Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 306 Bahasa Indonesia

TranslatorRamune
Editor
BUDI
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 27: Dunia Kebalikan

Chapter 306: Pergerakan Rahasia, dan Motor Sihir



Menurut koran yang dibaca Sancho-san, kejadian di desa Jiore seperti ini :
Monster emas misterius tiba-tiba muncul di desa Jiore yang dekat dengan Istana Kerajaan Saint. Monster itu membunuh semua penduduk.

Beberapa penduduk berhasil kabur dan meminta pertolongan dari Orde Ksatria. Ordo Ksatria merespon dengan Ksatria Golem.

Para Ksatria melawan tengkorak kristal dan monster emas tadi. Kabar mengatakahan bahwa Golem ‘berkemampuan’ tidak mempan. Jadi, arah pertempuran lebih ke bertahan daripada menyerang.

Saat itu, Pangeran Kerajaan Panashes kebetulan lewat dan menunjukkan bagaimana caranya mengalahkan monster emas itu dengan Golem “Mahkota”nya.

Semua monster berhasil dikalahkan, akan tetapi meninggalkan banyak pertanyaan ‘monster apa itu?’. Sepertinya Kerajaan Saint sedang menyusun rencana agar bisa mengatasi hal masalah seperti ini lagi...

Beberapa ahli berpendapat kalau monster itu bukan monster biasa, tapi monster jadi-jadian……

Setelah berhasil meminta Sancho-san membeli emas batangan lagi, aku dan lainnya makan di kafe lokal sambil membaca koran yang terus kubaca dari tadi.

Aku paham kamu khawatir, tapi jangan sampai makan sambil baca. Etikamu buruk.
Eh? A-aah maaf…  

Setelah dimarahi Rin karena membaca koran yang ada di tangan kanan sambil makan sandwich dengan tangan kiri, aku pun melempar koran itu. Usut punya usut, ia marah karena aku terus terusan membacanya… sementara yang lain sudah hampir selesai makan.

Setelah menghabiskan makanannya, Yumina mengambil koran yang kulempar tadi, dan membacanya.

Sudah kuduga… Fraze Emas, yah?
Masih kemungkinan, tapi kurasa iya. Selain itu, mereka juga menyebutkanMemakan Jiwa.
Saya rasa pertanyaannya adalah Kenapa malah Fraze emas yang muncul daripada Fraze biasa?

Ucap Rue sambil memiringkan kepalanya. Aku sih punya teori sendiri.

Tujuan utama Fraze adalah mencari “Raja”, makanya mereka muncul di dunia kita, lalu membunuh semua makhluk karena Raja mereka ada di salah satu makhluk di dunia kita. Tapi, yang Emas ini sedikit beda.

Aku bahkan melihat Kelas-Penguasa, yang secara harfiah adalah pemimpin Fraze, diserang golongan Emas itu. Mereka berbeda dari Fraze biasa.

Intinya, Fraze tidak akan muncul di sini. Bagi mereka itu sia-sia saja. Akan tetapi, Emas itu berbeda. Mungkin mereka punya tujuan tersendiri…

Asumsikan mereka punya tujuan sendiri. Aku berani bertaruh ini terjadi karena disuruh pemimpinnya Dewa Iblis yang telah memakan Dewa bawahan.

Ada kemungkinan benar, tapi ada satu hal yang membuatku ragu.

Dunia Yumina dkk— Dunia Asal — diinvasi Fraze saat Barir Dunia-nya hancur. Barir milik Dunia Kebalikan ini seharusnya masih tidak apa-apa. Tapi mungkin sudah rusak.

Pasalnya… Fraze Emas sudah mulai bermunculan. Setelah pertempuran terakhir di Dunia kami kemarin, sekarang mereka malah muncul ke sini. Apa ada sesuatu yang terjadi di Dimensi-Antar-Dunia? Memikirkan jika Dewa Iblis, Yura sedang merancanakan sesuatu membuatku sedikit takut.

Berpindah antar dunia, curang sekali mereka…

…Touya-san, Touya-san.
Eh? Aah, apa, apa?

Oalah Fraze sialan, jadi melamun lagi kan... Sambil meminta maaf pada Yumina, aku meyakinkan diriku jika tidak ada yang bisa dilakukan.

Kulempar sandwich tadi ke mulut dan menghabiskan teh hangat yang sekarang sudah dingin.

Bentar… yang mengalahkan mereka itu…”Mahkota”, tapi bukan Merah ataupun Ungu. Korannya cuma menyebutkan Pangeran saja.

Jadi penasaran, apa harga yang harus dibayar oleh pangeran? Ia bisa mengalahkan Fraze, apa kemampuannya sangat hebat atau mungkin kemampuannya itu secara tidak langsung, yah?

Intinya, seharunya ia membayar sesuatu. Kalau ucapan Nia benar, hanya Ungu saja lah yang mengancam nyawa. seandainya tidak mengancam nyawa, aku pasti akan menangis kalau bayarannya adalah “kakimu akan bau setiap kali menggunakan kemampuan Golem”.

Omong-omong, saat aku mencoba mencarinya dengan peta, ternyata lokasinya ada di Paluf dan Rynie, di atas pulau Parunie. Di sini, seluruh pulau itu jadi satu wilayah Negara.

Sembari melakukannya, aku juga mencari lokasi Fraze, tapi hasilnya nihil. Jadi tambah khawatir.

Karena sudah repot-repot datang ke sini, ayo belanja! Dunia ini mungkin punya hal yang Dunia kita tidak punya. Uang hasil Emas batangan tadi banyak, jadi jangan malu-malu dan biarkan aku yang membawanya!

Aku mengatakannya sembari berharap menghilangkan kekhawatiran tadi. Walau aku bilang ‘biarkan aku’, aku akan melemparnya keStorage.
 
Sip! Aku ingin beli oleh-oleh untuk ayah, ibu dan Jiji!

Ucap Sue dengan senyuman cerah, tapi untuk jaga-jaga, aku akan mengingatkannya untuk tidak mengatakan asal oleh-oleh itu

Okelah kalau begitu, mau berangkat sekarang?(Yumina)
Aku ingin cangkir teh baru.(Yae)
A-aku ingin ke toko buku.(Linzie)
Saya ingin melihat armor Dunia ini.(Hilda)

Kelihatannya tiap orang beda tujuan, yah…..Setelah mencarinya di peta, kami pun meniggalkan kafe.

***
 
Mengerikan… kalau sudah belanja, gadis-gadis memang mengerikan.

Karena adaStorage, barangnya sih tidak masalah, tapi aku menunggu lama sekali saat mereka belanja. Aku juga dimintai pendapat ‘M A N A Y A N G  B A G U S!?’. Mustahil aku bisa jawab semuanya, jadi kuberi jawaban asal-asalan, toh yang penting mereka bahagia! Dan lagi… aku harus melakukannya 9x.  

Selain itu, setiap kali masuk toko lain, mereka melakukannya lagi. Walaupun gak selalu ditanyai, tetap saja aku M E N U N G G U. Pokoknya, belanja dengan gadis itu menyusahkan.

Umm, kalau enggak salah, tadi kami ke toko sepatu, topi, aksesoris, senjata, buku, furniture, serba ada, instrument musik, sayur-mayur, batu mulia, baju kosmetik, roti……mana dah? lupa aku…

Dan sekarang, kami ada di toko pakaian dalam~, mustahil aku mau dimintai pendapat soal itu, jadi aku memaksa menunggu di luar.

Omong-omong, sepertinya aku dicap ‘orang mesum’ karena dari tadi berdiri di depan toko oleh masyarakat lokal, jadi aku pindah ke depan toko pandai besi dan masuk ke dalam.

Toko ini memperbaiki Golem, pekerjanya mengganti beberapa bagian Golem yang sudah usang.

Bagian atasnya persis minotaur dan bawahnya persis tank. …. “mino-tank”? Bagian bawahnya yang persis ulat dan atasnya yang besar memberi kesan kalau Golem ini cukup kuat. Untuk senjata, Golem itu membawa kapak besar dua sisi.
(BUDI: aku tahu nya RABBIT-TANK)

Aku sudah menerima izin lihat-lihat dari pemiliknya, jadi aku diam dan terus memperhatikannya.

Pak, sampai batas mana kau bisa memperbaiki Golem?
Kami bukan insinyur, nak, jadi kami hanya bisa memperbaiki bagian luar. Dan kalau Golem-nya “pabrik-an”, kami tidak bisa memperbaiki tangan kakinya. Tapi untuk senjata dan ornamen, kami bisa.

Hmmm, gitu? Boleh juga.

Sambil mengalihkan pandangan, mataku tertuju pada sesuatu yang tergeletak di pojok ruang.

Persis perkakas. Ukurannya 40 cm, membuatku teringat sesuatu. Bukannya ini Tungku Sihir?

Pak, ini apa…?
Hmm? Aah, Penggerak Sihir? Itu sistem penggerak Golem yang barusan kubedah. Karena sudah tua, aku akan menjualnya dengan harga yang murah.  

Aku pun mengaktifkanAnalyze. Yap, 11/12 dengan Dverg. Performanya tidak terlalu besar karena strukturnya simpel, yang berarti tidak menggunakan batu sihir, bisakah kami menggunakannya untuk hal lain? Hmm…

Aku pun mencoba mengalirkan kekuatan sihir (aku khawatir benda itu rusak seperti Dverg) untuk mengeceknya, benda itu sedikit bergerak saat aku mengalirkan sedikit kekuatanku padanya.

Pak, gimana kalau aku saja yang beli?
Kau? Mhh…okelah, enggak masalah…

Ia bilang ‘dengan harga yang murah’, jadi aku beruntung. Aku tidak yakin 100% murah karena aku tidak tahu harga pasar tapi kurasa tidak terlalu mahal juga kok.

Dengan ini, mungkin kami bisa membuat mobil yang bisa mengangkut beberapa orang sekaligus jika benda ini gagal diaplikasikan ke Dverg.

Sejujurnya, di ‘Hanggar’ kami punya mobil ber-armor berkecepatan luar biasa, tapi aku ragu mau memproduksi massal lalu dijual. Soalnya, hanya “Lokakarya” saja yang bisa membuatnya.

Akan tetapi, mesin ini mungkin bisa berguna bagi Negara lain. Mungkin itu cukup kuat untuk mobil dengan 2 tempat duduk

Saat mengalihkan pandangan, semuanya masuk ke ruangan.

Duh, kami lama, yah. Maaf… (Yae)
Udah udah, tidak apa-apa kok, toh aku dapat barang bagus.(Touya)

Aku pun memasukkannya keStorage. Saat aku mau memasukkan belanjaan para gadis, mereka menolak keras tawaranku. karena pakaian dalam…? Jadi aku, tunangan mereka juga tidak boleh liat?

Lama banget tadiLindzey kesusahan mau milih yang biasa atau yang ‘agak berani’, dan akhirnya ia beli dua-duanya …Hmmppp!?(Elzie)

Onee-chan!? Kamu bilang apa!!?(Lindzey)

Wajah Lindzey memerah dan tangannya berusaha menutupi mulut Elzie.

Elzie-dono juga kesusahan. Ia malah mau memilih ukuran yang satu size lebih besar… fuguu!?(Yae)

Waa──────aa!?(Elzie)

Kali ini, giliran Elzie yang menutupi Yae yang mencoba membocorkan rahasianya. Demi Kami-sama, kenapa sih kalian ini…?

Walau paham, aku tetap diam karena kalau sampai aku mengatakan sesuatu, ujung-ujungnya yang salah pasti aku. Seorang lelaki sejati harus bisa menjadi batu. Aku juga….harus menjadi batu.

Raja-sama, mau lihat punyaku…?(Sakura)

Sakura malah menggerak-gerakkan badannya dengan malu saat aku berusaha ‘tuk menjadi batu, ayolah…jangan gitu, Sakura-san. Kalau bilang tidak mau lihat, aku nanti dicap pembohong, dan kalau jujur, aku akan dicap mesum, harus gimana aku!!?

Kenapa kau, Touya? Mau liat pakaian dalam kami? Kami mau kok, memperlihatkannya padamu kapanpun kau mau. Iya kan, Rue?(Sue)

Ja-jangan bertanya pada saya, Sue! Ti-tidak kok, bukannya saya tidak mau menunjukkannya pada Touya-sama, tapi umm, ummm… ngghhh! Bukannya Hilda-san lebih baik dari saya?!(Rue)

Fuee!? Kok saya!? Uum-ummm, saya kan beli yang biasa, jadi… duh, AAAAAAAAA!? Lupakan!!(Hilda)

Sue melempar bom, membuat Rue dan Hilda ‘memerah’.

Meskipun Sue tidak sengaja, kurasa ia tidak ‘malu’ saat mengatakan hal tidak baik. Gimana caranya Ellen-san mengajarinya sih… tapi kan… Ellen-san buta, mungkin pelajaran etikanya kurang.
(Shiro7D: kan eluh udah nyebuhin dia cuk -_-)

Sudah-sudah. Pakaian dalam bukan sesuatu yang dibicarakan di tengah jalan seperti ini. Mana etika kalian?

Karena yang lain mulai menggila, Rin menepukkan tangannya dan menghentikan mereka. Seperti yang diharapkan dari yang tertua… walau tubuhnya tidak begitu beda dari Yumina atau Rue sih.

Mungkin karena tatapan semua orang, mereka berjalan dengan cepat sementara wajah mereka terlihat malu. Aku pun menghela nafas dan berterima kasih pada Rin.

Para gadis hanya sedikit malu, Sayang… tahan nafsumu… toh ke depannya nanti kau bebas melihat pakaian dalam kami.
Oh, ayolah!!!

Saat bingung harus bilang apa pada yang tertua ini, Rin memegang tanganku dan mulai berjalan dengan santai.

Omong-omong, milikku warna hitam berkualitas tinggi. Mau lihat~??
Duh Kami-sama…sudah kubilang kan!

Bayangkan anak umur 10 tahun memakai pakaian dalam berkualitas. Jika aku mengatakannya, pasti dipukul. Tak peduli apapun yang Rin pakai, aku tetap senang kok. Walau gak seksi sekalipun, aku senang.

Mau lihat tidak?
Jika menolak, itu bohong. Bukannya tidak tertarik tapi aku malu mengatakannya. Kalau kau bersikeras, aku tidak akan menolaknya tapi aku tetap malu bilang ‘ya’.
…ya ampun, Sayang. kamu benar-benar orang yang sulit dimengerti, yah.

Itu bohong. Aku bukan orang tanpa nafsu. Aku bahkan tidak yakin bisa mengatakan hal yang sama setelah seumpama melihat mereka memakai pakaian dalam itu! MUSTAHIL! Ayolah Rin, jangan goda aku seperti ini. Karena yang dibicarakan ini Rin, mungkin ia menggodaku karena tahu sifat asliku.

Fufu. Tapi…sifatmu memang begini..

Sadar Rin mempererat pegangannya, Sakura-san kembali dan menarik tanganku yang lain

Kalau sama Rin mau! Sama aku juga dong!


Muu-muu. Walau senang, terasa aneh deh, ini memalukan…. Hei, Pola. Hentikan pose ‘ara-ara’mu itu.

Benar-benar ya…padahal cuma boneka. Jadi ingin tahuProgram apa saja yang Rin aplikasikan padamu.

Aku pun membukaGatedi gang dan kami kembali ke ruang keluarga di rumah di pulau Drakliff.

Selamat datang, Tuan dan Nyonya sekalian.
Selamat datang〜」


Di sana, terlihat Shirogane menyambut kami dengan sopan sementara Profesor yang sedang membaca buku, mengalihkan pandangannya pada kami yang baru saja datang ini.


Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

8 comments:

  1. Makasih atas chptr selanjutnya min.. Semangat min buat chptr yg lainnya ������

    ReplyDelete
  2. Thanks min udah dilanjutkan. Tetap semangat min ditunggu kelanjutannya dan sehat selalu

    ReplyDelete
  3. Harem ya menarik, andai w di isekaišŸ¤£

    ReplyDelete
  4. untung make Opera Browser ada fitur simpan laman sebagai PDF :D

    ReplyDelete