sungguh merasa bersyukur atas kebaikan yang Anda tunjukkan. Kami tidak yakin bagaimana cara membalasnya selain dengan kata-kata saja…” (Belrith)

 

Rasa lapar mereka sudah menghilang sekarang, Berlith-san mengutarakan rasa terima kasih sembari berlinang air mata. Untuk yang lainnnya, mereka menggenggam kedua tangan mereka layaknya sedang memuja kami.

Mau bagaimanapun, krisis mereka belum selesai.

Bagi kelompok mereka untuk tinggal di tanah tandus sendirian bukan hanya susah, namun mendekati mustahil.

 

<<Menjadikan mereka penduduk desa?>>

 

Seperti membaca pikiranku, beberapa kata muncul di pojok penglihatanku.

 

“…ehem, Belrith-san…” (Luke)

“Iya, Tuan Kepala Desa?” (Belrith)

“Maukah kamu tinggal di desa ini?” (Luke)

“Eh!?” (Belrith)

 

Belrith-san benar-benar terkejut dengan penawaranku.

 

“Sejujurnya, kami membutuhkan tenaga lebih. Seperti yang kamu lihat, kami punya sawah dengan tumbuh-tumbuhan yang hampir siap untuk dipanen, namun memamen itu semua akan sulit hanya dengan kami bertiga. Di tambah lagi, jumlahnya terlalu banyak untuk kami makan sendirian.” (Luke)

“Ta-tapi, dalam kelompok kami terdapat banyak anak-anak…tenaga kerja yang kami miliki mungkin tidak memenuhi harapan Anda…” (Belrith)

“Meski begitu, aku tidak memikirkannya. Mari kita saling membantu disaat ada yang membutuhkan.” (Luke)

“Oh…Terimakasih, Terimakasih banyak…” (Belrith)

 

Sebagai reaksi dari kata-kataku, Belrith-san berteriak sekeras mungkin sembari berterimakasih kepadaku. Sesaat setelah itu, barisan kata-kata muncul dalam pandanganku satu persatu.

 

<<51 orang yang dipimpin oleh Belrith telah menjadi penduduk desa.>>

<<Ta-ta-ta-dah! Selamat! Karena desa anda sekarang telah memiliki lebih dari 10 penduduk desa, jadi level desa Anda telah meningkat menjadi level 2!>>

<<Sekarang Anda bisa membangun lebih banyak jenis fasilitas.>>

<<Wilayah maksimal desa juga telah meningkat.>>

<<Skill desa [Appraisal Penduduk Desa] telah didapat.>>

<<Ta-ta-ta-dah! Selamat! Karena desa anda sekarang telah memiliki lebih dari 30 penduduk desa, jadi level desa anda telah meningkat menjadi level 3!>>

<<300 poin desa diterima sebagai bonus peningkatan level.>>

<<Sekarang Anda bisa membangun lebih banyak jenis fasilitas.>>

<<Wilayah maksimal desa juga telah meningkat.>>

<<Skill desa [Reposisi] telah didapat.>>




Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

0 comments:

Post a comment