Bannou Murazukuri Chapter 20 Bahasa Indonesia

 

TranslatorRena
Editor
BUDI
Proof Reader
UDesu

Chapter 20 :
Penyelamat Kami

Tujuh puluh enam penduduk baru sudah ku nilai dengan [Appraisal Penduduk Desa], terdapat 12 orang memiliki potensi memiliki Gift. Namun, ada 2 orang yang masih anak-anak jadi hanya 10 orang saja yang bisa diberkati sekarang.

Diantara Gift itu, ada [Teknik Berpedang], [*Kekuatan Dahsyat (Herculean Strength)] yang meningkatkan kekuatan fisik penggunanya, [Indra Penciuman Hewan] yang meningkatkan indra penciumannya hingga setara hewan, [Persepsi Bahaya] yang bisa menyadari bahaya yang akan terjadi, dan [Resistansi Racun] yang mengurangi efek racun pada penggunanya.


Selain itu ada [Master Teknik Tameng]. Versi tingkat atas dari Gift [Teknik Tameng]. Gift ini juga sangat langka Seperti halnya [Master Teknik Berpedang]. Karena gift ini mengacu pada teknik tameng maka ia tidak unggul dalam penyerangan. Akan tetapi, daya tahan penggunanya akan meningkat dan membuat penggunanya bisa menanggung serangan yang diterima oleh rekannya.


Orang yang diberkati dengan [Master Teknik Tameng] itu adalah seorang anak laki-laki berumur 13 tahun yang bernama Noel. Dia hanya setahun lebih tua dariku, namun tubuhnya sudah sebesar Balrath-san. Orang bisa bilang kalau tubuhnya sangat cocok dengan Gift miliknya.

Dia tidak begitu pandai berkomunikasi, namun dia anaknya baik dan ramah. Serta nampaknya dia merasa berutang budi padaku.


“Kepala Desa… Aku… Dengan Gift ini, aku akan melindungimu.” (Noel)

“Terimakasih, Noel.” (Luke)


Aku menjawab begitu kepadanya.

Pada saat ini, dia hanya memiliki tameng kayu, namun kuharap kami bisa memberikan dia tameng yang pantas nantinya.


* * *

“Aku mengumpulkan kalian semua di sini untuk membagikan wahyu yang penting.” (Millia)


Setelah mendengar pengumuman yang khidmat di gereja, para penduduk desa mulai saling berbisik satu sama lain. Mereka itu yang telah menerima Gift.

Karena itulah, mereka memiliki perasaan hormat dan syukur yang kuat terhadap gadis yang berdiri di depan altar – Millia.


“Apa yang akan kuberitahu kalian adalah soal kepala desa kita, Luke-sama.” (Millia)

“Soal kepala desa?” 

“Apa isi wahyunya?”


Para penduduk desa mendengarkan perkataan Millia dengan sangat serius.

Millia pun melanjutkan perkataannya setelah mendengar respon dari mereka.


“Luke-sama adalah orang yang dikirim oleh sang dewa untuk menyelamatkan kita dari peperangan di dunia ini.” (Millia)


Karena ucapannya, penduduk desa yang hadir terdiam seribu kata. Sebelum ada yang menjawab, Millia meneruskan pembicaraannya.


“Ya, Luke-sama ialah sang penyelamat. Seperti yang kalian lihat sendiri, dia telah diberkahi oleh dewa dengan gift yang sangat kuat. Akan tetapi, Luke-sama masih belum mencapai potensi penuhnya.” (Millia)


Millia pernah mendengar dari Luke bahwa gift [Pembangunan Desa] dapat membangun lebih banyak fasilitas dan juga memberikannya lebih banyak skill desa jika sesuatu yang disebut level desa meningkat.

Saat Millia menjelaskannya, para penduduk desa saling memandang satu sama lain.


“Memang, aku berpikir kalau kepala desa bukanlah orang biasa …”

“Tidak, kita sedang membicarakan kepala desa loh. Jadi itu mungkin saja...”

“Nampaknya kita datang ke tempat yang sangat luar biasa…”


Mereka terkejut, namun mereka semua percaya akan perkataan Millia. Bagaimana tidak? Orang yang mengatakannya adalah pendeta yang memiliki gift [Penerima Wahyu].


(Maaf, semuanya… apa yang kukatakan bukanlah wahyu… meski begitu, aku sangat percaya kalau semua itu adalah benar. Kalau Luke-sama adalah utusan dari dewa yang khawatir pada keadaan dunia kita saat ini.)


“Semuanya, mari kita semua mengucap terimakasih kepada Luke-sama dengan berusaha sekuat tenaga untuk mengembangkan desa ini!” (Millia)

““Yaaaaa!””


Dengan begitu, tanpa diketahui oleh orangnya sendiri, sebuah kepercayaan baru telah lahir di desa Luke.


* * *


“…?” (Luke)


Eh? Kok aku jadi merinding ya… apa aku terkena demam? Kalau begitu, lebih baik aku beristirahat lebih awal hari ini.


Ketika berpikir begitu, tiba-tiba aku mendengar teriakan yaaaaa! dari gereja.


“Oh iya, Millia tadi bilang kalau dia mengumpulkan para penerima Gift untuk beribadah bersama. Pasti mereka sedang berterima kasih karena telah mendapat Gift, ya kan? Meskipun Millia bukan tipe yang seperti itu sebelumnya, tapi dia sudah benar-benar menjelma menjadi pendeta sungguhan setelah mendapat Gift [Penerima Wahyu], ya?” (Luke)


Sebelumnya | Daftar Isi | Selanjutnya

1 comment:

  1. Ini lah akhirnya telah kutunggu lama sekarang update sekali duaaa..a semangat trus min di tunggu updatenya

    ReplyDelete