Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 319 Bahasa Indonesia

TranslatorRamune
Editor
BUDI
Proof Reader
UDesu

Arc 28: Pergerakan Janin

Chapter 319: Pertimbangan dan Soldat



“Uwaaa, enaknya. Aku belum makan makanan yang layak selama tiga hari. Yah, mana mungkin aku sudi memakan serangga atau katak.” 

Setelah menelan daging naga dan semacamnya dari [Storage], Insiyur Elka akhirnya tenang.
Nafsu makannya tidak kalah dengan Yae,
yah, tak masalah sih

“Oh iya, kenapa Touya-kun ada di sini? Aku memang tertolong karenamu, tapi…”
Aku mencarimu karena ingin menanyakan sesuatu.”
Bertanya padaku? Apa itu seputar golem?”
“Iya, tapi… darimana aku harus memulainya, ya... Oke, coba baca ini dulu.” 

Aku mengeluarkan koran tadi pagi, dan menunjuk berita Fraze-Emas.
Sementara Insinyur Elka membacanya, aku kaget melihat Fenrir juga membaca koran dari samping. Golem ini juga bisa membaca, ya…   

“Monster emas yang jadi topik hangat akhir-akhir ini ya... Lalu kenapa?”
“Mereka adalah anak buah Dewa Iblis. Mereka muncul untuk menaklukkan dunia ini. Nantinya, mereka akan muncul dan membuat kehancuran dimana-mana. Intinya, Dunia ini dalam bahaya.”
“…bentar, apa kepalamu baik-baik saja? Mau kuantarkan ke dokter?”  

Insinyur Elka dan Fenrir yang berada di sampingnya pun menatapku dengan tatapan kasihan.

Tidak, aku tahu kalau aku terdengar seperti orang gila oke!? 
Harus segera kujelaskan agar tidak tambah runyam.

“Sebenarnya aku seorang Raja dari dunia lain.”
“Ahh, sudah terlambat rupanya…”
“Padahal dia terlihat normal, ini sangat disayangkan...” 

STOP! Berhenti menatapku dengan tatapan sedih!
Penjelasan pun berlanjut sampai berjam-jam. Ya ampun, memilih kata itu memang merepotkan…   

“Oh, begitu ya. ‘Invasi pasukan dunia lain’ dan ‘Dunia selain dunia kami, ya. Secara teori sih masuk akal. Soalnya jika tidak, kemampuan Noir akan menjadi tidak masuk akal.”
“Noir?”
[Mahkota] Hitam. Noir mengendalikan waktu dan gerbang dimensi. Ia bisa menarik sesuatu dari dimensi lain. Aku tidak menyangka akan bertemu secara langsung dengan orang dari ‘dunia lain’ itu” 

Seri [Mahkota] yang lain, ya. Sepertinya [Mahkota] Hitam bisa menggunakan sihir ruang-waktu. Mungkin yang ditemui oleh pak tua Palerius 5000 tahun yang lalu itu adalah dia… 

“Tapi tetap saja masih sulit dipercaya. Mana mungkin aku langsung bilang “oh gitu ya” pada ucapanmu itu. Apa ini tipe penipuan baru?”
“Kalau memang penipuan, ia pasti orang yang tolol sampai ke tingkat DNA.” 

Kasar sekali mereka ini… Yah, bukannya aku tidak paham perasaan mereka sih. Aku juga sadar kalau ucapanku tadi terdengar mencurigakan. Mustahil untuk dipercaya langsung.

Keberadaan Fraze itu sudah satu bukti yang nyata, tapi syukurnya, atau malah sayangnya, mereka belum muncul sama sekali di dunia ini. Bukti agar mereka percaya masih belum cukup. Mereka juga bisa mengatakan kalau Fraze adalah makhluk sihir baru.
Mhmm…apa kubawa saja mereka ke dunia kami?
Ah. 

“Kalau gitu, akan kutunjukkan sesuatu yang tidak ada di dunia ini.”
“Yang tidak ada?” 

Kubuka [Storage], dan Reginleiv pun keluar. Mesin kesayanganku itu mendarat dengan sangat hebat. 

“Fuaaaaaaaaaaaaaa-!?”
“Fuooooooooooooo-!?”

Seorang manusia dan seekor serigala langsung terdiam di tempat begitu melihat raksasa Kristal itu, mata mereka terbelalak dan mulutnya menganga. 

“Ini FrameGear. Mesin yang kami gunakan untuk melawan Fraze. Penjajah dari dunia lain.”
“FrameGear…? Bukan golem?”
“Ya bukan. FrameGear tidak punya kesadaran. Mereka digerakkan oleh seorang  pilot.”
“Mesin tanpa kesadaran. Yah… itu memang tidak bisa disebut sebagai golem, lebih ke senjata atau alat.”
“Tapi kami menganggapnya sebagai partner. Kurasa itulah yang membuatnya sedikit mirip dengan golem di dunia ini.” 

Sebagai demonstrasi, aku menggerakkan Reginleiv, dan terbang. Aku juga menunjukkan fragarach. 
Saat melihat ke bawah melalui monitor di Reginleiv, mereka berdua sekali lagi terlihat terpaku dengan kepala menghadap ke atas. Sepertinya sukses. 
Setelah turun dari kokpit, Insinyur Elka berlari ke arahku dan berteriak 

“BERIKAN PADAKU!”
“Enggak mau.” 

Setelah mendengarnya, ia langsung terduduk dengan wajah seolah-olah dunia sudah kiamat. Mana mungkin aku akan memberikannya padamu
Ia merengek-rengek seperti anak kecil yang ingin dibelikan mainan baru, tapi setelah Fenrir menggigit pantatnya, ia langsung diam, tapi dia masih terlihat menggumamkan sesuatu.
Karena sukses, aku pun mengembalikan Reginleiv ke dalam [Storage].
Masalah sekarang adalah, bagaimana kalau Fraze-Emas menyerbu dunia ini, apa langkah terbaik yang harus dilakukan.
 
“Mereka bisa dikalahkan oleh beberapa golem yang kuat, tapi itu akan sedikit sulit. Soalnya, golem memiliki rank, dan ada beberapa yang bahkan tidak punya daya tempur.” 

Ia benar. Bis Kepiting yang Sancho-san pakai dulu itu khusus transportasi. Mustahil dibuat untuk bertempur. 3 golem [Etoile] yang kubeli itu sepertinya juga bukan golem tempur. 

“Master, bagaimana kalau golem militer? Kalau memakai mereka, setidaknya kita tidak akan kalah jumlah.”
“Jumlah, ya? Tapi, kalua terlalu lemah, ya sama saja, kan? Kalau mereka tidak sepenuhnya dihancurkan, hasilnya akan sama saja.”

“Golem militer?” 

Ucapku karena mendengar istilah baru.

“Umumnya, satu orang hanya bisa memakai satu golem. Dibuat begitu karena kalau satu orang mencoba memakai beberapa sekaligus, akan terjadi eror, tapi kalau golem militer… atau disebut Soldats; mereka tidak punya batasan itu. Jadi satu orang bisa memakai beberapa sekaligus.” 

Golem militer—[Soldats]—itu sepertinya bergerak di bawah komando golem atasan [Sargent].
Jadi artinya, kalau pengguna golem membuat kontrak dengan Sargent, ia akan bisa mengendalikan mereka semua. 
Begitu ya, karena secara teknis ia membuat kontrak dengan sebuah golem, tidak akan ada eror. Tapi… 

“Semua Soldats adalah golem yang diproduksi secara masal. Yang artinya mereka tidak memiliki skill golem. Selain itu, jumlah Soldat sangat bergantung pada pengguna. Biasanya seseorang bisa mengendalikan lima Soldat. Dan juga, kalau sampai Sargent rusak, Soldat juga akan ikut berhenti.”
 “Ehhh… apa maksudnya?”
“Tergantung situasi, tipe Warisan bisa dibilang lebih baik.”
(tlnote: buat yang lupa, ada dua tipe golem yaitu buatan pabrik yang diproduksi secara masal dengan teknologi modern, dan tipe warisan (legacy) yang merupakan golem buatan peradaban kuno yang memiliki skill khusus seperti seri mahkota (crown))

Hmm… jadi intinya, lebih bagus mana, orang dengan 1 golem kekuatan lvl 10, dan orang dengan 5 golem lvl 2?
Yah… tergantung situasi dan kondisinya sih. 

“Tapi kemarin aku membuat kontrak dengan 3 golem Warisan, dan sepertinya aku tak pernah merasakan eror atau semacamnya…”
Tipe Warisan? …apa mereka 1 seri?”
“Ya, dari seri Etoile.”
“Apa tak terlalu sulit mengumpulkan seri yang sama? Soalnya kebanyakan pembuat Warisan tidak bisa diketahui. Kalau begitu, bisa saja tidak terjadi eror. Tapi tetap saja memiliki banyak golem tipe Warisan dari seri yang sama itu sangat tidak realistis.” 

Memang… aku bisa mendapatkan mereka karena awalnya, mereka tidak bisa diaktifkan. Kalau saja bisa, mereka pasti sudah laku. 

“Intinya, kalau Fraze-emas menyerbu dalam jumlah besar, maka dunia ini tidak punya cara untuk melawan mereka.” 

Begitulah. Meskipun [Mahkota] itu kuat, tapi mereka punya batasan, selain itu, mereka meminta “harga” dari pemiliknya.
Tipe Warisan lain mungkin bisa melawan Kelas-Bawah, tapi mustahil melawan Kelas-Menengah, apalagi Kelas-Atas.
Sepertinya pilihan terbaiknya menempatkan Frame di sini, dan memuat organisasi yang akan melawan mereka.
Pilihan terburuknya, sepertinya aku harus minta tolong pada Nia dan kawan-kawan di [Red Cats]… 

“Baiklah, aku punya 1 pertanyaan, atau lebih tepatnya permintaan.”
“Apa? Kalau FrameGear, gak akan kuberikan.
“Cih.” 

Jangan bilang ‘cih’, bangsat. 

“Aku memang tertarik padanya, tapi untuk sekarang, mari kita bicara hal lain. Kau tadi bilang bahwa kau itu penduduk dunia lain, ya kan?”
“Iya… terus?
“Itu artinya kau punya beberapa FrameGear, dan punya otoritas untuk mengendalikan mereka sesuka hatimu, ya kan?”
“Daripada otoritas, aku pemilik semua FrameGear. Selain aku, tidak ada yang punya.” 

Bentar, bukannya aku memberi 1 pada End, ya?
FrameGear itu lebih tepat disebut kepunyaan pribadiku daripada disebut kepunyaan Brunhild. Aku tidak menggunakan 1% pun uang Negara untuk pembuatannya. Semua uang untuk bahan pembuatannya berasal dari uangku sendiri yang berasal dari kontrak yang kubuat bersama Olba-san, hasil dari baseball, dll.  

“Permintaanku adalah, tolong pinjamkan FrameGear ini ke negara kecil yang ada di Utara.”
“Pinjamkan?”
“Saat ini, Negara itu diinvasi negara tetangga, dan sedang kesusahan. Jadi aku ingin kau menolong mereka.” 

Nama egara kecil itu adalah [Primula], dan yang menginvasi adalah… [Kekaisaran Dewa Trihalan], ya. Mari kita lihat [search]… Sip.
Aku pun memproyeksikan peta di atas udara. Petanya terbalik, jadi agak sedikit sulit, tapi sepertinya Primula ada di tempat Xenoas. Dan Penjajahnya adalah Yulong…
…sama ya, orang yang hidup di tempat ini sama dengan yang ada di dunia kami. Dulu Yulong juga pernah berperang dengan Hanock.
 
“Omong-omong, Negara seperti apa Kekaisaran Dewa Trihalan itu?”
“Trihalan adalah Negara otoriter, tapi Kaisarnya hanyalah figur belaka, pengatur sebenarnya adalah para senat. Dan merekalah dalang dibalik invasi itu.”

Struktur negaranya bahkan juga sama dengan Yulong. Kekaisaran Surgawi, dan Kekaisaran Dewa… 

“Kekaisaran Dewa Trihalan adalah Negara yang memiliki Soldat. Kalau soal jumlah, mereka hanya kalah oleh Kekaisaran Garudio dan Kerajaan Sihir Eisengard.” 
“Yah, soalnya negara yang memakai Soldat bisa dibilang hanya ketiga negara itu saja.” 

Bukankah itu artinya ia jadi yang terlemah? Yah, kurasa standar partnership penggunaaan golem memang seperti itu di dunia ini.
Mhh…menggagalkan perang, ya? Bicara dari pengalamanku, hasilnya pasti tidak baik… Tapi sisi baiknya, di dunia ini aku tidak perlu khawatir tentang posisiku. 

Jujur saja, aku tidak mau tiba-tiba ikut berpartisipasi tanpa tahu alasan terjadinya perang itu. Kalau hanya sebatas menghentikan sih aku mau saja, tapi kalau tidak tahu detail-nya…”
“Tidak apa-apa. Kau bisa memutuskannya setelah mendengar penjelasan dari Raja Primula. Tapi waktu kita tidak banyak, sepertinya pertempuran antara Orde Ksatria Primula dan Pasukan Kerajaan Dewa sudah terjadi. 

Kalau memang begitu, aku harus segera pergi. Meski ini dunia lain, tetap saja aku tak ingin korban jiwa bertambah karena aku terlalu santai.

“Okelah kalau begitu, ayo segera berangkat. [Levitation].”
“Nyaa!?”
“Oou!?” 

Satu orang dan satu serigala mengambang di udara karena sihirku. 

“Kita akan terbang ke sana, jadi kalau bisa jangan terlalu banyak bergerak. Meski tidak bahaya, mungkin kau mau menutup mata karena ini sedikit menakutkan.”
““Terbang!? Tung-”” 

Tanpa menunggu lebih lama lagi, aku membawa mereka ribuan meter di udara dengan [Fly]. 
Dengan ini, seharusnya kami akan sampai dalam beberapa menit.

““Ugguu!””  

Entah kenapa mereka terlihat tersiksa. Oh iya, aku lupa memasang barir untuk mereka.
Karena menyusahkan, aku langsung memasang [Prison] yang akan melindungi mereka dari angin dan semacamnya. Kuantitas oksigen juga kusesuaikan agar sama dengansaat berada di tanah.
Sip, kalau begini tidak akan ada masalah.
Sepertinya Insinyur Elka meneriakkan sesuatu dari dalam [Prison], tapi biar dah, nanti saja.
Aku terbang secepat mungkin, dengan ini, kami akan sampai kurang dari 5 menit.

Kami pun terbang menuju Kerajaan Primula sambil membuat ledakan kejut akibat menembus hambatan suara di udara.



16 comments: