Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 316 Bahasa Indonesia

TranslatorRamune
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Arc 28: Pergerakan Janin

Chapter 316: Sihir Roh dan Penemuan




“Oh iya, aku ingin bertanya, ada apa dengan sihir roh di era sekarang?” 
Di Alam Roh, aku sedang berkumpul dengan semua Roh Utama dan menanyakan apa yang mengganjal di pikiranku.
Saat ini, kami sedang nge-teh di atas seperangkat meja-kursi, yang kuambil dari [Storage], sambil mengapung di udara.

Kedengarannya memang aneh, tapi Alam Roh tidak punya tanah atau sejenisnya. Tapi, Bukankah Roh Badai yang kukalahkan tadi juga sempat memantul… aku semakin tak mengerti dengan tempat ini.
 
“Kalau tidak salah, dulu ada yang namanya sihir roh kuno, ya kan?” 
Itu adalah topik penelitian Charlotte-san, Penyihir Kerajaan Belfast.
Akhir-akhir ini kami jarang ketemu, jadi penasaran apa ia sehat-sehat saja, ya?

“Begitulah, kami tetap akan meminjamkan kekuatan kami jika kontraknya dibuat dengan benar. Akan tetapi, informasi mengenai cara membuat kontrak sudah menghilang dari Dunia Bawah. Selain itu, Bahasa Roh juga telah punah.”
“Terkadang ada saat di mana dependan kami terpanggil secara kebetulan, tapi para kontraktor bicara dengan Bahasa mereka, yang tidak bisa anak buah kami pahami. Mereka terus-terusan bilang “Pinjamkan kekuatanmu” dll. 
Jawab Roh Cahaya dan Api.

Saat melakukan kontrak, hubungan antara roh dan kontraktor harus sejajar, tidak ada atasan dan bawahan. Setelah itu, para roh hanya sebatas meminjakan kekuatan mereka pada kontraktor.

Lain dengan Hewan Panggilan dari Sihir Kegelapan, Roh punya hak. Kalau disuruh melakukan yang tidak disukai, mereka bisa menolak walaupun sudah menjalin kontrak.
Kalau umpamanya Hewan Panggilan itu karyawan yang diberi gaji, maka roh adalah seorang teman. Kalau kau menganggap teman layaknya karyawan, mereka pasti akan kehabisan kesabaran dan meninggalkanmu.

Jangankan teman, karyawanpun kalau disuruh-suruh terus pasti akan membencimu

“Jadi, mungkin lebih bagus kalau hal penting itu disebarkan lagi, ya. “Roh itu punya Hak, dan harus diperlakukan seperti Teman”.”
Meski begitu, kami juga tidak suka jika terus-menerus dimintai bantuan dan jika kontraktor kami bersikap terlalu akrab dengan kami.”  

Ucap Roh Tanah yang sedikit memiringkan kepalanya dan menaruh tangannya di pipi.
Roh bisa dikatakan sebagai perwujudan Alam. Sejak dahulu, manusia dan makhluk lainnya telah memuja gunung, mengagumi laut, takut pada badai, dan berterima kasih pada bumi atas segala pemberiannya. Itulah sebabnya roh akhirnya menjadi kaki tangan dewa dan senantiasa membantu dan melindungi dunia tempat mereka dilahirkan

Yah, selain Roh Utama, sihir roh bisa dilakukan hanya dengan membuat kontrak dengan dependan kalian, kan?”
“Benar. Salah satunya salamander. Dengan adanya kontrak dengannya, kontraktor akan bisa menggunakan sihir roh Api.” 
Ucap Roh Api sambil mencicipi kue. Sepertinya kekuatan sihirnya akan bergantung pada si kontraktor.

Bedanya Sihir biasa dengan sihir roh adalah sihir roh tidak terbatas pada kecocokan dengan si pengguna.
Sihir biasa bergantung pada bakat. Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Kegelapan, dan Non-atribut; tidak ada bakat berarti orang itu tidak bisa menggunakan sihir sama sekali.

Sebaliknya, semua orang bisa menggunakan sihir roh selama kontrak dengan roh terpenuhi. Tapi ada juga aturan tentang kemampuan si pengguna dalam melakukan kontrak, jadi aku tidak yakin mana yang lebih mudah…

Seseorang dengan bakat Air, berkemungkinan tinggi mendapat dependan Roh Air. Kalau dipikir-pikir, tidak heran jika sihir roh sudah tidak ada lagi di zaman ini.
Sihir air yang bisa digunakan sejak lahir, dan sihir roh air yang membutuhkan kemampuan pengguna. Bagaimanapun juga, sudah jelas kalau orang-orang akan lebih suka menggunakan yang lebih mudah.

Akan tetapi, sihir roh punya satu keuntungan : tak peduli sebesar apa sihir yang digunakan, si kontraktor tidak memerlukan kekuatan sihir yang besar juga karena sihirnya adalah sihir roh.

Tentu saja itu karena roh tersebutlah yang menggunakannya. Kontraktor hanya perlu menggunakan kekuatan sihir untuk memanggil roh-nya.
Artinya, bocah ingusan dengan kekuatan sihir sedikit pun, kalau bisa menjalin kontrak dengan roh kuat, akan bisa menggunakan sihir yang kuat.
Sudah jelas jika hubungan si pengguna dan rohnya harus dijaga dengan baik.

Para roh setuju untuk menyebarkan sihir roh lagi ke Dunia Bawah. Tentu saja, kontrak-nya tergantung dari roh yang dipanggil kontraktor itu sendiri. Kalau gak mau, ya sudah. Sudah jelas kan, karena Roh dan Kontraktor itu sederajat.

Masalahnya…. beberapa roh dari pihak Oposisi telah mendeklarasikan :
“SAMPAI MATI PUN, KAMI TIDAK AKAN PERNAH MENJALIN KONTRAK DENGAN MEREKA YANG PUNYA PASANGAN ATAU YANG SUDAH MENIKAH!!!!!”

Yah... itu hak mereka.
....
kenapa sih mereka membuat topeng bertuliskan “IRI”? Yah, biarlah.

Yang menjadi masalah, saat ini tidak banyak orang yang bisa melihat roh.”
Selama mereka mengakui keberadaan kami, mereka akan selalu bisa melihat kami~ Penduduk Suku Peri contohnya. Kadang-kadang, bayi mereka terlahir dengan “Mata Roh”.” 

Seperti yang Roh Angin katakan, Suku Peri pasti bisa melakukannya dengan cepat. Mereka kan juga bisa menggunakan sihir lain tanpa harus berusaha keras.
Untuk sekarang, ayo temui Charlotte-san.
Dari semua kenalanku,mungkin ia satu-satunya orang yang mengerti tentang Sihir Roh.   


++++++

“A-apa yang kau bilang?” 
Charlotte-san, yang mengurung diri di laboratorium Kerajaan dan sedang meneliti sihir roh, sedang berdiri tegak dengan ekspresi tak percaya, sementara kertas yang entah apa isinya yang ia bawa… tercecer di lantai. 

“Jadi gini, Charlotte-san… tahu soal sihir roh?”
“Eh? Eh? Bentar bentar tunggu sebentar. sihir roh? Touya-sa… Baginda…Anda bisa menggunakannya?”
Aku bisa menggunakannya, seperti ini...”
Aku pun memanggil Dependan Roh Angin, sebuah roh Sylph yang berbentuk gadis kecil mungil berukuran 3 kepalan; kami sudah mengatur agar Charlotte-san bisa melihat rohnya. 




“KOK BISA!!!???? KENAPA KAU BISA MENGGUNAKANNYA, TOUYA-SANNN!? PADAHAL AKU YANG SUDAH MENELITINYA SELAMA INI SAJA TIDAK BISA!! INI GAK ADIL!!!!”

“Uh... maaf.” 
Aku pun langsung minta maaf pada Perempuan Cendekiawan Berkacamata yang marah-marah layaknya anak kecil.
Para Asistennya langsung mencoba menenangkannya. Mereka adalah orang yang dulu kuberi kacamata translate.
Beberapa puluh menit kemudian, Charlotte-san akhirnya tenang dan menanyakan detailnya dengan tatapan bersemangat pada si Roh di sebelahku.

“Fuaaa… Roh asli… Sebenarnya dulu aku pernah melihatnya sewaktu masih kecil. Sejak saat itu, aku meneliti sihir roh, agar bisa bertemu dengan mereka lagi. Walaupun bukan dengan kekuatanku sendiri, senang rasanya bisa melihatnya lagi…” 

Gitu ya, jadi itu alasannya melakukan penelitian ini. 
“Kemarin aku sudah membuat sebuah kesepakatan dengan Roh Utama, yang kedudukannya lebih tinggi dari roh ini, untuk menyebarkan sihir roh ke seluruh penjuru dunia. Dan akhirnya aku ingin meminta bantuan Charlotte-san untuk…”


“KUBANTU! PASTI KUBANTU! BIARKAN AKU MEMBANTU!!”

Charlotte-san berteriak sambil mengangkat tangannya setinggi mungkin. Oh tenanglah, kata-katamu sampai aneh gitu lho.

Untungnya, aku sudah dapat izin dari peneliti lain, jadi aku mulai mengajari mereka dengan menulis di papan tulis di laboratorium. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi guru. 
“Pertama-tama, Roh itu terbagi atas : Roh Utama, Roh biasa, dan Dependan. Kontrak dengan Roh Utama tidak pernah terjadi sebelumnya, jadi kalian hanya bisa menjalin kontrak dengan bawahan mereka… yang… mari sebut mereka Roh Kecil. Agar bisa menggunakan sihir roh, kalian harus bisa menjalin kontrak dulu.” 

Charlotte-san dkk mengangguk-angguk sambil menulis sesuatu. 

“Hal yang harus kalian ingat adalah : Kalian dan Roh itu sama, bukan atasan dan bawahan. Mereka bukan anak buah kalian. Yang menjadi titik penentu penggunaan sihir roh adalah apakah kalian bisa menganggap mereka sebagai teman atau tidak.”

Selain melalui sihir roh, hanya Raja Roh, yaitu aku, yang bisa membuat mereka mau bekerjasama.
Menyuruh mereka untuk menyerangku juga hal yang mustahil. Soalnya mereka tidak akan rela membantu melukai Raja-nya.

…tapi aku ragu dengan mereka yang memakai topeng aneh itu. Yah, biarlah

“Biasanya, Roh tidak kasat mata. Nah, untuk menjalin hubungan, kalian harus bisa menggunakan Bahasa Roh. Mereka akan menampakkan diri jika kalian mencoba berbicara mereka menggunakan bahasa itu.

Apakah yang Anda maksud itu Bahasa Roh Kuno?”
“Hampir benar~! Bahasa itu dibuat saat Era Kuno, dan merupakan Bahasa singkatan. Walaupun kata yang digunakan hampir sama, tapi artinya bisa beda.” 

Kalau yang diajak bicara itu Roh Utama atau setingkatnya sih, pakai Bahasa biasa pun bisa.
Kemudian aku mengeluarkan sebuah buku dari [Storage]. Judulnya “Bahasa Para Roh - Original”. 

Ini adalah Buku ‘tata cara bicara menggunakan Bahasa Roh dengan baik dan benar’, yang dibuat oleh para roh asli dengan bantuan [Lokakarya] Babylon.

 
“Baca ini, dan kau akan bisa menggunakan bahasa mereka, nih, kuberikan untuk kalian.”
“Eh? Gratis!?”
Ya. Sebagai gantinya, aku ingin kalian membantu orang-orang menjalin kontrak dengan Roh. Agar Roh menganggap manusia sebagai Teman lagi.”
 
Kalau sampai kedua dunia menyatu, dan kekuatan Roh masih lemah, pasti akan ada kekacauan. Selain bencana yang sudah pasti akan terjadi, ada kemungkinan ekosistem juga akan berubah drastis. 

Untuk memperkuat Roh, aku bisa saja menggunakan otoritas sebagai Raja Roh, tapi kalau begitu sih tidak tahan lama. Cara terbaik adalah agar penduduk di dunia ini bekerja sama dengan para Roh.

Itu lah yang dikatakan Karen nee-san kemarin. Yah, tapi kurasa kejadiannya masih lama lagi.
Tapi hal ini sangat diperlukan jika aku benar-benar menjadi dewa yang mengawasi dunia ini.

Karena sihir biasa di Dunia Kebalikan masih terbengkalai, ada kemungkinan sihir roh juga sudah punah.

Dunia itu seharusnya punya Roh sendiri, tapi kontak dengan penduduk di sana pasti sangat sedikit.  Untuk sementara, aku hanya bisa melakukannya di dunia ini.

“Yah, kita tidak tahu apakah kontraknya bisa berhasil dibuat atau tidak, tapi mari kita coba saja. Charlotte-san, berapa bakat sihir yang kau punya?”
“Err, lima. Semua kecuali kegelapan dan non-atribut.” 
Lima, ya? Luar biasa. Gurunya, Rin, memiliki memiliki enam buah dengan tambahan yaitu non-atribut. Penyihir Istana Belfast memang luar biasa.

“Karena ini pertama kalinya kau mencoba, Bagaimana kalau kita coba dengan roh kecil seperti Dependan Roh Angin atau Air? Dependan Roh Angin punya rasa ingin tahu yang kuat sementara Dependan Roh Air sedikit tenang dan memiliki sifat pendiam.”

“Mhh… aku akan mencobanya dengan Roh Air.”

Kami keluar lab, dan berjalan menuju air mancur di taman Istana Belfast. 
Bagi orang yang belum menjalin kontrak, memanggil Roh membutuhkan jumlah medium yang pas, tapi untuk Roh Kecil, sedikit air saja sudah cukup.

Charlotte-san yang memegang buku tadi, mulai membaca kalimat pemanggil di air tersebut.
Tak lama kemudian, air tersebut berhenti di udara dan membentuk sebuah Roh kecil, yang bernama Undine. Ia persis Sylph, namun bagian bawah tubuhnya terlihat seperti duyung.

Melihat Charlotte-san yang terkejut, Undine itu pun memiringkan kepala.

“Kontraknya, Charlotte-san, kontraknya.”
“A, aa, baik! Uhh…” 
Sambil mencari kalimat mana yang pas, Charlotte-san pun mengatakan sesuatu lagi dengan kikuk.
Kurang lebih artinya : “Aku ingin dekat denganmu. Ayo berteman. kumohon.”

…yah, kontrak dengan Roh itu tergantung pada perasaan. Walau kata-katanya benar, tapi perasaannya kosong, ya gak ada artinya. Sama seperti hubungan manusia, ya.

 Undine itu menatap Charlotte, dan akhirnya memegang tangannya sambil tersenyum. 
Ia terbang mengitari kepalanya beberapa kali, dan berhenti di atas tangannya, dan menghilang. 
Sebagai gantinya, ada batu biru kecil, seukuran bola pachinko di tangannya. 

“Baginda, ini apa…”
“Selamat~ Kau telah sukses, Charlotte-san! Itu namanya Batu Roh, tanda kalau kontrak sudah terjalin. Coba sentuh itu, dan panggil dia dengan sepenuh hati”
“Ba-Baik!” 

Charlotte-san memejamkan mata, dan memegangnya erat seolah sedang berdoa. Tak lama kemudian, Undine itu muncul dan melompat dari air mancur, kemudian kembali terbang mengitari Charlotte-san. 

“Untuk pemula, mungkin susah memanggilnya tanpa medium yang pas, tapi kalau sudah terbiasa, 1 gelas air saja sudah cukup. Setelah itu, semuanya tetap tergantung apakah kau bisa menjalin hubungan baik dengan roh tersebut.”
“Baik! Saya akan berjuang!” 

Charlotte-san menjawabnya dengan riang gembira sambil bermain dengan Undine-nya. Setelah itu, asistennya juga berhasil menjalin kontrak dengan Undine dan Sylph.  

“Untuk batunya, akan lebih mudah kalau ditaruh di cincin atau anting. Hati-hati ya, jangan sampai tergores atau rusak.” 

…sialan, penjelasanku gak didengarkan. Aku merasa sedikit senang saat melihat mereka bermain-main dengan Roh-nya. Yah, gak heran sih, soalnya mereka telah mencapai salah satu impian mereka.

“Ada apa ini kok ramai sekali?” 

Ucap Raja Belfast, bersama dengan Ratu yang sedang menggendong Pangeran pertama, Yamato. 
Setelah kuberitahu kalau aku mengajari mereka tentang Sihir Roh, mereka diam sejenak, dan berkata kalau ‘aku sudah tidak terkejut lagi’.

Rencananya, aku akan menyebarkan buku ini ke negara lain juga.
Charlotte-san dan para asistennya kemudian pamit dan berlari dengan riang gembira. Mereka mau pergi bermain bersama roh masing-masing, ya? Yah, tapi syukurlah mereka bisa menjalin hubungan baik dengan roh mereka.
 
“Pangeran Yamato sudah tambah besar, ya…” 
Mendengarku berkata begitu, Raja langsung tersenyum dan mengangguk berulang kali.

Iya kan, iya kan? Ia telah tumbuh besar dan sehat... Ah, ini, lihatlah, aku punya fotonya saat ia mencoba mengatakan sesuatu. Lihat ini!.” 
Ia mengeluarkan smartphone putih yang kuberikan dulu dan menunjukkan semua foto yang ia punya. Apa-apaan kelakuannya ini?

Aku tahu ia senang karena sudah lama menginginkan seorang putra, tapi kurasa hari di mana ia akan menunjukkan album foto yang tebal padaku sudah tidak lama lagi.
Apa nanti aku begini juga, ya? Tidak. Aku harus menjadikan ini contoh yang buruk bagi masa depanku.

…hmm?
Barusan… apa ini…? Ratu Yuel… tidak, dari Pangeran Yamato?
Aku pun meminta Ratu untuk menggendongnya, dan setelah menerimanya, langsung kuperiksa. Jumlah Kekuatan Sihir normal... lainnya juga normal... Jadi perasaan apa yang tadi kurasakan?

Kemudian aku mencoba mengaktifkan Mata Surgawi, dan melihatinya yang sedang terlihat senang di gendonganku.

...
sekarang aku tahu penyebabnya.

Aku pun mengembalikannya pada Ratu dengan tangan bergetar.

“Ada apa, Touya-dono. Tidak enak badan?”
Eh? A, ahh, tidak kok, Ratu, aku merasa gugup karena pertama kali menggendong bayi. Takut jatuh.”

“Lho, kok begitu. Gimana nanti kalau anakmu dan Yumina lahir? Kalau tidak terbiasa mulai sekarang, nanti bisa kesusahan loh.” 

Sambil mendengar tertawa Raja, aku jadi ragu mau menyampaikannya. 
Tentang apa yang telah kulihat pada jantung Pangeran Yamato menggunakan Mata Surgawi.
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....
Adalah Core Fraze

Alasan para Fraze menyintas dunia dan menghancurkan berbagai spesies di sana....

[Core Raja Fraze].    





0 comments:

Post a Comment