Bannou Murazukuri Chapter 4

    

TranslatorRena
Editor
BUDI
Proof Reader
Shiro7D

Chapter 4 :
Menjadikan Dia Penduduk Desa?


“Itu, itu luar biasa, Luke-sama! Anda dapat membuat sebuah gubuk dalam sekejap mata!” (Millia)

 

Setelah melihat sebuah gubuk muncul entah dari mana didepan kami, Millia memujiku.

 

Pakan, sandang, dan papan, ketiga hal ini merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Dan sekarang, kita tidak perlu mengkhawatikan salah satunya.” (Millia)

“It―Itu benar! Yah, tapi ini semua berkat Gift-ku…” (Luke)

“(Ohh, sarang cinta untukku dan Luke-sama…Gufufufu…)” (Millia)

“Millia?” (Luke)

 

Karena aku baru saja membangun gubuk, jadi sisa poin desaku tinggal 30 poin.

 

“Haruskah aku membuat satu lagi? Atau lebih baik aku membuat sawah atau sumur ya? Karena keduanya seharga 20 poin jadi hari ini aku hanya bisa membuat salah satunya.” (Luke)

“Tunggu, Anda dapat membangun hal lain selain gubuk?” (Millia)

“Iya.” (Luke)

 

Ketika dia mendengarkan masalah kecilku, Millia langsung berteriak.

 

“Hmm? Bukankah gubuk itu terlalu sempit kita? Kurasa aku harus membangun satu lagi.” (Luke)

“Jangan! Gubuk itu sudah cukup! Daripada merisaukan tempat tinggal. Seharusnya kita mementingkan sumber air! katanya manusia tidak akan mati karena kelaparan tapi tidak minum dalam beberapa hari akan meninggal!”  (Millia)

“Ba, baiklah…? Kalau begitu, aku akan membangun sebuah sumur…” (Luke)

 

Karena ditekan keinginan Millia, aku membangun sebuah sumur. Kupikir, persediaan air kita masih cukup untuk beberapa hari….

 

“(Nyaris saja… dengan begini, aku bisa menghabiskan malam berduaan dengan Luke-sama … Gufufufu…)”

 

Sembari melirik ke arah MilliaYang entah kenapa kelihatan lega akan sesuatu— Aku berinteraksi dengan Gift-ku.

 

<<20 Poin desa akan dikonsumsi untuk membuat sebuah sumur air.>>

 

Sama seperti sebelumnya, itu terjadi dengan sekejap mata. Tiba-tiba muncul sumur yang terbuat dari tumpukan batu di tempat yang ku inginkan.

 

“Tunggu, penutupnya tidak mau lepas.” (Luke)

 

Sekeras apapun aku mencoba melepas penutup sumur itu, tapi dia tidak bergerak sama sekali. Mungkin penutup ini menyatu dengan sumur.... Dengan begitu, aku menyerah untuk membukanya dan menyelidiki benda asing yang menempel pada sumur itu.

 

“Hmm, kira-kira ini apa ya? Woah!?” (Luke)

 

Ketika aku mendorong sesuatu yang terlihat seperti sebuah tuas, air mengalir keluar melalui pipa secara tiba-tiba. Karena terkejut, aku bergegas mengembalikan tuas itu ke posisi semula, dan setelah itu airnya berhenti mengalir.

 

“Apa begini cara menggunakannya?” (Luke)

Bukankah ini sangat efisien? Faktanya, menimba air di sumur itu adalah tugas yang cukup berat. Bahkan dikastil, kita harus memperkerjakan budak mengurus hal itu.” (Millia)

 

Pada dasarnya, bisa mengamankan sumber air saja di wilayah yang sangat tandus seperti ini saja sudah bisa dibilang sukses besar.

Kalau kita tidak memiliki sumur ini, kita mungkin harus menunggu hujan turun dan mengumpulkan air sebanyak yang kita bisa, dan itu kalau hujan turun. Karena faktanya tempat ini sangatlah kering dan tandus.

 

Bagaimanapun juga, sekarang aku hanya memiliki 10 poin tersisa. Disini tidak ada yang bisa kubuat hanya dengan 10 poin, jadi terpaksa untuk harus menunggu setidaknya sehari.

 

“Sepertinya aku akan menerima 10 poin per hari, jadi mungkin aku harus membangun gubuk lain besok. Bagaimana menurutmu, Millia?” (Luke)

“Tidak! Selanjutnya kita buat sawah! Iya, kita harus membuat sawah! Akan butuh waktu untuk menumbuhkan benih yang kita bawa dan memanennya. Jadi semakin awal kita memulainya maka semakin baik!” (Millia)

“O,oke… kalau begitu… kita lakukan itu saja…” (Luke)

 

Karena tertekan oleh tatapannya, aku tidak punya pilihan untuk mengangguk. Kemudian, sebuah tulisan muncul tepat di bawah wajah Millia.

 

<<Apakah ingin menjadikannya seorang penduduk desa?>>

“Eh? Aku bisa menjadikan Millia sebagai penduduk desa?” (Luke)

<<Iya. Jika dia sendiri menginginkannya, mungkin untuk membuat mereka menjadi seorang penduduk desa.>>

 

Itu mengingatkanku, ketika aku melihat status tadi, tertera kalau desaku saat ini tidak memliki penduduk.

Itu mungkin terjadi karena aku tidak bisa dianggap sebagai seorang penduduk desa.

 

“Ahm, Millia…” (Luke)

“Tentu saja, aku akan menerimanya, Luke-sama. Kumohon, jadikan aku seorang penduduk desamu.” (Millia)

 

Millia yang sudah menduga apa yang hendak aku katakan dan langsung menjawab.

 

“Apa kamu yakin?” (Luke)

“Luke-sama, izinkan saya mengulang perkataan saya tadi: apapun yang terjadi, kemanapun Anda pergi, saya akan berada di sisi anda. Kalau pilihan Anda untuk akan tinggal disini dan membangun sebuah desa, maka saya akan melakukan yang terbaik untuk membuatnya jadi nyata.” (Millia)

 

Ketetapan Millia tidak tergoyahkan.

 

“Terimakasih, Millia.” (Luke)

<<Sekarang Millia adalah penduduk desa.>>

 

Dengan begitu, Millia menjadi penduduk desa pertamaku.

Bersamaan dengan itu, aku membuat sumpah kecil kepada diriku. Kalau aku akan menggunakan Gift misterius ini untuk mengembangkan tanah tandus ini dan membangun desa yang makmur.

(Shiro7D: Dan tentu saja hal itu akan terjadi…)




Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

1 comment: