Bannou Murazukuri Chapter 9

       

TranslatorRena
Editor
BUDI
Proof Reader
Shiro7D

Chapter 9 :
Jika Kau Membalikan Sesuatu yang Merah, Air Panas Akan Mengalir


Entah kenapa, ada aura mencekam dari Millia dan Selen.

Ketika malam tiba, mereka mulai berdebat kembali.

 

“Kalian berdua tidur di ruangan sekecil ini…?” (Selen)

“Iya. Ada masalah?” (Millia)

Ada masalah gundulmu. Mau dilihat bagaimanapun, ini sudah pasti masalah.” (Selen)

 

Dengan suara lantang, Selen menegur kami.

Kami mengatakan kalau ini semua terjadi karena kami hanya memiliki satu gubuk ini saja.

 

“Kalau kamu keberatan, kami tidak akan memaksamu untuk tidur disini. Silahkan tidur di luar.” (Millia)

“Kenapa aku musti tidur di luar!?” (Selen)

“Ka-kalian bedua, berbaikanla—“ (Luke)

““Luke(-sama), (tolong) jangan ikut campur”” (Selen & Millia)

“…baik…” (Luke)

 

Jika bisa, aku segera membangun satu gubuk lagi.

Namun, karena aku sudah membangun sebuah gudang untuk memperlihatkan Gift-ku pada Selen, jadi poinku saat ini tidak cukup.

 

“Ah, itu dia. Biar aku saja tidur di gudang.” (Luke)

 

Merasa bangga dengan ideku, aku langsung mengatakannya kepada mereka berdua.

 

“Sangat tidak boleh, Luke-sama. Anda adalah kepala desa disini.” (Luke)

“Benar. Yang seharusnya tidur disana adalah gadis itu.” (Selen)

“Wah. Kamu mau bilang kalau kamu ingin berduaan disini dengan Luke-sama? Sungguh gadis yang tidak sopan.” (Millia)

“Bukan itu maksudku! Dan jangan bertingkah seolah tidak bersalah begitu!” (Selen)

 

Pada akhirnya, kami bertiga tidur bersama di gubuk kecil ini. Ditambah, aku di suruh untuk tidur diantara mereka berdua.

 

“…Aku tidak bisa tidur…” (Luke)

 

***

 

Desa Luke

Level Desa : 1

Poin Desa : 54 (+12 poin desa per hari)

Jumlah Penduduk Desa : 2

Gift Desa : Tidak ada

 

“Baiklah, akhirnya aku punya 50 poin!” (Luke)

 

Karena aku membuat desa ini pada saat sore hari, jadi aku mendapatkan poin harian pada saat sore juga.

Setelah mengumpulkan 12 poin setiap harinya, kini akhirnya poinku telah terkumpul sebanyak 50 poin.

Dengan ini, aku bisa terbebaskan dari siksaan di malam hari.

Semenjak Selen tiba di desa ini, aku harus tidur diantara mereka berdua yang selalu bertengkar. Dan tentu saja, hal itu membuatku tidak bisa tidur nyenyak setiap malamnya, hingga akhirnya bisa menyebabkan penurunan produktifitas dan kesehatanku.

Sekarang aku telah memiliki 50 poin, dengan ini aku akhirnya bisa membangun sebuah rumah kecil yang selalu aku dampakan. Aku tidak tahu seberapa besar jadinya, namun setidaknya aku yakin kalau itu lebih besar dari sebuah gubuk.

 

<<50 poin desa akan dikonsumsi untuk membangun sebuah rumah keci. Melanjutkan? *{Ya} | {Tidak}>>

 

“Iya, iya, tolong!” (Luke)

 

Setelah aku mengkonfirmasi, rumah kayu satu lantai muncul di depanku.

 

“Wah! Bahkan ada perabotan nya!? Luar biasa!” (Luke)

 

Luasnya 2 kali lipat dari gubuk yang kami gunakan. Namun, tidak seperti gubuk yang kosong, rumah ini memiliki ranjang, meja, lemari, dan perabot lainnya.

 

“Area apa ini?” (Luke)

<<Ini adalah dapur>>

“Dapur? Kemudian, apa ini?” (Luke)

<<Keran air. Kalau anda memutar yang warna biru, air biasa akan keluar. Sebaliknya, kalau anda memutar yang warna merah maka akan keluar air panas.>>

“Huh? Seperti ini?” (Luke)

 

Ketika aku mencobanya, itu mengeluarkan air seperti yang dijelaskan.

 

“Apakah ini semacam perangkat sihir? Tapi aku tidak bisa merasakan kekuatan sihir disitu…” (Selen)

 

Selen berkata begitu sembari memiringkan kepalanya. Kemudian kami menemukan hal lain di catatan.

 

<<Dengan mendorong tuas kemudian memutarnya, api akan keluar>>

“Sepertinya kita bisa menyulut api dengan ini. Mari kita coba.” (Luke)

“Benar-benar keluar api… apa yang sebenarnya terjadi?” (Selen)

“Gift Anda benar-benar luar biasa, Luke-sama. Kita bisa saja memasak di luar, namun dengan adanya alat ini, memasak akan menjadi jauh lebih mudah.” (Millia)

 

Millia berkata demikian dengan suara senang.

 

“Bagaimana dengan pintu ini? Huh? Apa ini…?” (Luke)

 

Ketika kami membuka pintu, kita menemukan sebuah ruangan kecil.

Di dalamnya, kita melihat sesuatu semacam kursi. Dan lebih jauh di dalam ruangan, terdapat sesuatu yang mirip dengan wadah penyimpanan air yang besar.

 

<<Ini adalah satu unit kamar mandi.>>

“Satu unit kamar mandi?” (Luke)

<<Toilet dan tempat mandinya menjadi satu dalam satu ruangan.>>

“Jadi maksudmu ini adalah pot untuk buang air kecil, dan yang itu adalah bak mandi…?” (Luke)

 

Itu memang tidak terlihat seperti kursi biasa, namun nampaknya itu adalah pot untuk buang air kecil yang diberi penutup.

Kalau penutupnya dibuka, itu terlihat seperti mangkuk besar dengan sedikit genangan air di bagian dasarnya. Pinggirannya terlihat seperti tempat untuk diduduki. Disana juga terdapat lubang kecil dimana genangan air berada.

 

<<Ini adalah sebuah toilet siram.>>

“Toilet siram…? Bagaimana cara menggunakannya?” (Luke)

<<Seseorang tinggal duduk dan menenangkan dirinya. Setelah itu, seseorang tinggal menguras airnya bersamaan dengan kotorannya dengan memutar tuas disana.>>

 

Ketika aku mencoba memutar tuas yang dimaksud, muncul banyak air mengalir ke bawah, nampaknya menggantikan air yang sebelumnya disana.

 

“Di kastil, orang yang bertugas membuang kotoran adalah para pekerja kelas bawah…” (Luke)

 

Namun sekarang, kita tidak perlu melakukan hal semacam itu.

 

Meski begitu, kira-kira kemana perginya kotoran-kotoran itu.

Aku dengar di wilayah lain ada yang menggunakan Slime untuk tempat buang air besarnya. Slime akan menyerap apapun, bahkan kotoran manusia, jadi mereka dapat menjaga segalanya tetap bersih. Namun perangkat ini tidak terlihat menggunakan slime. Yah, untuk saat ini, yang penting perangkat itu bekerja. Soal mencari tahu cara kerjanya bisa dilakukan nanti.

 

Setelah itu, aku berpindah ke tempat mandi.

Disana ada keran yang mirip dengan yang di dapur. Dengan kata lain, kita bisa membersihkan tubuh dengan mudah dengan ini.

 

“Praktis sekali. Kita bisa mandi tanpa menggunakan sumur di luar.” (Selen)

“…Sepertinya begitu. (Cih! Ini berarti aku tidak bisa lagi mengintip Luke-sama ketika sedang membasuh tubuhnya di luar!)” (Millia)

 

Selen terlihat bahagia, namun entah kenapa Millia terlihat frustasi.

 

“Dan sekarang kita mempunyai dua Kasur, kita bisa memisahkan tempat tidur untuk pria dan wanita.” (Luke)

““……”” (Selen & Millia)

 

Aku mengatakan hal itu dengan bangga, namun nampaknya mereka berdua tidak menyukainya.

Untuk menyingkirkan kebingunganku tentang mereka diam, Millia berbicara terlebih dulu lalu diikuti Selen.

 

“Tidur bersama wanita ini cukup mustahil bagiku.” (Millia)

“Aku juga!” (Selen)

 

Memaksa kedua orang yang terus berseteru ini, untuk tidur bersama bukanlah ide yang bagus.

Namun, akan aneh jika aku tidur bersama salah satunya. Satu-satunya alasan Millia dan aku tidur bersama adalah karena kami hanya memiliki gubuk itu.

 

“A-aku mengerti. Kalau gitu, kurasa kita bertiga bisa tidur bersama di rumah ini.” (Luke)

 

Seharusnya kita memiliki ruang yang cukup, jadi kupikir mungkin aku bisa tidur di lantai atau semacamnya…

 

***

 

“Tunggu, kenapa kita bertiga tidur di Kasur yang sama!?” (Luke)

 

Entah bagaimana, aku akan tidur diantara mereka berdua seperti sebelumnya.

Karena itu dan fakta bahwa kasurnya lebih kecil daripada lantai di gubuk, kami sekarang semakin dekat dari sebelumnya.

 

“Luke-sama, kami tidak bisa membiarkan Anda tidur di tempat lain selain di Kasur ini.” (Millia)

“Aku juga tidak keberatan tidur di lantai, tapi aku benar-benar menolak untuk membiarkan wanita ini tidur bersamamu.” (Selen)

“Wah kebetulan sekali, aku juga tidak akan membiarkanmu tidur berdua dengan Luke-sama. Jadi, satu-satunya solusi adalah kita tidur di sini bersama.” (Millia)

“Setuju.” (Selen)        

 

Aku nggak paham sama logika itu!





Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

1 comment: