Maseki Gurume Chapter 7

TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu


Chapter 7 :
Itu Bisa Menghasilkan Sebuah Permata?


Tukang kebun di sini pasti sangat ahli hingga bisa mengatur berbagai jenis bunga menjadi seperti sebuah karya seni.
Akupun berjalan bersama seorang wanita cantik sambil memikirkan hal itu.

Setiap pria yang melihatku saat ini pasti akan merasa iri.

Kamipun berjalan bersama menyusuri surga bunga ini sambil bergandengan tangan.
Tapi jika aku boleh meminta satu hal... ya, satu hal saja...
Kenapa itu bukan dengan ibu, melainkan denganmu, Krone?

Intinya, dia terlihat tertarik padaku...
Terlebih lagi ketertarikannya itu terlihat kuat sekali.

[Ain... hey, bagaimana kalau kita bergandengan tangan?]
[I-Iya... boleh kok.]

[Fufufu... keakraban kalian terlihat sangat manis...]

Dia benar-benar tertarik padaku... Ya Tuhan, kenapa ini bisa terjadi?

***

[Aku tak menyangka kalau Krone-sama sendiri yang menjadi pemandu kami... anakku pasti senang sekali.]
[Tolong jangan terlalu formal begitu, Olivia-sama. Dengan kehadiran wanita cantik sepertimu, yang disebut sebagai bunga masyarakat di sini, kuyakin kecantikan taman ini pasti akan kalah. Aku sangat senang bisa memandu orang yang kukagumi.]
(Tlnote : bunga masarakat / kembang masyarakat, mau buat kembang desa, tapi tak cocok ya kalau pakai desa)

Ada apa dengannya? Apa dia fans ibu?
Oh, Krone, ternyata kau adalah gadis yang baik.
Tak kusangka kau bisa memahami keindahan ibuku...

Baiklah! Akan kuberi kau hak untuk berjalan di samping ibu! Bersyukurlah dan nikmati kebahagiaan ini!

[... Aku tak mengerti darimana rumor seperti itu berasal.]

Eh, rumor?

Saat aku memikirkan hal itu, ibuku langsung bereaksi.

[... Soal Ain, ya?]
[Ya. Akhir-akhir ini aku sering mendengarnya meski aku tak ingin... Tapi kurasa saat ini Olivia-sama juga pasti tidak mau mendengarkannya.]
[Apa yang kalian bicarakan?]
[Sepertinya orang yang dibicarakan malah tidak tahu soal ini. Tak apa-apa kok. Hanya saja, aku tak percaya kalau anak Olivia-sama adalah orang yang tidak tahu sopan santun... jadi kau tak perlu mengkhawatirkan soal itu.]

[... Terima kasih... begitu ya?]

Aku mendengar suatu hal yang menarik.
Membuat ibuku malu sama saja menyakitiku... setidaknya itulah yang kurasakan.

***

*Sudut pandang Krone*

(Bukankah ini berkebalikan dengan apa yang kudengar? “Tak tahu sopan santun”, “berpenampilan buruk”... Aku selalu mendengar hal yang biasanya tak bisa kuacuhkan, jadi aku sedikit penasaran tentang anak seperti apa dia.)

Anak tertua jendral Logas sangat memalukan, setidaknya, yang paling buruk adalah soal apakah dia adalah anak yang terlahir dari perselingkuhan Olivia-dono. Ada banyak sekali rumor serupa yang telah didengar oleh Krone.
Oleh sebab itu, Krone mulai memikirkan pendapat mereka soal anak yang bernama Ain ini.
Dan faktanya, kenyataannya sangat berbeda dari rumor yang ia dengar.

(Tak tahu sopan santun? Setidaknya dibanding anak bangsawan lain yang hadir hari ini, bukankah dia lebih sopan dibanding mereka?
Berpenampilan buruk? Dia memiliki kesan ramah seperti Olivia-sama, dan rambut coklatnya juga sangat indah seperti milik Olivia-sama.
Daripada disebut sebagai orang yang tidak peduli dengan orang lain, aku bahkan tak pernah melihat anak yang begitu ramah seperti dia di kalangan anak bangsawan.)

Krone berpikir bahwa akan sulit mendapati seseorang yang bisa mengatakan hal romantis seperti itu... seperti saat Ain membungkuk sebelum Olivia dipermalukan, dan mengatakan bahwa dia menemukan sesuatu yang sama indahnya dengan ibunya, dan meminta izin apakah dia bisa melihatnya bersama-sama.

(Apa mungkin aku berpikir dia terlihat menarik karena aku menyukai Olivia-sama?)

Krone melihat Ain dari segi positif, bahwa dia adalah anak yang baik, dan mungkin saja ada orang seperti istri kedua yang membuat ingin membuatnya terlihat buruk... Yah, dia merasa sangat jijik dengan pemikiran seperti itu.

[Benar-benar... indah...]

Ain berkata sambil melihat bunga di taman dengan tatapan yang bersinar-sinar.
Krone merasa sedikit tersentuh saat melihat Ain, yang dengan polosnya mengagumi bunga-bunga itu.

(Dengan tatapan yang polos dan indah seperti itu, aku jadi tak percaya dengan semua kebohongan yang beredar tentang orang ini.)

[Ya, indah sekali.]
[Kupikir bunga-bunga ini bersinar karena sihir...]
[Itu tidak sepenuhnya benar, seperti yang kau lihat, bunga mawar ini... bersinar dengan sendirinya]

Mawar Api Biru (Bluefire Rose)
Seperti namanya, bunga ini bersinar seperti kobaran api biru.
Bunga ini sangat sulit dipelihara karena memiliki persyaratan kadar air, tanah, dan iklim yang spesifik. Bunga ini hanya akan tumbuh jika semua syarat itu terpenuhi.
Dan saat tunasnya  sudah kelihatan, bunga ini harus diberi banyak pupuk agar bunganya bisa mekar.
Saat bunganya sudah mekar, bunga itu akan menyerap energi sihir dari area sekitar sedikit demi sedikit dan membuat bunga itu bersinar biru.

[Tapi tolong hati-hati, ya! Saat sudah mekar, setiap bagian dari bunga ini akan sangat beracun.]
[Baiklah.]
[Dan juga, racunnya sangat mematikan. Racun dari satu bunga saja cukup kuat untuk membunuh 500 orang!]

***

Saat Ain mendengar tentang itu, diapun berpikir:
(Terus, kenapa bunga berbahaya ini ditanam di sini?)

[Kau pasti berpikir kenapa bunga seberbahaya ini ditanam di sini, kan?]

[... Aku tak bisa menyanggah hal itu.]

[Anda pasti tahu kenapa ini bukan masalah, kan, Olivia-sama?]
[Tentu saja. Ain? Kau tahu... hanya ada beberapa orang yang diperbolehkan memasuki taman milik Archduke. Itulah sebabnya meski berbahaya, mereka pasti akan diberitahu terlebih dahulu sebelum masuk ke sini. Dan juga, racunnya tak akan keluar jika bunganya tidak disentuh atau dicabut.]
[Be-Begitu ya...]

Archduke Augusto sangat menyayangi taman ini. Karena inilah satu-satunya hobi miliknya, tempat ini sudah dianggap seperti tempat suci olehnya.

[Dan juga, biasanya bunga-bunga ini ditutupi dengan kaca. Tapi kaca itu dilepas karena hari ini adalah hari yang spesial. Beliau ingin bunga-bunga ini mudah dilihat karena akan ada banyak orang yang datang berkunjung.]
[Jadi itu sebabnya kita bisa dengan mudah melihatnya dari dekat hari ini?]
[Begitulah.. sebenarnya masih banyak yang ingin kuperlihatkan padamu. Kuharap kau menyukainya.]

Ain dan Olivia pun mengikuti Krone yang sedang bersemangat.
Mereka merasa kalau ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.

***

Setelah berjalan di taman yang luas selaa hampir satu jam, kamipun beristirahat di sebuah ruangan yang mirip seperti tempat bersantai di tengah taman.
Aku sangat berterima kasih pada Krone-san karena telah menyuruh agar makanan dan teh untuk dibawa ke sini.

[Jadi, apa kalian menikmatinya?]
[Ya. Terima kasih karena telah memberikan pengalaman yang luar biasa ini.]
[Tak masalah, aku juga sangat senang karena bisa mendapat kesempatan untuk berbincang bersama Olivia-sama.]
[Ya ampun... jika begitu, kita bisa berbincang kapanpun kau mau.]

.... bagus sekali karena sepertinya ibu bisa sedikit bersantai.
Aku bahkan merasa bersyukur karena tidak menghadiri pesta itu.
Karena hal ini, aku bisa bertemu dengan gadis cantik seperti Krone-san, aku memang benar-benar beruntung.

[Oh iya, apa Ain-kun tahu? Asal mula bunga ini dinamakan Mawar Api Biru.]
[Tidak tahu... aku tak pernah mendengarnya, tapi bukankah itu karena bunga ini bersinar biru seperti api biru?]
[fufu... alasannya sedikit beda. Kau ingat saat aku bilang kalau bunga ini beracun, kan?]
[Iya... tapi apa hubungan racun dengan namanya?]
[Racun bunga ini... memberi efek seperti luka bakar. Sakitnya terasa seperti seluruh tubuhmu terbakar, dan membuatmu merasa ingin mati.]

....
Apa-apaan itu? Mengerikan sekali!
Mawar Api Biru ini ternyata sangat berbahaya...

[Cara menamainya... ternyata sangat pas.]
[Iya, kan? Selain itu, biasanya sesuatu yang sangat indah juga memiliki duri yang paling menyakitkan.]
[Ya ampun, Krone-sama, masih ada satu hal lagi, kan?]
[Olivia-sama memang hebat...]
[Satu hal lagi?]

Eh? Masih ada alasan lain dibalik namanya?
Mereka berdua tersenyum sangat manis... dan malah membuatku merasa sedikit ketakutan...

[Namanya adalah Kristal Bintang] (Star Crystal)

[Apa hal itu ada hubungannya dengan Mawar Api Biru?]
[Ya... Ain, menurutmu apa itu?]
[Umm... Apa itu seperti bunga buatan spesial yang terbuat dari Mawar Api Biru?]

Tapi kurasa benda itu tak mendapat nama Kristal Bintang hanya karena alasan itu.
Dari namanya, aku merasa bahwa itu adalah benda yang sangat sangat mewah.

[Hampir, tapi bukan itu...]
[Jawaban yang benar adalah... Ain-kun, jika kau bisa menghilangkan racun dari seluruh bagian bunganya, maka bunga itu akan berubah menjadi sebuah permata.]

[Eh? Bunganya jadi permata?]

[Racun pada Mawar Api Biru punya sifat zat kristal. Jika kau menghilangkan racunnya, maka bunga itu akan merasa terancam dan mulai mengkristalisasi bagian tubuhnya mulai dari bakal bijinya. Dari apa yang kudengar, itu adalah mekanisme pertahanan diri bunga ini. Dan secara perlahan, bagian atas juga akhirnya akan mengeras dan membentuk apa yang kita sebut sebagai Kristal Bintang.]

Racun yang mengkristal?
Aku pernah dengar kalau bisa ular akan mengeraskan darah, lalu membuatnya seperti jelly... tapi tak kusangka hal seperti ini juga ada.
Tunggu dulu, racun.... racun, ya?

[Rupa kristalnya seperti apa?]
[Kristalnya berkilau dan bersinar dengan cahaya biru yang sedikit redup. Cahayanya hampir sama dengan bunganya, tapi kristal itu juga memiliki partikel-partikel yang bersinar seperti langit berbintang.]
[Itulah sebabnya kristal itu disebut Kristal Bintang. Aku jadi ingin menunjukkannya pada Ain...]
[Itu akan sangat sulit, Olivia-sama...]

[Kita Cuma harus menghilangkan racunnya, kan?](Ain)

Mungkin akan butuh banyak energi sihir untuk menghilangkan racunnya, tapi pada akhirnya, yang harus dilakukan cuma itu, kan?

[Aku mengerti kenapa Ain berpikiran seperti itu, tapi... bunga itu akan mati jika racunnya tidak dikeluarkan dengan cepat. Itulah sebabnya kenapa sangat sulit melakukannya dengan sihir. Sepertinya ada orang yang bisa melakukan itu, tapi setelah aku bertanya pada ayahku, sepertinya mereka tinggal sangat jauh dari sini.]
[Pilihan lainnya adalah dengan menggunakan uang.]

Orang bilang, “uanglah yang berbicara”. Kurasa istilah itu sama saja di dunia manapun.
(Shiro7D : Eugene Krab…?)

Yah, mungkin agak kasar jika mengatakannya seperti itu. Tapi tetap saja itu adalah hal yang luar biasa.

[Bu, berapa besar biaya untuk melakukan hal itu?]

[Hmm... mungkin sekitar sejumlah pendapatan tahunan wilayah Roundheart selama tiga tahun.]
[Eh.... EHH?]
[Kubilang itu memerlukan uang, tapi uang tersebut akan dipakai untuk membeli obat yang bisa menghilangkan racun.  Penawar racun dengan kualitas tinggi akan disiramkan seperti air panas agar racunnya dapat diuraikan.]
[Gila sekali...]

Penawar racun berkualitas tinggi...
Sebagai seorang pria, aku menilai bahwa cara ini sangat mubazir hanya untuk membuat sebuah permata.

... Diuraikan? Sepertinya aku melupakan sesuatu.
Ah, iya. Aku bisa menguraikan racun. Karena namanya memiliki EX, aku pasti bisa melakukan hal itu, setidaknya itulah yang dikatakan oleh Dewa.
Karena memiliki EX, apapun jenis racunnya, apapun jenis bakterinya, mereka sama sekali tak berpengaruh padaku. Jika aku tak salah, itulah yang dikatakan oleh Dewa.

[Uraikan racunnya... dari pangkalnya...]
[Ain-kun? Ada apa?]
[Hei Ain, jangan terlalu dekat, berbahaya!]


Aku ingin percaya bahwa ada hal yang bisa kulakukan.
Meski itu hanya membuat sebuah permata, setidaknya mereka berdua pasti akan bahagia.

[AIN?!]
[AIN-KUN! JANGAN SENTUH ITU!]

Ya, maaf jika aku mencabutnya.
Tapi.... ahh... jadi ini rasanya racun itu... saat menyentuhnya, aku merasa terhubung dengan Mawar Api Biru.
(Tlnote : Ini adalah adegan berbahaya, jangan tiru di rumah, dan jauhkan anak anda dari hal berbahaya seperti ini tanpa pengawasan dari profesional...)

Tapi rasanya tidak menakutkan maupun menjijikkan. Aku menerimanya apa adanya... bersatu dengannya... menetralisirkan, dan menghancurkannya.
Racun itu sangat berbahaya dan mengerikan... tapi tak masalah, aku akan menerimanya apa adanya.
(Ah, kimochi....  ( ͡° ͜ʖ ͡°) )
Aku dibesarkan sebagai anak yang baik... meskipun itu pada racun sekalipun.

[Tak mungkin...]
[A-Ain, itu... jangan bilang kau...]
(anakmu telah menjalin hubungan dengan bunga beracun  ( ͡° ͜ʖ ͡°) )
(Shiro7D : OI!!!)

[Ya, Krone-sama. Terima kasih karena telah memanduku hari ini. Maaf karena aku memetiknya tanpa izin, tapi aku tak bisa lebih bahagia lagi jika kau mau menerima kristal ini sebagai rasa terima kasihku.]

 

[K-Kristal Bintang? Ke-Kenapa.... Ain-kun... kenapa bisa?]
[Ain... skill milikmu... jadi kau bisa menggunakannya untuk hal seperti ini, ya?]
[Iya bu, bukankah menurutmu ini adalah skill yang cukup berguna?]

[Fufufu... ya, sangat luar biasa.... ibu sangat senang karena memiliki anak sepertimu.]

Aku sedikit takut sebelum mencobanya.
Tapi saat aku menyentuhnya... entah kenapa aku merasa kalau aku akan baik-baik saja.
Maksudku, aku merasa kalau bunga ini akan sangat senang saat bersatu denganku.

[Ah, Krone-sama, bolehkah aku memetik satu lagi? Aku ingin memberikannya pada ibuku.]
[... Ya, tentu saja boleh.]

Akupun membuat satu Kristal Bintang lagi dengan memetik bunga yang berada di sebelah Krone-sama yang masih terlihat sedikit tercengang.
Ya, aku merasa sudah terbiasa saat mencobanya untuk kedua kalinya karena prosesnya terasa lebih lancar dibanding sebelumnya.

[Ini, bu! Mohon terima perasaanku padamu.]
[Ya ampun, lamaran seperti ini sangat jarang dilihat..]
[Aku akan sangat senang jika ibu mau menerimanya.]
[Fufufu... terima kasih Ain.]

[Tunggu dulu, Ain-kun! Bagaimana kau bisa membuat Kristal Bintang ini?]
[Ah, akhirnya sadar juga...]
[Tentu saja semua orang pasti akan tercengang! Soalnya hanya ada dua Kristal di negeri ini!]

Begitu ya... jadi cuma ada dua? Bukankah itu berarti aku sangat luar biasa?

[Mungkin kau pikir aku membicarakan soal dua kristal ini, tapi bukan itu yang kumaksud!]

Krone-san menaikkan suaranya saat rambut biru mudanya berkibar diterbangkan angin.
Kau itu seorang nona muda, kan? Tenanglah sedikit.

[Keduanya dimiliki oleh keluarga kerajaan... salah satunya dipakai oleh Yang Mulia Ratu... dan yang satu lagi dilekatkan pada pedang raja.]
[Ahh, begitu, ya...]
[Bukan itu yang kumaksud, bagaimana kau membuatnya?]
[Itu berkat skill yang kumiliki. Apa kau pernah mendengarnya? Skill Pengurai Racun milikku.]
[Soal itu... aku pernah dengar kalau putra tertua keluarga Roundheart memiliki skill Pengurai Racun, tapi kalau cuma dengan itu...]

Ahh... sudah kuduga kalau informasi itu juga tersebar.
Yah, tentu saja, soalnya itu akan menjadi bahan pembicaraan yang cukup bagus.

[Yah, skill Pengurai Racun milikku tidak sama dengan skill biasa... skill ku memiliki EX. Dengan kata lain, skill itu bisa dengan sempurna menguraikan racun atau bakteri jenis apapun.]
[Aku tak pernah mendengar skill seperti itu!!!]

Meski begitu, Krone-san, bukankah wajahmu jadi semakin memerah? Apa ada yang aneh?

Tenanglah sedikit, terlalu bersemangat seperti itu akan membuatmu cepat lelah...
(kenapa sih banyak sekali mc yang gak peka...)
(Shiro7D: Enggak-enggak, mc kita ini cuman enggak tau kalau “memberi kristal bintang berarti dia melamar gadis itu”. Jadi mari kita maklumi saja…)

[...Apa kau yakin ingin memberikan ini padaku?]
[Ya, aku membuatnya khusus untukmu, akan bermasalah bagiku jika kau tidak menerimanya.]
[... baiklah, dengan senang hati kuterima.]
[Ya ampun, Ain... bukan hanya sekali, tapi kau bahkan melamar dua kali... ibu sangat bangga karena telah membesarkanmu sebagai pria yang luar biasa.]

Tunggu dulu wahai ibuku yang secantik bidadari... melamar? Apa kau bercanda?
Apa maksudmu?

[Apa maksudmu bu?]
[Memberikan Kristal Bintang pada seorang wanita telah dianggap sebagai sebuah lamaran. Katanya, wanita yang menerima Kristal Bintang akan memiliki kehidupan rumah tangga yang bahagia dengan pria tersebut.]
.....
[.... aku tak pernah mendengar soal itu...]
[Yah, kurasa kau memang belum pernah mendengarnya, tapi... Krone-sama pasti tahu soal hal itu, dan dia tetap menerimanya.]

Ap-Apaa....
Bu... tolong katakan padaku kalau itu tidak nyata....

(Tlnote : flag telah berkibar dengan gagah berani!!!)
(Tlnote2 : Lihat saja, Krone akan menjadi best waifu di NFT... more than Yufilia, and of course better than Yumina... I bet!)
*Kena hajar fans Yufilia
**kena hajar fans Yumina








4 comments: