Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 333 Bahasa Indonesia

TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Arc 28: Pergerakan Janin

Chapter 333 : [Mahkota] Biru dan Seorang Pangeran





“Oh! Tersambung, tersambung! Luar biasa sekali! Bahkan sambungannya tak ada jeda.” (Touya)
“Ya, kan? Menghubungkan gerbang dimensinya cukup sulit, tapi sekarang sudah bisa berfungsi dengan baik.” (Profesor)

Aku mendengar suara profesor yang terdengar puas dari smartphoneku. Aku bisa membayangkan wajah bangganya itu...

Saat ini, aku sedang berada di Pulau Dracliff di Dunia Kebalikan, sedangkan profesor berada di Babylon. Bisa menghubungi dunia lain seperti ini adalah sebuah pencapaian yang sangat luar biasa. Jadi tak heran kalau saat ini dia merasa sangat bangga. Yah, meskipun aku tak bisa melihatnya secara langsung.

Dengan ini, kami bisa melakukan upaya penanggulangan saat varian muncul di Dunia Kebalikan.
Selain itu, mungkin ada untungnya jika dunia ini juga membuat semacam guild petualang. Mereka akan sangat membantu untuk diajak bekerjasama.
Sebuah organisasi yang ahli dalam mengumpulkan informasi... akan sangat sempurna jika kita bisa mendapat bantuan seperti  itu. Tidakkah ada organisasi yang mirip dengan klan Tsubaki milik kami di sini?
Ah, mungkin Est-san, wakil ketua Red Cats tahu sesuatu soal itu. Soalnya mereka juga merupakan organisasi rahasia. Aku berencana untuk memberi smartphone padanya dan juga pada ketua Nia-san. Sekalian saja kutanya pada mereka.

“Aku pergi dulu.” (Touya)
“Selamat jalan.” (Shirogane)
“Pi.”
“Po.”
“Pa.”
(po pi pa pa pi po pa!!! Sori, keceplosan...)

Para Etoile yang memakai baju maid, ikut meniru Shirogane si naga perak dan membungkuk padaku. Pergerakan mereka bertiga terlihat lebih mulus dari sebelumnya. Golem tipe manusia memang luar biasa. Sepertinya kemampuan belajar mereka juga tinggi.

Coba kulihat... Mereka sedang berada di...
Aku mencari mereka menggunakan smartphone-ku. Oya? Mereka tidak berada di benteng terlantar di Kerajaan Strain maupun di markas bawah tanah di ibukota Kerajaan Suci Alent. Mereka berada di tempat lain. Apa mereka mengganti lokasi markas mereka lagi?

Tempat itu berada di utara benteng terlantar yang kusebut tadi. Lokasinya masih berada di kerajaan yang sama.
Pertama-tama, ayo pergi ke bentang tersebut menggunakan [Gate], kemudian pergi ke lokasi tersebut menggunakan [Teleport]. Semoga saja kejadian yang melibatkan celana dalam seperti sebelumnya tidak terulang kembali.

Akupun membuka [Gate] dan berpindah ke halaman benteng.

“Apa!” (npc)
Seorang pria yang kelihatan lebih tua dariku terkejut saat melihatku muncul di halaman itu dan kemudian menarik pedang yang ada di pinggangnya. Melihat dari ikat kepala merah yang dipakainya, tak salah lagi kalau dia adalah anggota Red Cats.

“Si-Si-Si-Siapa kau?” (npc)
Dia bertanya dengan suara gemetar. Sepertinya dia tidak mengenalku.

“Namaku Mochizuki Touya. Aku mampir ke sini dalam perjalananku untuk menemui Nia. Kau tak perlu khawatir.” (Touya)
“Kau... Kau kenalannya ketua?” (npc)
“Yah, begitulah. Apa mungkin Est-san juga ada di sekitar sini? Yuni atau Yuri juga tak masalah.” (Touya)

Saat aku mengatakan itu, pria itu langsung berlari menuju benteng. Tak lama kemudian, seorang gadis berambut ponytail, Yuni, keluar dari benteng itu.

“Yo, lama tak berjum-“ (Touya)
“Touya-san! Pas sekali-ssu! Tolong pinjamkan kami kekutanmu-ssu!” (Yuni)

Yuni memotong sapaanku dengan wajah depresi dan permintaan tolong. Apa ada sesuatu yang terjadi?

“Ketua dan wakit ketua sedang pergi bertarung-ssu! Tolong selamatkan mereka-ssu!” (Yuni)
“Apa?” (Touya)

Bertarung? Mereka berdua? Jangan-jangan, pasukan kerajaan telah menyerang mereka?

“Monster emas telah muncul di kota Liptos yang ada di utara dari sini-ssu! Dan jumlahnya bukan hanya satu, jumlah mereka sangat banyak! Kapten kami, dan juga pangeran... dia adalah Pangeran dari Kerajaan Panashes. Meski dengan dua golem [Mahkota], jumlah musuh terlalu banyak! (Yuni)
(ini bukan salah penerjemah ‘3’ Yuni memang berbicara sepotong-sepotong karena panik-ssu!)

Varian? Dan dalam jumlah besar? Gawat...
Aku segera mengeluarkan smartphone-ku dan memproyeksikan peta dunia ini. Kemudian aku mencari jumlah varian yang ada.
Ada banyak tanda yang muncul di peta tersebut. Jumlahnya kurang lebih ada seratus... Fuh, syukurlah... kupikir jumlahnya ribuan atau puluhan ribu... Tunggu, ini bukan saatnya untuk merasa lega.

“Dengan jumlah itu, seharusnya dua [Mahkota] sudah cukup...” (Touya)

Kalau yang dia maksud tadi adalah pangeran dari Kerajaan Panashes, kupikir dia adalah orang yang memiliki [Mahkota] dan telah mengalahkan sekelompok varian seperti yang telah kubaca di surat kabar di dunia ini.

“Baik [Mahkota] milik ketua maupun pangeran tidak cocok untuk melawan banyak musuh sekaligus-ssu! Selain itu, jika ketua bertarung sambil melindungi rakyat, maka Rouge miliknya tak akan bisa menggunakan skill golem dengan sepenuhnya-ssu!” (Yuni)

Rouge. Itu adalah nama golem milik Nia dan juga merupakan [Mahkota] merah. Dia memiliki kekuatan penghancur yang dahsyat dan bisa mengendalikan api. Sebagai gantinya, dia membutuhkan darah tuannya setiap kali menggunakan skill itu.

Itu memang bukan kekuatan yang cocok untuk melawan banyak musuh. Terlebih lagi, semakin banyak musuhnya, maka semakin banyak pula darah yang harus diberikan Nia kepada Rouge. Kemungkinan terburuknya, dia akan mati karena kehabisan darah.

Nia tak bisa bertarung dengan kekuatan penuh jika dia tak mau melibatkan rakyat. Meskipun dia bisa bertarung dengan kekuatan penuh, tetap saja itu bisa membahayakan nyawanya. Ini benar-benar situasi yang gawat.

“Baiklah, aku akan segera menolong mereka.” (Touya)
“Terima kasih-ssu!” (Yuni)

Aku bisa dengan mudah sampai ke sana jika menggunakan [Teleport]
Aku menjawab terima kasih Yuni dan segera menggunakan [Teleport] untuk berpindah.
Perubahan pemandangan yang terlihat dimataku adalah sebuah kota yang telah hancur dengan asap kebakaran berwarna hitam yang terlihat di sana sini.
Saat aku berpindah ke bukit terdekat dengan kota itu dan melihat apa yang terjadi, aku bisa bisa meliihat sekelompok varian yang jumlahnya lebih dari 100 sedang menghancurkan kota tersebut. Kebanyakan dari mereka merupakan kelas rendah, tapi ada juga kelas menengah di sana.
Kalau sudah begini, aku tak bisa melakukan pertarungan jarak dekat menggunakan FramGear. Kalau begitu...


“Reginleiv” (Touya)

Aku memanggil mesin pribadiku, Reginleiv, dari [Storage].

Kemudian aku duduk di dalam kokpit dan meletakkan smartphone di konsol sebelum menggerakkan Reginleiv dan terbang ke udara di atas kota sambil mengaktifkan Fragarach.

Bagian sayap yang berbentuk piringan di punggung Reginleiv melepaskan diri dan mulai mengorbit mengitari tubuh Reginleiv seperti sebuah satelit.

Mode change : Belati” (Touya)
Fragarach berubah menjadi mode belati.

Lempengan sayap itu kemudian terbelah menjadi empat. Keduabelas sayap kristal Reginleiv berubah menjadi 48 belati dalam sekejap.

“[Gladius]” (Touya)

Belati itu kemudian berpijar.  48 buah belati kemudian menjadi meteor,  jatuh berpijar dan menghantam varian yang berada di tanah.

Karena aku tak tahu posisi core mereka, aku menyerang setiap varian itu sebanyak tiga kali. Aku juga berhati-hati agar tidak menyebabkan kerusakan tambahan pada kota ini.

Tak begitu lama, seluruh varian kelas rendah telah binasa terkena serangan [Gladius]. Yang tersisa hanya kelas menengah saja.

Tiba-tiba, sebuah varian kelas menengah yang mirip kelabang, menembakkan sebuah partikel laser yang terbuat dari cahaya ke arahku.
Suatu benda muncul setelah melompat dari atas atap ke depan Reginleiv yang mencoba menghindar. Sebuah golem? Itu adalah sebuah golem kecil yang memiliki tubuh berwarna biru.
Bentukya mirip dengan Rouge milik Nia. Apa itu [Mahkota] biru?

Saat golem biru itu merentangkan tangannya ke arah laser yang datang mendekat, laser itupun berbelok sekitar 60 derajat ke arah langit. Apa itu? Kelihatannya sangat mirip dengan sihir non-atribut [Reflection] milikku. Apa itu skill golem miliknya?

Kurasa aku selamat... Yah, jujur saja, aku tak membutuhkannya sih, tapi... ups, sekarang bukan waktunya untuk memikirkan hal itu.

Aku membuat beberapa pedang kristal dan menusuk tubuh varian tipe-kelabang yang menembakku tadi. Setelah aku menusuknya beberapa kali, varian itu mulai mengeluarkan asap hitam dan kemudian meleleh menjadi cairan yang lengket.

Tersisa tiga kelas menengah lagi...

“Mode Change : Pedang” (Touya)

Empat belati yang sedang terbang kemudian bersatu dan membentuk sebuah pedang panjang. Totalnya ada 12 pedang panjang yang kemudian terbang menyerang tiga varian yang tersisa. Empat pedang melawan satu varian.

*Gakiiin
Dengan suara seperti besi yang patah, ketiga varian tersebut dengan mudah dihancurkan.
Merekapun meleleh menjadi tumpukan cairan lengket berwarna emas dan kemudian menguap.

Fuuh... selesai juga.

Saat aku mengarahkan kamera eksternal ke arah bawah, sebuah kota yang sudah hampir menjadi puing-puing terlihat di layar monitor. Sepertinya kerusakannya cukup parah.

Oh,  Nia dan juga Est-san ada di sana. Sepertinya mereka baik-baik saja. Kedua golem milik mereka, Rouge dan Akagane juga ada disana.
Aku mendaratkan Reginleiv di depan mereka yang terlihat waspada dan kemudian melompat dari kokpit.

“Touya? Apa itu kau?” (Nia)
“Yo. Yuni meminta bantuanku saat aku sedang mengunjungi benteng untuk mencarimu. Syukurlah kalau kau baik-baik saja.” (Touya)
“Ya, kami selamat... Tapi, dimana kau mendapatkan golem seperti itu?” (Nia)
“Ini bukan golem, namanya adalah FrameGear... Nanti saja kita bicarakan. Permisi sebentar.” (Touya)

Aku harus memadamkan api yang membakar kota ini terlebih dahulu.

“[Oh turunlah hujan, berkah yang suci. Heavenly Rain]” (Touya)

Awan hujan muncul di atas kepalaku dan mulai menutupi kota ini. Tak lama kemudian, rintik hujan pun turun.

Aku berlindung di bawah atap rumah terdekat. Dan seakan menunggu waktu yang tepat (sebenarnya aku yang mengatur waktunya), hujanpun tiba-tiba semakin lebat. Tak lama kemudian, hujan berhenti dan langitpun menjadi cerah seakan hujan tadi itu tak pernah terjadi.

“Dengan begini, seharusnya apinya sudah padam.” (Touya)
“Hebat... kau bisa melakukan hal seperti itu juga?” (Nia)
“Persis seperti penyihir agung yang ada di dalam cerita.” (Est)

Mereka mengatakan itu sambil melongo melihat langit.

Area dan jumlah hujan dari sihir kuno pemanggil hujan, [Heavenly Rain], tergantung pada jumlah energi sihir yang digunakan serta keahlian pengguna untuk mengontrolnya. Menurut Rin, bagi penyihir biasa, mereka hanya bisa membuat hujan gerimis untuk beberapa menit dan hanya pada area seluas 2 tatami. (sekitar 3.3 m2)

Dengan area sekecil itu, tentu saja mereka perlu melakukannya berulang-ulang. Oleh sebab itu, sihir ini tidak sering digunakan. Kalau cuma untuk membuat air sih, [Waterball] saja sudah cukup. Tapi sihir ini cukup berguna, contohnya untuk menyiram ladang.

“Tunggu dulu, sihir itu tidak penting! Touya! Itu! Apa itu?” (Nia)
“Sudah kubilang kalau itu bukan golem” (Touya)

Est-san juga melihat Reginleiv yang ditunjuk oleh Nia. Rough dan Akagane juga melihat betapa besarnya Reginleiv yang berdiri di hadapan kami.
Jadi, bagaimana sebaiknya menjelaskan hal ini.... Aku tak berniat untuk menipu mereka dan menghindar dari pertanyaan, tapi kalau kujawab, mungkin akan panjang ceritanya. Mungkin sebaiknya kita kembali ke benteng dulu...

“Luar biasa!” (pangeran?)

Tiba-tiba saja terdengar suara dari belakang kami. Saat aku berbalik dan melihat siapa yang mengatakan itu, wajahku dengan refleks menjadi berkerut.
Penyebabnya, adalah orang yang terlihat “sangat” mirip dengan sosok pangeran dalam bayanganku.

Ada sebuah mahkota kecil yang ada di atas rambut pirang pendeknya. Dia menggunakan jubah pendek berwarna biru, dan juga celana labu bergaris dengan bawahan ketat berwarna putih di kakinya.
Kalau saja dia adalah seorang bocah laki-laki, mungkin penampilannya pasti terlihat bagus. Tapi masalahnya, orang yang berdiri di depanku ini terlihat seperti seumuran denganku. Dan itu membuat penampilannya tidak enak dilihat. Dia terlihat seperti seorang pangeran yang keluar dari cerita dongeng.

Sepertinya dia adalah pangeran dari Kerajaan Panashes. Golem biru kecil yang telah membelokkan partikel laser tadi juga berdiri di sebelahnya.

“Luar biasa, luar biasa, luar biasa! Kekuatan itu, dan juga keindahan itu! Aku tak bisa berhenti gemetar saat menyaksikannya!” (pangeran dari negeri dongeng)

Pangeran itu tak henti-hentinya menyanjung Reginleiv yang sedang berdiri di hadapannya. Dia semangat sekali.

“...Siapa dia?” (Touya)
“Dia adalah Putra Mahkota dari Kerajaan Panashes, Robert Tell Panashes-sama. Dia juga pemilik [Mahkota Biru], [Distortion Blau].” (Est)
“Dia cuma pangeran idiot yang menyebalkan.” (Nia)

Nia mengejeknya dengan wajah kesal. Memang sih, aku paham kalau dia ini sedikit... tidak, cukup abnormal saat melihatnya.

“Yaa... apa mungkin kau adalah master dari golem ini?” (Robert)
“Meski kau menyebutku master... yah, ini memang milikku sih, tapi...” (Touya)

Pangeran yang sudah memalingkan wajahnya dari Reginleiv, berjalan ke arahku dengan langkah yang besar. Dengan senyum lebar di wajahnya, dia berjalan dengan gerakan besar seakan menggunakan tubuhnya untuk menyampaikan semangatnya pada orang lain. Dia terlihat seperti seorang artis pentas saja...

“Begitu, ya! Terima kasih! Aku tak tahu apa yang akan terjadi pada kami kalau kau tidak segera datang ke sini. Izinkan aku untuk berterima kasih padamu mewakili seluruh rakyat kota ini! Kalau berkenan, bolehkah aku mengetahui namamu?” (Robert)
“Mo-Mochizuki Touya...” (Touya)
“Mochizuki Touya-kun ya? Nama yang bagus! Aku adalah Putra Mahkota Kerajaan Panashes, Robert Tell Panashes. Karena aku merasa kalau kita bisa akrab, silakan panggil aku Robert! Aku hanya punya beberapa teman. Setiap orang terlalu berhati-hati karena aku adalah seorang pangeran, tapi aku ingin kau tidak mempedulikan soal itu!” (Robert)

Pangeran Robert menjabat tanganku dengan kedua tangannya dan menatap mataku dengan mata yang bersinar... ada apa dengannya? Menyebalkan sekali.

Dia bukan orang jahat, tapi... bagaimana ya... kesannya sangat berbeda. Dia terlalu bersemangat. Bukankah itu yang menyebabkan dia tak punya banyak teman? Memang sih aku tak begitu tahu tentangnya, tapi setidaknya aku yakin kalau aku tak paham soal gaya berpakaiannya itu.

“Oi! Lepaskan tangan Touya. Dia itu temanku.” (Nia)
“Temanmu juga adalah temanku! Apa ada masalah?” (Robert)
“Itulah sebabnya kubilang jangan terlalu akrab denganku, sialan!” (Nia)
“Membatasi seberapa akrabnya aku dengan orang lain itu sangat tidak masuk akal, Nia Vermoth. Aku juga ingin memperdalam hubungan pertemanan kita!” (Robert)
“Jangan katakan hal yang menjijikkan seperti itu, dasar pangeran idiot!” (Nia)
“Master dari Mahkota Merah pemalu sekali, ya...” (Robert)



Nia yang sedang melotot padanya dengan tatapan seperti preman, dan juga Robert yang membalasnya dengan senyuman polos. Pembicaraan mereka berdua sama sekali tak cocok. Aku menghiraukan pertengkaran mereka (meskipun hanya Nia yang menyerang), dan memanggil Est-san.

“Dia benar-benar pangeran yang merepotkan, ya...” (Touya)
“Aku juga setuju. Tapi, dia akan segera tenang kok.” (Est)
“Eh?” (Touya)

Saat aku kebingungan mendengar jawaban Est-san, Robert yang sedari tadi bertengkar dengan Nia tiba-tiba kehilangan kekuatan dari tubuhnya seperti mainan elektronik yang batrenya dicabut. Dengan suara *batan!*, diapun terjatuh ke tanah. Eh? Apa yang terjadi? Apa Nia baru saja menghajarnya?

Saat aku mendekatinya dengan panik, aku bisa mendengar suara dengkuran yang sangat keras dari arah wajahnya. Dia tertidur?

“Itu adalah kompensasi untuk [Mahkota] biru. Yang dikendalikan oleh si biru adalah [Distorsi Ruang]. Seperti halnya Nia yang harus memberikan darahnya, dia juga harus memberikan kesadarannya pada [Mahkota] biru. Dia akan dipaksa untuk tertidur setelah menggunakannya.

Distorsi ruang? Jadi itu caranya membelokkan partikel laser tadi? Dan sebagai kompensasinya, si pengguna akan kehilangan kesadaran, atau lebih tepatnya dipaksa tidur, ya?

“Dengan mendistorsi ruang, dia juga bisa melakukan teleportasi sepertimu, Touya. Meskipun kau tanya padaku apakah itu adalah kemampuan yang bagus atau tidak, aku tidak bisa menjawabnya karena penggunanya akan dipaksa tidur setiap kali menggunakannya.” (Est)
“Berapa lama dia akan tertidur seperti itu?” (Touya)
“Itu tergantung pada berapa kali dia menggunakannya. Berdasarkan estimasi dari cerita yang pernah kudengar, kali ini dia mungkin akan tertidur selama dua hari? Aku tidak terlalu yakin sih.” (Est)

Dua hari? Serius? Memang meragukan apakah kemampuan ini bagus atau tidak. Dia bisa mati kalau sampai tertidur di tengah pertarungan. Hmm... daripada disebut putri tidur, dia malah jadi pangeran tidur, ya...

...Terus, apa yang harus kita lakukan padanya?

Saat aku berpikir begitu, golem biru kecil yang ada di sebelahnya... kalau tak salah, [Distortion Blau]? Yah pokoknya begitulah namanya, mengangkat pangeran itu di bahu kecilnya. Ah... jadi dia yang akan membawa si pangeran kembali pulang, ya?

“Pangeran!” (Prajurit A)
“Robert-sama!” (Prajurit B)

Dari arah kota yang telah hancur, ada dua orang yang terlihat seperti ksatria. Yang satu pria, dan satunya lagi wanita. Mereka segera bergegas mendekati kami. Saat kutanya pada Nia, sepertinya mereka adalah pengawal si pangeran yang selalu terlihat bersamanya.

Lagian kalau dia sudah tertidur begitu, dia tak akan bisa bereaksi terhadap bahaya di sekitarnya. Dia adalah seorang pangeran dari sebuah kerajaan. Jadi ini adalah hal yang wajar.

[Mahkota] biru yang membawa pangeran di bahunya, mengikuti kedua pengawal itu dan pergi meninggalkan kami.

“Hmm... [Merah], [Ungu], dan sekarang [Biru]... apa tak ada pemilik [Mahkota] yang normal?” (Touya)
“Apa kau baru saja mengatakan sesuatu?” (Nia)
“Ah, tidak ada kok...” (Touya)

Untung saja dia tidak mendengar perkataanku tadi. Bahaya sekali... aku harus lebih berhati-hati agar tidak ketahuan...

Karena Nia dan Est adalah pemimpin kelompok bandit, jadi mereka tak bisa berlama-lama di sini. Kemudian aku menyimpan kembali Reginleiv, membuka [Gate] dan kembali ke benteng yang menjadi markas Red Cats





24 comments:

  1. Mantap up 2 makasih min tetap semangat terus

    ReplyDelete
  2. Dia Bilang Pemilik [Mahkota] Tidak Ada Yang NORMAL....

    Terusss...

    Emang Situ NORMAL

    ReplyDelete
  3. Makasih min untuk up terus semoga rezeki lancar oke. Btw gw lewat jalur panjang buat baca ln nya jadi santuy ae min

    ReplyDelete
  4. Udah tgl 21 belum juga kah?

    ReplyDelete
  5. Lanjutkan dan tetap semangat min... Dan paling penting jaga kesehatan untuk semuanya.. the best lah

    ReplyDelete
  6. Tinggal nunggu golem [crown] hitam dan putih.

    ReplyDelete
  7. Ada info updatenya kapan ga min :( semangat terus min ini web setau saya paling jauh indonya makannya saya berterimakasih wkwk

    ReplyDelete